ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan nomei (Harpodon nehereus) dan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) merupakan sumber daya perairan yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku pangan fungsional karena mengandung protein, serat pangan, mineral, dan berbagai komponen bioaktif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi tepung Harpodon nehereus dan tepung Kappaphycus alvarezii terhadap karakteristik sensori serta komposisi proksimat cookies, sekaligus menentukan formulasi yang paling dapat diterima oleh panelis. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan lima formulasi, yaitu F0 sebagai kontrol, F1 dengan penambahan masing-masing 10g tepung ikan dan tepung rumput laut, F2 masing-masing 20g, F3 masing-masing 30g, dan F4 masing-masing 40g. Karakteristik sensori yang dievaluasi meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, dan kenampakan, sedangkan karakteristik kimia mencakup kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan kadar serat pangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat penambahan tepung ikan dan tepung rumput laut memengaruhi penerimaan sensori cookies. Formulasi F1 menunjukkan tingkat penerimaan tertinggi dengan skor tekstur 5,77 ± 1,01; warna 5,27 ± 0,94; aroma 5,87 ± 0,90; rasa 5,97 ± 1,13; dan kenampakan 5,67 ± 0,61. Berdasarkan hasil analisis kimia yang dilaporkan, formulasi terpilih memiliki kadar air 10,33%, abu 9,00%, protein 51,54%, lemak 9,80%, karbohidrat 17,28%, dan serat Pangan 25,23%. Berdasarkan hasil penelitian, formulasi F1 dengan penambahan masing-masing 10% tepung Harpodon nehereus dan tepung Kappaphycus alvarezii merupakan formulasi terbaik berdasarkan penerimaan sensori dan karakteristik kimia cookies.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Biskuit merupakan produk pangan yang berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional melalui fortifikasi minyak ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak ikan terhadap kadar protein, kadar lemak, profil asam lemak, dan tingkat penerimaan konsumen terhadap produk biskuit. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan tiga perlakuan, yaitu F0 (0%), F1 (1%), dan F2 (2%) sebanyak tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein sebesar 10,76% dan kadar lemak 7,20% pada produk biskuit. Profil asam lemak yang diperoleh SFA dari 10,4089% menjadi 13,3986%, MUFA dari 6,6527% menjadi 8,5512%, dan PUFA dari 1,6954% menjadi 2,2102%. Berdasarkan uji hedonik yang telah dilakukan pada atribut rasa, tingkat penerimaan konsumen yaitu pada perlakuan F1 (1%) sebagai formulasi yang paling disukai panelis. Kesimpulan penelitian ini adalah fortifikasi minyak ikan sebesar 1% menghasilkan biskuit dengan tingkat penerimaan terbaik serta meningkatkan kandungan asam lemak produk.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KANDUNGAN GIZI PADA IKAN BANDENG (Chanos chanos) HASIL PEREBUSAN ABSTRAK Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan komoditas perikanan populer di Indonesia karena tingginya nilai gizi, terutama pada lemak serta protein. Namun, teknik pengolahan seperti perebusan dapat berdampak pada nilai gizi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar protein, kadar lemak, serta profil asam lemak pada ikan bandeng yang diproses secara perebusan. Penelitian ini terdiri dari dua tahap, pertama yaitu preparasi sampel dan kedua adalah perebusan ikan bandeng. Suhu perebusan yaitu 85℃ selama 20 menit. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar protein sebesar 42,01% dan kadar lemak sebesar 3%. Profil asam lemak terdiri dari kandungan asam lemak jenuh/Saturated Fatty Acids (SFA) sebesar 0,65%, asam lemak tidak jenuh tunggal/Monounsaturated Fatty Acids (MUFA) sebesar 0,18% dan asam lemak jenuh tidak majemuk/Polyunsaturated Fatty Acids (PUFA) sebesar 0,44%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ikan bandeng yang diolah secara perebusan dapat digolongkan sebagai ikan dengan kadar protein tinggi (>20%) dan kadar lemak rendah (5%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kalsium dan fosfor merupakan mineral esensial yang berperan penting dalam pembentukan tulang, gigi, serta metabolisme tubuh. Kekurangan kedua mineral ini dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti osteoporosis dan stunting. Selama ini sumber utama kalsium dan fosfor berasal dari susu dan suplemen sintetis yang terbatas dan mahal, sehingga diperlukan alternatif sumber mineral alami. Salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan adalah limbah tulang ikan bulan-bulan (Megalops cyprinoides), yang jumlahnya melimpah namun belum optimal pemanfaatannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakterisasi tepung tulang ikan bulan-bulan (Megalops cyprinoides) sebagai sumber kalsium dan fosfor menggunakan metode hidrolisis protein. Penelitian dilakukan melalui 2 tahap yaitu pembuatan tepung tepung tulang ikan bulan-bulan, dan analisis proksimat serta kandungan kalsium dan fosfor. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, serta kandungan kalsium dan fosfor. Hasil penelitian menunjukkan rendemen tepung tulang ikan sebesar 22,65%, kadar air 3,66%, kadar abu 78,89%, kadar protein 20,14%, kadar lemak 2,20%, kandungan kalsium 33,06%, dan fosfor 16,14%. Kandungan mineral kalsium dan fosfor yang tinggi menunjukkan bahwa tepung tulang ikan bulan-bulan memiliki potensi sebagai sumber mineral yang baik untuk aplikasi dalam industri pangan dan pakan. Metode hidrolisis protein efektif dalam meningkatkan ekstraksi kalsium dan fosfor dari tulang ikan. Dengan demikian, pengolahan limbah tulang ikan bulan-bulan menjadi tepung tulang dapat menjadi alternatif pemanfaatan hasil samping perikanan yang bernilai ekonomi tinggi sekaligus mendukung upaya pemenuhan kebutuhan mineral dalam pangan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pakan merupakan sumber nutrisi yang penting bagi biota akuatik. Salah satu permasalahan pakan yang dihadapi adalah mudah terdegradasi karena faktor lingkungan. Kerusakan ini berpengaruh terhadap kualitas nutrisi pakan. Solusi terhadap permasalahan tersebut adalah teknologi enkapsulasi. Keunggulan enkapsulasi adalah terdapat lapisan dinding polimer sehingga nutrisi pakan didalam dapat terjaga dan bertahan dalam waktu lama. Enkapsulasi dibuat dengan metode koaservasi dan dikeringkan untuk membuat pakan memadat. Tujuan penelitian untuk menguji karakteristik kualitas fisik dan kimia pakan terenkapsulasi dengan variasi waktu pengeringan. Penelitian dilakukan di Laboratorium nutisi pakan Fakultas perikanan dan Ilmu Kelautan dan Laboratorium LSIH Universitas Borneo Tarakan. Penelitian terdiri dari perlakuan waktu pengeringan yaitu 5, 10, 15 dan 20 jam. Parameter pengukuran yaitu stabilitas air, kadar air, abu, rendemen, protein, karbohidrat dan lemak secara duplo. Analisis data secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas air yang sesuai dengan SNI yaitu perlakuan 10, 15 dan 20 jam minimal 85 menit. Kadar air semua perlakuan sesuai SNI maksimal 12%. Kadar abu yang sesuai SNI (maksimal 13%) yaitu perlakuan 5 dan 10 jam sebesar 13 %. Rendemen yang tertinggi yaitu perlakuan 5 jam sebesar 51,31%. Kadar protein semua perlakuan sesuai SNI (maksimal 35%) dengan kadar protein tertinggi pada perlakuan 10 jam sebesar 36,8%. Kadar karbohidrat semua perlakuan sesuai dengan standar pakan yaitu 10-50%. Kadar lemak yang sesuai SNI (minimal 5%) yaitu perlakuan 10 jam sebesar 5,5% dan perlakuan 15 jam sebesar 5%. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan lama pengeringan mempengaruhi kualitas karakteristik pakan, dengan perlakuan terbaik dari semua parameter adalah pengeringan pakan 10 jam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nugget ayam substitusi mocaf dan daun kelor merupakan sebuah inovasi dalam pengolahan pangan yang mampu menambah kualitas mutu produk. Dalam rangka menyeimbangkan kebutuhan pangan cepat saji dengan memperoleh gizi yang baik yaitu dengan melakukan penambahan sumber zat gizi pada pangan berupa mocaf dan daun kelor. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh substitusi mocaf dan kelor terhadap mutu organoleptik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan empat perlakuan dan enam ulangan yaitu P0 = 0% mocaf + 0% kelor, P1 = 25% mocaf + 5% kelor, P2 = 50% mocaf + 10% kelor, P3 = 75% mocaf + 15% kelor. Parameter pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari kadar air, kadat protein, dan uji organoleptik. Berdasarkan hasil perhitungan kadar air dan kadar protein terbaik yaitu perlakuan P1 (25% mocaf + 5% kelor) dengan nilai kadar air 52,83% dan nilai kadar protein 21,46%. Mutu organoleptik yang paling unggul dalam penelitian ini yaitu P1 dengan warna kehijauan, rasa agak gurih, aroma agak langu dan tekstur agak lembut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tepung daun singkong merupakan salah satu upaya pemanfaatan daun singkong (Manihot esculenta crantz). Pengolahan ini menggunakan proses metode pengeringan bahan pangan untuk memperpanjang umur simpan bahan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap kualitas tepung daun singkong. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor, yaitu pengeringan oven dengan suhu 40ºC, pengeringan sinar matahari dengan kain hitam, pengeringan rumah kaca dan pengeringan kering angin yang diulang sebanyak 6 kali sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Parameter yang diamati adalah kadar protein, kadar air, dan kadar serat pangan. Berdasarkan hasil perhitungan pada parameter kadar protein memiliki nilai paling tinggi adalah P3 (Pengeringan rumah kaca) sebesar 19,24%, parameter kadar air pada setiap perlakuan terbukti efektif menurunkan kadar air kurang dari 12%, parameter kadar serat pangan tepung daun singkong memiliki nilai sebesar 13,5%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kolagen merupakan protein jaringan ikat silang yang tersusun oleh asam amino glisina, prolin dan hidroksiprolin yang banyak berada di kulit, tulang, sisik dan gelembung renang ikan. Gelembung renang diketahui memiliki kandungan kolagen yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengarakterisasi sifat fisiokimia gelembung renang ikan alu-alu (Sphyraena jello) dan kolagen yang dihasilkan melalui ekstraksi Acid Soluble Collagen (ASC). Penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu preparasi sampel gelembung renang ikan alu-alu. Pre-treatment menggunakan NaOH 0,1M dan ekstraksi kolagen menggunakan asam asetat 0,50 M dengan rasio sampel dan larutan (1:10 b/v). Parameter yang dianalisis meliputi penentuan proporsi gelembung renang dari ikan alu-alu yang digunakan dan komposisi kimianya, penghitungan rendemen, nilai pH, pengujian FTIR dan analisis asam amino. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelembung renang ikan alu-alu memiliki proporsi 1,06%, kadar protein 30,76±0,13. Rendemen kolagen yang diperoleh sebesar 6,67±0,30% dengan nilai pH 6,8±0,10. Kolagen gelembung renang ikan alu-alu menghasilkan karakteristik gugus amida (A, B, I, II, III) dan asam amino penciri glisin 10,78 mg/g, prolin 4,92 mg/g, alanin 4,60 mg/g. Gelembung renang ikan alu-alu terbukti memiliki potensi dijadikan sebagai sumber alternatif kolagen dari hasil perikanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permen merupakan salah satu produk pangan yang banyak tersebar di indonesia, yang banyak disukai semua orang dari kalangan anak-anak hingga dewasa. Permen pada umumnya dibuat dari bahan dasar agar-agar dengan penambahan gelatin sebagai pengenyal. Permen memiliki tekstur lunak yang diproses dengan penambahan komponen hidrokoloid seperti agar, gum, pektin, pati, karagenan, gelatin, dan lain-lain yang digunakan untuk memodifikasi tekstur sehingga menghasilkan produk yang kenyal. Jenis permen yang beredar di pasar saat ini pada umumnya hanya mengutamakan kualitas rasa saja. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kandungan permen berbahan baku daun kelor dan rumput laut. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 2 faktor yaitu konsentrasi daun kelor yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu KI = 0 gram, K * 2 = 10 gram, dan K * 3 = 20 gram. Sedangkan konsentrasi rumput laut yang terdiri dari 4 perlakuan RI = 150 gram, R * 2 = 300 gram, R * 3 = 450 gram dan R * 4 = 600 gram. %. Parameter pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari kadar air, kadar protein dan aktivitas antiosidan. Berdasarkan hasil perhitungan kadar air memiliki nilai paling tinggi KIR3 (bubuk daun kelor 0 g, dan bubur rumput laut 300g) sebesar 14,88%, parameter kadar protein paling tinggi K3R1 (bubuk daun kelor 20 g. dan bubur rumput laut 150 g) sebesar 17,83%, dan parameter kadar antioksidan memiliki nilai tertinggi KIRI (bubuk daun kelor 0 g, dan bubur rumput laut 150 g). Pengujian tingkat kesukaan terhadap produksi seperti warna, tekstur, aroma dan rasa. Nilai tertinggi organoleptik warna 4,40% KIR4 (bubuk daun kelor 0 g, dan bubur rumput laut 600 g). Nilai tertinggi organoleptik tekstur 4,73% K3R4 (bubuk daun kelor 20 g, dan bubur rumput laut 600 g). Nilai tertinggi organoleptik aroma 4,50% KIR4 (bubuk daun kelor 0 g, dan bubur rumput laut 600 g), dan nilai tertinggi organoleptik rasa 4,40% K3R4 (bubuk daun kelor 20 g, dan bubur rumput laut 600 g).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan mujair (Oreochromis mossambicus) merupakan jenis ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Peningkatan minat terhadap air tawar sebagai sumber protein yang berkelanjutan, menjadi urgensi penelitian lebih lanjut tentang nilai gizinya. Informasi mengenai kandungan gizi ikan ini perlu dilakukan guna pengembangan produk pangan berbasis ikan di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan nutrisi pada ikan mujair yang ada di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian terdiri dari 2 tahap, yaitu preparasi sampel dan analisis kandungan gizi. Sampel berupa daging ikan mujair. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis proksimat, meliputi kadar air, kadar karbohidrat, kadar protein, kadar lemak, dan kadar abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan nutrisi pada ikan mujair, yakni kadar air sebesar 81%, kadar karbohidrat 2,35%, kadar protein 22,75%, kadar lemak 1,08%, dan kadar abu 1%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kandungan tertinggi yaitu kadar air, sedangkan kandungan terendah yaitu kadar abu. Namun demikian, kandungan protein pada ikan mujair juga tergolong tinggi sehingga ikan ini berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk pangan berbasis ikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Tarakan dan Nunukan merupakan salah satu wilayah penghasil komoditas rumput laut di Indonesia. Jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan di wilayah Tarakan dan Nunukan adalah Eucheuma cottonii. Eucheuma cottonii berpotensi sebagai sumber makro nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan profil makro nutrisi Eucheuma cottoni dari wilayah Tarakan dan Nunukan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eucheuma cottoni dari wilayah Tarakan mengandung karbohidrat sebesar 31,53%, protein sebesar 7,98%, lemak sebesar 0,13%, serat kasar sebesar 1,46%, asam amino sebesar 3,13% dan asam lemak sebesar 17,91%. Sementara itu, Eucheuma cottonii dari wilayah Nunukan mengandung karbohidrat sebesar 27,73%, protein sebesar 4,79%, lemak sebesar 0,17%, serat kasar sebesar 1,59%, asam amino sebesar 4,06% dan asam lemak sebesar 14,26%. Eucheuma cottonii dari wilayah Tarakan dan Nunukan mengandung makro nutrisi sehingga dapat digunakan sebagai bahan pangan bergizi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cookies merupakan produk patiseri yang terbuat dari bahan tepung terigu, gula pasir, lemak dan telur. Cookies memiliki karakteristik manis, kaya akan lemak dan gula yang dibuat dengan menggunakan cetakan. Cookies merupakan produk cookies yang beratektur renyah, lembut dan manis. Cookies terbuat dari tepung terigu, margarin, kuning telur, baking powder, vanilla dan gula halus. Kelebihan dari produk cookies adalah disukai banyak orang dari semua kalangan mulai dari anak-anak sampai orang tua, cookies dapat bertahan lama karena karena bahan yang digunakan banyak menggunakan bahan kering sehingga bias bertahan 1- 6 bulan. Sedangkan kekurangan dari produk cookies adalah karena cookies mempunyai rasa yang sangat manis bila dikonsumsi setiap hari akan mengakibatkan gigi rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap produk cookies dan untuk memperoleh formula yang tepat pada produk cookies. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima (5) perlakuan yaitu P0 (300 gram tepung terigu), P1 (225 gram tepung terigu + 75 gram tepung sukun), P2 (150 gram tepung terigu + 150 gram tepung sukun), P3 (75 gram tepung terigu + 225 gram tepung sukun) dan P4 (300 gram tepung sukun) dengan lima (5) pengulangan sehingga terdapat 25 satuan uji percobaan. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif yaitu kadar air, kadar protein dan kadar karbohidrat. Sedangkan data kualitatif meliputi hasil uji organoleptik terhadap rasa, aroma, warna dan tekstur berdasarkan tingkat kesukaan 20 panelis terhadap cookies yang dihasilkan. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan kadar air yang paling tinggi adalah P0 (300 gram tepung terigu) sebesar 9,792, kadar protein yang paling tinggi adalah P0 (300 gram tepung terigu) sebesar 14 dan kadar karbohidrat yang memiliki nilai tertinggi yaitu P0 (300 gram tepung terigu) sebesar 71,526. Sedangkan cookies dengan hasil uji organoleptik paling baik yaitu pada aspek rasa dan aroma namun kurang disukai pada aspek warna dan tekstur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Dodol merupakan suatu olahan pangan yang lazimnya terbuat dari campuran tepung beras ketan putih, gula kelapa dan santan kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas pada dodol labu kuning, kandungan gizi karbohidrat, protein dan vitamin A dan tingkat kesukaan panelis terhadap dodol pasta labu kuning dan ampas tahu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan di ulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 25 unit satuan percobaan. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif yaitu kadar protein, kadar karbohidrat dan vitamin A, sedangkan data kualitatif meliputi hasil organoleptik terhadap rasa, aroma, tekstur dan warna berdasarkan tingkat kesukaan 20 penelis terhadap dodol yang dihasilkan. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan bahwa kadar karbohidrat memiliki nilai tertinggi adalah L4 sebesar 69.87, kadar karbohidrat L4 sebesar 4,258 dan vitamin A memiliki nilai tertinggi yaitu 3,680. Sedangkan dodol dengan hasil uji organoleptik pada aspek warna 3,15 dengan kriteria coklat kekuningan, tekstur 3,15 dengan kriteria cukup Kalis, aroma 3,46 nyata beraroma labu kuning dan yang disukai panelis pada aspek rasa adalah perlakuan L3 dengan nilai 3, 46 dengan kriteria manis namun kurang disukai pada panelis pada perlakuan L0, L1, L2, dan L4.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Melimpahnya jumlah limbah udang memerlukan adanya upaya pemanfaatan yang dapat menanggulangi masalah pencemaran lingkungan namun tetap bernilai jual. Limbah kepala udang mengandung protein kasar sekitar 25-40%. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan nutrisi tepung limbah udang sebagai bahan baku dalam pembuatan pakan ikan melalui teknik fermentasi menggunakan EM4. Penelitian ini menggunakan probiotik EM 4 dan tepung kepala udang dengan berbagai perlakuan yaitu, PO 0 ml/100 g, P1 10 ml/100 g, P2 15 ml/100 g dan P3 20 ml/100 g. Parameter yang dihitung pada penelitian ini berfokus pada kadar protein dan derajat hidrolisi protein. Data yang diperoleh selama penelitian dianalisis menggunakan uji anova dan jika terdapat perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Sedangkan kualitas fisik tepung limbah udang disajikan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan data hasil uji protein di ketahui bahwa pemberian dosis probiotik EM 4 memberikan pengaruh yang nyata terhadap kandungan protein tepung limbah udang (F hitung > F tabel, yaitu 34,57 > 4,06). Dosis terbaik dari ke empat perlakuan tersebut adalah P2 yaitu 15 ml EM 4 / 100 g tepung kepalaudang diperoleh kandungan protein sebesar 32,17%. Namun hasil ini masih jauh dari standar protein tepung ikan.. Dari segi aroma tepung udang tanpa fermentasi memiliki aroma amis yang kuat dibandingkan tepung udang yang difermentasi. Nilai kandungan kitin terkecil ditunjukan pada P2 yaitu EM4 15 ml/100 g bahan, sedangkan nilai kitin tertinggi diperoleh diperlakuan kontrol. Kesimpulan pemberian EM4 dalam pakan mampu meningkatkan protein dan menurunkan nilai kitin pada tepung kepala udang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
GAMBARAN PROTEINURIA PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS JUATA TAHUN 2023 ABSTRAK Proteinuria adalah adanya protein di dalam urin manusia yang melebihi nilai normalnya yaitu lebih dari 150 mg/24 jam atau pada anak-anak lebih dari 140mg/m². Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran proteinuria pada ibu hamil dengan hipertensi di Puskesmas Juata. Desain penelitian ini merupakan deskriptif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 900 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Juata Tahun 2022. Sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling sebanyak 30 responden serta pengumpulan data mengunakan data rekam medis. Hasil penelitian ini sebagian besar usia ibu 20-35 yaitu sebanyak 26 responden (86.7%), sebagian besar paritas ibu multigravida sebanyak 17 orang (56.7%), sebagian besar Pendidikan Rendah ibu sebanyak 19 orang (63,3%), sebagian besar yang Bekerja sebanyak 26 orang (86,7%). Kesimpulan penelitian sebagian besar hasil pemeriksaan kadar proteinuria negatif yaitu sebanyak 23 orang (76,7%). Kata kunci : proteinuria, hipertensi, ibu hamil
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemasan yang digunakan saat ini sebagian besar adalah kemasan yang berasal dari polimer sintetik atau plastik. Penggunaan plastik dapat mencemari bahan pangan yang dikemas karena adanya zat-zat tertentu yang berpotensi karsinogen dan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan karena sulit untuk diuraikan di alam. Perlu adanya alternatif yang digunakan sebagai bahan pengganti plastik yaitu edible film. Salah satu bahan yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan edible film adalah gelatin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik edible film dari gelatin tulang ikan bandeng dan ekstrak bawang dayak, serta menentukan kemampuan edible film dari gelatin tulang ikan bandeng dan ekstrak bawang dayak dalam mengemas bumbu. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2022 hingga April 2023 menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Parameter yang diamati adalah kelarutan, ketebalan, kadar air, kuat tarik, elongasi, dan observasi visual pada bumbu yang dikemas dengan edible film. Data yang diperoleh dianalisis dengan Microsoft Excel untuk mendapatkan nilai rata-rata, dan hasil observasi visual bumbu dalam kemasan edible film dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan nilai kelarutan berkisar antara 88,5775% sampai 94,9197%, ketebalan 0,198 mm sampai 0,224 mm, kadar air 18,22+0,87 sampai 18,871,05, kuat tarik 2,10 MPa sampai 2,85 MPa, dan elongasi 270,5% sampai 392,3%. Edible film gelatin tulang ikan bandeng dan ekstrak bawang dayak dapat mempertahankan penampakan fisik bumbu hingga hari ke 7, tekstur bumbu mulai menggumpal pada penyimpanan hari ke 14, dan aroma mulai menyengat pada penyimpanan hari ke 21.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Tarakan is a city that has a large enough fishery potential to be developed, one of which is useful and abundant but underutilized marine organisms, namely types of snails. This study aims to characterize the chemical composition consisting of (proximate, amino acids, and fatty acids) in boiled shell snails, obtain the yield of boiled shell snail extract, and obtain the active compounds contained in boiled shell snails. The research method was divided into 4 tests including analysis of proximate, amino acids, fatty acids, and bioactive ingredients using qualitative descriptive analysis. The results showed that boiled coconut snails had proximate contents such as 82% water content, 25.63% protein, 4.60% fat, 2.71% ash content, and 0.24% carbohydrates. The yield of boiled cucumber snail extract was 2.78% methanol, 0.44% ethyl acetate, and 0.15% n-hexan. The amino acid content consists of 9 essential amino acids and 6 non-essential amino acids with a total amino acid of 32.41%. The total fatty acid content is 20.68% which consists of 14 types of saturated fatty acids, 5 types of unsaturated fatty acids, and 3 types of polyunsaturated fatty acids, and has omega-3 of 2.84%, omega-6 of 0 .85%. Boiled coconut snail contains active compounds such as alkaloids, flavonoids, hydroquinone phenols, saponins, steroids, and tannins.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan gabus merupakan salah satu ikan asli Indonesia yang menghasilkan albumin. Albumin dikenal sebagai protein yang sangat bermanfaat bagi penderita hipoalbumin dan proses penyembuhan luka pasca operasi. Selain itu, albumin juga memiliki komposisi kimia yang dapat dimanfaatkan pada pembuatan biosensor. Albumin dapat diekstrak dari ikan gabus menggunakan air, garam konsentrasi rendah, serta pelarut asam dan basa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan karakteristik albumin ikan gabus yang diekstrak dengan pelarut asam dan basa. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu preparasi sampel, ekstraksi albumin dari ikan gabus menggunakan pelarut HCl (Perlakuan A) dan pelarut NaOH (Perlakuan B), serta karakterisasi ekstrak albumin ikan gabus meliputi rendemen, kadar air, kadar lemak, kadar protein dan kadar albumin. Data dianalisis dengan Independent T-test. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata (sig 0,05) antara rendemen, kadar air, kadar lemak, kadar protein dan kadar albumin pada perlakuan A dan B. Rendemen, kadar air, kadar protein dan kadar albumin terbaik terdapat pada perlakuan A dengan nilai berturut-turut sebesar 2,630,12%; 12,98±0,43%; 42,82±0,64% dan 8,34±0,83%. Kadar lemak terbaik terdapat pada perlakuan B yaitu sebesar 0,52±0,12%. Pelarut asam lebih baik dalam mengekstrak albumin ikan gabus dibandingkan pelarut basa karena dapat menghasilkan kadar albumin lebih tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PEMANFAATAN DAUN TANAMAN KELOR (Moringa oleifera) MENJADI OLAHAN MAKANAN YANG KAYA AKAN ANTIOKSIDAN DAN PROTEIN Abstrak Diversifikasi pangan menjadi salah satu solusi dalam mempertahankan kedaulatan pangan. Usaha yang dapat dilakukan melalui diversifikasi pangan yaitu dengan memanfaatkan potensi tanaman kelor (Moringa oleivera) menjadi olahan makanan yang kaya akan antioksidan dan protein. Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki fungsi yang sangat baik terhadap kesehatan seperti anti-hipertensi, anti kanker dan antimikroba. Penggunaan tepung daun kelor dapat digunakan sebagai prevensi untuk penyakit diabetes mellitus. Serbuk daun kelor berperan dalam memperbaiki sistem imun dan kandungan zat-zat bioaktif kelor yang telah dianalisa adalah beta carotene yang berfungsi sebagai phagocitotic activity. penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan daun kelor menjadi olahan makanan (kue kering) yang kaya antioksidan dan sumber protein. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Pangan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian satu faktor dengan total 4 perlakuan yang di ulang sebanyak 6 kali, sehingga terdapat 24 satuan percobaans. Perlakuannya yaitu P0 = control (Tanpa penambahan tepung kelor), P1 = 30 gram tepung daun kelor + 200 gram terigu, P2 = 60 gram tepung daun kelor + 200 gram terigu, P3 = 90 gram tepung daun kelor + 200 gram terigu. Data yang diperoleh dianalis sidik ragam dan di uji lanjut dengan uji beda nyata jujur taraf 5%. Berdasarkan hasil uji protein membuktikan dengan penambahan tepung kelor menambah nilai protein dan aktivitas antioksidan dari kue kering.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Ikan cupang (Betta sp.) merupakan ikan hias air tawar yang memiliki nilai jual tinggi dengan prospek pasar yang menjanjikan selain itu potensi budidayanya juga banyak diminati konsumen mulai dari masyarakat kelas bawah hingga kelas atas. Ikan cupang memiliki beragam jenis dan varietas yang berbeda dengan prospek pasar dalam negeri dan luar negeri. permasalahan yang dihadapi pembudidaya rendahnya ketersediaan pakan alami yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih Ikan Cupang dengan pakan alami yang berbeda. metode penelitian bersifat eksperimental, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan; Perlakuan A (Kontrol), Perlakuan B (Pemberian pakan Tubifex sp), Perlakuan C (Pemberian pakan Daphnia sp), dan Perlakuan D (Pemberian pakan A. salina). Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiap perlakuan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan berat mutlak, dan laju pertumbuhan (SGR), namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup (SR) pada benih ikan cupang. Perlakuan B merupakan perlakuan terbaik menggunakan, pakan alami Tubifex sp dengan pertambahan panjang sebesar 1,6 cm dan berat sebesar 0,98 g dan kelangsungan hidup 100%.