Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: karbohidrat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN PROKSIMAT PADA IKAN MUJAIR (Oreochromis mossambicus)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan mujair (Oreochromis mossambicus) merupakan jenis ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Peningkatan minat terhadap air tawar sebagai sumber protein yang berkelanjutan, menjadi urgensi penelitian lebih lanjut tentang nilai gizinya. Informasi mengenai kandungan gizi ikan ini perlu dilakukan guna pengembangan produk pangan berbasis ikan di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan nutrisi pada ikan mujair yang ada di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian terdiri dari 2 tahap, yaitu preparasi sampel dan analisis kandungan gizi. Sampel berupa daging ikan mujair. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis proksimat, meliputi kadar air, kadar karbohidrat, kadar protein, kadar lemak, dan kadar abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan nutrisi pada ikan mujair, yakni kadar air sebesar 81%, kadar karbohidrat 2,35%, kadar protein 22,75%, kadar lemak 1,08%, dan kadar abu 1%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kandungan tertinggi yaitu kadar air, sedangkan kandungan terendah yaitu kadar abu. Namun demikian, kandungan protein pada ikan mujair juga tergolong tinggi sehingga ikan ini berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk pangan berbasis ikan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

profil makro nutrisi rumput laut eucheuma cottonii dari wilayah tarakan nunukan

2024•

Tarakan dan Nunukan merupakan salah satu wilayah penghasil komoditas rumput laut di Indonesia. Jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan di wilayah Tarakan dan Nunukan adalah Eucheuma cottonii. Eucheuma cottonii berpotensi sebagai sumber makro nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan profil makro nutrisi Eucheuma cottoni dari wilayah Tarakan dan Nunukan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eucheuma cottoni dari wilayah Tarakan mengandung karbohidrat sebesar 31,53%, protein sebesar 7,98%, lemak sebesar 0,13%, serat kasar sebesar 1,46%, asam amino sebesar 3,13% dan asam lemak sebesar 17,91%. Sementara itu, Eucheuma cottonii dari wilayah Nunukan mengandung karbohidrat sebesar 27,73%, protein sebesar 4,79%, lemak sebesar 0,17%, serat kasar sebesar 1,59%, asam amino sebesar 4,06% dan asam lemak sebesar 14,26%. Eucheuma cottonii dari wilayah Tarakan dan Nunukan mengandung makro nutrisi sehingga dapat digunakan sebagai bahan pangan bergizi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh subtitusi tepung sukun (arthocarpus communis) dalam pembuatan cookies

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cookies merupakan produk patiseri yang terbuat dari bahan tepung terigu, gula pasir, lemak dan telur. Cookies memiliki karakteristik manis, kaya akan lemak dan gula yang dibuat dengan menggunakan cetakan. Cookies merupakan produk cookies yang beratektur renyah, lembut dan manis. Cookies terbuat dari tepung terigu, margarin, kuning telur, baking powder, vanilla dan gula halus. Kelebihan dari produk cookies adalah disukai banyak orang dari semua kalangan mulai dari anak-anak sampai orang tua, cookies dapat bertahan lama karena karena bahan yang digunakan banyak menggunakan bahan kering sehingga bias bertahan 1- 6 bulan. Sedangkan kekurangan dari produk cookies adalah karena cookies mempunyai rasa yang sangat manis bila dikonsumsi setiap hari akan mengakibatkan gigi rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap produk cookies dan untuk memperoleh formula yang tepat pada produk cookies. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima (5) perlakuan yaitu P0 (300 gram tepung terigu), P1 (225 gram tepung terigu + 75 gram tepung sukun), P2 (150 gram tepung terigu + 150 gram tepung sukun), P3 (75 gram tepung terigu + 225 gram tepung sukun) dan P4 (300 gram tepung sukun) dengan lima (5) pengulangan sehingga terdapat 25 satuan uji percobaan. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif yaitu kadar air, kadar protein dan kadar karbohidrat. Sedangkan data kualitatif meliputi hasil uji organoleptik terhadap rasa, aroma, warna dan tekstur berdasarkan tingkat kesukaan 20 panelis terhadap cookies yang dihasilkan. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan kadar air yang paling tinggi adalah P0 (300 gram tepung terigu) sebesar 9,792, kadar protein yang paling tinggi adalah P0 (300 gram tepung terigu) sebesar 14 dan kadar karbohidrat yang memiliki nilai tertinggi yaitu P0 (300 gram tepung terigu) sebesar 71,526. Sedangkan cookies dengan hasil uji organoleptik paling baik yaitu pada aspek rasa dan aroma namun kurang disukai pada aspek warna dan tekstur.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh formulasi pasta labu kuning ( cucurbita moschata) dan ampas tahu terhadap sifat fisik dan kimia dodol

2023•

Dodol merupakan suatu olahan pangan yang lazimnya terbuat dari campuran tepung beras ketan putih, gula kelapa dan santan kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas pada dodol labu kuning, kandungan gizi karbohidrat, protein dan vitamin A dan tingkat kesukaan panelis terhadap dodol pasta labu kuning dan ampas tahu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan di ulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 25 unit satuan percobaan. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif yaitu kadar protein, kadar karbohidrat dan vitamin A, sedangkan data kualitatif meliputi hasil organoleptik terhadap rasa, aroma, tekstur dan warna berdasarkan tingkat kesukaan 20 penelis terhadap dodol yang dihasilkan. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan bahwa kadar karbohidrat memiliki nilai tertinggi adalah L4 sebesar 69.87, kadar karbohidrat L4 sebesar 4,258 dan vitamin A memiliki nilai tertinggi yaitu 3,680. Sedangkan dodol dengan hasil uji organoleptik pada aspek warna 3,15 dengan kriteria coklat kekuningan, tekstur 3,15 dengan kriteria cukup Kalis, aroma 3,46 nyata beraroma labu kuning dan yang disukai panelis pada aspek rasa adalah perlakuan L3 dengan nilai 3, 46 dengan kriteria manis namun kurang disukai pada panelis pada perlakuan L0, L1, L2, dan L4.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI KUALITATIF BERAS KRAYAN DAN POTENSI PENERAPANNYA PADA LEMBAR KERJA SISWA (LKS) SEBAGAI BAHAN AJAR SAINS BIOLOGI

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini termasuk penelitian Deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan karbohidrat (gula pereduksi) pada beras Krayan yaitu Adan putih, Adan merah, Adan hitam, Tuan Sia, Tuan Boda, Udara, Abang, Kelabit dan Nanung melalui uji kualitatif beras Krayan dan dokumentasi. Metode uji kualitatif yang digunakan adalah uji Fehling, Benedict, dan Iodine. Karbohidrat merupakan salah satu zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh untuk menunjang kesehatan manusia, karena karbohidrat memiliki banyak fungsi diantaranya menyediakan energi bagi sel-sel tubuh, terutama sel-sel otak dan sistem saraf pusat yang membutuhkan asupan glukosa darah. Hasil penelitian pada sampel beras krayan menunjukan bahwa terdapat kandungan karbohidrat dengan jenis gula pereduksi yang dibuktikan dengan adanya perubahan warna menjadi merah bata, namun dengan intensitas warna yang berbeda-beda, warna pekat diantaranya beras nanung, beras adan hitam, beras kelabit, dan beras abang. Uji positif karbohidrat dengan jenis Pati (polisakarida) yaitu, Amilosa dengan perubahan warna biru pada sampel. Hasil penelitian Uji kualitatif beras krayan dituangkan kedalam bentuk Lembar Kerja Siswa(LKS)Sebagai Bahan Ajar Sains Biologi bagi siswa kelas VIII khususnya pada mata pelajaran IPA dengan skor validasi yaitu 96% dan termasuk dalam kriteria penilaian valid.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN ANALISIS KARBOHIDRAT BERAS KARAYAN PADA ASPEK LITERASI SAINS DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini menggunakan penelitian deskritif menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan metode Luff Schoorl yang bertujuan untuk mengetahui kadar gula preduksi berupa glukosa pada beras Krayan yaitu beras tuan sia, tuan boda dan udara. Adapun uji yang dilakukan yaitu uji kuantitatif gula preduksi, wawancara pra penelitian dan dokumentasi. Karbohidrat memiliki sifat mereduksi dikarenakan adanya gugus aldhida dan keton bebas dalam molekul karbohidrat. Hasil penelitian per 10 gram nasi menunjukan bahwa kandungan glukosa dalam beras udara sebesar 5,1584 mg (0,146%), tuan sia 6,4512 mg (0,153%), tuan boda 6,8104 mg (0,166%) dan telor mas 15,668 mg (1,166%). Hasil penelitian kadar glukosa dituangkan dalam bentuk soal literasi sains bagi siswa kelas XI khususnya pada mata pelajaran biologi dengan skor validasi yaitu 3,5 point dan termasuk dalam kriteria penilaian valid. This study used descriptive research with a quantitative approach and Luff Schoorl method aiming to figure out the glucose level reducing agent in the form of glucose contained in Krayan rice consisting of rice belonging ti Tuan Sia, Tuan Boda, Udara dan Telor Mas. A quantitative test was conducted on glucose reducing agent, while interview was performed before starting the research and documentation. Carbohydrate has reductive characteristics due to the existence of aldehyde groups and free ketones in the carbohydrate molecules. The research results on each 10 gram of rice show that the glucose contents were 5.1584 mg (0.146%), 6.4512 mg (0.153%), 6.88104 mg (0.166%) and 15.668 mg (1.166%) respectively in Udara, Tuan Sia, Tuan Boda and Telor Mas. The research results also show that the glucose level implemented in the form of science literacy questions for Grade XI students, especially in Biology Subject had the validation score of 3.5 points and classified into valid criteria.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail