Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Dayak Agabag
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Prosesi ritual adat kematian suku Dayak Agabag di Desa Kalampising Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan ( Kajian Folklor)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

WISLIANTO, 2026* Prosesi ritual adat kematian suku Dayak Agabag di Desa Kalampising Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan (Kajian Folklor). (Dibimbing oleh Muhammad Ilham, S.S.,M.Pd dan Rita Kumala Sari, S.Pd.,M.Pd) Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses ritual kematian tradisional masyarakat Dayak Agabag di Desa Kalampising, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, serta menjelaskan makna dan fungsi ritual tersebut berdasarkan analisis folklor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual pemakaman tradisional masyarakat Dayak Agabag masih dilestarikan dan diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat setempat. Dalam kajian folklor, ritual ini mencakup tiga bentuk folklor: folklor lisan, folklor sebagian lisan, dan folklor bukan lisan. Folklor lisan disampaikan melalui doa, cerita, dan nasihat adat. Unsur folklor sebagian lisan terlihat dalam ritual seperti Antingug Da Agung, Angaju Da Bangkai, Upacara Adat/Lumulu, serta Ampid atau Amakan. Sementara itu, folklor bukan lisan tercermin melalui penggunaan gong, lungun, bangkalan, dan peralatan tradisional lainnya. Ritual kematian ini bermakna sebagai wujud penghormatan kepada mendiang dan leluhur, serta mengandung nilai-nilai seperti gotong royong, saling membantu, dan dukungan terhadap komunitas. Selain itu, ritual ini berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya, pewarisan nilai-nilai adat kepada generasi muda, penguatan identitas masyarakat Dayak Agabag, serta pemeliharaan tatanan sosial dalam kehidupan mereka.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI JENIS TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK UPACARA HUKUM DOLOP SUKU DAYAK AGABAG KABUPATEN NUNUKAN KALIMANTAN UTARA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hukum Adat Dolop merupakan tradisi yang sangat terkenal didalam masyarakat suku Dayak Agabag dalam peradilan hukum. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat suku Dayak Agabag dalam upacara Hukum Adat Dolop. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sementara, teknik analisis dalam penelitian ini berupa keabsahan data berupa wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis tumbuhan yang digunakan dalam upacara Hukum Adat Dolop dan pemanfaatan bagian tumbuhan yang digunakan dalam upacara Hukum Adat Dolop Suku Dayak Agabag. Masyarakat Suku Dayak Agabag di Kapubaten Nunukan Kalimatan Utara menggunakan tumbuhan yang dapat ditemui di lingkungan sekitar. Bagian-bagian tumbuhan yang digunakan dalam upacara Hukum Adat Dolop berupa batang pohon rambutan, batang pohon pisang, kunyit, beras dan tempurung kelapa, sedang bahan tambahan yang digunakan dalam proses upacara Hukum Adat Dolop berupa telur ayam kampung dan kain kuning. Budaya yang sudah ada, akan lebih baik untuk terus dipelihara dan dilestarikan khususnya dalam budaya Upacara Hukum Adat. Masyarakat lebih memahami makna tumbuhan yang digunakan Hukum Dolop, karena pada zaman sekarang banyak generasi yang tidak mengetahui makna tersebut. Bahkan tahapan ritual Dolop generasi sekarang belum mengerti, umtuk itu penulis berharap penelitian selanjutnya lebih mendalam lagi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOMATEMATIKA PADA KEBUDAYAAN DAYAK AGABAG

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ETNOMATEMATIKA PADA KEBUDAYAAN DAYAK AGABAG Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep, prinsip, dan prosedur matematika yang terkandung dalam budaya Dayak Agabag dan mengetahui persepsi siswa SMKN 1 Tulin Onsoi terhadap penerapan etnomatematika ini dalam pembelajaran matematika. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian melibatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi. Setelah dilakukan pengumpulan data, kemudian dilakukan analisis data dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melibatkan pengamatan yang diperpanjang, meningkatkan ketekunan dalam penelitian, melakukan triangulasi, berdiskusi dengan rekan kerja, menganalisis kasus negatif, melakukan member check, dan menarik kesimpulan. Dari hasil analisis data, temuan pertama mengenai etnomatematika dalam kebudayaan anyaman Dayak Agabag adalah 1) Tikar dengan motif bintang timur terdapat bentuk bangun datar yaitu layang-layang, persegi dan tranformasi geometri yaitu refleksi; 2) Tikar dengan motif sinumandak terdapat bentuk bangun datar yaitu sudut lancip, lingkaran, layang-layang, jajargenjang dan sudut bertolak belakang; 3) Pisakan jalun terdapat bentuk bangun datar yaitu persegi panjang; 4) Kalawang terdapat bentuk bangun datar yaitu segitiga sama kaki, trapesium siku-siku, dan segitiga siku-siku; 5) Budui dngan motif busak terdapat bentuk bangun datar yaitu belah ketupat, dan persegi; 6) Tikar dengan motif binangkawot pada tikar terdapat tranformasi geometri yaitu translasi. 7) Kadabang dengan bentuk bangun ruang kerucut. Temuan kedua yaitu siswa SMK Negeri 1 Tulin Onsoi menyatakan bahwa siswa dapat memahami dan mengerti materi matematika yang berkaitan dengan budaya yang ada di lingkungan siswa ketika dihubungkan dengan Etnomatematika yang terdapat pada kebudayaan Dayak Agabag jika dijadikan konteks dalam pembelajaran matematika. Kata Kunci : Etnomatematika, Siswa SMK, Kebudayaan Dayak Agabag

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPACARA HUKUM ADAT DOLOP SUKU DAYAK AGABAG DI DESA TANJUNG HILIR KECAMATAN LUMBIS KABUPATEN NUNUKAN (KAJIAN FOLKLOR)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna tradisi Upacara Hukum Dolop Suku Dayak Agabag sehingga memberikan informasi dan memperkenalkan kebudayaan Suku Dayak Agabag kepada masyarakat luas serta sebagai bentuk pelestarian budaya kepada generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Fungsi peradilan adat dolop adalah memperoleh kebenaran perkara adat dari hubungan masyarakat adat Dayak Agabag dengan Maangun (Tuhan), leluhur nenek moyang Dayak Agabag dan segala isi alam adat Dayak Agabag untuk menjaga keseimbangan, kebijaksanaan, kedamaian, dan kekeluargaan oleh keturunan masyarakat adat Dayak Agabag. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah observasi, pengamatan, wawancara, dan mencatat. Hasil data menunjukkan dari 3 (tiga) kelompok folklor terdapat sebanyak 15 data, sebagai berikut : Folklor lisan yaitu: a. Rapat (Balapot), b. Mantra (Uwok). Folklor sebagian lisan yaitu: a. Bernafas di dalam air (Anyikab da nalom timug), b. Air jernih (Timug Anyiou), c. Menjamu (Anyaliwan). Sedangkan folklor bukan lisan yaitu: a. Tiang (Ujok), b. Batang Pisang (Batang nu punti), c. Beras Kuning (Bagas Sinilou), d. Kain Kuning (Ken Asilou), e. Telur Ayam Kampung (Tlau Nu Manuk)), f. Pakaian Adat (Babadu Putul)), f. Denda (Tak), g. Saksi (Ulun Anyaksi), h. Surat Kesepakatan (Sulat Kasapakatan), i. Mangkok Tempurung Kelapa (Tampulung Piasau).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA UPACARA HUKUM ADAT ANTUGI SUKU DAYAK AGABAG DI DESA PAGAR KECAMATAN SEMBAKUNG KABUPATEN NUNUKAN ( KAJIAN FOLKLOR)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan kebudayaan suku Dayak Agabag, agar diketahui oleh masyarakat lain bukan hanya suku Dayak Agabag itu sendiri yang mengetahui serta untuk mengetahui makna tradisi kebudayaan suku Dayak Agabag yang terdapat pada upacara hukum adat Antugi yang akan dilaksanakan di Desa Pagar Kecamatan Sembakung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan Antugi adalah dengan cara memasukkan tangan ke dalam air yang mendidih. Folklor Lisan : Mantra (Uwok). Folklor Sebagian Lisan: Upacara Rakyat (Antugi), Memberi Makan roh leluhur (Anyambah). Bukan Lisan: Pakaian Adat, Beras Kuning (Bagas Asilow), Kain Kuning (Ken Asilow), Tempurung Kelapa (Tampulung Piasau), Batang Pisang (Batang nu Punti), Kain Merah (Ken Alagang), Kunyit. Kata Kunci : Antugi, Dayak Agabag, Folklor Lisan, Folklor Sebagian Lisan, Foklor Bukan Lisan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Makna simbol Akad Anggulung (Pernikahan) adat suku Dayak Agabag di desa Sedongon Kecamatan lumbis (Kajian Semiotik)

2022•

MAKNA SIMBOL AKAD ANGGULUNG (PERNIKAHAN) ADAT SUKU DAYAK AGABAG DI DESA SEDONGON KECAMATAN LUMBIS (KAJIAN SEMIOTIK) ABSTRAK DAMUS, 2023, Makna simbol akad Anggulung (pernikahan) adat suku Dayak Agabag di Desa Sedongon Kecamatan Lumbis (Kajian semiotik). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan, Dosen pembimbing Utama Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S., M.A Pembimbing anggota Muhammad Ilham, S.S., M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Makna Simbol Akad Anggulung (Pernikahan) Adat Suku Dayak Agabag di Desa Sedongon Kecamatan Lumbis (Kajian Semiotik). Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah makna dari simbol pernikahan Adat Agabag yang bersumber dari informan/narasumber. Sedangkan sumber data adalah pernikahan Adat Suku Agabag di Desa Sedongon Kecamatan Lumbis. Teknik pengumpulan data di antaranya yaitu teknik pengamatan, wawancara, teknik rekam, teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap analisis, yaitu koleksi data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data. Dengan 39 data yang ditemukan dan dianalisis Benda-benda, makanan dan tindakan tersebut pastinya memiliki makna pada setiap simbol. Setelah data disajikan peneliti kemudian melakukan analisis terhadap tiap- tiap data menggunaka teori Charles Sanders pierce segitiga makna. Kata Kunci: Simbol, Anggulung, Dayak Agabag, Semiotik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penyelesaian kasus perselingkuhan melalui hukum adat dolop suku Dayak agabag desa apas kecamatan sebuku kabupaten nunukan

2022•

PENYELESAIAN KASUS PERSELINGKUHAN MELALUI HUKUM ADAT (DOLOP) SUKU DAYAK AGABAG DESA APAS KECAMATAN SEBUKU KABUPATEN NUNUKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelesaian kasus perselingkuhan melalui hukum adat (Dolop) Suku Dayak Agabag Desa Apas Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan.Penelitian ini adalah penelitian empiris. Penelitian dilakukan di Desa Apas Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan. Subjek penelitia empat orang yaitu Ketua Adat besar Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan, Wakil Ketua Adat. Sekretaris Ketua Adat, Kepala Desa Apas. Pengumpulan data yang digunakan adalah analisis data empiris dengan redukasi data, penyajian data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian kasus perselingkuhan melalui hukum adat (Dolop) Suku Dayak Agabag Desa Apas Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan adalah sala satu penyelesaian masala jika terjadinya kebuntuhan adat dalam mengadili atau memutuskan siapa yang benar dan salah diantara kedua pihak. Pelaksanaan dolop berbentuk ritual yaitu kedua pihak yang bermasalah akan disuruh menyelam dalam air dengan mengundang Tuhan untuk memanggil nenek moyang serta roh-roh halus untuk menadili agar mengeluarkan pihak yang salah dari air atau sungai, sedangkan pihak yang benar akan mampu bertahan dalam air. Pengadilan Adat ini masih dipakai untuk penyelesaian masalah sosial dimasyarakat Dayak Agabag yang tinggal tersebar di Kecamatan Sebuku, Sembakung, Lumbis, Pengadilan Adat dilaksanakan untuk menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah antara dua orang yang berselisih atau bermasalah, untuk melaksanakan pengadilan Adat Harus zeizin Kepala Adat karena saat bersamaan digelarnya Ritual Badolop disungai.Menyelesaikan kasus perselingkuhan dengan menggunakan Hukum Adat Dolop.Hukum Adat Dolop pada masyarakat Suku Dayak Agabag Desa Apas Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara sebagian besar di pegang teguh oleh masyarakat yang berusia lanjut, Hukum Adat Dolop bersifat Sakral, bersifat tradisional, bersifat lisan, bersifat sakti, magis dan kebanyakan yang menjadi Toko Adat tidak menempuh pendidikan umum, penyelesaian kasus perselingkuhan melalui hukum adat dollop pada masyarakat Suku Dayak Agabag sangat dipegang teguh oleh semua masyarakat Suku Dayak Agabag Desa Apas Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan. Kata Kunci: Perselingkuhan, Adat (Dolop), Dayak Agabag.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BENTUK KATA SAPAAN DALAM BAHASA DAYAK AGABAG DI DESA TUJUNG KECAMATAN SEMBAKUNG KABUPATEN NUNUKAN (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini dilakukan karena ingin mengembangkan bahasa daerah khususnya kata sapaan bahasa Dayak Agabag. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk kata sapaan hubungan keluarga, kata sapaan menurut jenis kelamin, kata sapaan berdasarkan usia, dan kata sapaan menurut kedudukannya. Metode pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. yaitu penelitian yang berguna untuk mendokumentasikan kata sapaan bahasa Dayak Agabag yang pada saat sekarang masih dipakai oleh masyarakat penuturnya dalam hubungan komunikasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teknik observasi, simak, cakap (catat dan wawancara) dan alat perekam. Teknik analisis data yaitu menerjemahkan sapaan tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan informan. Hasil dari penelitian Bentuk Kata Sapaan Dalam Bahasa Dayak Agabag di Desa Tujung Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan ini yaitu menunjukkan bahwa ada beberapa bentuk kata sapaan menurut (1) hubungan keluarga contohnya anak dengan saudara-saudara dari ayah atau ibu, (2) menurut jenis kelamin berupa kata sapaan untuk laki-laki (Ama) dan untuk perempuan (Ina), (3) menurut usia contohnya Aka (orang yang dianggap lebih tua,/kakak), (4) menurut kedudukannya Ama (bapak) sebagai kepala keluarga, dan Abuk (anak) sebagai anggota keluarga. Fungsi dari sapaan dalam bentuk kata sapaan dalam bahasa Dayak Agabag menurut hubungan keluarga, jenis kelamin, usia, dan kedudukan harus mengikuti pola sapaan di masyarakat Dayak Agabag.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail