Abstrak
Karakterisasi Edible Film Dari Rumput Laut (Kappaphycus Alvarezii) Dengan Variasi Penambahan Cmc, Gliserol dan Tepung Mocaf Abstrak Kalimantan Utara memiliki potensi rumput laut yang cukup besar. Rumput laut dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan, bakan baku pembuatan kosmetik, farmasi dan industri. Salah satu pemanfaatan dalam bidang industri yakni pembuatan edible film. Edible film merupakan kemasan primer yang berupa lapisan tipis dan berfungsi sebagai pelapis bahan pangan dan digunakan sebagai pembungkus. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakterisasi edible film dari rumput laut Kappaphycus alvarezii (dengan uji kadar air, kuat tarik, ketebalan, kelarutan, daya serap air, dan uji biodegradabilitas) dengan penambahan carboxymethyl cellulose (CMC), gliserol dan tepung mocaf sebagai plasticizer. Metode penelitian ini ada tiga tahapan yakni tahapan pertama pembuatan tepung rumput laut, tahap kedua pembuatan edible film dengan penambahan CMC, gliserol dan tepung mocaf masing-masing 10%. Tahap ketiga pengujian kadar air, daya serap air, kuat tarik, ketebalan, kelarutan, dan biodegradabilitas. Hasil pengujian edible film dengan penambahan CMC menghasilkan kadar air 6,44%, daya serap air 7,80%, kuat tarik 0,87333Mpa, ketebalan 0,25mm, kelarutan 71,42%, dan uji biodegradabilitas sebagian edible film sudah terurai. Hasil pengujian edible film dengan penambahan gliserol menghasilkan kadar air 12,57%, daya serap air 8,94%, kuat tarik 0,84776Mpa, ketebalan 0,22mm, kelarutan 75%, dan uji biodegradabilitas sebagian edible film sudah terurai. Hasil pengujian edible film dengan penambahan tepung mocaf menghasilkan kadar air 10,79%, daya serap air 7,32%, kuat tarik 1,29333Mpa, ketebalan 0,16mm, kelarutan 71,42%, dan uji biodegradabilitas keseluruhan edible film sudah terurai. Hasil dari penelitian ini menujukan bahwa dengan penambahan tepung mocaf pada edible film lebih ramah lingkungan.