Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

21 hasil
Penulis: HAKIM
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Disiplin, Motivasi Kerja, dan Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai ASN di Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Kalimantan Utara dengan Lingkungan Kerja sebagai Moderasi

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji secara empiris pengaruh disiplin kerja, motivasi kerja, dan kompetensi terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Provinsi Kalimantan Utara. Secara spesifik, penelitian ini juga menguji peran lingkungan kerja sebagai variabel moderasi yang memengaruhi hubungan antara variabel independen terhadap kinerja pegawai. Kinerja ASN merupakan indikator utama keberhasilan organisasi publik. DKISP memiliki peran strategis dalam mendukung tata kelola pemerintahan berbasis digital, yang menuntut ASN dengan disiplin tinggi, motivasi kuat, dan kompetensi memadai. Meskipun demikian, berbagai faktor internal ini diyakini tidak bekerja secara terisolasi, melainkan dapat diperkuat atau diperlemah oleh kualitas lingkungan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatif. Populasi penelitian adalah seluruh Pegawai ASN di DKISP Provinsi Kalimantan Utara. Teknik pengambilan sampel yang akan digunakan adalah sampling jenuh atau sensus jika populasi memungkinkan, atau purposive sampling jika populasi besar. Data akan dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode analisis regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan program statistik (misalnya, SPSS atau SmartPLS). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia sektor publik, khususnya mengenai variabel moderasi dalam konteks kinerja ASN. Secara praktis, penelitian ini diharapkan menjadi masukan berharga bagi pimpinan DKISP Provinsi Kalimantan Utara dalam merumuskan strategi peningkatan kinerja yang berfokus pada perbaikan disiplin, peningkatan motivasi dan kompetensi, serta optimalisasi lingkungan kerja.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH DISIPLIN, MOTIVASI KERJA DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI ASN DI DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA, STATISTIK DAN PERSANDIAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA DENGAN LINGKUNGAN KERJA SEBAGAI MODERASI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji secara empiris pengaruh disiplin kerja, motivasi kerja, dan kompetensi terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Provinsi Kalimantan Utara. Secara spesifik, penelitian ini juga menguji peran lingkungan kerja sebagai variabel moderasi yang memengaruhi hubungan antara variabel independen terhadap kinerja pegawai. Kinerja ASN merupakan indikator utama keberhasilan organisasi publik. DKISP memiliki peran strategis dalam mendukung tata kelola pemerintahan berbasis digital, yang menuntut ASN dengan disiplin tinggi, motivasi kuat, dan kompetensi memadai. Meskipun demikian, berbagai faktor internal ini diyakini tidak bekerja secara terisolasi, melainkan dapat diperkuat atau diperlemah oleh kualitas lingkungan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatif. Populasi penelitian adalah seluruh Pegawai ASN di DKISP Provinsi Kalimantan Utara. Teknik pengambilan sampel yang akan digunakan adalah sampling jenuh atau sensus jika populasi memungkinkan, atau purposive sampling jika populasi besar. Data akan dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode analisis regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan program statistik (misalnya, SPSS atau SmartPLS). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia sektor publik, khususnya mengenai variabel moderasi dalam konteks kinerja ASN. Secara praktis, penelitian ini diharapkan menjadi masukan berharga bagi pimpinan DKISP Provinsi Kalimantan Utara dalam merumuskan strategi peningkatan kinerja yang berfokus pada perbaikan disiplin, peningkatan motivasi dan kompetensi, serta optimalisasi lingkungan kerja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Strategi Koping Dengan Resiliensi Pada Mahasiswa Baru Rantau Universitas Borneo Tarakan

2026•

Mahasiswa rantau menghadapi berbagai tantangan adaptasi, seperti tekanan akademik, perubahan lingkungan, dan keterbatasan dukungan sosial, yang dapat menurunkan kemampuan penyesuaian diri. Strategi koping yang efektif diperlukan agar mahasiswa mampu mempertahankan resiliensi dalam menghadapi situasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara strategi koping dengan resiliensi pada mahasiswa rantau di Universitas Borneo Tarakan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 1.211 responden, dengan sampel berjumlah 300 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling dan instrumen berupa kuesioner strategi koping (Brief-COPE) serta kuesioner resiliensi (CD-RISC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa rantau Universitas Borneo Tarakan, mayoritas berjenis kelamin perempuan dan berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Sebagian besar menggunakan strategi koping adaptif (80,7%), sementara tingkat resiliensi terbagi merata antara kategori tinggi dan rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara strategi koping dan tingkat resiliensi (p = 0,001). Mahasiswa yang menggunakan strategi koping adaptif cenderung memiliki resiliensi tinggi, sedangkan mereka yang menggunakan strategi koping maladaptif lebih banyak menunjukkan resiliensi rendah. Dengan demikian, penggunaan strategi koping adaptif berperan penting dalam meningkatkan resiliensi mahasiswa rantau di Universitas Borneo Tarakan. Kata kunci: Mahasiswa Rantau, Resiliensi, Strategi Koping. Migrant students face various adaptation challenges, including academic pressure, environmental changes, and limited social support, which may reduce their ability to adjust effectively. Effective coping strategies are therefore required to enable students to maintain resilience in dealing with these challenges. This study aimed to examine the relationship between coping strategies and resilience among migrant students at Universitas Borneo Tarakan. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted. The study population consisted of 1,211 respondents, with a sample of 300 respondents selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected using the Brief COPE questionnaire to assess coping strategies and the Connor–Davidson Resilience Scale (CD-RISC) to measure resilience. The results showed that the majority of migrant students at Universitas Borneo Tarakan were female and predominantly enrolled in the Faculty of Teacher Training and Education. Most participants employed adaptive coping strategies (80.7%), while levels of resilience were evenly distributed between high and low categories. The findings demonstrated a significant relationship between coping strategies and resilience levels (p = 0.001). Students who employed adaptive coping strategies tended to exhibit higher resilience, whereas those who relied on maladaptive coping strategies were more likely to demonstrate lower resilience. These findings indicate that the use of adaptive coping strategies plays an important role in enhancing resilience among migrant students at Universitas Borneo Tarakan. Keywords: Migrant Students; Resilience; Coping Strategies

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Strategi Koping Dengan Resiliensi Pada Mahasiswa Baru Rantau Universitas Borneo Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mahasiswa rantau menghadapi berbagai tantangan adaptasi, seperti tekanan akademik, perubahan lingkungan, dan keterbatasan dukungan sosial, yang dapat menurunkan kemampuan penyesuaian diri. Strategi koping yang efektif diperlukan agar mahasiswa mampu mempertahankan resiliensi dalam menghadapi situasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara strategi koping dengan resiliensi pada mahasiswa rantau di Universitas Borneo Tarakan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 1.211 responden, dengan sampel berjumlah 300 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling dan instrumen berupa kuesioner strategi koping (Brief-COPE) serta kuesioner resiliensi (CD-RISC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa rantau Universitas Borneo Tarakan, mayoritas berjenis kelamin perempuan dan berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Sebagian besar menggunakan strategi koping adaptif (80,7%), sementara tingkat resiliensi terbagi merata antara kategori tinggi dan rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara strategi koping dan tingkat resiliensi (p = 0,001). Mahasiswa yang menggunakan strategi koping adaptif cenderung memiliki resiliensi tinggi, sedangkan mereka yang menggunakan strategi koping maladaptif lebih banyak menunjukkan resiliensi rendah. Dengan demikian, penggunaan strategi koping adaptif berperan penting dalam meningkatkan resiliensi mahasiswa rantau di Universitas Borneo Tarakan. Kata kunci: Mahasiswa Rantau, Resiliensi, Strategi Koping. Migrant students face various adaptation challenges, including academic pressure, environmental changes, and limited social support, which may reduce their ability to adjust effectively. Effective coping strategies are therefore required to enable students to maintain resilience in dealing with these challenges. This study aimed to examine the relationship between coping strategies and resilience among migrant students at Universitas Borneo Tarakan. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted. The study population consisted of 1,211 respondents, with a sample of 300 respondents selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected using the Brief COPE questionnaire to assess coping strategies and the Connor–Davidson Resilience Scale (CD-RISC) to measure resilience. The results showed that the majority of migrant students at Universitas Borneo Tarakan were female and predominantly enrolled in the Faculty of Teacher Training and Education. Most participants employed adaptive coping strategies (80.7%), while levels of resilience were evenly distributed between high and low categories. The findings demonstrated a significant relationship between coping strategies and resilience levels (p = 0.001). Students who employed adaptive coping strategies tended to exhibit higher resilience, whereas those who relied on maladaptive coping strategies were more likely to demonstrate lower resilience. These findings indicate that the use of adaptive coping strategies plays an important role in enhancing resilience among migrant students at Universitas Borneo Tarakan. Keywords: Migrant Students; Resilience; Coping Strategies

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERILAKU ARGUMEN INTI BAHASA BUGIS BONE DI KECAMATAN NUNUKAN KABUPATEN NUNUKAN (KAJIAN TIPOLOGI SINTAKSIS)

2025•

Penelitian ini mengkaji struktur argumen inti bahasa Bugis Bone, dengan fokus pada bentuk klausa dasar serta pola argumen inti pada tatanan Bahasa Bugis Bone. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis tipologi sintaksis. Data yang digunakan berupa tuturan dari penutur asli bahasa Bugis Bone, dikumpulkan melalui teknik rekam, simak, dan catat. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara tidak berstruktur serta alat rekam sebagai dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode distribusional, dilengkapi dengan teknik bagi unsur langsung dan teknik penyisipan sebagai langkah lanjutan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis mengenai tatanan bahasa Bugis Bone, peneliti mendapatkan dua kategori utama, yaitu klausa nonverbal sebanyak 6 data yang ditemukan dan klausa verbal sebanyak 22 data yang ditemukan. Struktur klausa nonverbal mencakup: (1) Klausa nomina sebanyak 3 data (2) Klausa adjektiva sebanyak 2 data (3) Klausa numeralia sebanyak 1 data. Sedangkan struktur klausa verbal terdiri dari (1). Klausa verbal intransitif sebanyak 11 data (2). Klausa verbal aktif sebanyak 7 data, dan (4) Klausa verbal pasif sebanyak 4 data. Berdasarkan hasil analisis bentuk pola argumen inti dalam tatanan bahasa Bugis Bone, ditemukan 12 pola bentuk argumen, yaitu: S-P-O-Ket terdapat 5 contoh kalimat , S-P-O terdapat 5 contoh, S-P-Ket terdapat 3 contoh kalimat, P-O-S-Ket terdapat 2 contoh kalimat, S-O-P terdapat 1 contoh kalimat, S-P terdapat 1 contoh kalimat, P-O-S terdapat 1 contoh kalimat, P-S terdapat 1 contoh kalimat, S-P-O-Ket-Pel terdapat 1 contoh kalimat, S-Pel-P-Ket terdapat 1 contoh kalimat, jika dijumlahkan tedapat sebanyak 21 contoh data yang dianalis dan didapatkan dari hasil penelitian yang dilakukan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERILAKU ARGUMEN INTI BAHASA BUGIS BONE DI KECAMATAN NUNUKAN KABUPATEN NUNUKAN (KAJIAN TIPOLOGI SINTAKSIS)

2025•

Penelitian ini mengkaji struktur argumen inti bahasa Bugis Bone, dengan fokus pada bentuk klausa dasar serta pola argumen inti pada tatanan Bahasa Bugis Bone. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis tipologi sintaksis. Data yang digunakan berupa tuturan dari penutur asli bahasa Bugis Bone, dikumpulkan melalui teknik rekam, simak, dan catat. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara tidak berstruktur serta alat rekam sebagai dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode distribusional, dilengkapi dengan teknik bagi unsur langsung dan teknik penyisipan sebagai langkah lanjutan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis mengenai tatanan bahasa Bugis Bone, peneliti mendapatkan dua kategori utama, yaitu klausa nonverbal sebanyak 6 data yang ditemukan dan klausa verbal sebanyak 22 data yang ditemukan. Struktur klausa nonverbal mencakup: (1) Klausa nomina sebanyak 3 data (2) Klausa adjektiva sebanyak 2 data (3) Klausa numeralia sebanyak 1 data. Sedangkan struktur klausa verbal terdiri dari (1). Klausa verbal intransitif sebanyak 11 data (2). Klausa verbal aktif sebanyak 7 data, dan (4) Klausa verbal pasif sebanyak 4 data. Berdasarkan hasil analisis bentuk pola argumen inti dalam tatanan bahasa Bugis Bone, ditemukan 12 pola bentuk argumen, yaitu: S-P-O-Ket terdapat 5 contoh kalimat , S-P-O terdapat 5 contoh, S-P-Ket terdapat 3 contoh kalimat, P-O-S-Ket terdapat 2 contoh kalimat, S-O-P terdapat 1 contoh kalimat, S-P terdapat 1 contoh kalimat, P-O-S terdapat 1 contoh kalimat, P-S terdapat 1 contoh kalimat, S-P-O-Ket-Pel terdapat 1 contoh kalimat, S-Pel-P-Ket terdapat 1 contoh kalimat, jika dijumlahkan tedapat sebanyak 21 contoh data yang dianalis dan didapatkan dari hasil penelitian yang dilakukan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN ABU TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI BAHAN TAMBAH MUTU BETON K-250 DENGAN VARIASI CAMPURAN 0%,2%,2.5% DAN 3%.

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada penelitian ini seiring perkembangan jaman didunia kontruksi salah satunya dalam inovasi teknologi beton ditemukan pemanfaatan abu tempurung kelapa dalam pembangunan maupun infrastruktur dan memicu inovasi dalam bidang rekayasa struktur bahan. Oleh karena itu penggunaan abu tempurung kelapa sebagai komponen tambahan dalam komposisi pembuatan beton terhadap bahan tambah semen. Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh abu tempurung kelapa sebagai bahan tambah terhadap kuat tekan beton dan Seberapa besar presentase kenaikan dan penurunan kuat tekan beton dengan tambahan abu tempurung kelapa. Pengujian ini menggunakan benda uji kubus berumur 28 hari dengan total benda uji beton sebanyak 120 sampel, dengan setiap variabel sampel beton masing-masing berjumlah sebanyak 30 sampel. Dari hasil penelitian ini diuji secara statistik distribusi normal menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistic 26 hingga memperoleh nilai kuat tekan beton normal 309,086 kg/cm². kuat tekan beton campuran ATK 2% sebesar 325,873 kg/cm². kuat tekan beton campuran ATK 2,5% sebesar 252,824 kg/cm². kuat tekan beton campuran ATK 3% sebesar 186,913 kg/cm². Kuat tekan beton campuran ATK 2% mengalami kenaikan 5,44% terhadap beton nornal. Kuat tekan beton campuran ATK 2,5% mengalami penurunan 18,20% terhadap beton normal. Kuat tekan beton campuran ATK 3% mengalami penurunan 39,52% terhadap beton normal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KEWENANGAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH TEHADAP HUBUNGAN ANTARA PEMERINTAH PUSAT DAN PEMERINTAH DAERAH

2024•Koleksi Perpustakaan

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan pengelolaan keuangan daerah terhadap hubungan antara pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dan mengetahui dan menganalisis kepastian hukum kewenangan pemerintah Daerah dalam pengelolaan keuangan daerah terhadap hubungan antara pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Penelitan ini menggunakan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Teknik analisis bahan hukum yang digunakan adalah teknik analisis bahan hukum secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dilakukan sebagai upaya untuk menciptakan alokasi sumber daya nasional yang efisien melalui hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang tranparan, akuntabel, dan berkeadilan, guna mewujudkan pemerataan layanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kekuasaan pengelolaan keuangan daerah dilaksanakan oleh masing-masing kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah selaku pejabat pengelola APBD dan dilaksanakan oleh kepala satuan kerja perangkat daerah selaku pejabat pengguna anggaran/barang daerah. Perimbangan keuangan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam penyelenggaraan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam melaksanakan hubungan keuangan sebagai konsekuensi karena ada pembagian tugas antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Perimbangan keuangan Pusat dan Daerah merupakan sebuah sistem pembagian keuangan yang adil, proporsional, demokratis, transparan, efisien, dalam rangka pendanaan penyelenggaraan desentralisasi dengan mempertimbangkan potensi, kondisi, kebutuhan daerah, serta besaran-besaran pendanaan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEWENANGAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH TEHADAP HUBUNGAN ANTARA PEMERINTAH PUSAT DAN PEMERINTAH DAERAH

2024•

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan pengelolaan keuangan daerah terhadap hubungan antara pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dan mengetahui dan menganalisis kepastian hukum kewenangan pemerintah Daerah dalam pengelolaan keuangan daerah terhadap hubungan antara pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Penelitan ini menggunakan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Teknik analisis bahan hukum yang digunakan adalah teknik analisis bahan hukum secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dilakukan sebagai upaya untuk menciptakan alokasi sumber daya nasional yang efisien melalui hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang tranparan, akuntabel, dan berkeadilan, guna mewujudkan pemerataan layanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kekuasaan pengelolaan keuangan daerah dilaksanakan oleh masing-masing kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah selaku pejabat pengelola APBD dan dilaksanakan oleh kepala satuan kerja perangkat daerah selaku pejabat pengguna anggaran/barang daerah. Perimbangan keuangan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam penyelenggaraan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam melaksanakan hubungan keuangan sebagai konsekuensi karena ada pembagian tugas antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Perimbangan keuangan Pusat dan Daerah merupakan sebuah sistem pembagian keuangan yang adil, proporsional, demokratis, transparan, efisien, dalam rangka pendanaan penyelenggaraan desentralisasi dengan mempertimbangkan potensi, kondisi, kebutuhan daerah, serta besaran-besaran pendanaan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Penerapan Hukuman Mati Bagi Warga Negara Asing (WNA) di Jurisdiksi Indonesia ditinjau dari Hukum Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional

2023•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bermaksud untuk menjawab pertanyaan mengenai penerapan hukuman mati bagi warga negara asing (WNA) di jurisdiksi Indonesia ditinjau dari hukum hak asasi manusia (HAM) internasional. Pertama, apa ketentuan hukuman mati di jurisdiksi Indonesia oleh hukum nasional bagi WNA. Kedua, bagaimana Hukum HAM Internasional menilai/melihat penerapan pidana mati bagi WNA di Jurisdiksi Indonesia. Skripsi ini merupakan penelitian normatif yang dilakukan dengan mengkaji dan menganalisa secara kepustakaan mengenai ketentuan perundang-undangan secara nasional, traktat/konvensi internasional, asas-asas hukum, dan doktrin hukum. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa pertama, Tidak ada perbedaan antara penerapan hukuman mati bagi WNA dan WNI di jurisdiksi Indonesia, karena WNA dipandang sama kedudukannya di mata hukum yang berlaku di Indonesia. Kemudian dalam pembaharuan KUHP di Indonesia tetap memasukkan hukuman yang hanya dapat diterapkan terhadap serangakaian kejahatan yang paling serius dan termasuk dalam kategori kejahatan luar biasa (extraordinary crime) seperti Tindak Pidana Korupsi, Tindak pidana Narkotika, Tindak Pidana Terorisme, dan pelanggaran HAM berat. Namun polemik baru muncul yaitu deret tunggu dari vonis hingga eksekusi yang lama bisa menjadi sumber dari tekanan mental dan perlakuan buruk bagi seorang terpidana mati. Kedua, ditinjau dari Hukum HAM Internasional, secara tidak langsung tidak melarang adanya penerapan hukuman mati bagi WNA di Negara yang menjunjung kedaulatan bernegara tinggi. Namun, secara umum cenderung mendukung penghapusan atau pengurangan penggunaan hukuman mati. Sebagian besar organisasi HAM internasional, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi non-pemerintah, menyuarakan keberatan terhadap praktik hukuman mati, menganggapnya sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Hukuman Mati Bagi Warga Negara Asing (WNA) di Jurisdiksi Indonesia ditinjau dari Hukum Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bermaksud untuk menjawab pertanyaan mengenai penerapan hukuman mati bagi warga negara asing (WNA) di jurisdiksi Indonesia ditinjau dari hukum hak asasi manusia (HAM) internasional. Pertama, apa ketentuan hukuman mati di jurisdiksi Indonesia oleh hukum nasional bagi WNA. Kedua, bagaimana Hukum HAM Internasional menilai/melihat penerapan pidana mati bagi WNA di Jurisdiksi Indonesia. Skripsi ini merupakan penelitian normatif yang dilakukan dengan mengkaji dan menganalisa secara kepustakaan mengenai ketentuan perundang-undangan secara nasional, traktat/konvensi internasional, asas-asas hukum, dan doktrin hukum. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa pertama, Tidak ada perbedaan antara penerapan hukuman mati bagi WNA dan WNI di jurisdiksi Indonesia, karena WNA dipandang sama kedudukannya di mata hukum yang berlaku di Indonesia. Kemudian dalam pembaharuan KUHP di Indonesia tetap memasukkan hukuman yang hanya dapat diterapkan terhadap serangakaian kejahatan yang paling serius dan termasuk dalam kategori kejahatan luar biasa (extraordinary crime) seperti Tindak Pidana Korupsi, Tindak pidana Narkotika, Tindak Pidana Terorisme, dan pelanggaran HAM berat. Namun polemik baru muncul yaitu deret tunggu dari vonis hingga eksekusi yang lama bisa menjadi sumber dari tekanan mental dan perlakuan buruk bagi seorang terpidana mati. Kedua, ditinjau dari Hukum HAM Internasional, secara tidak langsung tidak melarang adanya penerapan hukuman mati bagi WNA di Negara yang menjunjung kedaulatan bernegara tinggi. Namun, secara umum cenderung mendukung penghapusan atau pengurangan penggunaan hukuman mati. Sebagian besar organisasi HAM internasional, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi non-pemerintah, menyuarakan keberatan terhadap praktik hukuman mati, menganggapnya sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

perlindungan hukum terhadap laki-laki sebagai korban tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di kota tarakan

2023•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bermaksud untuk menjawab dua pertanyaan terkait perlindungan hukum terhadap laki-laki sebagai korban tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Kota Tarakan. Pertama, bagaimana tugas, fungsi, wewenang, dan tanggung jawab Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Kota Tarakan dalam proses pengaduan terhadap laki-laki sebagai suami yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, dan yang kedua bagaimanakah perlindungan hukum oleh Polres Kota Tarakan terhadap laki-laki sebagai suami yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Skripsi ini merupakan penelitian secara empiris yang dilakukan secara langsung di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Tarakan dan Polres Tarakan, serta data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang didapatkan dari hasil wawancara dari beberapa narasumber yakni Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk Keluatga Berencana, Staff Analisis Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, dan Staff Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tarakan. Adapun data sekunder berupa Undang-Undang, Buku, Jurnal, Artikel, dan data pendukung lainnya. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, kekerasan dalam rumah tangga merupakan masalah klasik dalam dunia hukum dan gender. Kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh istri kepada suami dianggap tidak lazim karena perempuan lebih sering menjadi korban dibandingkan suami namun hal tersebut sangat mungkin untuk terjadi. Kedua, dalam kasus istri yang melakukan tindak pidana terhadap suami akibat kekerasan yang selama ini dialami olehnya maka dengan adanya dasar hukum untuk melindungi korban dari kekerasan dalam rumah tangga akan tetapi hal ini belum cukup mengantisipasi kekerasan tersebut dalam hal ini perlunya perhatian dan perlindungan hukum baik pemerintah, aparat penegak hukum, maupun dari masyarakat sehingga diharapkan setiap orang yang mendengar, melihat, atau mengetahui terjadinya kekerasan dalam rumah tangga wajib melakukan upaya pencegahan dan memberikan pertolongan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

