ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Batubara sebagai bahan bakar banyak digunakan oleh Industri dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Indonesia dari pembakaran tersebut menghasilkan polutan berupa abu terbang atau fly ash. Abu terbang (fly ash) mengandung senyawa silika dan alumina aktif, salah satu usaha untuk mengurangi hasil limbah pembakaran tersebut yaitu dimanfaatkan sebagai pengganti semen pada beton geopolimer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan zat aditif superplasticizer terhadap beton geopolimer dan untuk mendapatkan nilai peningkatan kuat tekan beton geopolimer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan bahan campuran utama agregat kasar dan halus, fly ash, alkali aktivator yaitu Na2SiO3 dan NaOH, dan juga zat aditif superplasticizer. Benda uji menggunakan kubus berukuran 15x15x15 cm dengan sampel sebanyak 10 buah untuk masing-masing variasi yang selanjutnya dilakukan pengujian kuat tekan pada saat umur beton 28 hari. Berdasarkan hasil dari penelitian dengan presentase variasi superplasticizer BG 0%, BG 0,5%, BG 1% dan BG 1,5% terhadap beton geopolimer yaitu pada benda uji tidak terdapat adanya pengaruh yang signifikan dengan masing-masing variabel terikat. Namun, setelah diberi zat aditif superplasticizer didapatkan peningkatan sebesar 1,17% antara BG 0% dan BG 0,5% serta 0,38% antara BG 1% dan BG 1,5%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemasan yang digunakan saat ini sebagian besar adalah kemasan yang berasal dari polimer sintetik atau plastik. Penggunaan plastik dapat mencemari bahan pangan yang dikemas karena adanya zat-zat tertentu yang berpotensi karsinogen dan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan karena sulit untuk diuraikan di alam. Perlu adanya alternatif yang digunakan sebagai bahan pengganti plastik yaitu edible film. Salah satu bahan yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan edible film adalah gelatin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik edible film dari gelatin tulang ikan bandeng dan ekstrak bawang dayak, serta menentukan kemampuan edible film dari gelatin tulang ikan bandeng dan ekstrak bawang dayak dalam mengemas bumbu. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2022 hingga April 2023 menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Parameter yang diamati adalah kelarutan, ketebalan, kadar air, kuat tarik, elongasi, dan observasi visual pada bumbu yang dikemas dengan edible film. Data yang diperoleh dianalisis dengan Microsoft Excel untuk mendapatkan nilai rata-rata, dan hasil observasi visual bumbu dalam kemasan edible film dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan nilai kelarutan berkisar antara 88,5775% sampai 94,9197%, ketebalan 0,198 mm sampai 0,224 mm, kadar air 18,22+0,87 sampai 18,871,05, kuat tarik 2,10 MPa sampai 2,85 MPa, dan elongasi 270,5% sampai 392,3%. Edible film gelatin tulang ikan bandeng dan ekstrak bawang dayak dapat mempertahankan penampakan fisik bumbu hingga hari ke 7, tekstur bumbu mulai menggumpal pada penyimpanan hari ke 14, dan aroma mulai menyengat pada penyimpanan hari ke 21.