Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

12 hasil
Subjek: Kuat Tekan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan bottom ash dan arang tempurung kelapa dalam pembuatan briket

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui nilai kuat tekan pada briket hasil campuran antara bottom ash dan arang tempurung kelapa, (2) Mengetahui nilai kalor briket yang terbuat dari variasi komposisi campuran antara bottom ash dan arang tempurung kelapa. Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan Adalah metode eksperimental dengan tahapan pengujian kualitas briket yang sudah jadi dengan bahan baku campuran bottom ash dan arang tempurung kelapa, tanpa melibatkan pembuatan alat uji. Penelitian ini dilaksanakan di PLTU Malinau dan Laboratorium Teknik Sipil Universitas Borneo Tarakan, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. untuk menganalisa karakteristik briket yakni nilai kuat tekan dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi 50% bottom ash dan 50% arang tempurung kelapa memiliki nilai kuat tekan yang baik (24,16 kg/cm') dan nilai kalor (4781,846 Cal/g) yang menunjukkan keseimbangan antara kekuatan fisik dan nilai kalor briket, sehingga cocok untuk digunakan sebagai alternatif bahan bakar yang efisien dan ramah lingkungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan bottom ash dan arang tempurung kelapa dalam pembuatan briket

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui nilai kuat tekan pada briket hasil campuran antara bottom ash dan arang tempurung kelapa, (2) Mengetahui nilai kalor briket yang terbuat dari variasi komposisi campuran antara bottom ash dan arang tempurung kelapa. Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan Adalah metode eksperimental dengan tahapan pengujian kualitas briket yang sudah jadi dengan bahan baku campuran bottom ash dan arang tempurung kelapa, tanpa melibatkan pembuatan alat uji. Penelitian ini dilaksanakan di PLTU Malinau dan Laboratorium Teknik Sipil Universitas Borneo Tarakan, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. untuk menganalisa karakteristik briket yakni nilai kuat tekan dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi 50% bottom ash dan 50% arang tempurung kelapa memiliki nilai kuat tekan yang baik (24,16 kg/cm') dan nilai kalor (4781,846 Cal/g) yang menunjukkan keseimbangan antara kekuatan fisik dan nilai kalor briket, sehingga cocok untuk digunakan sebagai alternatif bahan bakar yang efisien dan ramah lingkungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAN PADI TERHADAP SEMEN PADA PEMBUATAN BATA BETON PEJAL (STUDI KASUS = 0%,2%,2,5%DAN 3%)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Abu sekam padi merupakan limbah yang diperoleh dari hasil pembakaran sekam padi. Abu sekam padi mengandung senyawa karbon dan silika yang berpengaruh terhadap kekuatan beton, hasil pembakaran senyawa sekam padi yang alami mengandung senyawa karbon aktif memiliki struktur amorf dan ruang pori yang berukuran sangat kecil dan dapat berbentuk seperti celah panjang yang dapat mengikat kapur bebas pada saat proses hidrasi semen. Perbandingan campuran yang digunakan ialah 1 semen : 6 pasir dengan penambahan variasi presentasi campuran abu sekam padi yaitu 0%; 2%; 2,5%; dan 3% terhadap berat semen. Hasil penelitian ini memperoleh nilai rata-rata kuat tekan BBP 0% sebesar 70,31 kg/cm2 masuk klasifikasi mutu II, BBP 2% sebesar 65,17 kg/cm2 masuk klasifikasi mutu III, BBP 2,5% sebesar 59,83 kg/cm2 masuk klasifikasi mutu III, BBP 3% sebesar 57,71 kg/cm2 masuk klasifikasi mutu III. Variasi campuran abu sekam padi yang optimum pada pembuatan bata beton pejal yaitu variasi campuran BBP 2% dengan nilai kuat tekan sebesar 65,17 kg/cm².

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAN PADI TERHADAP SEMEN PADA PEMBUATAN BATA BETON PEJAL (STUDI KASUS = 0%,3,5%,4%DAN 4,5%)

2024•

Abu sekam padi merupakan limbah yang diperoleh dari hasil pembakaran sekam padi. Abu sekam padi mengandung senyawa karbon dan silika yang berpengaruh terhadap kekuatan beton, hasil pembakaran senyawa sekam padi yang alami mengandung senyawa karbon aktif memiliki struktur amorf dan ruang pori yang berukuran sangat kecil dan dapat berbentuk seperti celah panjang yang dapat mengikat kapur bebas pada saat proses hidrasi semen. Perbandingan campuran yang digunakan ialah 1 semen : 6 pasir dengan penambahan variasi BPP yaitu 0%; 3,5%; 4%; dan 4,5% terhadap berat semen. Hasil penelitian ini memperoleh nilai rata-rata kuat tekan pada variasi BBP 0% sebesar 70,31 kg/cm2 klasifikasi mutu II, Variasi BBP 3,5% sebesar 51,92 kg/cm2 klasifikasi mutu III, Variasi BBP 4,0% sebesar 50,39 kg/cm2 klasifikasi mutu III, Variasi BBP 4,5% sebesar 45,04 kg/cm2 klasifikasi mutu III. Variasi BBP yang optimum digunakan diantara 3,5%; 4%; dan 4,5% pada pembuatan bata beton pejal yaitu variasi BBP 3,5% dengan nilai kuat tekan sebesar 51,92 kg/cm².

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENINGKATAN KUAT TEKAN BETON GEOPOLIMER DENGAN PENAMBAHAN SUPERPLASTICIZER

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Batubara sebagai bahan bakar banyak digunakan oleh Industri dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Indonesia dari pembakaran tersebut menghasilkan polutan berupa abu terbang atau fly ash. Abu terbang (fly ash) mengandung senyawa silika dan alumina aktif, salah satu usaha untuk mengurangi hasil limbah pembakaran tersebut yaitu dimanfaatkan sebagai pengganti semen pada beton geopolimer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan zat aditif superplasticizer terhadap beton geopolimer dan untuk mendapatkan nilai peningkatan kuat tekan beton geopolimer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan bahan campuran utama agregat kasar dan halus, fly ash, alkali aktivator yaitu Na2SiO3 dan NaOH, dan juga zat aditif superplasticizer. Benda uji menggunakan kubus berukuran 15x15x15 cm dengan sampel sebanyak 10 buah untuk masing-masing variasi yang selanjutnya dilakukan pengujian kuat tekan pada saat umur beton 28 hari. Berdasarkan hasil dari penelitian dengan presentase variasi superplasticizer BG 0%, BG 0,5%, BG 1% dan BG 1,5% terhadap beton geopolimer yaitu pada benda uji tidak terdapat adanya pengaruh yang signifikan dengan masing-masing variabel terikat. Namun, setelah diberi zat aditif superplasticizer didapatkan peningkatan sebesar 1,17% antara BG 0% dan BG 0,5% serta 0,38% antara BG 1% dan BG 1,5%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN ABU TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI BAHAN TAMBAH MUTU BETON K-250 DENGAN VARIASI CAMPURAN 0%,2%,2.5% DAN 3%.

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada penelitian ini seiring perkembangan jaman didunia kontruksi salah satunya dalam inovasi teknologi beton ditemukan pemanfaatan abu tempurung kelapa dalam pembangunan maupun infrastruktur dan memicu inovasi dalam bidang rekayasa struktur bahan. Oleh karena itu penggunaan abu tempurung kelapa sebagai komponen tambahan dalam komposisi pembuatan beton terhadap bahan tambah semen. Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh abu tempurung kelapa sebagai bahan tambah terhadap kuat tekan beton dan Seberapa besar presentase kenaikan dan penurunan kuat tekan beton dengan tambahan abu tempurung kelapa. Pengujian ini menggunakan benda uji kubus berumur 28 hari dengan total benda uji beton sebanyak 120 sampel, dengan setiap variabel sampel beton masing-masing berjumlah sebanyak 30 sampel. Dari hasil penelitian ini diuji secara statistik distribusi normal menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistic 26 hingga memperoleh nilai kuat tekan beton normal 309,086 kg/cm². kuat tekan beton campuran ATK 2% sebesar 325,873 kg/cm². kuat tekan beton campuran ATK 2,5% sebesar 252,824 kg/cm². kuat tekan beton campuran ATK 3% sebesar 186,913 kg/cm². Kuat tekan beton campuran ATK 2% mengalami kenaikan 5,44% terhadap beton nornal. Kuat tekan beton campuran ATK 2,5% mengalami penurunan 18,20% terhadap beton normal. Kuat tekan beton campuran ATK 3% mengalami penurunan 39,52% terhadap beton normal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN ABU TEMPURUNG KELAPA TERHADAP KUAT TEKAN BETON SEBAGAI BAHAN TAMBAH MUTU BETON K-250 DENGAN VARIASI CAMPURAN 0%,5,5%.6% DAN 6,5%

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Tanaman kelapa merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai yang ekonomis yang sangat tinggi jika tanaman tersebut dikelola dengan baik. Di kota Tarakan merupakan penghasil kelapa sangat berlimpah dan telah banyak memberikan kehidupan masyarakat di kalangan pertani yang ada dikota tarakan, hal ini dibuktikan dengan tingkat pengusaha tanaman kelapa di Indonesia. Tempurung Kelapa adalah limbah karena banyak industri mengubah tempurungnya menjadi obat nyamuk dan bahan bakar. Limbah tempurung kelapa dapat digunakan sebagai bahan tambahan untuk konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh abu tempurung kelapa sebagai bahan tambah kuat tekan beton dengan variasi campuran 0%, 5,5%, 6%, dan 6,5% pada umur pengujian 28 hari. Dari hasil penelitian, bahwa tempurung kelapa tidak dapat meningkatkan nilai kuat tekan beton, dikarenakan nilai variabel yang tidak konsisten terhadap kuat tekan beton. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa tempurung kelapa tidak meningkatkan nilai kuat tekan beton. Dari perhitungan perbandingan kuat tekan beton, bahwa beton normal memiliki nilai 321,17 Kg/cm2 sehingga pada variasi campuran ATK 5,5% mengalami penurunan 225,90 Kg/cm2, kemudian pada variasi campuran ATK 6% mengalami penurunan lagi pada nilai kuat tekan menjadi 197,16 Kg/cm2, namun pada variasi 6,5% mengalami penurunan menjadi 219,02 Kg/cm2.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN PASIR PANTAI TERHADAP KUAT TEKAN BETON MUTU K 250 (STUDI KASUS PASIR PANTAI AMAL DI KOTA TARAKAN)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Beton sebagai bahan bangunan yang sudah lama digunakan masyarakat sebagai bahan kostruksi sebab memiliki kekuatan yang baik, tahan api, tahan terhadap perubahan cuaca, serta mudah dalam melakukan perawatan, dan relatif mudah dalam pengerjaannya dan dapat dibentuk sesuai keinginan. Pada penelitian ini digunakan pasir pantai amal kota tarakan sebagai penyusun beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan pasir pantai terhadap kuat tekan beton. penelitian ini dibuat sampel kubus beton berukuran 15cm x 15cm x 15cm sebanyak 80 sampel dengan setiap variasinya masing-masing 10 sampel dan pengujian dilakukan pada saat benda uji berumur 21 dan 28 hari. Hasil dari penelitian ini diuji secara statistik menggunakan distribusi-t hingga memperoleh hasil pada umur beton 21 hari terjadi pengaruh peningkatan kuat tekan beton sebesar 10,34% dengan nilai kuat tekan 304,2 kg/cm2 pada pasir pantai 10%, 13,46% dengan nilai kuat tekan 312,8 kg/cm2 pada pasir pantai 20%, dan 22,16% dengan nilai kuat tekan 336,8 kg/cm2 pada pasir pantai 30% terhadap kuat tekan beton normal umur 21 hari. Sedangkan pada umur 28 hari terjadi pengaruh peningkatan kuat tekan beton sebesar 8,07% dengan nilai kuat tekan 321,5 kg/cm2 pada pasir pantai 10%, 10,69% dengan nilai kuat tekan 329,3 kg/cm2 pada pasir pantai 20%, dan 14,21% dengan kuat tekan 339,8 kg/cm2 pada pasir pantai 30% terhadap kuat tekan beton normal umur 28 hari. Dengan demikian, presentase optimum penggunaan pasir pantai pada campuran beton dari variasi yang diuji adalah 30%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KUAT TEKAN DAN PENYERAPAN AIR PAVING BLOCK DENGAN PEMANFATAAN BOTTOM ASH SENBAGAI PENGANTI PASIR DAN SUBTITUSI FLY ASH TERHADAP SEMEN.

2023•

PLTU Malinau adalah pembangkit listrik dengan bahan bakar utama yaitu batu bara, sehingga selain menghasilkan listrik PLTU juga menghasilkan limbah padat berupa fly ash dan bottom ash. Pemanfaatan limbah fly ash dan bottom ash telah banyak dilakukan terutama sebagai bahan pengganti atau subtitusi pada pembuatan paving block. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui nilai kuat tekan dan presentase penyerapan air rata-rata paving block dengan subtitusi fly ash 0%, 10%, 20%, 30% terhadap semen dan bottom ash sebagai pengganti pasir serta perbandingan campuran 1 : 3. Pada penelitian ini dibuat benda uji berbentuk balok sebanyak 120 sampel dengan pengujian kuat tekan pada umur 14 hari, 21 hari, 28 hari dan pengujian penyerapan air pada umur paving 28 hari. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata kuat tekan pada umur 14 hari setiap variasi secara berturut-turut yaitu 16,48 Mpa ; 13,53 Mpa ; 11,87 Mpa dan 9,51 Mpa. Pada umur 21 hari yaitu 17,55 Mpa ; 15,40 Mpa ; 13,83 Mpa dan 10,89 Mpa. Paving block dengan umur 28 hari yaitu 19,23 Mpa ; 16,18 Mpa ; 15,20 Mpa dan 13,04 Mpa. Penurunan nilai kuat tekan paving block terjadi karena semakin besarnya subtitusi fly ash. Sedangkan hasil penyerapan air rata-rata paving block setiap variasi secara berturut-turut yaitu 6,3% ; 8% ; 8,3% dan 9%. Semakin besar nilai subtitusi fly ash maka penyerapan airnya juga semakin besar

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penambahan Sikabond Nv Addtive terhadap kuat tekan beton (Mix Design K-225) dengan variasi penambahan persentase sikabond Nv Addtive sebanyak 5%, 7,5%, 10%.

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kegiatan pembangunan yang saat ini dilaksanakan berakibat pada meningkatnya kebutuhan akan konstruksi. Penggunaan beton merupakan pilihan utama, ada banyak jenis kegunaan bahan tambahan untuk campuran beton yang telah membantu dalam kegiatan konstruksi dan juga dalam mengatasi masalah-masalah di lapangan, seperti adanya bahan kimia Sikabond NV yang dapat merekatkan beton lama dan baru. Dalam penelitian ini menguji kuat tekan beton dengan penambahan bahan Sikabond NV. Metode mix design menggunakan SNI 7656-2012 dengan variasi benda uji penambahan bahan additive Sikabond NV sebanyak 0%, 5%, 7,5% dan 10% pengujian pada umur 14 hari, 21 hari, dan 28 hari dengan jumlah benda uji setiap variasi masing-masing 10 benda uji, total benda uji 120 benda uji. Hasil pengujian untuk kuat tekan beton variasi 0%, 5%, 7,5% dan 10% sebesar 305 Kg/cm2, 258 Kg/cm2, 206 Kg/cm2 dan 160 Kg/cm2 dan dengan pengamatan ini kuat tekan beton mengalami penurunan pada setiap variasi 5%, 7,5%, dan 10 % masing-masing sebesar 15%, 33%, dan 47% dikarenakan penggunaan bahan additive Sikabond NV ini sangat berpengaruh pada kekentalan campuran karna sifat dari Sikabond NV ini yang kental dan memiliki fungsi merekatkan yang biasa digunakan dilapangan sebagai perekat beton lama dan beton baru, adanya penambahan bahan additive Sikabond NV sangat mempengaruhi nilai kuat tekan yang dihasilkan pada beton semakin besar penambahan bahan additive Sikabond NV ini maka semakin kecil juga nilai kuat tekan yang dihasilkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KUAT TEKAN BETON POROUS DENGAN PERBANDINGAN NILAI FAKTOR AIR SEMEN (FAS)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Seiring berjalannya waktu dunia konstruksi terus berkembang salah satunya dalam inovasi teknologi beton dengan ditemukannya beton yang dapat meloloskan air dari rongga beton tersebut yang dikenal dengan istilah beton porous. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai karakteristik beton porous meliputi berat isi, penyerapan, dan kuat tekan. Variabel pengujian yang digunakan ialah A pada FAS 0;48, B pada FAS 0;53, C pada FAS 0;58, dan D pada FAS 0;64. Demi memperoleh porositas yang baik pada beton porous maka agregat yang digunakan hanya 3 ukuran agregat yang seragam dengan penggunaan semen sebanyak 1 dari 6 berat agregat sedangkan konsistensi pasta (semen & air) mengikuti nilai FAS yang ditetapkan. Total jumlah benda uji sebanyak 120 sampel dengan setiap variabelnya masing-masing sebanyak 30 sampel dan pengujian dilakukan pada saat benda uji berumur 28 hari. Hasil dari penelitian ini diuji secara statistik menggunakan distribusi normal hingga memperoleh nilai berat isi 1,64 gram/cm3 pada FAS 0;48, 1,66 gram/cm3 pada FAS 0;53, 1,67 gram/cm3 pada FAS 0;58, dan 1,69 gram/cm3 pada FAS 0;64. Nilai penyerapan 1,88% pada FAS 0;48, 1,94% pada FAS 0;53, 2,17% pada FAS 0;58, dan 1,82% pada FAS 0;64. Nilai kuat tekan 4,4 MPa pada FAS 0;48, 5,5 MPa pada FAS 0;53, 5,8 MPa pada FAS 0;58, dan 3,6 Mpa pada FAS 0;64. Namun perlu diketahui bahwa pada variabel D (FAS 0,64) tidak memenuhi ketentuan sifat tampak/fisik dari beton porous dikarenakan pengunaan air yang berlebih membuat permukaan beton menjadi tertutup.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISITIK KUAT TEKAN CAMPURAN PASIR PANTAI DAN PLASTIK PET (POLYETHYLENE TEREPHTHALATE) PADA PEMBUATAN PAVING BLOCK

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembuatan paving block pada umumnya terdiri dari Portland Semen, Pasir dan air dengan perbandingan tertentu. Pada penelitian ini penulis membuatnya dengan limbah botol plastik jenis PET yang dicampurkan dengan pasir pantai dan kemudian dicetak dan dibentuk paving block. Komposisi bahan pembuat paving block mempunyai 3 tipe. Dengan komposisi campuranya 0.25 kg Pasir : 1 kg Plastik; Tipe 2 = 0.5 kg Pasir : 1 kg Plastik; tipe 3 = 0.75 kg Pasir : 1 kg Plastik. Paving block Tipe 1kuat tekan rata-ratanya sebesar 20,15 kg/cm2, Hal ini berarti paving block Tipe 1 tidak termasuk kelas mutu yang dapat digunakan. Paving block dengan Tipe 2 kuat tekan rata-ratanya sebesar 21,26 kg/cm2, Hal ini berarti paving block Tipe 2 tidak termasuk kelas mutu yang dapat digunakan. Paving block dengan Tipe 3 mempunyai kuat tekan rata-rata sebesar 87,50 kg/cm2, maka dapat dikatakan bahwa paving block dengan Tipe 3 termasuk kelas mutu D yang dapat digunakan untuk taman kota karena tekanan minumnya untuk taman kota sebesar 80 kg/cm2. Secara keseluruhan diantara ketiga Tipe tersebut, Paving block yang karaktersitik kuat tekannya termasuk ke dalam kelas mutu hanya ada pada Tipe 3.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail