Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

24 hasil
Subjek: Simbol
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS MAKNA SIMBOLIK PADA TATO DAYAK KENYAH LEPO' KE DI DESA LONG TEBULO KECAMATAN BAHAU HULU KABUPATEN MALINAU (KAJIAN FOLKLOR)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tradisi tato Dayak Kenyah Lepo’ Ke di Desa Long Tebulo merupakan warisan budaya yang mengandung nilai filosofis, spiritual, dan sosial, tetapi semakin terancam oleh modernisasi, pengaruh agama, dan melemahnya pewarisan budaya sehingga perlu didokumentasikan melalui kajian folklor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kajian folklor melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap dua informan yang dipilih secara purposive dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Temuan penelitian mengidentifikasi lima motif tato tradisional, yaitu Kalung Ilak, Kalung Tebuku, Kalung Besulan, Kalung Kabuk, dan Kalung Se'. Adapun makna yang terkandung didalam jenis-jenis tato yang telah diteliti, dari kelima jenis makna tato yang telah diteliti terdapat dua jenis makna tato yang digunakan oleh para tetua adat dan bangsawan yaitu, tato kalung ilak dan kalung kabuk yang bermakna sebagai kehormatan puncak tertinggi dalam struktur dan memilliki kekuasaan tertinggi pada suku Dayak lepo’ke, sedangkan untuk tiga makna tato yaitu kalung tebuku, kalung besulan dan kalung se’ tato yang bermakna sebagai bagaimana perjalanan hidup seseorang dan digunakan sebaagai bentuk eksistensi kelas mengah kebawah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL STATISTIKA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan representasi matematis merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi statistika. Namun, masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam menyajikan, mengolah, dan menginterpretasikan informasi statistika ke dalam berbagai bentuk representasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi siswa dalam menyelesaikan soal statistika berdasarkan kemampuan representasi matematis meliputi representasi visual, representasi simbolik dan representasi verbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMA Hang Tuah Tarakan dengan subjek penelitian berjumlah 4 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi berupa lembar jawaban tes representasi matematis. Data dianalisis melalui tiga tahapan meliputi pemrosesan data, kategorisasi, dan penyajian data. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa berbeda pada setiap aspek representasi. Subjek S1 dan S2 mampu memenuhi seluruh indikator representasi visual, simbolik, dan verbal, sedangkan Subjek S3 hanya menunjukkan kemampuan yang cukup baik pada aspek visual namun mengalami kesulitan pada aspek simbolik dan verbal. Sementara itu, Subjek S4 belum mampu memenuhi ketiga aspek representasi secara optimal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa tidak hanya terletak pada penggunaan rumus dan prosedur matematika, tetapi juga pada kemampuan menginterpretasikan data dan mengomunikasikan informasi matematis dalam bentuk kesimpulan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA DAN SIMBOL ARSITEKTUR PADAN LIU' BURUNG DI KABUPATEN MALINAU PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas makna dan simbol Arsitektur Padan Liu' Burung sebagai salah satu warisan budaya yang merepresentasikan identitas masyarakat Dayak Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek pada penelitian ini diperoleh dari tokoh adat Kabupaten Malinau. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu teknik observasi, wawancara, dokumentasi, menulis/mencatat. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat makna Arsitektur Padan Liu' Burung yaitu data berupa Arsitektur banggunan, 3 pasak atap, pintu utama, pintu kedua, tiang, tangga ulin, lantai panggung memiliki makna melambangkan keselarasan, kekuatan dan mempertahankan nilai-nilai leluhur. Data berupa bentuk tameng, ornamen burung enggang memiliki makna melambangkan perlindungan dan keberanian. Data berupa warna kuning, biru, putih, hitam, hijau, merah memiliki makna melambangkan keindahan dan kekuatan bagi suku Dayak. Arsitektur ini melambangkan sebagai ruang sosial dan juga sebagai medium komunikasi nilai-nilai leluhur, terutama yang berkaitan dengan hubungan manusia, alam, dan kepercayaan tradisional dan juga berperan sebagai simbol status sosial dan sarana pelestarian adat melalui ritual maupun kegiatan komunal. Unsur-unsur seperti bentuk bangunan, ukiran, motif burung, serta tata ruangnya memuat simbol kosmologis yang merefleksikan pandangan hidup masyarakat Dayak terhadap keseimbangan dan keharmonisan. Hasil kajian disimpulkan bahwa arsitektur tradisional ini memiliki kedalaman nilai filosofis yang penting untuk dilestarikan sebagai identitas budaya dan referensi pengembangan arsitektur lokal di masa depan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA DAN SIMBOL DALAM PROSESI MECAQ UNDAT (PANEN PADI) DI DESA AGUNG BARU KECAMATAN SUNGAI BOH (KAJIAN SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas tentang makna dan simbol dalam prosesi Mecaq Undat, yaitu tradisi panen padi masyarakat Dayak Kenyah di Desa Agung Baru. Tradisi ini sarat dengan simbol-simbol budaya yang mencerminkan nilai spiritualitas, kebersamaan, dan hubungan harmonis antara manusia, alam, serta leluhur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian semiotika Charles Sanders Pierce yang memfokuskan pada analisis sign (tanda), object (objek), dan interpretant (interpretasi) dalam setiap rangkaian upacara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai simbol, seperti gong, alu kayu, pakaian adat, serta sesaji, memiliki makna mendalam yang tidak hanya berfungsi sebagai perlengkapan upacara, tetapi juga sebagai media komunikasi budaya yang menegaskan identitas Dayak Kenyah. Gong misalnya melambangkan panggilan sakral untuk kebersamaan, alu kayu menggambarkan kerja sama dan ketekunan, sedangkan pakaian adat dan hiasannya menjadi simbol status, kesucian, serta penghormatan terhadap leluhur. Interpretasi dari simbol-simbol tersebut memperlihatkan bahwa prosesi Mecaq Undat bukan hanya kegiatan panen, melainkan sebuah ritual sakral yang mengandung pesan syukur, solidaritas, serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa semiotika Pierce mampu mengungkap kedalaman makna simbolik dalam tradisi Dayak Kenyah dan pentingnya menjaga keberlanjutan warisan budaya tersebut.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Makna dan Simbol dalam Tradisi Uman Jenai suku Dayak Kenyah Lepo' Tau di Desa Long Temuyat Kecamatan Kayan Hulu kabupaten Malinau (Kajian Semiotika)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisiskan makna dan simbol yang terkandung dalam Tradisi Uman Jenai Suku Dayak Kenyah Lepo’tau di Desa Long Temuyat Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau (Kajian Semiotik). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan menggunakan kajian semiotik dari Charles Sanders Pierce yaitu teori segitiga makna, diantaranya tanda (sign), objek (object), interpretasi (interpretant). Data dalam penelitian ini adalah makna dan simbol dalam tradisi uman jenai suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau di Desa Long Temuyat Kecamatan Kayan Hulu. Sumber data pada penelitian ini dari informan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik wawancara, dan dokumentasi serta teknik rekam. Penelitian ini menerapkan beberapa langkah dalam teknik analisis yang meliputi pengumpulan data yang berkaitan dengan tradisi Uman Jenai Suku Dayak Kenyah Lepo’tau di Desa Long Temuyat Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau, data yang telah teridentifikasi diartikan atau diterjemahkan langsung ke dalam Bahasa Indonesia, kemudian data yang telah diartikan ke dalam Bahasa Indonesia tersebut diinterpretasikan dengan cara mengungkapkan makna yang terkandung dalam Tradisi Uman Jenai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 26 data mengenai makna dan simbol dalam tradisi Uman Jenai suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau di Desa Long Temuyat. Kata Kunci : Tradisi Uman Jenai, Suku Dayak Kenyah, Makna Dan Simbol, Kajian Semiotik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS MAKNA SIMBOL TARIAN LALATIP SUKU DAYAK TAHOL DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KABUPATEN NUNUKAN KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS MAKNA SIMBOL TARIAN LALATIP SUKU DAYAK TAHOL DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KABUPATEN NUNUKAN KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIK) ABSTRAK NOVIA PUTRI SARI, 2025 Analisis Makna Simbol Tarian Lalatip Suku Dayak Tahol Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara (Kajian Semiotik). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan (dibimbing oleh Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A. dan Rita Kumala Sari, M.Pd.). Penelitian ini berutujuan untuk menganalisis makna simbol dalam tarian Lalatip yang merupakan warisan budaya dari Suku Dayak Tahol di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Tarian ini mengandung berbagai tanda simbolik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengungkap makna yang terkandung didalam tarian Lalatip, serta memberikan kontribusi terhadap pemahaman dan pelestarian budaya lokal. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap elemen dalam tarian Lalatip memiliki makna simbolis yang mendalam, seperti simbol yang terdapat pada tarian Lalatip, yaitu alat musik gong dimaknai sebagai kekuatan leluhur, pakaian dengan motif manik-manik dimaknai sebagai persatuan dan estetika tradisional, sedangkan gerakan tari yang lincah dimaknai sebagai ketangkasan prajurit dalam menghadapi ancaman. Jumlah data yang dianalisis pada taria Lalatip, yaitu meliputi alat musik gong besar, gong sedang, gong kecil sebanyak 3 data, pakaian penari pria baju pupulut dan abagh sebanyak 2 data, pakaian penari wanita baju linantian dan rok linantian sebanyak 2 data, aksesoris penari laki-laki memiliki 5 data yaitu tupi susunduk, rarangkol/jangkol, holong sulou, papakol nulongon, papakol nukalayon, aksesoris penari wanita memiliki 7 data, yaitu salupai, inting-inting, Sulampoi, holong sulou, pipirot ringgit, pipirot sungkayon, batik nu popok, properti memiliki 7 data yaitu taut lalatip, perisai, mandau, sapuk, pingulu nu sapuk, papakol nu mato, tuntung nu agung dan gerakan tari memiliki 10 data. Keseluruhan data yang didapatkan pada penelitian ini adalah 36 data, penelitian ini berkontribusi dalam memberikan wawasan baru bagi pembaca mengenai pentingnya menjaga dan memahami simbolisme dalam seni tradisional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Makna simbol upacara ngandu' suku Dayak Bulusu di Desa Pungit Kecamatan Sekatak (Kajian Semiotik)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisiskan Makna Simbol Upacara Ngandu’ suku Dayak Bulusu di Desa Pungit Kecamatan Sekatak (Kajian Semiotik) dari Charles Sanders Pierse. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif menggunakan kajian semiotik dari Charles Sander Pierse yaitu teori semiosis triadic, diantaranya adalah tanda (representament), objek (object), dan interpretasi (interpretant). Data pada penelitian ini makna dari simbol upacara ngandu’ suku Dayak Bulusu di Desa Pungit Kecamatan Sekatak. Sumber data pada penelitian ini upacara ngandu’ suku Dayak Bulusu dan tokoh adat suku Dayak Bulusu. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini diantaranya observasi, dokumentasi, wawancara, dan mencatat atau menulis. Analisis data yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini mengumpulkan data, identifikasi data, dan menanalisiskan atau menafsirkan data dalam bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian ini terdapat tiga puluh satu simbol yang digunakan pada upacara ngandu’ suku Dayak Bulusu yang dipercayai membawa hal-hal baik untuk membangun rumah tangga mereka dan dijauhkan dari hal buruk yang dapat merusak rumah tangga mereka. Sehingga, setiap simbol memiliki makna dan mempunyai tujuan yang sama yaitu bentuk harapan agar pasangan suami istri memiliki rumah tangga yang damai dan sejahtera.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA SIMBOL TARIAN HEDUNG SUKU ADONARA DI KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIK)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan makna simbol tarian Hedung suku Adonara di kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara melalui kajian semiotik dari Charles Sander Pierce yaitu teori semiosis triadic, diantaranya adalah tanda (representament), objek (object), dan interpretasi (interpretant). Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini diantaranya observasi, wawancara, dokumentasi atau rekam, dan catat. Analisis data yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini mengumpulkan data, identifikasi data, dan menganalisiskan atau menafsirkan data dalam bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian ini terdapat dua belas simbol yang digunakan pada tarian Hedung suku Adonara di kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara yaitu Kenube Witi Taran, Dopi, Gala, Nowing, Kwatek, Lonceng Kaki, Ikat Kepala, Gelang Gading, Motif sarung Kebukak, Motif sarung Kau Nepi, Motif sarung skematik/bergaris-garis, selendang, gerakan penari berbaris masuk, gerakan penari mengiringi penari laki-laki, gerakan penari saling berhadapan, gerakan penari menyerang dan gerakan membuka barisan. Seluruh data ini dianalisis oleh peneliti dengan menggunakan teori segitiga makna dari Charles Sanders Pierce.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS MAKNA SIMBOL PADA IKLAN PRODUK MINUMAN SUSU DI APLIKASI YOUTUBE (KAJIAN SEMANTIK)

2024•

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisiskan makna simbol dalam iklan produk minuman susu di Youtube menggunakan kajian semantik, sementara itu metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pengambilan data dengan cara mengamati secara cermat video iklan pada aplikasi youtube. Data pada penelitian ini berupa iklan-iklan susu yang terdapat di Youtube. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode menyimak dan mengamati, tangkapan layar, menganalisis dan pencatatan. Penyajian hasil analisis data dengan teknik mengumpulkan data, menganalisis dan menyimpulkan. Hasil dari penelitian ini terdapat dua puluh makna simbol susu yang terdapat pada iklan yang diteliti dengan pemilihan iklan susu tersebut dapat meningkatkan popularitas beberapa produk susu sehingga dari penanyangan iklan tersebut membuat para masyarakat tertarik memilih beberapa produk susu sebagai minuman terbaik untuk buah hati mereka.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Makna Simbol Tarian Pa'gellu Suku Toraja di Kota Tarakan Kalimantan Utara (Kajian Semiotik)

2024•

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna simbol Tarian Pa’gellu suku Toraja di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, data pada penelitian ini berupa simbol-simbol tarian pa’gellu suku Toraja di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diantaranya adalah observasi, wawancara, mencatat/menulis, dan dokumentasi. Kemudian analisis data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data, identifikasi data atau menafsirkan data, dan mendeskripsikan atau menafsirkan data dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat simbol tarian pa’gellu suku Toraja.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Teknik Modelling Simbolis Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII Di SMP Negeri 13 Tarakan

2023•

Pengaruh Teknik Modelling Simbolis Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII Di SMP Negeri 13 Tarakan. Motivasi belajar adalah suatu daya penggerak atau pendorong yang ada pada dalam diri siswa untuk melakukan suatu aktivitas belajar untuk memperoleh arahan dan tujuan agar mencapai suatu perubahan tingkah laku yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan bimbingan kelompok dengan teknik modelling simbolis terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Tarakan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen menggunakan one group pretest-posstest design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 155 siswa dengan sampel penelitian sebanyak 10 orang siswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu skala motivasi belajar jenis skala likert. Teknik analisis data menggunakan uji paired sample t-test dengan SPSS 22.0. Berdasarkan uji analisis diketahui bahwa nilai signifikan 0.000 0,05 dan nilai t hitung 14,590 > t tabel 1.833, artinya ada pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik Modelling Simbolis terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII Di SMP Negeri 13 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS TEKNIK MODELING SIMBOLIK DALAM MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL SISWA DI SMP NEGERI 13 TARAKAN TAHUN AJARAN 2022/2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bermaksud mengetahui efektivitas teknik modeling simbolik dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan perilaku prososial siswa di SMP Negeri 13 Tarakan. Prososial merupakan perilaku menolong seseorang secara sukarela tanpa mengharapkan sebuah imbalan ataupun mempunyai motif tersendiri setelah menolong. Dalam penelitian ini menerapkan metode eksperimen desain one-group pretest-posttest. Adapun populasi penelitian siswa sebanyak 80 siswa kelas VIII di SMP Negeri 13 Tarakan. Setelah dilakukan penarikan sampel menggunakan non probality sampling (Purpusive sampling) menghasilkan 10 siswa. Skala perilaku yang digunakan dalam penelitain ini adalah skala perilaku prososial siswa dengan uji hipotesis uji Wilcoxon. Terdapat 10 (100%) siswa memiliki perilaku prososial rendah. Pada pemberian posttest terdapat 10 (100%) siswa memiliki perilaku prososial sangat tinggi. Berdasarkan hipotesis menggunakan Wilcoxon diperoleh Zhitung -2,807 0,0022 kemudian sig (2-tailed) sebesar 0,0050,05. Maka hipotesis yang berbunyi “bimbingan kelompok dengan teknik modeling simbolik dapat meningkatkan perilaku prososial siswa di SMP Negeri 13 Tarakan” diterima

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Makna Simbol Tarian Busak Baku Suku Dayak Lundayeh di Desa Pelita Kabupaten Malinau Kalimantan Utara (Kajian Semiotika)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna simbol budaya pada tarian Busak Baku suku Dayak Lundayeh di Desa Pelita Kabupaten Malinau Kalimantan Utara. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, data pada penelitian ini berupa simbol-simbol tarian Busak Baku suku Dayak Lundayeh di Desa Pelita Kabupaten Malinau Kalimantan Utara. Sumber data dalam penelitian ini adalah tarian Busak Baku suku Dayak Lundayeh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diantaranya adalah observasi, dokumentasi, wawancara, dan menulis/mencatat. Kemudian analisis data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah, mengumpulkan data, identifikasi data atau menafsirkan data, dan mendeskripsikan atau menafsirkan data dalam bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah data simbol budaya dalam tarian busak baku suku Dayak Lundayeh. Jumlah data dalam penelitian ini adalah 24 data, diantaranya yaitu Fata, Abe, Bane, Lekusulau, Beret, Bakad dan Tekip, Kering, Tawak, Sape, Tayen, Agung, uwan, Telingut, Rongbasung, Keratung, Apar, abet ulu Deley, Bakad Delei, gerakan proses tumbuhnya tumbuhan busak baku, gerakan proses bercocok tanam, gerakan gotong royong, gerakan mekarnya busak baku. Seluruh data ini akan dianalisis oleh peneliti dengan menggunakan teori segitiga makna dari Charles Sandres Pierce.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Makna simbol Akad Anggulung (Pernikahan) adat suku Dayak Agabag di desa Sedongon Kecamatan lumbis (Kajian Semiotik)

2022•

MAKNA SIMBOL AKAD ANGGULUNG (PERNIKAHAN) ADAT SUKU DAYAK AGABAG DI DESA SEDONGON KECAMATAN LUMBIS (KAJIAN SEMIOTIK) ABSTRAK DAMUS, 2023, Makna simbol akad Anggulung (pernikahan) adat suku Dayak Agabag di Desa Sedongon Kecamatan Lumbis (Kajian semiotik). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan, Dosen pembimbing Utama Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S., M.A Pembimbing anggota Muhammad Ilham, S.S., M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Makna Simbol Akad Anggulung (Pernikahan) Adat Suku Dayak Agabag di Desa Sedongon Kecamatan Lumbis (Kajian Semiotik). Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah makna dari simbol pernikahan Adat Agabag yang bersumber dari informan/narasumber. Sedangkan sumber data adalah pernikahan Adat Suku Agabag di Desa Sedongon Kecamatan Lumbis. Teknik pengumpulan data di antaranya yaitu teknik pengamatan, wawancara, teknik rekam, teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap analisis, yaitu koleksi data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data. Dengan 39 data yang ditemukan dan dianalisis Benda-benda, makanan dan tindakan tersebut pastinya memiliki makna pada setiap simbol. Setelah data disajikan peneliti kemudian melakukan analisis terhadap tiap- tiap data menggunaka teori Charles Sanders pierce segitiga makna. Kata Kunci: Simbol, Anggulung, Dayak Agabag, Semiotik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN TEKNIK MODELING SIMBOLIS DALAM BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN PUBLIC SPEAKING SKILLS PENGURUS OSIS SMA N 1 TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fitria Dinda Saputri, 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan teknik modeling simbolis dalam bimbingan kelompok dapat meningkatkan public speaking skills pengurus OSIS SMA N 1 Tarakan. Public speaking merupakan keterampilan berbicara seseorang dalam menyampaikan pesan di depan banyak orang. Penelitian ini merupakan penelitian pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dengan desain one-group pretest – posttest. Adapun populasi penelitian yaitu pengurus OSIS di SMA Negeri 1 Tarakan yang berjumlah 56 siswa dan penarikan sampel yang digunakan Simple Random Sampling yang berjumlah 10 siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala public speaking berdasarkan teori Ilham (2020), dengan uji hipotesis uji Wilcoxon. Terdapat 2 (20%) pengurus memiliki tingkat public speaking skills sangat rendah, 4 (40%) pengurus memiliki tingkat public speaking skills rendah, 1 (10%) pengurus memiliki tingkat public speaking skills tinggi, dan 3 (30%) pengurus memiliki tingkat public speaking skills sangat tinggi. Pada pemberian posttest terdapat 8 (80%) pengurus memiliki tingkat public speaking skills sangat tinggi, dan 2 (20%) pengurus memiliki tingkat public speaking skills tinggi.Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan Wilcoxon diperoleh Zhitung -2.807 0.0022 kemudian nilai sig (2-tailed) sebesar 0.005 0.05. maka hipotesis yang berbunyi “bimbingan kelompok dengan teknik modeling simbolis dapat meningkatkan public speaking skills pengurus OSIS SMA N 1 Tarakan” diterima.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS TEKNIK MODELLING SIMBOLIK UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 6 SEMBAKUNG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujan untuk mengetahui keefektifan teknik modelling simbolik terhadap kepercayaan diri siswa kelas VIII di SMP Negeri 6 Sembakung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Pre-Experimental Design One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 6 Sembakung yang berjumlah 17 peserta didik pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobality sampling dengan sampling jenuh. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket kepercayaan diri sedangkan metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik non parametrik dengan menggunakan staristik deskriptif dan uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil penelitian sebelum dan sesudah pemberian perlakuan, diperoleh hasil perhitungan uji hipotesis dengan pengambilan keputusan berdasarkan probabilitas nilai sig tailed 0.000˂0.05 dengan taraf signifikan 95% maka Ho ditolak maka dapat disimpulkan bahwa teknik modelling simbolik efektif meningkatkan kepercayaan diri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA SIMBOL PADA RITUAL AMPID DALAM UPACARA KEMATIAN SUKU DAYAK TINGALAN DI DESA BELAYAN KABUPATEN MALINAU KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIK)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MAKNA SIMBOL PADA RITUAL AMPID DALAM UPACARA KEMATIAN SUKU DAYAK TINGALAN DI DESA BELAYAN KABUPATEN MALINAU KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIK) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbol budaya pada ritual adat kematian suku Dayak Tingalan di Desa Belayan Kabupaten Malinau Kalimantan Utara dengan menggunakan kajian semiotik dari Charles Sanders Pierce. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan berlandaskan pada kajian semiotik dari Charles Sanders Pierce yaitu, teori segitiga makna. Diantaranya adalah, Tanda (sign), Objek (object), Interpretasi (interpretant). Selanjutnya data pada penelitian ini yaitu makna simbol pada ritual adat kematian suku Dayak Tingalan di Desa Belayan Kabupaten Malinau Kalimantan Utara. Sumber data dalam penelitian ini adalah ritual adat kematian suku Dayak Tingalan dan tokoh adat suku Dayak Tingalan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diantaranya adalah observasi, dokumentasi, wawancara, dan menulis/mencatat. Kemudian analisis data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah, mengumpulkan data, identifikasi data atau menafsirkan data, dan mendeskripsikan atau menafsirkan data dalam bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah data simbol budaya dalam ritual adat kematian suku Dayak Tingalan. Jumlah data dalam penelitian ini adalah 26 data, 23 data diantaranya adalah data berupa benda, dan 3 data berupa tindakan. Using semiotic studies from Charles Sanders Pierce, this study aimed to describe the meaning of cultural symbols in the traditional death ritual of the Dayak Tingalan tribe in Belayan Village, Malinau, North Kalimantan. This study implemented decriptive qualitative research methods, based of the semiotic analysis of Charles Sanders Pierce, namely, the tringle theory of meaning. Among them are Sign, Object, and Interpretation. Furthermore, the data in this study was study was the meaning of symbols in the traditional ritual of death of the Dayak Tingalan tribe in Belayan Village, Malinau, North Kalimantan. The data sources in this study were the death rituals of the Dayak Tingalan tribe an the traditional leaders of the Tingalan Dayak tribe. Data collection techniques included observation, documention, intervews, and writing/recording. Then the data analysis carried out by the researcher was collecting data, identifying data or interpreting data, and describing or interpreting data in Indonesian. The results of this study were data in cultural symbols in the death ritual of the Tingalanb Dayak tribe. The amount of data in this study was 26, 23 of which were data in the form of objects, and 3 in the form actions.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA SIMBOLIK TARI JUGIT DEMARING SUKU BULUNGAN (KAJIAN SEMIOTIK)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SOFIE ELGYANA SUNDARI, 2022. Makna Simbolik Tari Jugit Demaring Suku Bulungan (Kajian Semiotik), Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Utama Rita Kumala Sari, M.Pd dan Pembimbing Anggota Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S.,M.A Penelitian ini bertujuan untuk lebih memahami dan mampu mendeskripsikan simbol dan makna yang terkandung dalam Tari Jugit Demaring Suku Bulungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriftif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa jawaban atau pemaparan hasil wawancara yang disampaikan secara lisan oleh informan yang diwawancarai. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan yang memiliki pengetahuan tentang Tari Jugit demaring Suku Bulungan. Metode pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa simbol dan makna yang terdapat dalam setiap prosesi Tari Jugit Demaring Suku Bulungan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara, rekam, dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu collection (mengumpulkan data), data reduction (reduksi data), dan juga data display (penyajian data). Sumber data dalam penelitian ini adalah Tari Jugit Demaring Suku Bulungan. Hasil penelitian ini berupa simbol dalam Tari Jugit Demaring Suku Bulungan yang berjumlah 31 data, di antaranya yaitu: 21 data berupa benda, dan 10 data berupa gerakan. Data tersebut dikaji menggunakan teori segitiga makna Peirce. Sign merupakan sesuatu yang berbentuk fisik yang mampu ditangkap oleh panca indera manusia dan sesuatu yang merujuk hal lain diluar tanda itu sendiri. Object merupakan acuan dari tanda (sign). Interpretant (interpretasi/penggunaan) merupakan konsep pemikiran dari orang yang menggunakan tanda dan menurunkannya pada makna tertentu tentang objek yang merujuk sebuah tanda.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA SIMBOL DALAM PERNIKAHAN ADAT SUKU TAHOL DI DESA PUTAT KECAMATAN MALINAU UTARA (KAJIAN SEMIOTIK)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Makna Simbol dalam Pernikahan Adat Suku Tahol di Desa Putat Kecamatan Malinau Utara (Kajian Semiotik). Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah makna dari simbol dalam prosesi pernikahan Adat Tahol yang bersumber dari informan/narasumber. Sedangkan sumber data adalah pernikahan Adat Suku Tahol di Desa Putat Kecamatan Malinau Utara. Teknik pengumpulan data di antaranya yaitu teknik pengamatan, wawancara, teknik rekam, teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap analisis, yaitu koleksi data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data. Dengan 14 data yang ditemukan dan dianalisis. Menggunakan teori Charles Sanders Peirce yaitu teori segitiga makna yang dimana didalam segitiga makna tersebut sign (Tanda), Object (Acuan) dan Interpretant (interpretasi/ penggunaan). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat makna pada simbol dalam prosesi pernikahan Adat Suku Tahol dengan tujuan untuk meminta para leluhur menjadi saksi bagi kedua pengantin dalam pernikahan ini memberi keselamatan dan kesehatan agar terhindar dari segala bahaya dan tetap sejahtera.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Makna Simbol dalam Prosesi Pernikahan Adat Bugis Bone di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara (Kajian Semiotik)

2022•

Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terdapat dalam simbol prosesi pernikahan Adat Bugis Bone di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah makna dari simbol dalam prosesi pernikahan Adat Bugis Bone yang bersumber dari informan/narasumber. Sedangkan sumber data adalah prosesi pernikahan Adat Bugis Bone di Kota Tarakan. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara, rekam dan catat. Teknik penyajian data dalam penelitian ini berbentuk tabel. Teknik analisis data menggunakan beberapa tahap analisis yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Data yang diperoleh sebanyak 26 data. Data berupa benda dan makanan pada prosesi Mappenre Botting terdapat 5 data. Data berupa benda dan makanan pada prosesi Akad Nikah terdapat 13 data. Data berupa benda pada prosesi Mappasikerawa terdapat 1 data. Data berupa benda pada pakaian Adat dan perhiasan terdapat 7 data. Data yang ditemukan akan dianalisis menggunakan teori Charles Sanders Peirce yaitu teori segitiga makna berupa Sign (Tanda), Object (Acuan Tanda), Interpretant (Penggunaan Tanda). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat makna pada simbol dalam setiap prosesi pada puncak acara pernikahan Adat Bugis Bone di Kota Tarakan. Dengan tujuan bahwa dalam pernikahan merupakan ibadah yang paling mulia dan menyatukan dua insan dalam membangun rumah tangga dengan menjalankan perintah yang Maha Kuasa serta menyempurnahkan separuh agama.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail