ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas pentingnya instalasi sensor arus dan Thermal Overload Relay (TOR) pada panel listrik untuk memberikan proteksi terhadap motor induksi 3 fasa Dahlander. Sensor arus berfungsi untuk memantau beban motor dan mencegah arus lebih, sementara TOR melindungi motor dari kerusakan akibat kelebihan suhu atau beban. Kombinasi keduanya memberikan perlindungan yang optimal. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengaturan setting pada sensor arus dan TOR mempengaruhi efektivitas proteksi motor. Pengaturan yang tepat menjaga motor tetap aman, sedangkan pengaturan yang kurang tepat dapat menyebabkan kerusakan. Khususnya pada motor Dahlander, pengaturan TOR sangat penting untuk mencegah kerusakan akibat arus lebih. Berdasarkan perhitungan, arus nominal pada konfigurasi lambat motor adalah 1,90 A, sementara pada konfigurasi cepat sebesar 1,81 A. Pengaruh setting arus juga terlihat pada waktu trip sensor, dimana semakin besar setting arus, semakin lama waktu trip yang dibutuhkan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengaruh setting arus terhadap waktu trip sensor pada konfigurasi lambat dan cepat cukup signifikan. Selain itu, sensor arus memberikan data yang akurat ±1%, dan TOR bekerja sinergis untuk melindungi sistem kelistrikan motor Dahlander dari kerusakan akibat arus lebih.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Putaran yang dihasilkan oleh motor induksi sangat diperlukan sebagai penggerak sebuah alat pengangkut material yang disebut dengan conveyor. Putaran motor induksi dapat diatur dengan berbagai cara salah satunya yaitu menggunakan Variable Speed Drive (VSD) dengan mengatur frekuensi output nya yang tersuplai pada motor induksi. Pada penelitian ini pengaturan frekuensi pada VSD dimulai dari 20 Hz hingga 50 Hz dengan pembebanan dimulai dari tanpa plywood hingga 4 plywood yang dimana berat 1 plywod senilai 12 Kg. Berdasarkan hasil penelitian, semakin besar nilai frekuensi maka rpm motor induksi meningkat, namun semakin banyak beban yang diberikan membuat rpm motor induksi menurun. Nilai slip motor induksi akan semakin menurun seiring pada kenaikan nilai frekuensi yang diberikan ke motor induksi. Kenaikan nilai frekuensi motor induksi pada setiap pembebanan membuat nilai daya aktif, nilai daya semu dan nilai daya reaktif pada beban tanpa plywood hingga 4 plywood meningkat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Didunia industri motor induksi tiga fasa sangat banyak digunakan dalam bidang penggerak pada peralatan dengan kecepatan yang relatif konstan. Variabel speed drive suatu alat yang digunakan untuk mengatur kecepatan pada motor listrik arus dengan cara mengontrol frekuensi daya listrik yang masuk ke motor sedangkan direct on line adalah salah satu metode starting yang paling umum digunakan pada motor listrik dikarenakan direct on line merupakan cara yang paling sederhana dimana stator langsung dihubungkan dengan sumber tegangan, sehingga tidak perlu lagi mengatur atau menurunkan tegangan pada saat melakukan starting pada motor.
Adapun konsumsi daya pada motor induksi dengan kecepatan konstan lebih besar, hal tersebut dapat menyebabkan pemborosan energi listrik sehingga untuk melihat perbedaan ini dapat kita lihat pada arus variable speed drive pada frekuensi 50 Hz yang lebih rendah yaitu 0,2 A sedangkan direct on line 1,2 A yang berpengaruh pada pada daya starting yang didapatkan adalah 24,882 W pada varable speed drive dan 95,731 W pada direct on line. Hal ini berbeda pada saat motor pada saat running yang mendapatkan nilai arus yang sama yaitu 0,4 A dengan daya yang tidak jauh berbeda adalah 31,409 W pada variable speed drive dan pada direct on line 31,910 W, dengan penelitian yang didapatkan sebelumnya maka terdapat perbedaan penggunaan energi pada saat starting motor induksi tiga fasa dalam 1 menit yaitu 24,882 Watt-menit pada variable speed drive dan direct on line 95,731 Watt-menit, sedangkan pada saat running terdapat konsumsi energi yang tidak jauh berbeda dimana pada variable speed drive 1.853,131 Watt-menit dan direct on line 1.882,69 Watt-menit. Sehingga mendaptkan total energi Listrik pada variable speed drive 1.818,013 Watt-menit atau 31,3002167 Wh dan pada direct on line 1.914,6 Watt-menit atau 31,91 Wh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Untuk mendukung proses produksi pada suatu industri terdapat banyak peralatan motor listrik berupa motor induksi. Motor induksi merupakan motor yang paling banyak digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari lingkungan rumah tangga, hingga industri skala besar. Hal ini dikarenakan motor induksi memiliki beberapa keunggulan dibandingkan motor jenis lainnya. Motor induksi yang digunakan secara kontinyu atau terus menerus tidak menjamin akan selalu bekerja dengan normal, artinya motor tersebut dapat mengalami kerusakan-kerusakan. Kerusakan-kerusakan tersebut dapat mempengaruhi kinerja motor induksi berkurang. Untuk mengetahui kinerja motor di PT. Intracawood Manufacturing, dengan melakukan analisis terhadap motor Blower Sander, Rotary, Conveyor Dry, dan Conveyor Finishing masing-masing pada pengambilan data motor berdasarkan name plate dan motor pada kondisi saat ini yang sedang berjalan atau setelah rewinding. Analisis kinerja motor dapat dilakukan dengan melakukan perhitungan arus, daya input, daya output, torsi beban, torsi induksi, dan efisiensi. Dari hasil perhitungan, pada motor Blower Sander dengan pengambilan data motor berdasarkan name plate dengan arus 103 A, tegangan 380 V, dan putaran 1480 rpm didapat daya input sebesar 58.979 kW, daya output 51.214 kW, torsi induksi 335.12 N.m, torsi beban 330.62 N.m, dan efisiensi 86,83%, sedangkan pada motor kondisi saat ini dengan arus 81.2 A, tegangan 367.6 V, dan putaran 1474 rpm didapat daya input sebesar 43.945 kW, daya output 38.605 kW, torsi induksi 254.7 N.m, torsi beban 250.23 N.m, dan efisiensi 87.84%. Dari hasil pengukuran dan perhitungan, maka kinerja motor induksi tiga fasa di PT. Intracawood Manufacturing lebih baik pada kondisi saat ini atau setelah dilakukan rewinding.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Motor dahlander adalah jenis motor Alternating Current (AC) asinkron dengan 2 putaran atau lebih. Adanya dua macam belitan yang terpisah menyebabkan motor induksi 3 fasa mempunyai 2 ukuran kecepatan. Hal ini akan terlihat apabila dibandingkan dengan motor induksi 3 fasa yang hanya mempunyai 1 putaran dengan daya yang sama. Pada penelitian ini akan dilakukan pengasutan terhadap motor dahlander bertujuan untuk mengetahui konfigurasi pada rangkaian motor jenis dahlander menggunakan PLC sehingga dapat menetukan kecepataan yang di inginkan. Dari hasil pengujian motor induksi 3 fasa jenis dahlander berbasis PLC konfigurasi yang digunakan yaitu seri dan paralel. Pada konfigurasi didapat arus starting motor 3,19 A dan running motor 1,33 A sedangkan konfigurasi paralel arus starting motor 7,89 A dan running motor 1,89 A. Konfigurasi tersebut dibandingkan dengan hubung DOL hasil yang didapat arus starting motor 21,6 A dan arus running motor 11,6 A. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwasannya konfigurasi seri dan paralel lebih baik daripada konfigurasi DOL.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Motor Double speed adalah jenis motor AC Asinkron dengan 2 putaran atau lebih. Adanya dua macam belitan yang terpisah menyebabkan motor 3 phasa untuk mempunyai ukuran jauh lebih besar. Hal ini akan terlihat apabila dibandingkan dengan motor 3 phasa yang hanya mempunyai 1 putaran dengan daya yang sama. Motor Double speed sendiri merupakan motor jenis rotor sangkar tupai (squirrel cage). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses rewinding motor induksi 3 fasa dan cara perhitungan untuk menentukan lilitan kawat pada motor induksi. Pada proses rewinding digunakan tembaga dengan ukuran 0,50mm yang dimana pada proses rewinding belitan ini dibentuk menggunakan mal dengan jumlah 52 lilit. Kemudian pada saat pengujian didapatlah hasil yang dimana pada saat putaran lambat dengan tanpa beban itu memiliki arus (1,3A) kemudian frekuensi (50,45Hz),cos φ (0,86) dengan kecepatan (1515Rpm). Lalu pada saat diberi beban dengan keadaan putaran cepat itu memperoleh nilai arus (1,9A),frekuensi (50,29Hz), cos φ (0,997) dan kecepatan putaran nya mencapai 2949Rpm. Pada saat percobaan dengan menggunakan beban maupun tanpa beban tidak begitu jauh memiliki selisih, hanya pada kecepatan nya saja yang memiliki selisih jauh antara putaran lambat dan cepat. Hal ini dikarenakan motor double speed ialah motor yang dapat memiliki 2 buah kecepatan, yang dimana pada saat putaran cepat itu hasil nya bisa 2x lipat dari putaran lambat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Motor induksi tiga fasa Dahlander adalah motor yang sering diaplikasikan pada dunia industri adapun beberapa kendala yang sering terjadi pada saat mengontrol motor terkhususnya pada pengereman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pengereman dinamik dengan metode injeksi arus DC pada motor induksi tiga fasa Dahlander. Penelitian ini dilakukan untuk memahami karakteristik pengereman dinamik yang dihasilkan dengan injeksi arus DC terhadap waktu berhenti pada motor Dahlander dalam kondisi berbagai kecepatan. Data penelitian mencakup berbagai parameter seperti, kecepatan motor, arus, tegangan, dan waktu berhenti motor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengereman dinamik dengan injeksi arus DC dapat secara signifikan meningkatkan proses pengereman pada motor induksi tiga fasa, pada masing-masing putaran, di mana waktu berhenti motor pada putaran rendah dapat diminimalkan dari 74 detik hinggah 0,04 detik dan pada putaran tinggi dari 144 detik hingga 0,08 detik. Penelitian ini dapat menjadi dasar penting dalam pengembangan sistem pengereman yang lebih efisien dan responsif dalam aplikasi industri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Motor induksi 3 fasa merupakan jenis motor yang banyak digunakan di industri karena memiliki keunggulan dari segi biaya, dimensi, dan daya tahan yang baik. Meskipun motor induksi 3 fasa memiliki banyak keunggulan dalam hal torsi, dan efisiensi yang tinggi, namun ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerjanya, salah satunya adalah beban lebih. Beban lebih dapat mengurangi efisiensi motor induksi selain itu, mengakibatkan peningkatan nilai torsi motor yang berdampak pada peningkatan daya output motor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban terhadap nilai torsi dan efisiensi motor induksi 3 fasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil pengujian motor induksi 3 fasa berdasarkan nilai variasi torsi beban. Hasil keseluruhan disajikan dalam bentuk perhitungan berbasis Matlab M-file. Berdasarkan hasil analisis peningkatan beban memberi pengaruh terhadap nilai torsi yang mengakibatkan daya output meningkat dan berdampak pada efisiensi motor. Pada beban 75% torsi motor bernilai 1,16 Nm, daya output 170,02 W, dan nilai efisiensi 41,91 %. Pada beban 100% torsi motor bernilai 1,28 Nm, daya output 186,46 W, dan nilai efisiensi motor 40,3%. Pada beban 125% torsi motor bernilai 1,39 Nm, daya output 196,70 W, dan nilai efisiensi motor 38%. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa kondisi beban optimal untuk motor induksi berada pada kisaran 75%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Motor induksi tiga fasa adalah salah satu peralatan listrik yang banyak digunakan baik di industri maupun rumah tangga, salah satu aplikasinya yaitu untuk pompa air. Pada tugas akhir ini didesain dan dirancang sistem pompa air motor induksi tiga fasa dengan sumber tenaga sel surya. Intensitas radiasi matahari yang berubah-ubah sepanjang waktu mengakibatkan daya dan tegangan yang dihasilkan sel surya menjadi naik turun. Bila sel surya tersebut dihubungkan dengan beban seperti motor induksi akan mengakibatkan daya keluaran sel surya tidak optimum, sehingga menyebabkan efisiensi daya keluaran sel surya terhadap daya maksimum rendah. Untuk menjaga agar sel surya selalu menghasilkan daya yang tinggi maka diperlukan suatu kontrol MPPT (Maximum Power Point Tracking), tegangan DC- Link dapat dijaga konstan dengan tegangan 600 Volt dan dan Kontrol PID mampu mengatur kecepatan motor. Kecepatan motor yang diperoleh yaitu 1485 RPM dengan debit pompa 10 liter/detik, di intensitas cahaya matahari maksimum 1000 W/m2.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Motor induksi tiga fasa banyak digunakan didalam dunia industri dibidang pengerak peralatan. Motor induksi bergerak dengan kecepatan relatif konstan, salah satu kelemehan dari motor induksi, sulit diatur kecepatannya, untuk mengatur kecepatan motor induksi tiga fasa dengan baik, maka digunakan Variable Speed Driver (VSD) sebagai kontrol kecepatan, dengan mengubah frekuensi input. Sehingga dapat meningkatkan kecepatan motor induksi tiga fasa. Dapat dilihat dari hasil pengujian disaat frekuensi 25 Hz -49 Hz kecepatan motor induksi mengalamin peningkatan dari 750.6 Rpm-1477.8 Rpm tetapi faktor daya yang terukur pada motor induksi mengalamin penurunan dengan faktor daya 0.215-0.188 cosphi. Seiring dengan naiknya frekuensi sumber 25 Hz – 80 Hz pada motor, terlihat terjadi penurunan arus dari 0.795 A – 0.497 A pada kumparan motor sehingga mempengaruhi daya pada motor induksi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Motor induksi 3 fasa merupakan salah satu jenis motor yang sangat umum digunakan di berbagai industri karena memiliki keunggulan dalam hal biaya, dimensi, dan daya tahan. Meskipun memiliki keunggulan signifikan seperti torsi tinggi dan efisiensi yang baik, motor ini tetap rentan terhadap beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerjanya, dengan perubahan beban dan beban lebih menjadi salah satu penyebab utama. Beban lebih dapat terjadi akibat kelebihan beban pada sistem, kurangnya pemeliharaan, atau kondisi area yang kurang ideal. Dampak dari beban lebih ini dapat menyebabkan penurunan efisiensi dan torsi pada motor induksi 3 fasa, berpotensi merugikan kinerja keseluruhan sistem. Penelitian ini fokus pada penggunaan beban pengereman sebagai bentuk uji beban. Metode yang diterapkan melibatkan pengukuran dan perhitungan, yang secara otomatis melakukan perhitungan dan menampilkan output seperti slip, daya input, torsi induksi, daya output, dan efisiensi. Berdasarkan hasil penelitian ini di variasi beban yang diberikan mempengaruhi nilai torsi pada motor yaitu peningkatan torsi motor saat beban dinaikkan secara berkala saat beban pada posisi 75% 0.857 Nm, 100% 0,947 Nm dan 125% sebesar 0,936Nm. Nilai slip motor masing-masing pada beban 75%,100% dan 125% 9,3%,10,8% dan 12% . Sedangkan nilai daya input atau daya masuk motor pada 75% 530,6 Watt pada 100% 587,54 Watt, dan pada beben 125% 623,57 Watt. sedangkan nilai efisiensi pada motor posisi 75% nilai efisiensinya 23,23% pada 100% sebesar 22,77 dan pada beban lebih 125% sebesar 20,85%. Dari data yang telah di teliti dapat di lihat bahwa nilai daya masuk kan terus meningkat berdasarkan nilai beban yang dinaikkan,dan nilai slip pada motor semakin besar dan efisiensi terbaik pada motor yang di teliti terdapat pada saat motor bekerja pada beban 75%.
.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kemajuan industri di negara kita mengalami perkembangan yang pesat, baik pada
perindutrian besar maupun perindustrian yang kecil. Sejalan dengan perkembangan
tersebut kebutuhan akan peralatan produksi yang tepat sangat diperlukan agar dapat
meningkatkan efisiensi waktu dan biaya. Sebagian besar dari peralatan industri
menggunakan tenaga listrik sebagai penggerak utama, salah satunya motor listrik.
Motor induksi tiga fasa banyak digunakan di bidang industri karena harganya relatif
murah untuk bidang industri dan mempunyai kehandalan yang tinggi. Namun motor
induksi tiga fasa memiliki kelemahan salah satunya adalah kecepatannya menurun
seiring dengan pertambahan beban, sehingga tidak dapat mempertahankan
kecepatannya secara konstan bila terjadi perubahan beban. Oleh karena itu untuk
mendapatkan kecepatan yang konstan dan performa sistem yang lebih baik terhadap
perubahan beban dibutuhkan suatu pengontrol. Untuk mengatasi masalah tersebut
Sliding Mode Control (SMC) dapat mengatasi permasalahan perubahan parameter
dari motor induksi akibat pembebanan. Field Oriented Control (FOC) dengan sistem
ini arus penguatan dan arus beban motor dapat dikontrol secara terpisah, dengan
demikian fluks dan torsi juga dapat diatur secara terpisah. Berdasarkan kedua metode
tersebut sebagai pengatur kecepatan motor induksi tiga fasa mendapatkan hasil
respon yang baik dengan mencapai steady state lebih cepat dari kecepatan referensi
1500 rpm, rise time 0,1480s, dan settling time 0,1900s dan ketika diberikan beban
sebesar 50 N.m respon saat menggunakan SMC lebih mendekati dengan kecepatan
referensi demgan error steady state 3,37%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Motor induksi tiga fasa merupakan salah satu mesin listrik yang banyak digunakan di berbagai bidang industri. Motor induksi tiga fasa yang digunakan memiliki arus lonjakan yang besarnya lima hingga tujuh kali lipat dari arus nominalnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan pengasutan motor induksi tiga fasa yang tepat. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam pengoperasian motor induksi tiga fasa adalah Variable Speed Drive (VSD). Penelitian ini menghasilkan sistem pengasutan motor induksi menggunakan VSD yang dapat meminimalisir arus lonjakan pada motor induksi 3 fasa dengan melakukan pengujian variasi frekuensi dan variasi duty cycle. Pada pengujian variasi frekuensi dengan mengatur nilai frekuensi dari 25 sampai 75 Hz dengan tegangan output 220 dari VSD, diketahui bahwa arus yang terukur mengalami penurunan sebesar 0,74 A sedangkan pada pengujian variasi duty cycle dengan mengatur nilai duty cycle dari 10 sampai 100 % dengan frekuensi 50 Hz. Didapatkan bahwa arus yang terukur mengalami kenaikan sebesar 1,136 A.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dunia industri mengalami kemajuan yang sangat pesat, seperti pada perindustrian besar maupun kecil. Sejalan dengan kemajuan tersebut maka kebutuhan peralatan produksi yang tepar sangat diperlukan sehingga dapat meningkatkan efedensi waktu dan biaya. Pada peralatan industri sebagian besar menggunakan motor induksi sebagai penggerak Namun, pada saat skarting motor induksi menghasilkan anus yang tinggi mencapai 5 sampai 7 kali dari anus nominal, sehingga dapat mengakibatkan drop tegangan yang dapat mengganggu peralatan lain yang terhubung pada saluran yang satha Untuk mengatasi masalah tersebut ada beberapa metode sturing motor yang dapat meningkatkan kinerja dari motor induksi. Penelitian ini merancang suatu sistem kendali arus starting motor induksi menggunakan kontrol PID berbasis Internally Triggered TRIAC. Kontrol PID berbasis mikrokontroler akan memerintahkan Internally Triggered TRIAC untuk memicu tegangan sehingga mengakibatkan arus turun mencapai nilai dari arus nominalnya. Penelitian ini menghasilkan parameter Kp-3, Ki-0.1 dan Kd 0.02 dan mencapai setpoint pada anus nominalnya yakni sebesar 03 A.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Dalam dunia pertambangan motor listrik tentu tidak asing lagi dapat ditemukan guna untuk mempermudah proses produksi batu bara, motor listrik dapat ditemukan di bagian Primary Crusher. Primary Crusher adalah alat penggiling batu bara untuk memberikan ukuran standar. di PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara terdapat dua motor listrik yang berfungsi untuk menggerakkan Primary Crusher tersebut. Dalam penelitian kali ini tahap yang dilakukan yaitu studi literatur lalu kemudian melakukan pengambilan data yang meliputi (tegangan, arus, kecepatan) yang diambil ketika tanpa beban dan ada beban. Kemudian data tersebut dimasukkan kedalam perhitungan daya input, torsi, daya output dan efisiensi lalu hasil tersebut dianalisa dalam bentuk grafik yang menampilkan perbandingan motor induksi 1 dan motor induksi 2, hasil dari penelitian ini antara lain yaitu Daya input yang diperoleh ketika motor induksi tanpa beban yaitu, Motor 1: 23274 watt, Motor 2: 22716 watt. Dan ketika ada beban yaitu, Motor 1 : 59043 watt, Motor 2 : 50542 watt. Torsi yang diperoleh dari hasil perhitungan ketika tanpa beban yaitu Motor 1 : 148.44 Nm, Motor 2 : 146.66 Nm. Dan ketika ada beban yaitu, motor 1 : 379.62 Nm, Motor 2 : 328.06 Nm. Daya output yang diperoleh berdasarkan perhitungan ketika tanpa beban yaitu Motor 1 : 23274 watt, Motor 2 : 22716 watt. Dan ketika ada beban Motor 1 : 59044 watt, Motor 2 : 50543 watt. Efisiensi yang diperoleh berdasarkan perhitungan ketika tanpa beban yaitu Motor 1 : 100%%, Motor 2 : 100% . dan ketika ada beban yaitu Motor 1 : 99.9% dan Motor 2 : 100%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
.Motor induksi satu fasa merupakan suatu alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik secara induksi dengan bantuan listrik satu fasa. Motor induksi satu fasa banyak sekali dimanfaatkan sebagai alat penggerak pada peralatan rumah tangga atau industri kecil menegah dikarenakan motor ini memerlukan daya rendah namun memiliki kecepatan yang relatif konstan. Salah satu pemanfaatan motor induksi adalah sebagai penggerak utama pada mesin pemipil jagung yang menjadi objek dalam penelitian ini. Tujuannya adalah untuk mengetahui nilai efisiensi dan pengaruh jumlah bobot terhadap efisiensi motor induksi satu fasa sebagai alat penggerak utama mesin pemipil jagung. Proses pengujian pada penelitian ini menggunakan tiga variasi beban yaitu dari 1 kg, 1,5 kg, dan 2 kg. Hasilnya secara berturut-turut yakni 261,096 watt, 267,168 watt, dan 271,216 watt. Ketiganya memiliki nilai dengan efisiensi yang sama yakni 64%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Penggunaan motor induksi 3 fasa sebagai pengerak listrik sangat populer dikarenakan harga yang lebih murah, kontruksi kokoh dan bebas perawatan, akan tetapi memiliki karakteristik tidak linear sehingga susah dalam pengaturanya. Pada tugas akhir ini digunakan metode Field Oriented Control (FOC) dimana FOC adalah sutu metode pengaturan medan pada motor induksi dari sistem coupled ubah menjadi menjadi sistem decoupled. Hasil pengujian menunjukkan bahwa besar nilai arus medan medan (iqs) yang diberikan pada sistem FOC berpengaruh terhadap torsi dan putaran rotor. semakin besar nilai arus medan (iqs) maka nilai torsi semakin mengecil sehingga kecepatan rotor pada motor semakin meningkat. Dimana pada kondisi beban 5 dan iqs 1 A didapatkan nilai torsi sebesar 14.05 Nm sedangkan pada kondisi beban 5 dan iqs 5 A didapatkan nilai torsi sebesar 13.63 Nm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Motor Induksi sudah menjadi salah satu alat yang sangat dibutuhkan bagi pihak perusahaan tentunya di dalam dunia Perindustrian yang kegunaannya di manfaatkan sebagai alat penggerak. Pada PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara pemakaian motor induksi di aplikasikan pada conveyor BC-01 dan BC-03 kondisi dimana ketika tambang sedang beroperasi memaksa motor terus menggerakkan conveyor untuk memindahkan batu bara ke tempat yang telah di sediakan bisa sampai 24 jam penuh, dengan begitu perlunya menganalisa pemakaian daya dan tingkat efisiensi motor pada conveyor BC-01 dan BC-03, karena apabila terdapat kerusakan maka proses produksi akan terhambat. Efisiensi motor didapatkan dengan menghitung terlebih dahulu nilai daya input dan daya output, data primer didapatkan dengan pengukuran langsung ke lapangan diarahkan oleh karyawan elektrik perusahaan dengan memvariasikan kondisi beban batu bara pada conveyor 0%, 50% dan 100% dan diperoleh hasil perhitungan daya input dan daya output dari motor BC-01 dan BC-03 yang nilainya tidak jauh berbeda sehingga efisiensi motor penggerak conveyor BC-01 dan BC-03 berkisar antara 99% sampai 100%. Dengan demikian penggunaan motor induksi sebagai penggerak conveyor BC-01 dan BC-03 di PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara masih sangat baik. Efisiensi motor induksi diperoleh dari nilai daya input dan daya output dengan begitu kondisi dimana efisiensi dinyatakan baik jika nilai daya input mendekati nila daya output.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Motor induksi tiga fasa merupakan peralatan penggerak yang paling banyak digunakan dalam dunia industri karena mempunyai konstruksi yang kuat dan sederhana, salah satu kelemahan motor induksi tiga fasa adalah tidak dapat menpertahankan kecepatan jika terjadi perubahan beban sehingga dibutuhkan suatu pengontrol, sehingga perancang tugas akhir ini bertujuan untuk mengatur kecepatan motor jika diberi beban dan tidak berbeban dengan mengunakan metode PID-NN. Adapun training data yang digunakan diperoleh dari PID kemudian data tersebut di jadikan input dan targer pada metode PID-NN. PID-NN bekerja dengan baik berdasarkan respon yang di hasilkan dilihat dari erro steady state sebesar 0,06% sedangkan respon error steady state PID dan NN 0,2% dan untuk percobaan PID-NN yang diberi beban didapatkan hasil respon error steady state sebesar 2,53% yang lebih baik dari percobaan PID dan NN terbukti dari respon error steady state sebesar 5,2%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Motor induksi tiga fasa merupakan motor yang bekerja berdasarkan prinsip kerja mengubah energy listrik menjadi energy mekanik. Motor induksi tiga fasa tidak asing dan banyak dijumpai pada dunia industry kecil,menengah, maupun besar. dalam dunia industry motor induksi tiga fasa digunakan se-bagai penggerak. Dalam proses ingin menjalankan motor induksi tiga fasa dibutuhakan suatu metode untuk menjalankan motor induksi tiga fasa, hal ini dikarenakan motor induksi tiga fasa memiliki lonjakan arus yang sangat tinggi yakni 5-7 kali dari arus nominalnya. Secara umum metode tiga fasa yang bisaa digunakan yakni metode Direct On Line, Wye-Delta, dan Auto-transformator dari ketiga metode ini mempunyai karakteristik yang berbeda, sehingga perlu terlebih dahulu mempelajarinya agar tidak terjadi kesalahan ssat pememilihan metode digunakan untuk spesifikasi motor yang digunakan , apabila terjadi kesalahan pemilihan metode dampaknya cukup besar yakni motor induksi tiga fasa dapat terbakar, dan peralatan motor induksi tiga fasa terganggu. Maka dari itu peneliti hendak melakukan penelitian mengenai studi “ ANALISIS MOTOR INDUKSI TIGA FASA DENGAN ROTOR SANGKAR TUPAI”. Dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mempelajari studi litelatur, mengumpulkan data-data yang di inginkan, mengelolah data serta menganalisa dan membandikan dari ketiga metode yang digunakan”