Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Batu bara
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Politik Hukum Sentralisasi Kewenangan Dalam Pengelolaan Pertambangan Mineral Dan Batubara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara membawa perubahan signifikan dalam politik hukum pengelolaan pertambangan di Indonesia, khususnya melalui sentralisasi kewenangan perizinan dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat. Perubahan ini menimbulkan dinamika antara kebutuhan efisiensi dan kepastian hukum, serta perlindungan kepentingan daerah dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis politik hukum sentralisasi kewenangan pemerintah pusat dalam perizinan pertambangan pasca UU No. 3 Tahun 2020, serta mengevaluasi akibat hukumnya terhadap tata kelola pertambangan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, didukung studi literatur dan analisis dokumen hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentralisasi kewenangan memperkuat keseragaman kebijakan melalui penerapan sistem Perizinan Berbasis Risiko (Risk-Based Licensing) atau OSS-RBA, namun menimbulkan akibat hukum berupa hilangnya kewenangan atributif daerah. Meskipun demikian, sentralisasi ini tidak bersifat mutlak karena terdapat pendelegasian kembali sebagian kewenangan kepada pemerintah provinsi, khususnya terkait pengelolaan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) dan Surat Izin Penambangan Batuan (SIPB). Secara yuridis, akibat hukum lainnya adalah ketidakberlakuan Peraturan Daerah (Perda) yang bertentangan dengan rezim sentralisasi, yang berpotensi menciptakan kesenjangan antara kebijakan pusat dan kebutuhan riil di daerah serta melemahkan pengawasan lokal. Rekomendasi penelitian menekankan perlunya harmonisasi tata kelola pertambangan melalui mekanisme koordinasi pusat-daerah yang lebih jelas, penguatan fungsi pengawasan oleh inspektur tambang di daerah, serta integrasi prinsip pembangunan berkelanjutan untuk menjamin efektivitas perlindungan lingkungan pasca peralihan kewenangan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Model Petri Net Produksi Batu Bara PT Lamindo Inter Multikon Bunyu

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MEMODELKAN DAN MENGANALISIS SISTEM PRODUKSI BATU BARA DI PT LAMINDO INTER MULTIKON BUNYU MENGGUNAKAN PENDEKATAN PETRI NET. SISTEM PRODUKSI BATU BARA MERUPAKAN SISTEM YANG KOMPLEKS, MELIBATKAN BERBAGAI TAHAPAN PROSES SERTA INTERAKSI ANTARA OPERATOR, PERALATAN, DAN ALIRAN MATERIAL, SEHINGGA DIPERLUKAN SUATU METODE PEMODELAN YANG MAMPU MEREPRESENTASIKAN PROSES SISTEMATIS DAN TERSTRUKTUR PEMODELAN DAN SIMULASI INI DILAKUKAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK PIPE V4.3.HASIL PENELITIAN INI MENUNJUKKAN BAHWA MODEL PETRI NET INI MAMPU MEMVISUALISASIKAN ALUR PROSES PRODUKSI MULAI DARI TAHAP PERSIAPAN AREA PENAMBANGAN , PENGANGKUTAN , PENIMBANGAN , PENGURAIAN, PENYIMPANAN HINGGA PENGIRIMAN BATU BARA. SELAIN ITU MODEL INI DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENGIDENTIFIKASI POTENSI KEMACETAN DAN MENYALAKAN KINERJA SISTEM PRODUKSI. DENGAN DEMIKIAN, PETRI NET TERBUKTI EFEKTIF SEBAGAI ALAT ANALISIS UNTUK MENDUKUNG OPTIMASI SISTEM PRODUKSI BATUBARA DI PT LAMINDO INTER MULTIKON BUNYU, KHUSUSNYA DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFIENSI DAN PRODUKTIVITAS PROSES

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH INFLASI, NILAI TUKAR, DAN HARGA BATU BARA TERHADAP EKSPOR BATU BARA DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, nilai tukar rupiah, dan harga batu bara terhadap ekspor batu bara di Provinsi Kalimantan Utara, baik secara parsial maupun simultan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada peran penting batu bara sebagai komoditas unggulan ekspor Indonesia, khususnya Kalimantan Utara yang memiliki cadangan besar dan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Data yang digunakan berupa data sekunder berbentuk time series triwulanan periode 2015–2024, yang diperoleh dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik sebagai prasyarat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel inflasi dan nilai tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap ekspor batu bara, sedangkan harga batu bara berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, inflasi, nilai tukar, dan harga batu bara berpengaruh signifikan terhadap ekspor batu bara di Provinsi Kalimantan Utara. Nilai koefisien determinasi (Adjusted R²) sebesar 0,333 yang berarti bahwa ketiga variabel independen hanya mampu menjelaskan variasi ekspor sebesar 33,3%, sedangkan sisanya 66,7% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian.Temuan ini menunjukkan bahwa faktor harga batu bara memiliki peran dominan dalam memengaruhi ekspor, sementara inflasi dan nilai tukar tidak memberikan pengaruh langsung yang signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan pelaku usaha dalam merumuskan strategi perdagangan dan kebijakan ekspor, serta bagi penelitian selanjutnya untuk memperluas variabel yang dianalisis.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Pengaruh Produksi Energi Listrik Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap PT. PLTN O/M Kit PLTU 2 x 3 Malinau

2024•

Pengaruh produksi energi listrik dalam sistem pembangkit sangat mempengaruhi bahan bakar yang digunakan. Pada pengoperasian pembangkit agar mengetahui jumlah bahan bakar yang digunakan pembangkit perlu melakukan suatu penelitian supaya dapat mengetahui konsumsi spesifik bahan bakar yang digunakan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kinerja pembangkit pada PT. PLNT O/M Kit PLTU 2 x 3 Malinau. Pada penelitian ini dilakukan pengambilan data produksi energi (bruto netto) dan konsumsi batu bara yang bertujuan untuk melakukan perhitungan dari SFC, Heat Rate dan Efisiensi Termal. Hasil yang diperoleh SFC (bruto netto) menghasilkan nilai 1,369 kg/kWh dan 1,533 kg/kWh, Heat Rate (bruto netto) mengahasilkan nilai 5238,373 kCal/kWh dan 5869,026 kCal/kWh dan Efisiensi Termal menghasilkan nilai 16,412% dan 14,650%. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa pada saat pembangkit beroperasi konsumsi spesifik bahan bakar dan laju kalor semakin menurun dan pada saat beban rendah jumlah konsumsi spesifik bahan bakar dan laju kalor semakin meningkat. Pada Efisiensi Termal mendapatkan Efisien yang baik pada saat beban tinggi yang dimana pada saat beban tinggi jumlah panas yang diubah menjadi energi listrik semakin banyak yang membuat peningkatan produksi

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail