ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemerasan seksual atau sekstorsi merupakan salah satu bentuk kekerasan seksual yang semakin marak terjadi, terutama dengan kemajuan teknologi informasi. Sekstorsi dilakukan dengan cara mengancam korban untuk menyebarluaskan konten seksual pribadi, biasanya untuk memperoleh keuntungan tertentu, baik seksual, finansial, maupun lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan mengenai pemerasan seksual (sekstorsi) ditinjau dari hukum pidana Indonesia. Serta untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana pemerasan seksual (sekstorsi). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan hukum normatif mengacu pada bahan hukum sekunder seperti buku, jurnal dan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun belum terdapat istilah "sekstorsi" secara eksplisit dalam peraturan perundang-undangan Indonesia, unsur-unsur perbuatan tersebut dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana melalui pendekatan pada beberapa pasal terkait pemerasan, pencemaran nama baik, dan kekerasan seksual. Pengaturan terkait sekstorsi diatur di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Undang-Undang Pornografi serta Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Perlindungan hukum terhadap korban telah diatur dalam berbagai bentuk, mulai dari pendampingan hukum, perlindungan identitas, hingga rehabilitasi psikologis, namun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan regulasi yang lebih komprehensif dan peningkatan kapasitas aparat penegak hukum untuk menjamin keadilan dan perlindungan maksimal bagi korban sekstorsi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Wave tank merupakan perangkat laboratorium untuk mengamati perilaku gelombang permukaan. Dalam pengembangan wave tank skala laboratorium poros engkol sebagai transmisi menjadi solusi untuk memperbaiki sistem penggerak yang suda ada namun gerakan yang dihasilkan kurang maksimal. Tujuan penelitian dapat membuat dan menghitung transmisi poros engkol yang dapat menghasilkan gerakan gelombang yang baik pada wave tank skala laboratorium dengan menggunakan metode penelitian secara eksperimental. Poros engkol yang dibuat berdiameter 12 cm dengan ketebalan 3 mm menggunakan bahan plat baja dengan berat 0,2 kg dengan jari-jari lubang disk poros engkol 2 cm. Gaya total yang dihasilkan dari transmisi poros engkol adalah 12,11 N, dengan torsi sebesar 0,24 N.m yang menunjukkan bahwa poros engkol dapat dengan mudah diputar oleh motor dan menghasilkan rotasi yang stabil. Gelombang yang dihasilkan dengan rata-rata tinggi gelombang 3,2 cm pada jarak 50 cm, 2,8 cm pada jarak 70 cm, dan 2,6 cm pada jarak 90 cm. Panjang gelombang yang dihasilkan juga menunjukkan variasi, dengan rata-rata 34,6 cm pada jarak 50 cm, 35 cm pada jarak 70 cm, dan 33,4 cm pada jarak 90 cm. Penurunan tinggi dan panjang gelombang ini mengindikasikan bahwa energi gelombang mengalami penurunan saat merambat melalui air.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Untuk mendukung proses produksi pada suatu industri terdapat banyak peralatan motor listrik berupa motor induksi. Motor induksi merupakan motor yang paling banyak digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari lingkungan rumah tangga, hingga industri skala besar. Hal ini dikarenakan motor induksi memiliki beberapa keunggulan dibandingkan motor jenis lainnya. Motor induksi yang digunakan secara kontinyu atau terus menerus tidak menjamin akan selalu bekerja dengan normal, artinya motor tersebut dapat mengalami kerusakan-kerusakan. Kerusakan-kerusakan tersebut dapat mempengaruhi kinerja motor induksi berkurang. Untuk mengetahui kinerja motor di PT. Intracawood Manufacturing, dengan melakukan analisis terhadap motor Blower Sander, Rotary, Conveyor Dry, dan Conveyor Finishing masing-masing pada pengambilan data motor berdasarkan name plate dan motor pada kondisi saat ini yang sedang berjalan atau setelah rewinding. Analisis kinerja motor dapat dilakukan dengan melakukan perhitungan arus, daya input, daya output, torsi beban, torsi induksi, dan efisiensi. Dari hasil perhitungan, pada motor Blower Sander dengan pengambilan data motor berdasarkan name plate dengan arus 103 A, tegangan 380 V, dan putaran 1480 rpm didapat daya input sebesar 58.979 kW, daya output 51.214 kW, torsi induksi 335.12 N.m, torsi beban 330.62 N.m, dan efisiensi 86,83%, sedangkan pada motor kondisi saat ini dengan arus 81.2 A, tegangan 367.6 V, dan putaran 1474 rpm didapat daya input sebesar 43.945 kW, daya output 38.605 kW, torsi induksi 254.7 N.m, torsi beban 250.23 N.m, dan efisiensi 87.84%. Dari hasil pengukuran dan perhitungan, maka kinerja motor induksi tiga fasa di PT. Intracawood Manufacturing lebih baik pada kondisi saat ini atau setelah dilakukan rewinding.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Motor induksi 3 fasa merupakan jenis motor yang banyak digunakan di industri karena memiliki keunggulan dari segi biaya, dimensi, dan daya tahan yang baik. Meskipun motor induksi 3 fasa memiliki banyak keunggulan dalam hal torsi, dan efisiensi yang tinggi, namun ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerjanya, salah satunya adalah beban lebih. Beban lebih dapat mengurangi efisiensi motor induksi selain itu, mengakibatkan peningkatan nilai torsi motor yang berdampak pada peningkatan daya output motor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban terhadap nilai torsi dan efisiensi motor induksi 3 fasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil pengujian motor induksi 3 fasa berdasarkan nilai variasi torsi beban. Hasil keseluruhan disajikan dalam bentuk perhitungan berbasis Matlab M-file. Berdasarkan hasil analisis peningkatan beban memberi pengaruh terhadap nilai torsi yang mengakibatkan daya output meningkat dan berdampak pada efisiensi motor. Pada beban 75% torsi motor bernilai 1,16 Nm, daya output 170,02 W, dan nilai efisiensi 41,91 %. Pada beban 100% torsi motor bernilai 1,28 Nm, daya output 186,46 W, dan nilai efisiensi motor 40,3%. Pada beban 125% torsi motor bernilai 1,39 Nm, daya output 196,70 W, dan nilai efisiensi motor 38%. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa kondisi beban optimal untuk motor induksi berada pada kisaran 75%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kendaraan listrik saat ini telah banyak digunakan salah satunya adalah kendaraan listrik hasil konversi dari kendaraan motor bakar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses konversi dan peforma dari sepeda motor honda beat 110 CC menjadi sepeda motor listrik (electric vehickle) 2 kW. Proses konversi dilakukan dengan mengganti sistem penggerak motor bakar menjadi motor listrik Brush Less Direct Current 2 kW, menambahkan kontroller juken 10 merek bintang racing team, menggunakan baterai GESITS serta memodifikasi sistem transimisi CVT motor bakar. Hasil pengujian motor listrik konversi, pada pengujian penggerak CVT diperoleh adanya peningkatan kecepatan pada sepeda motor listrik ketika sistem CVT dipatenkan dibandingkan tidak (CVT normal). Konsumsi daya baterai yang dihasilkan pada jalan mendatar sejauh 500 meter pada kecepatan 20, 30, 40 km/jam ialah 533,28, 1.127, dan 2.261,17 watt. Sementara konsumsi daya baterai yang dihasilkan pada jalan menanjak sejauh 100 meter pada kecepatan 20, 30, 40 km/jam ialah 1.963,65, 2.662,3, dan 3.476,52 watt. Torsi yang dihasilkan pada puli sekunder CVT sebesar 19,09 Nm pada putaran 9416 rpm dan torsi yang dihasilkan pada puli primer CVT sebesar 39,96 Nm pada putaran 4500 rpm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Motor induksi 3 fasa merupakan salah satu jenis motor yang sangat umum digunakan di berbagai industri karena memiliki keunggulan dalam hal biaya, dimensi, dan daya tahan. Meskipun memiliki keunggulan signifikan seperti torsi tinggi dan efisiensi yang baik, motor ini tetap rentan terhadap beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerjanya, dengan perubahan beban dan beban lebih menjadi salah satu penyebab utama. Beban lebih dapat terjadi akibat kelebihan beban pada sistem, kurangnya pemeliharaan, atau kondisi area yang kurang ideal. Dampak dari beban lebih ini dapat menyebabkan penurunan efisiensi dan torsi pada motor induksi 3 fasa, berpotensi merugikan kinerja keseluruhan sistem. Penelitian ini fokus pada penggunaan beban pengereman sebagai bentuk uji beban. Metode yang diterapkan melibatkan pengukuran dan perhitungan, yang secara otomatis melakukan perhitungan dan menampilkan output seperti slip, daya input, torsi induksi, daya output, dan efisiensi. Berdasarkan hasil penelitian ini di variasi beban yang diberikan mempengaruhi nilai torsi pada motor yaitu peningkatan torsi motor saat beban dinaikkan secara berkala saat beban pada posisi 75% 0.857 Nm, 100% 0,947 Nm dan 125% sebesar 0,936Nm. Nilai slip motor masing-masing pada beban 75%,100% dan 125% 9,3%,10,8% dan 12% . Sedangkan nilai daya input atau daya masuk motor pada 75% 530,6 Watt pada 100% 587,54 Watt, dan pada beben 125% 623,57 Watt. sedangkan nilai efisiensi pada motor posisi 75% nilai efisiensinya 23,23% pada 100% sebesar 22,77 dan pada beban lebih 125% sebesar 20,85%. Dari data yang telah di teliti dapat di lihat bahwa nilai daya masuk kan terus meningkat berdasarkan nilai beban yang dinaikkan,dan nilai slip pada motor semakin besar dan efisiensi terbaik pada motor yang di teliti terdapat pada saat motor bekerja pada beban 75%.
.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
GANGGUAN BERBAHASA PADA PENDERITA EPILEPSI (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk gangguan berbahasa/artikulasi yang dialami oleh seorang yang menderita penyakit epilepsi dan mengetahui penyebab perubahan bunyi fonem pada penderita epilepsi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang berfokus pada kajian psikolinguistik, khususnya mengenai gangguan berbahasa pada penderita epilepsi dalam bidang fonologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif. Hasil penelitian dari gangguan artikulasi yang dialami oleh penderita epilepsi berinisial E terbagi ke dalam dua jenis, yaitu distorsi (kekacauan bunyi yang hampir benar) dan omisi (penghilangan bunyi) jumlah data yang ada sebanyak 100 kata. Masingmasing gangguan artikulasi terdiri dari 32 kata pada gangguan artikulasi distorsi dan 72 kata pada gangguan artikulasi omisi. Terdapat 32 kata yang mengalami kekacauan pelafalan dan hampir mendekati benar yaitu perubahan fonem /f/ menjadi /p/, fonem /u/ menjadi /w/ yang disebabkan adanya asimilasi progresif. Serta perubahan fonem/r/ menjadi /l/ akibat adanya proses disimilasi. Terdapat 72 kata yang mengalami penghilangan fonem yaitu penghilangan fonem /b/, /g/, /h/, /j/, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /s/, /t/ pada awal kata akibat dari kontraksi apheresis. Dan penghilangan fonem /l/ pada tengah kata akibat kontraksi sinkop.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Motor induksi 3 fasa sudah menjadi kebutuhan yang harus dimiliki oleh sebuah perusahaan atau industri. Kondisi dimana pabrik dalam keadaan beroperasi, memaksa motor induksi 3 fasa scraper conveyor yang ada di PT. Citra Sawit Lestari untuk terus memindahkan sawit hasil yang diangkut dari truk menuju perontok sawit. Proses ini terus berlangsung selama pabrik beroperasi. Dalam kondisi ini beban yang diperoleh motor induksi 3 fasa scraper conveyor berpengaruh pada kondisi dan kinerja motor induksi tersebut. Penelitian ini dilakukan pada motor induksi 3 fasa scraper conveyor menggunakan metode pendekatan kuantitatif yang memungkinkan perusahaan dapat mengetahui penyebab dari berkurangnya kinerja motor induksi 3 fasa dan mengetahui tindakan yang harus dilakukan agar kinerja motor induksi 3 fasa agar tetap maksimal. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulakan bahwa perubahan beban dapat mempengaruhi kinerja motor induksi 3 fasa dan diperoleh nilai MAPE torsi motor sebesar 0,038%, daya motor sebesar 0,0008%, dan kecepatan putar sebesar 0,025%. Dengan rata-rata nilai presentase MAPE yang kurang dari 10% tersebut menandakan kinerja motor induksi 3 fasa masih sangat baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Mesin pencacah plastik limbah rumah tangga adalah mesin yang digunakan untuk mencacah wadah plastik menjadi ukuran yang lebih kecil. Jenis plastik yang dicacah adalah plastik berjenis PET, HDPE dan PP. Telah dilakukan penelitian dengan judul analisis pengaruh torsi dan efesiensi daya pada mesin pencacah plastik limbah rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung daya yang dibutuhkan mesin pencacah plastik, torsi pada pisau pencacah, torsi pulley saat proses pencacahan, dan efesiensi daya pada mesin pencacah plastik. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian mesin pencacah plastik dengan menggunakan 1 kg massa botol sampah plastik PET, HDPE dan PP. Hasil dari penelitian ini didapatkan daya yang dibutuhkan untuk menggerakan mesin pencacah plastik 0,9 HP dimana motor yang digunakan 1 HP dan kapasitas mesin 10 kg/jam.Torsi pisau yang dibutuhkan yaitu 139 Nm, kemudian hasil torsi pulley kecil dan besar pada plastik PET 83,2 Nm dan 334,1 Nm. Torsi pulley kecil dan besar pada plastik HDPE 84,6 Nm dan 340 Nm. Torsi pulley kecil dan besar pada plastik PP 82,2 Nm dan 329,1 Nm. Efesiensi daya pada mesin pencacah plastik limbah rumah tangga untuk jenis plastik PET, HDPE Efesiensi daya 99,8% dan untuk plastik PP hasil efesiensi daya 100%. Adapun rata-rata torsi pulley kecil dan besar 83,3 Nm dan 334,4, Untuk rata-rata efesiensi daya 99,8%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
.PERANCANGAN POROS ENGKOL PADA MESIN UJI UNIVERSAL
(TEKAN, TARIK DAN BENDIG)
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah mendesain, menghitung torsi yang dibutuhkan dan mengetahui prinsip kerja sebuah poros engkol pada mesin uji universal. Poros engkol berfungsi sebagai penggerak tuas yang terhubung kehidrolik. Penelitian ini mengunakan metode analitis dan studi pustaka. Pada perancangan poros engkol yang terdapat pada mesin uji universal menggunakan software solidwork yang sebelumnya telah dilakukan perhitungan torsi pada poros engkol dengan variasi jarak yang berbeda – beda. Pada variasi jarak poros 35 mm didapatkan torsi 2744 N.m, kemudian dengan jarak poros 50 mm didapatkan torsi 3920 N.m, selanjutnya pada jarak 75 mm didapatkan torsi 5880 N.m, dan untuk jarak poros 85 mm torsi yang didapatkan adalah 6664 N.m. Semakin besar jarak poros yang digunakan maka torsi yang didapatkan semakin besar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Motor induksi 3 fasa sudah menjadi kebutuhan yang harus dimiliki oleh sebuah perusahaan atau industri. Kondisi dimana tambang dalam keadaan beroperasi, memaksa motor induksi 3 fasa (chain feeder) yang ada di PT. PKN untuk terus memindahkan batu bara hasil dumping dari truk menuju crusher. Proses ini terus berlangsung selama tambang beroperasi. Dalam kondisi ini beban yang diperoleh motor induksi 3 fasa (chain feeder) selalu berubah-ubah tergantung berapa jumlah truk yang dumping. Hal ini tentu berpengaruh pada kondisi dan kinerja motor induksi tersebut. Penelitian ini dilakukan pada motor induksi 3 fasa (chain feeder) dengan metode pendekatan kualitatif dan kuantitatif memungkinkan perusahaan dapat mengetahui penyebab berkurangnya kinerja dari motor induksi 3 fasa dan mengetahui tindakan yang harus dilakukan agar kinerja motor induksi 3 fasa tetap maksimal. Berdasarkan penelitian ini diperoleh MAPE torsi motor sebesar 0,0325%, daya motor sebesar 0,0025%, dan kecepatan putar motor sebesar 0,02%. MAPE dalam penelitian ini menunjukkan kinerja dari motor induksi 3 fasa (chain feeder) yang ada di PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara masih sangat baik dengan nilai MAPE 10%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.PENGGUNAAN METODE PULSE WITDH MODULATION (PWM) UNTUK MENGATUR TORSI MOTOR INDUKSI 3 FASA ABSTRAK Motor induksi 3 fasa secara umum diterapkan sebagai konversi untuk menjalankan alat-alat tertentu atau secara umum membantu manusia dalam melakukan tugasnya sehari-hari. Meskipun memiliki banyak keunggulan, motor induksi juga mempunyai kelemahan antara lain, motor ini bersifat tidak linier, sehingga rumit dalam melakukan pengaturan kecepatan dan torsi. Untuk melakukan pengendali motor induksi 3 fasa diperlukan adanya sebuah inverter. Inverter merupakan rangkaian Elektronika daya yang digunakan untuk mengkonversikan tegangan searah menjadi tegangan bolak-balik. Inverter yang dirancang pada penelitian memiliki bentuk gelombang Square wave. Dapat mengontrol keluaran inverter dengan masukkan PWM. Dengan kemampuan inverter mengoperasikan motor tiga fasa dengan pemberian nilai torsi 0.00 sampai 0.1 kg/s dengan dutycycle 100-80%.