ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi komposisi lapisan beton pada plat baja kompor biomassa terhadap nilai kekerasan dan struktur mikro material. Latar belakang penelitian ini adalah menjaga sifat kekerasan material kompor biomassa dengan melapisi beton pada logam untuk menahan panas dari proses pembakaran pada kompor. Metode eksperimen dilakukan pembuatan beton dengan dua campuran yang berbeda pasir dan semen. campuran beton berfungsi sebagai media pelindung pada saat proses pemanasan. Spesimen diberikan perlakuan panas selama 5 jam pada plat baja karbon rendah A36 yang dilapisi beton setebal 3 cm. Spesimen uji terdiri dari tiga variasi: Tanpa Perlakuan (TP), Spesimen A (SA) dengan komposisi semen 50% dan pasir 50%, serta Spesimen B (SB) dengan komposisi semen 80% dan pasir 20%. Pengujian yang digunakan meliputi uji kekerasan Vickers dan uji metalografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan panas memberikan pengaruh pada setiap spesimen. Spesimen SA mengalami perubahan nilai kekerasan menjadi 131,03 HV dibandingkan kondisi awal (TP) sebesar 123,2 HV. Sebaliknya, spesimen SB justru mengalami perubahan kekerasan menjadi 107,4 HV. Uji metalografi menunjukan perubahan bahwa pada spesimen SA terjadi perubahan struktur mikro dibandingkan spesimen SB.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kompor biomassa adalah kompor yang menggunakan bahan bakar biomassa untuk menghasilkan panas melalui proses pembakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh reduksi dimensi terhadap efisiensi termal kompor biomassa berbahan plat galvanis yang dilengkapi teknologi blower DC 12 Volt. Desain awal kompor mengacu pada penelitian Ming, Santoso, dan Nurdin (2022) dengan ukuran 50×50×55 cm³, kemudian direduksi menjadi ukuran ±40×40×40 cm³ mengacu pada kompor prime standar dari Clean Cooking Alliance (2021). Pengujian dilakukan menggunakan metode Water Boiling Test (WBT) dengan dua variasi volume air (2 liter dan 5 liter) serta tiga variasi berat bahan bakar (40%, 60%, dan 80%). Hasilnya menunjukkan bahwa reduksi dimensi kompor mampu mempertahankan fungsi dan efisiensi termal yang layak. Efisiensi termal tertinggi sebesar 14,6% pada pengujian 5 liter air dengan 60% bahan bakar. Selain itu, laju konsumsi bahan bakar spesifik (FCR) terendah adalah 13,4 g/s, menunjukkan efisiensi penggunaan bahan bakar yang lebih baik dibandingkan penelitian sebelumnya. Dengan demikian, kompor hasil reduksi ini memiliki kinerja termal yang cukup baik serta desain yang lebih ringkas dan mudah dipindahkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi celah tungku pada kompor biomassa berbahan plat galvanis terhadap efisiensi pembakaran. Kompor biomassa dirancang dengan tiga variasi jarak celah lubang udara, yaitu 2 cm, 4 cm, dan 6 cm, menggunakan bahan bakar tempurung kelapa. Uji performa dilakukan menggunakan metode Water Boiling Test (WBT) untuk mengukur sensible heat, latent heat, daya output, efisiensi termal, dan laju konsumsi bahan bakar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tungku dengan celah 2 cm menghasilkan efisiensi termal tertinggi sebesar 4,05%, daya output sebesar 164 kW, serta konsumsi bahan bakar sebesar 208 g/s. Variasi celah 4 cm dan 6 cm menunjukkan efisiensi termal lebih rendah, masing-masing sebesar 2,47% dan 2,59%. Dengan demikian, semakin kecil jarak antar celah, semakin tinggi efisiensi kompor. Penelitian ini menunjukkan bahwa desain celah pada tungku sangat berpengaruh terhadap performa kompor biomassa dan dapat dijadikan acuan dalam pengembangan kompor biomassa yang efisien dan ramah lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kompor biomassa merupakan jenis kompor yang memanfaatkan hasil pembakaran dari bahan biomassa untuk proses memasak di sektor rumah tangga. Penilitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memodifikasi guna mengoptimalkan kinerja kompor biomassa yang telah dibangun pada tahun 2022 dengan menggunakan kipas atau fan AC 220 volt. Adapun tahapan yang dilakukan pada penelitian ini adalah menentukan jumlah fan AC 220 volt berdasarkan perhitungan stoikiometri, menggunakan metode Water boiling Test (WTB) untuk menghitung efisiensi termal, dan menghitung kalor pada dinding kompor. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan 3 variasi bahan bakar yaitu, 3 kilogram, 4 kilogram dan 5 kilogram dan 2 variasi air yaitu 3 liter dan 5 liter. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai efisiensi termal yang tertinggi terdapat pada pengujian 5 liter air dengan bahan bakar 3 kg sekitar 60,9%, sedangkan nilai efisiensi terendah terdapat pada pengujian 3 liter air dengan bahan bakar 5 kg sekitar 24,5%. Adapun total nilai kalor pada dinding kompor dengan variasi bahan bakar 3, 4, dan 5 kg sekitar 161,9 kKalori, 202,5 kKalori, dan 236,2 kK, masing-masing.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kompor biomassa merupakan sebuah kompor yang sistem pembakarannya menggunakan bahan bakar biomassa untuk memproduksi kalor melalui pembakaran untuk penggunaan proses memasak domestik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun dan menguji performansi dari kompor biomassa menggunakan bahan dasar plat galvanis dilengkapi dengan teknologi blower melalui metode pengujian Water Boiling Test (WBT). Hasil penelitian ini, kompor yang telah dibangun menggunakan bahan dasar plat galvanis dengan diameter 380 mm dan tinggi 500 mm pada badan kompor dan tungku kompor yang berdiameter 280 mm dan 450 mm yang terdapat lubang-lubang (anulus) pada dinding untuk aliran udara yang bersumber dari blower DC berkapasitas 12 volt. Daya output untuk persentase berat bahan bakar 80% (5 liter air) sebesar 82 kW dengan laju konsumsi bahan bakar sebesar 0.095 kg/s, sedangkan untuk persentase berat bahan 20% (2 liter air) sebesar 41 kW dengan laju konsumsi bahan bakar 0.035 kg/s. Efisiensi termal dari kompor biomassa berkisar 6% - 10%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kompor biomassa adalah salah satu teknologi pemanfaatan biomassa untuk keperluan memasak pada sektor rumah tangga. Biomassa dapat berasal dari hasil alam, contohnya kayu meranti yang digunakan sebagai bahan bakar pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembakaran yang terjadi pada kompor biomassa dan mengetahui efisiensi termal pada kompor. Proses pengukuran serta pengambilan data pada kompor biomassa, akan dilakukan dengan menggunakan metode Water Boiling Test (WBT). Metode ini dilakukan untuk menghitung efisiensi termal pada kompor biomassa dan akan dilakukan pengukuran kalor pada dinding kompor. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan 3 variasi volume air yaitu, 1 liter, 1.5 liter, dan 2 liter. Nilai efisiensi termal pada kompor meliputi 3 variasi volume air yaitu 1, 1,5 dan 2 liter air. Nilai efisiensi yang terdapat pada massa 1 liter air sekitar 26,6%, untuk massa 1,5 liter air sekitar 33,6% dan pada massa 2 liter air sekitar 41,8%. Jumlah bakar bakar biomassa yang digunakan sebesar 2,5 Kg, Dari hasil pembakaran terdapat sisa bahan bakar yang berbeda massanya, dimana hasil dari percobaan 1 liter menyisakan lebih banyak bahan bakar sebesar 1,5 Kg dan membakar biomassa sebesar 1 Kg, lalu pada percobaan 1,5 liter menyisakan bahan bakar sekitar 1,1 Kg dan membakar biomassa sebanyak 1,4 Kg, pada percobaan 2 liter air menyisakan bahan bakar sebesar 0,9 Kg dan membakar biomassa sebanyak 1,6 Kg.