ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kendaraan listrik saat ini telah banyak digunakan salah satunya adalah kendaraan listrik hasil konversi dari kendaraan motor bakar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses konversi dan peforma dari sepeda motor honda beat 110 CC menjadi sepeda motor listrik (electric vehickle) 2 kW. Proses konversi dilakukan dengan mengganti sistem penggerak motor bakar menjadi motor listrik Brush Less Direct Current 2 kW, menambahkan kontroller juken 10 merek bintang racing team, menggunakan baterai GESITS serta memodifikasi sistem transimisi CVT motor bakar. Hasil pengujian motor listrik konversi, pada pengujian penggerak CVT diperoleh adanya peningkatan kecepatan pada sepeda motor listrik ketika sistem CVT dipatenkan dibandingkan tidak (CVT normal). Konsumsi daya baterai yang dihasilkan pada jalan mendatar sejauh 500 meter pada kecepatan 20, 30, 40 km/jam ialah 533,28, 1.127, dan 2.261,17 watt. Sementara konsumsi daya baterai yang dihasilkan pada jalan menanjak sejauh 100 meter pada kecepatan 20, 30, 40 km/jam ialah 1.963,65, 2.662,3, dan 3.476,52 watt. Torsi yang dihasilkan pada puli sekunder CVT sebesar 19,09 Nm pada putaran 9416 rpm dan torsi yang dihasilkan pada puli primer CVT sebesar 39,96 Nm pada putaran 4500 rpm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
GANGGUAN BERBAHASA PADA PENDERITA EPILEPSI (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk gangguan berbahasa/artikulasi yang dialami oleh seorang yang menderita penyakit epilepsi dan mengetahui penyebab perubahan bunyi fonem pada penderita epilepsi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang berfokus pada kajian psikolinguistik, khususnya mengenai gangguan berbahasa pada penderita epilepsi dalam bidang fonologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif. Hasil penelitian dari gangguan artikulasi yang dialami oleh penderita epilepsi berinisial E terbagi ke dalam dua jenis, yaitu distorsi (kekacauan bunyi yang hampir benar) dan omisi (penghilangan bunyi) jumlah data yang ada sebanyak 100 kata. Masingmasing gangguan artikulasi terdiri dari 32 kata pada gangguan artikulasi distorsi dan 72 kata pada gangguan artikulasi omisi. Terdapat 32 kata yang mengalami kekacauan pelafalan dan hampir mendekati benar yaitu perubahan fonem /f/ menjadi /p/, fonem /u/ menjadi /w/ yang disebabkan adanya asimilasi progresif. Serta perubahan fonem/r/ menjadi /l/ akibat adanya proses disimilasi. Terdapat 72 kata yang mengalami penghilangan fonem yaitu penghilangan fonem /b/, /g/, /h/, /j/, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /s/, /t/ pada awal kata akibat dari kontraksi apheresis. Dan penghilangan fonem /l/ pada tengah kata akibat kontraksi sinkop.