Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kata kunci: Briket
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji sifat fisik dan kimia pada briket limbah kulit kakao (Theobroma cacao L.) sebagai bahan bakar alternatif

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan energi di indonesia hingga saat ini masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil, Sementara ketersediaan semaki berkurang dan penggunaanya berdampak buruk terhadap lingkungan. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan sumber daya energi alternatif yang berasal dari bahan terbarukan, salah satunya biomassa. Limbah kulit kakao (Theobroma cacao L.) merupakan hasil samping dari kegiatan perkebunan kakao yang jumlahnya cukup besar dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Kulit kakao mengandung senyawa lignoselulosa yang berpotensi untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif dalam bentuk briket arang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisik dan kimia briket yang terbuat dari limbah kulit kakao serta menentukan kelayakan sebagai bahan bakar alternatif berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-6235-2000). Penelitian dilaksanakan pada bulan maret hingga Mei 2025 dengan menggunakan metode deskriftif kuantitatif, yaitu P1 (90% arang : 10% perekat), P2 (85% : 15%), P3 (80% : 20%), dan P4 (75% : 25%), dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kerapatan, kadar abu, nilai kalor, rendemen, serta uji pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan menghasilkan kadar air di bawah 8% dan nilai kerapatan di atas 0,44 g/cm³, sehingga telah memenuhi standar SNI untuk kedua parameter tersebut. Nilai kerapatan tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 sebesar 0,85 g/cm³, sedangkan kadar air terendah terdapat pada perlakuan P4 sebesar 0,05%. Namun demikian, hasil pengujian kadar abu dan nilai kalor menunjukkan bahwa sebagian besar perlakuan belum memenuhi standar SNI. Nilai kalor tertinggi diperoleh pada perlakuan P2 sebesar 4.485 kal/g, namun masih berada di bawah batas minimum SNI yaitu 5.000 kal/g. Nilai rendemen arang kulit kakao yang diperoleh sebesar 10,03%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa limbah kulit kakao berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dalam bentuk briket. Namun, diperlukan perbaikan dan optimasi lebih lanjut pada proses karbonisasi dan komposisi perekat agar kualitas briket yang dihasilkan dapat memenuhi standar nasional

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Daun Pinus Jarum Untuk Dijadikan Briket Biocoal Sebagai Energi Listrik ALternatif

2021•

.Biomassa adalah bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintetik baik berupa produk maupun buangan. Contoh biomassa antara lain adalah tanaman, pepohonan, rumput, limbah pertanian, limbah hutan, tinja dan kotoran ternak. Biomassa ini dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi yang cocok dikembangkan di Tarakan. Salah satu sumber biomassa yang melimpah adalah daun pinus jarum banyak ditemukan di kampus UBT, Pesisir pantai amal dan Persemaian Kota Tarakan. Pemilihan daun pinus jarum yang berguguran sebagai biomassa pada penelitian ini didasarkan atas belum adanya pemanfaatan sampah daun pinus. Dengan demikian pada penelitian kali ini sampah daun pinus jarum kering akan dimanfatkan untuk dibuat menjadi briket yang di campur dengan batubara dengan varian komposisi perekat. Varian perekat yang digunakan ada 3 jenis, sagu, tepeng kanji dan tanah liat. Dari 3 jenis perekat masingmasing sampel diuji untuk mendapatkan nilai kadar air, kadar abu, kalor dan energi listrik. Briket dapat dikatakan baik jika memiliki nilai kadar air dibawah 8% menurut SNI. Briket sudah memenuhi niali standar SNI dibawah 8% dengan nilai kisaran 5%- 7%. Kadar abu pada penelitian ini sudah memenuhi standar SNI yaitu dibawah 8%, tetapi pada perekat tanah liat memiliki kadar abu yang mendekati 8% yaitu sebesar 7,95%. Nilai tegangan dan arus dipengaruhi oleh komposisi sampel, dimana semakin kecil persentase kadar daun pinusnya maka semakin kecil, begitu juga sebaliknya. Nilai kalor didapatkan dari hasil analisa data yang ada hingga mendapatkan nilai kalor yang cukup besar yaitu kisaran nilai 4500 J. Nilai daya yang didapatkan per satu buah briket kisaran nilai 2,8 watt. Penggunaan batu bara muda pada penelitian ini disebabkan karena lebih mudah untuk ditemukan, sedangkan jika menggunakan batu bara tua akan lebih sulit untuk mendapatkannya, yang biasanya hanya terdapat di area pertambangan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail