ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Semut hitam (Dolichoderus thoracicus) merupakan salah satu predator alami yang berpotensi mendukung pengendalian hayati hama utama pada tanaman kakao. Keberadaan dan aktivitas semut ini diduga dipengaruhi oleh karakteristik morfologi tanaman kakao, terutama struktur tajuk dan ketersediaan organ generatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas semut hitam pada bagian tanaman kakao serta menganalisis korelasi antara karakteristik morfologi tanaman kakao (Theobroma cacao L.) dengan tingkat kolonisasi semut hitam. Penelitian dilaksanakan di perkebunan kakao Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, pada September 2023 hingga Maret 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan dengan metode purposive sampling. Parameter yang diamati meliputi tinggi pohon, lebar tajuk, jumlah cabang, jumlah bunga, jumlah buah produktif, jumlah buah tidak produktif, serta aktivitas semut pada batang, daun, bunga, dan buah. Data dianalisis menggunakan korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas semut hitam tertinggi ditemukan pada bagian buah dan batang, terutama di lokasi P1 dengan rata-rata aktivitas pada buah sebesar 7,45 dan batang sebesar 4,33, serta lokasi P9 dengan aktivitas pada batang sebesar 3,92 dan buah sebesar 2,24. Aktivitas pada daun dan bunga tergolong sangat rendah, sedangkan pada beberapa lokasi tidak ditemukan aktivitas semut. Hasil korelasi menunjukkan bahwa aktivitas semut berhubungan positif signifikan dengan tinggi pohon, lebar tajuk, jumlah cabang, bunga, buah produktif, dan buah tidak produktif pada lokasi tertentu. Dengan demikian, karakteristik morfologi dan fase generatif tanaman kakao berperan dalam mendukung kolonisasi dan aktivitas D. thoracicus pada perkebunan kakao.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pengaruh perbedaan inflasi, suku bunga, pertumbuhan ekonomi, dan cadangan devisa terhadap volatilitas nilai tukar Rupiah dan Ringgit terhadap Dolar Amerika Serikat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data time series triwulanan periode 2015–2024. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda, analisis jalur (path analysis), uji Sobel, dan uji beda rata-rata dengan menggunakan Eviews. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada Indonesia, inflasi X1.1 tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dengan nilai prob. 0,1612 maupun nilai tukar sebesar 0,4740. Suku bunga X2.1 berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa sebesar 0,0006 dan nilai tukar sebesar 0,0000. Pertumbuhan ekonomi X3.1 tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dengan nilai prob. 0,3736 maupun nilai tukar sebasar 0,8897. Sedangkan cadangan devisa berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar sebesar 0,0123. Malaysia, inflasi X1.2 berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dengan nilai prob. 0,0009, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar sebasar 0,0055. Suku bunga X2.2 berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa sebesar 0,0000 dan terhadap nilai tukar sebesar 0,0054. Pertumbuhan ekonomi X3.2 tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dengan nilai prob. 0,4172 maupun terhadap nilai tukar sebesar 0,9748. Sedangkan cadangan devisa tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar dengan nilai prob. sebesar 0,7906. Hasil Uji Sobel menunjukkan cadangan devisa tidak memediasi pengaruh ketiga variabel terhadap nilai tukar di kedua negara. Selanjutnya, hasil uji beda menunjukkan inflasi, suku bunga, dan nilai tukar berbeda signifikan. Sedangkan pertumbuhan ekonomi nilai prob. 0,7692 dan cadangan devisa nilai prob. 0,3100 tidak berbeda signifikan. Secara umum, suku bunga merupakan faktor yang paling konsisten memengaruhi cadangan devisa dan stabilitas nilai tukar di Indonesia maupun Malaysia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Website Repository Universitas Borneo Tarakan (Repository UBT) merupakan sistem yang digunakan untuk mengelola dan menyediakan akses terhadap karya ilmiah sivitas akademika. Mengingat pentingnya informasi yang tersimpan pada sistem tersebut, diperlukan pengujian keamanan untuk mengidentifikasi potensi kerentanan yang berpotensi mengganggu kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keamanan website Repository UBT menggunakan metode NIST SP 800-115, mengklasifikasikan kerentanan berdasarkan OWASP Top 10 Tahun 2025, serta menentukan tingkat risikonya menggunakan OWASP Risk Rating Methodology. Pengujian dilakukan melalui empat tahapan NIST SP 800-115, yaitu planning, discovery, attack, dan reporting. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi lima kerentanan, dengan tiga kerentanan yang memiliki tingkat risiko tertinggi yaitu Potential SQL Injection (False Positive) dengan nilai Overall Risk Severity sebesar 5,93 (High), Reflected Cross-Site Scripting (XSS) sebesar 5,68 (High), dan Git Exposure sebesar 4,31 (Medium). Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan penerapan prepared statement atau parameterized query untuk mengamankan proses interaksi dengan basis data, penerapan output encoding dan Content Security Policy (CSP) untuk mencegah eksekusi skrip berbahaya, serta pembatasan akses terhadap direktori .git melalui konfigurasi web server dan penghapusan repository Git dari lingkungan produksi guna mencegah kebocoran informasi internal aplikasi. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelola Repository UBT dalam meningkatkan keamanan sistem dan meminimalkan potensi eksploitasi kerentanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ABSTRAK PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN MELALUI PENDEKATAN HUKUM ADAT DOLOP MASYARAKAT ADAT DAYAK AGABAG DI SUNGAI TULIN DESA SAMUNAD KABUPATEN NUNUKAN YANCE Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai dan prinsip penyelesaian tindak pidana pembunuhan dalam hukum adat Dolop pada masyarakat Dayak Agabag di Kabupaten Nunukan, serta untuk mengkaji mekanisme penyelesaian tindak pidana pembunuhan melalui pendekatan adat Dolop pada masyarakat hukum adat tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai dan prinsip penyelesaian tindak pidana pembunuhan dalam hukum adat Dolop didasarkan pada keseimbangan, pemulihan, dan harmoni sosial. Penyelesaian lebih menekankan pada pemulihan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat, dibandingkan pada pemberian sanksi semata. Prinsip keadilan restoratif tercermin dalam praktik Dolop, di mana musyawarah, perdamaian, dan pemberian ganti rugi menjadi sarana utama untuk mencapai keharmonisan kembali. Adapun mekanisme penyelesaian tindak pidana pembunuhan melalui adat Dolop dilakukan melalui beberapa tahapan, yakni: (1) proses mediasi oleh tokoh adat untuk mempertemukan pihak-pihak yang bersengketa, (2) musyawarah yang dihadiri keluarga pelaku, keluarga korban, serta lembaga adat, (3) penentuan bentuk sanksi adat berupa pembayaran atau pemberian ganti rugi sesuai kesepakatan, dan (4) pengesahan putusan adat sebagai bentuk penyelesaian yang mengikat secara moral dan sosial. Mekanisme ini menunjukkan adanya efektivitas hukum adat Dolop dalam menjaga ketertiban masyarakat sekaligus memperkuat identitas kultural masyarakat Dayak Agabag. Berdasarkan temuan penelitian, rekomendasi yang diajukan adalah agar praktik hukum adat Dolop dapat diintegrasikan dengan sistem hukum nasional melalui pengakuan formal yang lebih kuat, sehingga nilai-nilai keadilan restoratif khas masyarakat adat tetap terlindungi. Selain itu, perlu adanya dukungan pemerintah daerah dan lembaga terkait dalam memberikan ruang yang proporsional bagi lembaga adat untuk menyelesaikan perkara pidana tertentu tanpa mengabaikan prinsip-prinsip hukum nasional dan hak asasi manusia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Adolescents are a group of individuals in a phase of growth and development that requires optimal nutritional intake, including vegetable consumption. However, data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) indicates that in North Kalimantan Province, 66.5% of the population aged 5 years and older consume vegetables and fruits only 1-2 times per week, and 11.2% do not. This study aims to analyse adolescents' vegetable consumption behaviour among students at State High School 2 Tarakan using the Theory of Planned Behaviour (TPB) approach. Researcher used multiple linear regression analysis. A sample of 100 students was selected through purposive sampling. The results showed that water spinach, spinach, and Chinese cabbage are the most commonly consumed vegetables. Most respondents consume vegetables once a day. The main reason students consume vegetables is their benefits, with the most common place of purchase being vegetable stores. Regression analysis indicates that attitudes and perceived behavioural control significantly influence vegetable consumption behaviour, while subjective norms did not significantly influence it.
Remaja merupakan kelompok usia yang berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang membutuhkan asupan gizi optimal, salah satunya dari konsumsi sayuran. Namun, data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan bahwa di Provinsi Kalimantan Utara, sebanyak 66,5% penduduk usia 5 tahun ke atas hanya mengonsumsi sayur dan buah 1-2 kali seminggu, dan 11,2% tidak mengonsumsinya sama sekali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumsi remaja terhadap sayuran pada siswa SMA Negeri 2 Tarakan dengan menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Metode yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier berganda. Sampel sebanyak 100 siswa diambil melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis sayuran yang paling banyak dikonsumsi adalah kangkung, bayam, dan sawi. Sebagian besar responden mengonsumsi sayur sekali dalam sehari. Alasan utama siswa mengonsumsi sayuran karena manfaat dengan tempat pembelian sayur terbanyak di toko sayur. Analisis regresi menunjukkan bahwa sikap dan persepsi pengendalian perilaku berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumsi sayuran, sedangkan norma subjektif tidak berpengaruh signifikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UMKM merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia, namun banyak pelaku usaha menghadapi tantangan dalam merencanakan laba secara efektif di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Perencanaan dan pengelolaan biaya yang tepat diperlukan agar UMKM dapat bertahan dan berkembang secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Cost Volume Profit (CVP) sebagai strategi pengoptimalisasi laba pada UMKM Kue Lapis Terap Tarakan. Metode yang digunakan adalah mixed method, yaitu pendekatan kuantitatif yang bersumber dari laporan keuangan tahun 2024, serta pendekatan kualitatif melalui wawancara dan observasi langsung terhadap pelaku usaha. Analisis CVP dilakukan dengan menggunakan empat alat utama, yaitu Margin Kontribusi, Break Even Point (BEP), Margin of Safety (MOS), dan Degree of Operating Leverage (DOL). Selain itu, biaya semi-variabel dipisahkan menggunakan tiga metode: titik tertinggi–terendah, biaya berjaga, dan kuadrat terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total penjualan UMKM selama tahun 2024 adalah sebesar Rp102.400.000 dari 2.048 box produk. Biaya tetap tercatat sebesar Rp20.403.456 dan biaya variabel sebesar Rp54.365.370. Margin kontribusi yang dihasilkan mencapai Rp48.034.630 atau 47%, dengan BEP sebesar 746 box atau Rp43.411.608. Margin of Safety (MOS) sebesar Rp58.988.392 atau 57,7%, laba bersih setelah pajak sebesar Rp27.119.174, dan nilai Degree of Operating Leverage (DOL) sebesar 1,77. Temuan ini menunjukkan bahwa analisis CVP mampu digunakan secara efektif untuk merencanakan volume penjualan minimum, mengelola struktur biaya secara efisien, serta mengukur risiko dan sensitivitas laba terhadap fluktuasi pasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem Informasi Akademik Universitas Borneo Tarakan (SIAKAD UBT) merupakan sarana pengelolaan informasi akademik berbasis website yang digunakan oleh seluruh civitas akademik di Universitas Borneo Tarakan (UBT). SIAKAD UBT sebagai infrastruktur digital bersifat sangat vital karena menyimpan banyak data dan informasi penting sensitif di dalamnya, sehingga keamanan website SIAKAD UBT adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis keamanan melalui pengujian penetrasi (penetration testing) sehingga dapat diketahui kerentanan-kerentanan apa saja yang mungkin terdapat pada website SIAKAD UBT. Pengujian penetrasi dilakukan menggunakan metode Penetration Testing Execution Standard (PTES) agar memiliki prosedur yang sistematis, dan kerentanan yang ditemukan kemudian akan dinilai tingkat keparahannya berdasarkan standar penilaian OWASP Risk Rating Methodology sehingga dapat diketahui status kerentanan yang terdapat pada website SIAKAD UBT berada pada level Low, Medium, High, atau Critical. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kerentanan Insecure Direct Object Reference (IDOR) pada level Critical dengan skor 7.1, kerentanan Broken Access Control pada level Critical dengan skor 7.1, kerentanan Cross-Site Scripting (XSS) pada level High dengan skor 5.7, kerentanan Brute Force Attack pada level Medium dengan skor 4.8, dan kerentanan XML External Entity (XXE) pada level Low dengan skor 1.6, sehingga diperlukan perbaikan sesegera mungkin untuk mengatasi kelima kerentanan yang ditemukan. Adapun rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan dan mitigasi insiden siber dari kerentanan yang ditemukan adalah instalasi web application firewall (WAF) yang dapat melakukan pendeteksian dan pemblokiran trafik anomali seperti serangan injeksi pada URL, data input, serta serangan trafik kepada web server, melakukan perbaikan kode program dan desain sistem, membatasi akses ke direktori dan file tertentu pada web server, juga melakukan pembaruan aplikasi web server yang saat ini digunakan dan semua komponen aplikasi SIAKAD UBT seperti library dan bahasa pemrograman pada sisi back-end.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wujud kebudayaan berdasarkan aspek kompleksitas ide, kompleksitas aktivitas, dan kompleksitas artefak pada suku Toraja dalam sistem kepercayaan Aluk To Dolo melalui buku yang ditulis oleh Dra. Seno Paseru H., M.Si. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca, yaitu peneliti membaca secara keseluruhan dan memahami dari bacaan sebagai bentuk perolehan data melalui buku Aluk To Dolo, selanjutnya teknik simak, yaitu metode dengan memfokuskan perhatian dalam mengamati secara aktif untuk menelaah suatu konsep objek penelitian, dan terakhir menggunakan teknik catat, yaitu peneliti mencatat poin penting untuk memperoleh data dengan mengutip objek penelitian yang menunjukkan aspek wujud kebudayaan agar dapat diklasifikasikan lalu diinterpretasikan, setelah itu disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam sistem kepercayaan Aluk To Dolo pada buku yang ditulis oleh Dra. Seno Paseru H., M.Si. terdapat 8 data wujud kebudayaan berdasarkan aspek kompleksitas ide, wujud kebudayaan ini terbentuk melalui kumpulan ide, gagasan, nilai-nilai, norma dan peraturan yang telah ditetapkan oleh leluhur sebagai pemelukbkepercayaan, 22 data berdasarkan kompleksitas aktivitas sebagai wujud kebudayaan yang didasarkan dengan adanya tindakan berpola dari manusia dalam kelompok masyarakat, dan 7 data kompleksitas artefak sebagai wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil aktivitas, perbuatan, dan karya yang dihasilkan manusia berupa benda-benda atau hal yang dapat diraba.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hukum Adat Dolop merupakan tradisi yang sangat terkenal didalam masyarakat suku Dayak Agabag dalam peradilan hukum. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat suku Dayak Agabag dalam upacara Hukum Adat Dolop. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sementara, teknik analisis dalam penelitian ini berupa keabsahan data berupa wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis tumbuhan yang digunakan dalam upacara Hukum Adat Dolop dan pemanfaatan bagian tumbuhan yang digunakan dalam upacara Hukum Adat Dolop Suku Dayak Agabag. Masyarakat Suku Dayak Agabag di Kapubaten Nunukan Kalimatan Utara menggunakan tumbuhan yang dapat ditemui di lingkungan sekitar. Bagian-bagian tumbuhan yang digunakan dalam upacara Hukum Adat Dolop berupa batang pohon rambutan, batang pohon pisang, kunyit, beras dan tempurung kelapa, sedang bahan tambahan yang digunakan dalam proses upacara Hukum Adat Dolop berupa telur ayam kampung dan kain kuning. Budaya yang sudah ada, akan lebih baik untuk terus dipelihara dan dilestarikan khususnya dalam budaya Upacara Hukum Adat. Masyarakat lebih memahami makna tumbuhan yang digunakan Hukum Dolop, karena pada zaman sekarang banyak generasi yang tidak mengetahui makna tersebut. Bahkan tahapan ritual Dolop generasi sekarang belum mengerti, umtuk itu penulis berharap penelitian selanjutnya lebih mendalam lagi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Didunia industri motor induksi tiga fasa sangat banyak digunakan dalam bidang penggerak pada peralatan dengan kecepatan yang relatif konstan. Variabel speed drive suatu alat yang digunakan untuk mengatur kecepatan pada motor listrik arus dengan cara mengontrol frekuensi daya listrik yang masuk ke motor sedangkan direct on line adalah salah satu metode starting yang paling umum digunakan pada motor listrik dikarenakan direct on line merupakan cara yang paling sederhana dimana stator langsung dihubungkan dengan sumber tegangan, sehingga tidak perlu lagi mengatur atau menurunkan tegangan pada saat melakukan starting pada motor.
Adapun konsumsi daya pada motor induksi dengan kecepatan konstan lebih besar, hal tersebut dapat menyebabkan pemborosan energi listrik sehingga untuk melihat perbedaan ini dapat kita lihat pada arus variable speed drive pada frekuensi 50 Hz yang lebih rendah yaitu 0,2 A sedangkan direct on line 1,2 A yang berpengaruh pada pada daya starting yang didapatkan adalah 24,882 W pada varable speed drive dan 95,731 W pada direct on line. Hal ini berbeda pada saat motor pada saat running yang mendapatkan nilai arus yang sama yaitu 0,4 A dengan daya yang tidak jauh berbeda adalah 31,409 W pada variable speed drive dan pada direct on line 31,910 W, dengan penelitian yang didapatkan sebelumnya maka terdapat perbedaan penggunaan energi pada saat starting motor induksi tiga fasa dalam 1 menit yaitu 24,882 Watt-menit pada variable speed drive dan direct on line 95,731 Watt-menit, sedangkan pada saat running terdapat konsumsi energi yang tidak jauh berbeda dimana pada variable speed drive 1.853,131 Watt-menit dan direct on line 1.882,69 Watt-menit. Sehingga mendaptkan total energi Listrik pada variable speed drive 1.818,013 Watt-menit atau 31,3002167 Wh dan pada direct on line 1.914,6 Watt-menit atau 31,91 Wh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca pemahaman yang ada pada siswa kelas 5B SDN 043 Tarakan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis hasil tes. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswa kelas 5B SDN 043 Tarakan yang memiliki tingkat kesulitan membaca pemahaman yang bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa-siswa memiliki kesulitan yang berbeda dalam memahami teks yang mereka baca, seperti kesulitan dalam memahami kosakata, menarik. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pendekatan pembelajaran yang beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan serta tingkat kesulitan membaca pemahaman masing-masing siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Dodol merupakan suatu olahan pangan yang lazimnya terbuat dari campuran tepung beras ketan putih, gula kelapa dan santan kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas pada dodol labu kuning, kandungan gizi karbohidrat, protein dan vitamin A dan tingkat kesukaan panelis terhadap dodol pasta labu kuning dan ampas tahu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan di ulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 25 unit satuan percobaan. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif yaitu kadar protein, kadar karbohidrat dan vitamin A, sedangkan data kualitatif meliputi hasil organoleptik terhadap rasa, aroma, tekstur dan warna berdasarkan tingkat kesukaan 20 penelis terhadap dodol yang dihasilkan. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan bahwa kadar karbohidrat memiliki nilai tertinggi adalah L4 sebesar 69.87, kadar karbohidrat L4 sebesar 4,258 dan vitamin A memiliki nilai tertinggi yaitu 3,680. Sedangkan dodol dengan hasil uji organoleptik pada aspek warna 3,15 dengan kriteria coklat kekuningan, tekstur 3,15 dengan kriteria cukup Kalis, aroma 3,46 nyata beraroma labu kuning dan yang disukai panelis pada aspek rasa adalah perlakuan L3 dengan nilai 3, 46 dengan kriteria manis namun kurang disukai pada panelis pada perlakuan L0, L1, L2, dan L4.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna tradisi Upacara Hukum Dolop Suku Dayak Agabag sehingga memberikan informasi dan memperkenalkan kebudayaan Suku Dayak Agabag kepada masyarakat luas serta sebagai bentuk pelestarian budaya kepada generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Fungsi peradilan adat dolop adalah memperoleh kebenaran perkara adat dari hubungan masyarakat adat Dayak Agabag dengan Maangun (Tuhan), leluhur nenek moyang Dayak Agabag dan segala isi alam adat Dayak Agabag untuk menjaga keseimbangan, kebijaksanaan, kedamaian, dan kekeluargaan oleh keturunan masyarakat adat Dayak Agabag. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah observasi, pengamatan, wawancara, dan mencatat. Hasil data menunjukkan dari 3 (tiga) kelompok folklor terdapat sebanyak 15 data, sebagai berikut : Folklor lisan yaitu: a. Rapat (Balapot), b. Mantra (Uwok). Folklor sebagian lisan yaitu: a. Bernafas di dalam air (Anyikab da nalom timug), b. Air jernih (Timug Anyiou), c. Menjamu (Anyaliwan). Sedangkan folklor bukan lisan yaitu: a. Tiang (Ujok), b. Batang Pisang (Batang nu punti), c. Beras Kuning (Bagas Sinilou), d. Kain Kuning (Ken Asilou), e. Telur Ayam Kampung (Tlau Nu Manuk)), f. Pakaian Adat (Babadu Putul)), f. Denda (Tak), g. Saksi (Ulun Anyaksi), h. Surat Kesepakatan (Sulat Kasapakatan), i. Mangkok Tempurung Kelapa (Tampulung Piasau).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
PENYELESAIAN KASUS PERSELINGKUHAN MELALUI HUKUM ADAT (DOLOP) SUKU DAYAK AGABAG DESA APAS KECAMATAN SEBUKU KABUPATEN NUNUKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelesaian kasus perselingkuhan melalui hukum adat (Dolop) Suku Dayak Agabag Desa Apas Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan.Penelitian ini adalah penelitian empiris. Penelitian dilakukan di Desa Apas Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan. Subjek penelitia empat orang yaitu Ketua Adat besar Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan, Wakil Ketua Adat. Sekretaris Ketua Adat, Kepala Desa Apas. Pengumpulan data yang digunakan adalah analisis data empiris dengan redukasi data, penyajian data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian kasus perselingkuhan melalui hukum adat (Dolop) Suku Dayak Agabag Desa Apas Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan adalah sala satu penyelesaian masala jika terjadinya kebuntuhan adat dalam mengadili atau memutuskan siapa yang benar dan salah diantara kedua pihak. Pelaksanaan dolop berbentuk ritual yaitu kedua pihak yang bermasalah akan disuruh menyelam dalam air dengan mengundang Tuhan untuk memanggil nenek moyang serta roh-roh halus untuk menadili agar mengeluarkan pihak yang salah dari air atau sungai, sedangkan pihak yang benar akan mampu bertahan dalam air. Pengadilan Adat ini masih dipakai untuk penyelesaian masalah sosial dimasyarakat Dayak Agabag yang tinggal tersebar di Kecamatan Sebuku, Sembakung, Lumbis, Pengadilan Adat dilaksanakan untuk menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah antara dua orang yang berselisih atau bermasalah, untuk melaksanakan pengadilan Adat Harus zeizin Kepala Adat karena saat bersamaan digelarnya Ritual Badolop disungai.Menyelesaikan kasus perselingkuhan dengan menggunakan Hukum Adat Dolop.Hukum Adat Dolop pada masyarakat Suku Dayak Agabag Desa Apas Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara sebagian besar di pegang teguh oleh masyarakat yang berusia lanjut, Hukum Adat Dolop bersifat Sakral, bersifat tradisional, bersifat lisan, bersifat sakti, magis dan kebanyakan yang menjadi Toko Adat tidak menempuh pendidikan umum, penyelesaian kasus perselingkuhan melalui hukum adat dollop pada masyarakat Suku Dayak Agabag sangat dipegang teguh oleh semua masyarakat Suku Dayak Agabag Desa Apas Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan. Kata Kunci: Perselingkuhan, Adat (Dolop), Dayak Agabag.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan paku di hutan perbatasan desa Liang Tuer Kecamatan Krayan, cara pengolahan tumbuhan paku di desa Liang Tuer serta untuk mengetahui kelayakan media booklet berdasarkan validasi ahli dan uji lapangan. Jenis penelitian adalah Research and development atau penelitian dan pengembangan dengan pendekatan mixed method. Prosedur penelitian dan pengembangan mengikuti prosedur penelitian dan pengembangan Borg & Gall (1983). Model ini terdiri atas 10 akan tetapi dalam penelitian ini hanya sampai pada tahapan yang ke 7. Hasil penelitian ditemukan 17 spesies tumbuhan paku yang terbagi dalam 8 famili. 8 famili yang ditemukan dimanfaatkan oleh masyarakat desa Liang Tuer sebagai tanaman hias, tumbuhan obat, kerajinan tangan dan sayur mayur. Hasil dari penelitian ini dikembangkan ke dalam media booklet sebagai media penyampaian informasi bagi masyarakat. Media booklet akan dilakukan validasi ahli yaitu ahli media dan materi sebelum di uji cobakan pada masyarakat. Berdasarkan hasil validasi ahli di peroleh persentase kelayakan booklet adalah 82% dengan katagori layak untuk diuji coba sedangkan berdasarkan uji lapangan awal dan uji lapangan utama booklet yang telah di kembangkan masuk dalam katagori sangat layak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui neraca pembayaran Indonesia terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar US tahun 2005-2019, untuk mengetahui neraca pembayaran Malaysia terhadap nilai tukar ringgit terhadap dollar US tahun 2005-2019. Data yang digunakan adalah data sekunder, dengan melihat neraca pembayaran Indonesia dan Malaysia. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil analisis data Indonesia yang di lakukan bahwa uji hipotesis (uji t) menunjukkan neraca perdagangan Indonesia tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar US. Neraca arus modal Indonesia berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar US. Neraca upah Indonesia tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar US. Secara simultan terdapat pengaruh antara neraca perdagangan Indonesia, neraca arus modal Indonesia dan neraca upah Indonesia terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar US. Hasil analisis data Malaysia yang di lakukan bahwa uji hipotesis (uji t) menunjukkan neraca perdagangan Malaysia berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar ringgit terhadap dollar US. Neraca arus modal Malaysia berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar ringgit terhadap dollar US. Neraca upah Malaysia tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar ringgit terhadap dollar US. Secara simultan terdapat pengaruh antara neraca perdagangan Malaysia, neraca arus modal Malaysia dan neraca upah Malaysia terhadap nilai tukar ringgit terhadap dollar US.