perlindungan hukum terhadap laki-laki sebagai korban tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di kota tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bermaksud untuk menjawab dua pertanyaan terkait perlindungan hukum terhadap laki-laki sebagai korban tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Kota Tarakan. Pertama, bagaimana tugas, fungsi, wewenang, dan tanggung jawab Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Kota Tarakan dalam proses pengaduan terhadap laki-laki sebagai suami yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, dan yang kedua bagaimanakah perlindungan hukum oleh Polres Kota Tarakan terhadap laki-laki sebagai suami yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Skripsi ini merupakan penelitian secara empiris yang dilakukan secara langsung di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Tarakan dan Polres Tarakan, serta data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang didapatkan dari hasil wawancara dari beberapa narasumber yakni Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk Keluatga Berencana, Staff Analisis Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, dan Staff Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tarakan. Adapun data sekunder berupa Undang-Undang, Buku, Jurnal, Artikel, dan data pendukung lainnya. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, kekerasan dalam rumah tangga merupakan masalah klasik dalam dunia hukum dan gender. Kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh istri kepada suami dianggap tidak lazim karena perempuan lebih sering menjadi korban dibandingkan suami namun hal tersebut sangat mungkin untuk terjadi. Kedua, dalam kasus istri yang melakukan tindak pidana terhadap suami akibat kekerasan yang selama ini dialami olehnya maka dengan adanya dasar hukum untuk melindungi korban dari kekerasan dalam rumah tangga akan tetapi hal ini belum cukup mengantisipasi kekerasan tersebut dalam hal ini perlunya perhatian dan perlindungan hukum baik pemerintah, aparat penegak hukum, maupun dari masyarakat sehingga diharapkan setiap orang yang mendengar, melihat, atau mengetahui terjadinya kekerasan dalam rumah tangga wajib melakukan upaya pencegahan dan memberikan pertolongan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Perubahan Beban Terhadap Putaran dan Daya Masuk Motor Induksi 3 Fasa Rotor Belitan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Motor induksi 3 fasa merupakan salah satu jenis motor yang sangat umum digunakan di berbagai industri karena memiliki keunggulan dalam hal biaya, dimensi, dan daya tahan. Meskipun memiliki keunggulan signifikan seperti torsi tinggi dan efisiensi yang baik, motor ini tetap rentan terhadap beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerjanya, dengan perubahan beban dan beban lebih menjadi salah satu penyebab utama. Beban lebih dapat terjadi akibat kelebihan beban pada sistem, kurangnya pemeliharaan, atau kondisi area yang kurang ideal. Dampak dari beban lebih ini dapat menyebabkan penurunan efisiensi dan torsi pada motor induksi 3 fasa, berpotensi merugikan kinerja keseluruhan sistem. Penelitian ini fokus pada penggunaan beban pengereman sebagai bentuk uji beban. Metode yang diterapkan melibatkan pengukuran dan perhitungan, yang secara otomatis melakukan perhitungan dan menampilkan output seperti slip, daya input, torsi induksi, daya output, dan efisiensi. Berdasarkan hasil penelitian ini di variasi beban yang diberikan mempengaruhi nilai torsi pada motor yaitu peningkatan torsi motor saat beban dinaikkan secara berkala saat beban pada posisi 75% 0.857 Nm, 100% 0,947 Nm dan 125% sebesar 0,936Nm. Nilai slip motor masing-masing pada beban 75%,100% dan 125% 9,3%,10,8% dan 12% . Sedangkan nilai daya input atau daya masuk motor pada 75% 530,6 Watt pada 100% 587,54 Watt, dan pada beben 125% 623,57 Watt. sedangkan nilai efisiensi pada motor posisi 75% nilai efisiensinya 23,23% pada 100% sebesar 22,77 dan pada beban lebih 125% sebesar 20,85%. Dari data yang telah di teliti dapat di lihat bahwa nilai daya masuk kan terus meningkat berdasarkan nilai beban yang dinaikkan,dan nilai slip pada motor semakin besar dan efisiensi terbaik pada motor yang di teliti terdapat pada saat motor bekerja pada beban 75%. .

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh beberapa jenis mulsa terhadap insidensi dan intensitas serangan hama pada tanaman semangka (Citrullus vullgaris)

2022•Koleksi Perpustakaan

Penggunaan mulsa atau penutup tanah dapat mempengaruhi iklim mikro tanah dan dapat mempengaruhi aktivitas biota tanah termasuk mengendalikan intensitas serangan hama. Tujuan penelitian yakni menguraikan insidensi hama, dan membandingkan pengaruh jenis mulsa terhadap intensitas serangan hama pada budidaya tanaman semangka. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan perlakuan penggunaan mulsa jerami, mulsa plastik hitam, dan mulsa plastik silver, serta tanpa mulsa. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 (enam) kali dan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Parameter penelitian yakni insidensi hama atau jenis hama yang ditemukan, dan intensitas kerusakan hama. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam (Anova) dan Uji Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan hama yang ditemukan pada budidaya semangka menggunakan mulsa terdiri dari belalang, jangkrik, kutu daun, lalat buah, penggorok daun, siput, ulat grayak, dan tikus. Insidensi atau perjumpaan hama terendah pada penggunaan mulsa plastik silver (286 perjumpaan), dan tertinggi pada perlakuan tanpa mulsa dan mulsa jerami (594 dan 494 perjumpaan). Intensitas serangan atau kerusakan daun hama tertinggi terjadi pada perlakuan tanpa mulsa dan mulsa jerami, mencapai 26.67% pada 2 MST, dan terendah pada mulsa plastik silver yang mencapai 8.89% pada 4 MST. Kerusakan pada buah mencapai 40.83%. Sedangkan, penggunaan mulsa plastik silver kerusakan hanya mencapai 21.11%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh beberapa jenis mulsa terhadap insidensi dan intensitas serangan hama pada tanaman semangka (Citrullus vullgaris)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan mulsa atau penutup tanah dapat mempengaruhi iklim mikro tanah dan dapat mempengaruhi aktivitas biota tanah termasuk mengendalikan intensitas serangan hama. Tujuan penelitian yakni menguraikan insidensi hama, dan membandingkan pengaruh jenis mulsa terhadap intensitas serangan hama pada budidaya tanaman semangka. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan perlakuan penggunaan mulsa jerami, mulsa plastik hitam, dan mulsa plastik silver, serta tanpa mulsa. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 (enam) kali dan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Parameter penelitian yakni insidensi hama atau jenis hama yang ditemukan, dan intensitas kerusakan hama. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam (Anova) dan Uji Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan hama yang ditemukan pada budidaya semangka menggunakan mulsa terdiri dari belalang, jangkrik, kutu daun, lalat buah, penggorok daun, siput, ulat grayak, dan tikus. Insidensi atau perjumpaan hama terendah pada penggunaan mulsa plastik silver (286 perjumpaan), dan tertinggi pada perlakuan tanpa mulsa dan mulsa jerami (594 dan 494 perjumpaan). Intensitas serangan atau kerusakan daun hama tertinggi terjadi pada perlakuan tanpa mulsa dan mulsa jerami, mencapai 26.67% pada 2 MST, dan terendah pada mulsa plastik silver yang mencapai 8.89% pada 4 MST. Kerusakan pada buah mencapai 40.83%. Sedangkan, penggunaan mulsa plastik silver kerusakan hanya mencapai 21.11%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Dunia Komunikasi dan Gadget

2021•Koleksi Perpustakaan

Manusia merupakan makhluk sosial yang saling berinteraksi. Sejak dulu manusia menggunakan berbagai cara untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Lukisan-lukisan di gua peninggalan nenek moyang dan beragam bentuk tulisan adalah bukti perkembangan komunikasi manusia. Seiring dengan kemajuan zaman, manusia memikirkan berbagai alat komunikasi untuk mempermudah manusia mengirimkan pesan. Di berbagai daerah pasti mempunyai alat komunikasi tradisional. Ditemukannya alat-alat komunikasi oleh ilmuwan seperti telegram, telepon, televisi dan internet memudahkan manusia memperoleh informasi dengan cepat. Buku Pintar Dunia: DUNIA KOMUNIKASI DAN GADGET akan membantu kamu mengenal sejarah komunikasi lisan dan tulisan. Kamu juga akan memperoleh pengetahuan tentang perkembangan alat komunikasi modern seperti komputer dan tokoh-tokoh yang mengembangkannya. Ada pula info tentang perkembangan media sosial dan permainan yang dapat menambah wawasanmu. Selamat membaca!

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail