ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Meningkatnya jumlah limbah oli bekas yang tergolong sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta kebutuhan terhadap sumber energi alternatif mendorong pemanfaatan oli bekas sebagai bahan bakar pada skala rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun prototipe kompor berbahan bakar oli bekas dengan menggunakan blower sebagai sistem suplai udara pembakaran serta mengetahui kemampuan kompor dalam memanaskan air sebanyak 2 liter hingga mencapai kondisi mendidih dalam waktu paling lama 30 menit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan pendekatan NIDA (Need, Idea, Decision, Action) yang meliputi identifikasi kebutuhan, pengembangan ide, penentuan keputusan desain, pembuatan prototipe, dan pengujian kinerja. Pengujian dilakukan menggunakan metode Water Boiling Test (WBT) dengan parameter berupa waktu pemanasan, temperatur air, dan konsumsi bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe kompor berhasil dirancang sebagai kompor satu tungku dengan dimensi 50 cm × 30 cm × 15 cm, menggunakan sistem aliran bahan bakar tetes dengan debit 1 liter/jam serta blower sentrifugal berdaya 150 watt dengan kecepatan udara 1,8 m/s. Pengujian sebanyak tiga kali menunjukkan bahwa kompor mampu memanaskan 2 liter air dengan waktu rata-rata 1.365 detik atau 22 menit 45 detik hingga mencapai temperatur rata-rata 94,4 °C. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kompor hasil rancangan mampu memenuhi target waktu pemanasan air pada skala rumah tangga, yaitu kurang dari 30 menit. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan blower sebagai suplai udara pembakaran mendukung proses pembakaran dan menghasilkan prototipe kompor berbahan bakar oli bekas yang berpotensi dikembangkan sebagai alternatif pemanfaatan limbah oli bekas dan sumber energi alternatif pada skala rumah tangga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi celah tungku pada kompor biomassa berbahan plat galvanis terhadap efisiensi pembakaran. Kompor biomassa dirancang dengan tiga variasi jarak celah lubang udara, yaitu 2 cm, 4 cm, dan 6 cm, menggunakan bahan bakar tempurung kelapa. Uji performa dilakukan menggunakan metode Water Boiling Test (WBT) untuk mengukur sensible heat, latent heat, daya output, efisiensi termal, dan laju konsumsi bahan bakar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tungku dengan celah 2 cm menghasilkan efisiensi termal tertinggi sebesar 4,05%, daya output sebesar 164 kW, serta konsumsi bahan bakar sebesar 208 g/s. Variasi celah 4 cm dan 6 cm menunjukkan efisiensi termal lebih rendah, masing-masing sebesar 2,47% dan 2,59%. Dengan demikian, semakin kecil jarak antar celah, semakin tinggi efisiensi kompor. Penelitian ini menunjukkan bahwa desain celah pada tungku sangat berpengaruh terhadap performa kompor biomassa dan dapat dijadikan acuan dalam pengembangan kompor biomassa yang efisien dan ramah lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kompor biomassa merupakan jenis kompor yang memanfaatkan hasil pembakaran dari bahan biomassa untuk proses memasak di sektor rumah tangga. Penilitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memodifikasi guna mengoptimalkan kinerja kompor biomassa yang telah dibangun pada tahun 2022 dengan menggunakan kipas atau fan AC 220 volt. Adapun tahapan yang dilakukan pada penelitian ini adalah menentukan jumlah fan AC 220 volt berdasarkan perhitungan stoikiometri, menggunakan metode Water boiling Test (WTB) untuk menghitung efisiensi termal, dan menghitung kalor pada dinding kompor. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan 3 variasi bahan bakar yaitu, 3 kilogram, 4 kilogram dan 5 kilogram dan 2 variasi air yaitu 3 liter dan 5 liter. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai efisiensi termal yang tertinggi terdapat pada pengujian 5 liter air dengan bahan bakar 3 kg sekitar 60,9%, sedangkan nilai efisiensi terendah terdapat pada pengujian 3 liter air dengan bahan bakar 5 kg sekitar 24,5%. Adapun total nilai kalor pada dinding kompor dengan variasi bahan bakar 3, 4, dan 5 kg sekitar 161,9 kKalori, 202,5 kKalori, dan 236,2 kK, masing-masing.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kompor biomassa merupakan sebuah kompor yang sistem pembakarannya menggunakan bahan bakar biomassa untuk memproduksi kalor melalui pembakaran untuk penggunaan proses memasak domestik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun dan menguji performansi dari kompor biomassa menggunakan bahan dasar plat galvanis dilengkapi dengan teknologi blower melalui metode pengujian Water Boiling Test (WBT). Hasil penelitian ini, kompor yang telah dibangun menggunakan bahan dasar plat galvanis dengan diameter 380 mm dan tinggi 500 mm pada badan kompor dan tungku kompor yang berdiameter 280 mm dan 450 mm yang terdapat lubang-lubang (anulus) pada dinding untuk aliran udara yang bersumber dari blower DC berkapasitas 12 volt. Daya output untuk persentase berat bahan bakar 80% (5 liter air) sebesar 82 kW dengan laju konsumsi bahan bakar sebesar 0.095 kg/s, sedangkan untuk persentase berat bahan 20% (2 liter air) sebesar 41 kW dengan laju konsumsi bahan bakar 0.035 kg/s. Efisiensi termal dari kompor biomassa berkisar 6% - 10%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kompor biomassa adalah salah satu teknologi pemanfaatan biomassa untuk keperluan memasak pada sektor rumah tangga. Biomassa dapat berasal dari hasil alam, contohnya kayu meranti yang digunakan sebagai bahan bakar pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembakaran yang terjadi pada kompor biomassa dan mengetahui efisiensi termal pada kompor. Proses pengukuran serta pengambilan data pada kompor biomassa, akan dilakukan dengan menggunakan metode Water Boiling Test (WBT). Metode ini dilakukan untuk menghitung efisiensi termal pada kompor biomassa dan akan dilakukan pengukuran kalor pada dinding kompor. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan 3 variasi volume air yaitu, 1 liter, 1.5 liter, dan 2 liter. Nilai efisiensi termal pada kompor meliputi 3 variasi volume air yaitu 1, 1,5 dan 2 liter air. Nilai efisiensi yang terdapat pada massa 1 liter air sekitar 26,6%, untuk massa 1,5 liter air sekitar 33,6% dan pada massa 2 liter air sekitar 41,8%. Jumlah bakar bakar biomassa yang digunakan sebesar 2,5 Kg, Dari hasil pembakaran terdapat sisa bahan bakar yang berbeda massanya, dimana hasil dari percobaan 1 liter menyisakan lebih banyak bahan bakar sebesar 1,5 Kg dan membakar biomassa sebesar 1 Kg, lalu pada percobaan 1,5 liter menyisakan bahan bakar sekitar 1,1 Kg dan membakar biomassa sebanyak 1,4 Kg, pada percobaan 2 liter air menyisakan bahan bakar sebesar 0,9 Kg dan membakar biomassa sebanyak 1,6 Kg.