ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi laju aliran udara terhadap temperatur nyala api dan warna api, mengevaluasi pengaruhnya terhadap efisiensi termal pembakaran, serta menentukan laju aliran udara yang paling optimal dalam meningkatkan kinerja kompor berbahan bakar oli bekas. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan melakukan pengujian langsung pada kompor menggunakan variasi laju aliran udara sebesar 1,5 m/s, 2 m/s, dan 2,5 m/s. Parameter yang diamati meliputi temperatur nyala api, warna api, efisiensi termal, dan waktu pendidihan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi laju aliran udara berpengaruh signifikan terhadap karakteristik nyala api dan performa pembakaran kompor. Peningkatan laju aliran udara mampu meningkatkan suplai oksigen sehingga proses pembakaran menjadi lebih stabil dan lebih mendekati pembakaran sempurna yang ditandai dengan perubahan warna api dan peningkatan temperatur pembakaran. Rata-rata temperatur maksimal yang diperoleh sebesar 662,7°C. Efisiensi termal tertinggi dicapai pada laju aliran udara 2,5 m/s sebesar 6,3%, sedangkan waktu pendidihan air tercepat diperoleh dengan rata-rata waktu 592 detik. Berdasarkan hasil penelitian, laju aliran udara 2,5 m/s merupakan kondisi paling optimal dalam meningkatkan kinerja pembakaran kompor berbahan bakar oli bekas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kompor biomassa adalah kompor yang menggunakan bahan bakar biomassa untuk menghasilkan panas melalui proses pembakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh reduksi dimensi terhadap efisiensi termal kompor biomassa berbahan plat galvanis yang dilengkapi teknologi blower DC 12 Volt. Desain awal kompor mengacu pada penelitian Ming, Santoso, dan Nurdin (2022) dengan ukuran 50×50×55 cm³, kemudian direduksi menjadi ukuran ±40×40×40 cm³ mengacu pada kompor prime standar dari Clean Cooking Alliance (2021). Pengujian dilakukan menggunakan metode Water Boiling Test (WBT) dengan dua variasi volume air (2 liter dan 5 liter) serta tiga variasi berat bahan bakar (40%, 60%, dan 80%). Hasilnya menunjukkan bahwa reduksi dimensi kompor mampu mempertahankan fungsi dan efisiensi termal yang layak. Efisiensi termal tertinggi sebesar 14,6% pada pengujian 5 liter air dengan 60% bahan bakar. Selain itu, laju konsumsi bahan bakar spesifik (FCR) terendah adalah 13,4 g/s, menunjukkan efisiensi penggunaan bahan bakar yang lebih baik dibandingkan penelitian sebelumnya. Dengan demikian, kompor hasil reduksi ini memiliki kinerja termal yang cukup baik serta desain yang lebih ringkas dan mudah dipindahkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi celah tungku pada kompor biomassa berbahan plat galvanis terhadap efisiensi pembakaran. Kompor biomassa dirancang dengan tiga variasi jarak celah lubang udara, yaitu 2 cm, 4 cm, dan 6 cm, menggunakan bahan bakar tempurung kelapa. Uji performa dilakukan menggunakan metode Water Boiling Test (WBT) untuk mengukur sensible heat, latent heat, daya output, efisiensi termal, dan laju konsumsi bahan bakar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tungku dengan celah 2 cm menghasilkan efisiensi termal tertinggi sebesar 4,05%, daya output sebesar 164 kW, serta konsumsi bahan bakar sebesar 208 g/s. Variasi celah 4 cm dan 6 cm menunjukkan efisiensi termal lebih rendah, masing-masing sebesar 2,47% dan 2,59%. Dengan demikian, semakin kecil jarak antar celah, semakin tinggi efisiensi kompor. Penelitian ini menunjukkan bahwa desain celah pada tungku sangat berpengaruh terhadap performa kompor biomassa dan dapat dijadikan acuan dalam pengembangan kompor biomassa yang efisien dan ramah lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Pengaruh produksi energi listrik dalam sistem pembangkit sangat mempengaruhi bahan bakar yang digunakan. Pada pengoperasian pembangkit agar mengetahui jumlah bahan bakar yang digunakan pembangkit perlu melakukan suatu penelitian supaya dapat mengetahui konsumsi spesifik bahan bakar yang digunakan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kinerja pembangkit pada PT. PLNT O/M Kit PLTU 2 x 3 Malinau. Pada penelitian ini dilakukan pengambilan data produksi energi (bruto netto) dan konsumsi batu bara yang bertujuan untuk melakukan perhitungan dari SFC, Heat Rate dan Efisiensi Termal. Hasil yang diperoleh SFC (bruto netto) menghasilkan nilai 1,369 kg/kWh dan 1,533 kg/kWh, Heat Rate (bruto netto) mengahasilkan nilai 5238,373 kCal/kWh dan 5869,026 kCal/kWh dan Efisiensi Termal menghasilkan nilai 16,412% dan 14,650%. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa pada saat pembangkit beroperasi konsumsi spesifik bahan bakar dan laju kalor semakin menurun dan pada saat beban rendah jumlah konsumsi spesifik bahan bakar dan laju kalor semakin meningkat. Pada Efisiensi Termal mendapatkan Efisien yang baik pada saat beban tinggi yang dimana pada saat beban tinggi jumlah panas yang diubah menjadi energi listrik semakin banyak yang membuat peningkatan produksi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kompor biomassa merupakan jenis kompor yang memanfaatkan hasil pembakaran dari bahan biomassa untuk proses memasak di sektor rumah tangga. Penilitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memodifikasi guna mengoptimalkan kinerja kompor biomassa yang telah dibangun pada tahun 2022 dengan menggunakan kipas atau fan AC 220 volt. Adapun tahapan yang dilakukan pada penelitian ini adalah menentukan jumlah fan AC 220 volt berdasarkan perhitungan stoikiometri, menggunakan metode Water boiling Test (WTB) untuk menghitung efisiensi termal, dan menghitung kalor pada dinding kompor. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan 3 variasi bahan bakar yaitu, 3 kilogram, 4 kilogram dan 5 kilogram dan 2 variasi air yaitu 3 liter dan 5 liter. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai efisiensi termal yang tertinggi terdapat pada pengujian 5 liter air dengan bahan bakar 3 kg sekitar 60,9%, sedangkan nilai efisiensi terendah terdapat pada pengujian 3 liter air dengan bahan bakar 5 kg sekitar 24,5%. Adapun total nilai kalor pada dinding kompor dengan variasi bahan bakar 3, 4, dan 5 kg sekitar 161,9 kKalori, 202,5 kKalori, dan 236,2 kK, masing-masing.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kompor biomassa merupakan sebuah kompor yang sistem pembakarannya menggunakan bahan bakar biomassa untuk memproduksi kalor melalui pembakaran untuk penggunaan proses memasak domestik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun dan menguji performansi dari kompor biomassa menggunakan bahan dasar plat galvanis dilengkapi dengan teknologi blower melalui metode pengujian Water Boiling Test (WBT). Hasil penelitian ini, kompor yang telah dibangun menggunakan bahan dasar plat galvanis dengan diameter 380 mm dan tinggi 500 mm pada badan kompor dan tungku kompor yang berdiameter 280 mm dan 450 mm yang terdapat lubang-lubang (anulus) pada dinding untuk aliran udara yang bersumber dari blower DC berkapasitas 12 volt. Daya output untuk persentase berat bahan bakar 80% (5 liter air) sebesar 82 kW dengan laju konsumsi bahan bakar sebesar 0.095 kg/s, sedangkan untuk persentase berat bahan 20% (2 liter air) sebesar 41 kW dengan laju konsumsi bahan bakar 0.035 kg/s. Efisiensi termal dari kompor biomassa berkisar 6% - 10%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kompor biomassa adalah salah satu teknologi pemanfaatan biomassa untuk keperluan memasak pada sektor rumah tangga. Biomassa dapat berasal dari hasil alam, contohnya kayu meranti yang digunakan sebagai bahan bakar pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembakaran yang terjadi pada kompor biomassa dan mengetahui efisiensi termal pada kompor. Proses pengukuran serta pengambilan data pada kompor biomassa, akan dilakukan dengan menggunakan metode Water Boiling Test (WBT). Metode ini dilakukan untuk menghitung efisiensi termal pada kompor biomassa dan akan dilakukan pengukuran kalor pada dinding kompor. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan 3 variasi volume air yaitu, 1 liter, 1.5 liter, dan 2 liter. Nilai efisiensi termal pada kompor meliputi 3 variasi volume air yaitu 1, 1,5 dan 2 liter air. Nilai efisiensi yang terdapat pada massa 1 liter air sekitar 26,6%, untuk massa 1,5 liter air sekitar 33,6% dan pada massa 2 liter air sekitar 41,8%. Jumlah bakar bakar biomassa yang digunakan sebesar 2,5 Kg, Dari hasil pembakaran terdapat sisa bahan bakar yang berbeda massanya, dimana hasil dari percobaan 1 liter menyisakan lebih banyak bahan bakar sebesar 1,5 Kg dan membakar biomassa sebesar 1 Kg, lalu pada percobaan 1,5 liter menyisakan bahan bakar sekitar 1,1 Kg dan membakar biomassa sebanyak 1,4 Kg, pada percobaan 2 liter air menyisakan bahan bakar sebesar 0,9 Kg dan membakar biomassa sebanyak 1,6 Kg.