ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Motor induksi 3 fasa merupakan jenis motor yang banyak digunakan di industri karena memiliki keunggulan dari segi biaya, dimensi, dan daya tahan yang baik. Meskipun motor induksi 3 fasa memiliki banyak keunggulan dalam hal torsi, dan efisiensi yang tinggi, namun ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerjanya, salah satunya adalah beban lebih. Beban lebih dapat mengurangi efisiensi motor induksi selain itu, mengakibatkan peningkatan nilai torsi motor yang berdampak pada peningkatan daya output motor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban terhadap nilai torsi dan efisiensi motor induksi 3 fasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil pengujian motor induksi 3 fasa berdasarkan nilai variasi torsi beban. Hasil keseluruhan disajikan dalam bentuk perhitungan berbasis Matlab M-file. Berdasarkan hasil analisis peningkatan beban memberi pengaruh terhadap nilai torsi yang mengakibatkan daya output meningkat dan berdampak pada efisiensi motor. Pada beban 75% torsi motor bernilai 1,16 Nm, daya output 170,02 W, dan nilai efisiensi 41,91 %. Pada beban 100% torsi motor bernilai 1,28 Nm, daya output 186,46 W, dan nilai efisiensi motor 40,3%. Pada beban 125% torsi motor bernilai 1,39 Nm, daya output 196,70 W, dan nilai efisiensi motor 38%. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa kondisi beban optimal untuk motor induksi berada pada kisaran 75%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Motor induksi 3 fasa merupakan salah satu jenis motor yang sangat umum digunakan di berbagai industri karena memiliki keunggulan dalam hal biaya, dimensi, dan daya tahan. Meskipun memiliki keunggulan signifikan seperti torsi tinggi dan efisiensi yang baik, motor ini tetap rentan terhadap beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerjanya, dengan perubahan beban dan beban lebih menjadi salah satu penyebab utama. Beban lebih dapat terjadi akibat kelebihan beban pada sistem, kurangnya pemeliharaan, atau kondisi area yang kurang ideal. Dampak dari beban lebih ini dapat menyebabkan penurunan efisiensi dan torsi pada motor induksi 3 fasa, berpotensi merugikan kinerja keseluruhan sistem. Penelitian ini fokus pada penggunaan beban pengereman sebagai bentuk uji beban. Metode yang diterapkan melibatkan pengukuran dan perhitungan, yang secara otomatis melakukan perhitungan dan menampilkan output seperti slip, daya input, torsi induksi, daya output, dan efisiensi. Berdasarkan hasil penelitian ini di variasi beban yang diberikan mempengaruhi nilai torsi pada motor yaitu peningkatan torsi motor saat beban dinaikkan secara berkala saat beban pada posisi 75% 0.857 Nm, 100% 0,947 Nm dan 125% sebesar 0,936Nm. Nilai slip motor masing-masing pada beban 75%,100% dan 125% 9,3%,10,8% dan 12% . Sedangkan nilai daya input atau daya masuk motor pada 75% 530,6 Watt pada 100% 587,54 Watt, dan pada beben 125% 623,57 Watt. sedangkan nilai efisiensi pada motor posisi 75% nilai efisiensinya 23,23% pada 100% sebesar 22,77 dan pada beban lebih 125% sebesar 20,85%. Dari data yang telah di teliti dapat di lihat bahwa nilai daya masuk kan terus meningkat berdasarkan nilai beban yang dinaikkan,dan nilai slip pada motor semakin besar dan efisiensi terbaik pada motor yang di teliti terdapat pada saat motor bekerja pada beban 75%.
.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Perkembangan teknologi saat ini yang terus semakin maju dapat membuat semua pekerjaan manusia menjadi lebih mudah. Hal itu karena adanya sebuah peralatan khusus yang berfungsi sebagai penunjang dalam melaksanakan suatu pekerjaan terutama pekerjaan pada pembangkit tenaga listrik. Generator berfungsi sebagai penyuplai energi listrik ke beban. Kinerja generator ini saat dipengaruhi oleh beban sehingga ketika beban berubah-ubah dapat membuat generator tidak stabil. Selain itu akibat terus bertambahnya beban dapat menyebabkan gangguan beban lebih atau over load. Untuk mengatasi masalah itu penulis dalam penelitiannya ini akan membuat sistem pengaturan beban generator berbasis Internally Triggered TRIAC. Dengan menggunakan sistem ini, tegangan yang melintasi beban (lampu) dapat diturunkan sehingga nilai arus juga menurun sesuai setpoint yang ditetapkan agar tidak terjadi over load. Dalam hal ini nilai arus akan selalu berada pada nilai 0.50 A. Semakin besar beban maka semakin besar arusnya. Jika nilai arus melewati 0.50 A, maka sistem akan langsung menurunkan tegangan hingga 17.67 V oleh Internally Triggered TRIAC sehingga nilai arus juga menurun hingga setpoint yang ditetapkan yaitu 0.50 A.