Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Struktur Mikro.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Pengelasan SMAW Preheat Pada Sambungan Las Baja Karbon Rendah Terhadap Kekuatan Tarik Dan Struktur Mikro

2026•

.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perlakuan panas awal (preheat) pada proses pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) terhadap kualitas sambungan baja karbon rendah. Fokus utama penelitian adalah membandingkan hasil pengelasan antara kondisi tanpa perlakuan panas (non-preheat) dan dengan suhu preheat 200°C terhadap cacat permukaan (penetrant test), kekuatan tarik, dan perubahan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian preheat 200°C efektif mencegah terjadinya distorsi pada spesimen dibandingkan tanpa perlakuan panas. Pada uji penetrant, kedua kondisi masih menunjukkan adanya cacat porositas pada pengelasan Preheat 200°C dan cacat undercut, spatter pada pengelasan tanpa perlakuan panas. Secara mekanik, spesimen tanpa perlakuan memiliki kekuatan tarik rata-rata tertinggi sebesar 135 MPa dengan regangan 33% (elongation). Sebaliknya, spesimen dengan preheat 200°C mengalami penurunan kekuatan tarik menjadi 122 MPa, namun nilai regangan (elongation) meningkat menjadi 34%. Analisis struktur mikro menunjukkan bahwa hasil dari perlakuan panas preheat menghasilkan struktur butir yang besar karena laju pendinginan yang lebih lambat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis variasi kampuh terhadap penetrant test, kekerasan dan struktur mikro baja karbon rendah dengan menggunakan las smaw

2024•

Shieled Metal Arc Welding (SMAW) adalah metode pengelasan yang memanfaatkan nyala busur sebagai pencair logam. Metode las SMAW merupakan proses las manual yang menggunakan tangan dan sangat mudah. Pengelasan dengan metode SMAW paling banyak digunakan dikarenakan metodenya mudah. Tetapi hasil dari pengelasan tergantung pada faktor arus, tebal logam, elektroda dan kampuh. Pada proses manufaktur penyambungan logam pada PT. Pertamina Bunyu welder berasumsi bahwa penyambungan dengan kampuh dan tanpa kampuh memiliki hasil yang sama. Oleh karena itu, dilakukannya penelitian ini dengan tujuan mengetahui hasil pengelasan SMAW dengan kampuh V dan kampuh I. Metode yang dilakukan adalah penetrant test, kekerasan dan struktur mikro dengan ketebalan bahan uji 8 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kekerasan Brinell tertinggi dengan variasi kampuh didapatkan pada spesimen kampuh V yaitu sebesar 161,6 kgf/𝑚𝑚2 untuk daerah HAZ dan pada spesimen kampuh I sebesar 124,3 kgf/𝑚𝑚2 . Kemudian pada daerah weld metal kampuh V memiliki nilai kekerasan sebesar 157,3 kgf/𝑚𝑚2 dan kampuh I 149,6 kgf/𝑚𝑚2 . sedangkan nilai kekerasan pada daerah base metal kampuh V yakni 150,3 kgf/𝑚𝑚2 dan kampuh I sebesar 126,6 kgf/𝑚𝑚2 . Pada hasil pengamatan foto struktur mikro pada variasi kampuh bahwa kampuh V lebih baik atau minim terjadinya cacat. Hal ini disebabkan karena masukan panas dan proses pendinginan pada saat proses pengelasan sehingga mempengaruhi tingkat kekerasan dan kualitas hasil pengelasan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail