Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: HCl
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN KRIMINOLOGI TERHADAP TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN MENGGUNAKAN HYDROCHLORIC ACID

2026•

Tindak pidana penganiayaan menggunakan Hydrochloric Acid (HCI) merupakan salah satu bentuk kejahatan yang menimbulkan dampak serius bagi korban, baik berupa luka fisik permanen, cacat tubuh, tetapi juga dapat memengauruhi kondisi psikologis, kerugian sosial dan ekonomi. Penyalahgunaan HCI sebagai sarana tindak pidana menunjukkan bahwa bahan kimia yang pada dasarnya digunakan untuk kepentingan industri, laboratorium, dan kegiatan usaha tertentu dapat disalah gunakan sebagai sarana untuk melakukana tindak pidana apabila diperoleh dan digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor kriminologis yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penganiayaan menggunakan HCI, serta mengkaji upaya pemerintah dalam mencegah tindak pidana tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya tindak pidana penganiayaan menggunakan HCI dipengaruhi oleh faktor psikologis pelaku, seperti dendam, sakit hati, kecemburuan, dan penolakan hubungan asmara. Selain itu, lemahnya pengawasan terhadap distribusi bahan berbahaya juga memberikan peluang terjadinya penyalahgunaan HCI. Upaya pemerintah dalam menanggulangi kejahatan ini dilakukan melalui pendekatan preventif dan represif. Upaya preventif meliputi penguatan pengawasan distribusi HCI, peningkatan koordinasi antarinstansi, edukasi Masyarakat. Sementara itu, upaya represif dilakukan melalui penegakan hukum secara tegas, penindakan terhadap peredaran ilegal HCI, dan pemberian sanksi yang menimbulkan efek jera. Dengan demikian, penanggulangan tindak pidana penganiayaan menggunakan HCI harus dilakukan secara terpadu melalui agar terwujud secara optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Ekstraksi Albumin Ikan Gabus (Channa striata) dengan Pelarut Asam dan Basa

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan gabus merupakan salah satu ikan asli Indonesia yang menghasilkan albumin. Albumin dikenal sebagai protein yang sangat bermanfaat bagi penderita hipoalbumin dan proses penyembuhan luka pasca operasi. Selain itu, albumin juga memiliki komposisi kimia yang dapat dimanfaatkan pada pembuatan biosensor. Albumin dapat diekstrak dari ikan gabus menggunakan air, garam konsentrasi rendah, serta pelarut asam dan basa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan karakteristik albumin ikan gabus yang diekstrak dengan pelarut asam dan basa. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu preparasi sampel, ekstraksi albumin dari ikan gabus menggunakan pelarut HCl (Perlakuan A) dan pelarut NaOH (Perlakuan B), serta karakterisasi ekstrak albumin ikan gabus meliputi rendemen, kadar air, kadar lemak, kadar protein dan kadar albumin. Data dianalisis dengan Independent T-test. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata (sig 0,05) antara rendemen, kadar air, kadar lemak, kadar protein dan kadar albumin pada perlakuan A dan B. Rendemen, kadar air, kadar protein dan kadar albumin terbaik terdapat pada perlakuan A dengan nilai berturut-turut sebesar 2,630,12%; 12,98±0,43%; 42,82±0,64% dan 8,34±0,83%. Kadar lemak terbaik terdapat pada perlakuan B yaitu sebesar 0,52±0,12%. Pelarut asam lebih baik dalam mengekstrak albumin ikan gabus dibandingkan pelarut basa karena dapat menghasilkan kadar albumin lebih tinggi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail