Ekstraksi Albumin Ikan Gabus (Channa striata) dengan Pelarut Asam dan Basa
Ikan gabus merupakan salah satu ikan asli Indonesia yang menghasilkan albumin. Albumin dikenal sebagai protein yang sangat bermanfaat bagi penderita hipoalbumin dan proses penyembuhan luka pasca operasi. Selain itu, albumin juga memiliki komposisi kimia yang dapat dimanfaatkan pada pembuatan biosensor. Albumin dapat diekstrak dari ikan gabus menggunakan air, garam konsentrasi rendah, serta pelarut asam dan basa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan karakteristik albumin ikan gabus yang diekstrak dengan pelarut asam dan basa. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu preparasi sampel, ekstraksi albumin dari ikan gabus menggunakan pelarut HCl (Perlakuan A) dan pelarut NaOH (Perlakuan B), serta karakterisasi ekstrak albumin ikan gabus meliputi rendemen, kadar air, kadar lemak, kadar protein dan kadar albumin. Data dianalisis dengan Independent T-test. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata (sig 0,05) antara rendemen, kadar air, kadar lemak, kadar protein dan kadar albumin pada perlakuan A dan B. Rendemen, kadar air, kadar protein dan kadar albumin terbaik terdapat pada perlakuan A dengan nilai berturut-turut sebesar 2,630,12%; 12,98±0,43%; 42,82±0,64% dan 8,34±0,83%. Kadar lemak terbaik terdapat pada perlakuan B yaitu sebesar 0,52±0,12%. Pelarut asam lebih baik dalam mengekstrak albumin ikan gabus dibandingkan pelarut basa karena dapat menghasilkan kadar albumin lebih tinggi.