Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Prosesi Pernikahan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROSESI PERNIKAHAN ADAT SUKU KOTEN LARANTUKA DI TARAKAN (KAJIAN FOLKLOR)

2026•

Hermina Ene Mukin 2026. Prosesi Pernikahan Suku Koten Larantuka di Tarakan (Kajian Folklor). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Falkultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama, Siti Fathonah, M.Pd. Anggota Pembimbing Rita Kumala Sari, M.Pd. Tujuan dari penelitian ini Adalah untuk menggambarkan tradisi dan rangkaian acara pernikahan adat Suku Koten Larantuka di Tarakan, serta mengungkapkan nilai-nilai folklore yang ada di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dengan masyarakat Suku Koten serta dokumentasi mengenai Prosesi prosesi pernikahan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa upacara prosesi pernikahan adat Suku Koten Larantuka di Tarakan terdiri dari beberapa Langkah, yaitu maso minta (pengajuan lamaran), pertunangan, pemberkatan di gereja, dan upacara adat yang dilengkapi dengan tarian seleng sebagai ungkapan rasa hormat dan kebahagian. Penyajian hasil analisis data yaitu penyambutan pihak laki-laki, lamaran, upacara pemberkatan, tarian seleng, hedung, belis, cincin pertunangan, perhiasan emas, kain tenun, pedang,tombak, arak, sirih pinang dan rokok. Data yang terkumpul terdiri dari 13 data yang dibagi menjadi folklore sebagai lisan dan folklor bukan lisan, di mana terdapat 4 data yang termasuk dalam folklor sebagai lisan dan 9 data dalam folklor bukan lisan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prosesi pernikahan adat Suku Koten Larantuka di Tarakan bukan semata-mata sebuah upacara sakral tetapi juga sebagai sarana untuk melestarikan budaya yang menguatkan nilai kebersamaan, penghormatan, serta identitas kelompok yang menguatkan nilai kebersamaan, penghormatan, serta identitas kelompok masyarakat Flores yang berada di perantauan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Makna Simbol dalam Prosesi Pernikahan Adat Bugis Bone di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara (Kajian Semiotik)

2022•

Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terdapat dalam simbol prosesi pernikahan Adat Bugis Bone di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah makna dari simbol dalam prosesi pernikahan Adat Bugis Bone yang bersumber dari informan/narasumber. Sedangkan sumber data adalah prosesi pernikahan Adat Bugis Bone di Kota Tarakan. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara, rekam dan catat. Teknik penyajian data dalam penelitian ini berbentuk tabel. Teknik analisis data menggunakan beberapa tahap analisis yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Data yang diperoleh sebanyak 26 data. Data berupa benda dan makanan pada prosesi Mappenre Botting terdapat 5 data. Data berupa benda dan makanan pada prosesi Akad Nikah terdapat 13 data. Data berupa benda pada prosesi Mappasikerawa terdapat 1 data. Data berupa benda pada pakaian Adat dan perhiasan terdapat 7 data. Data yang ditemukan akan dianalisis menggunakan teori Charles Sanders Peirce yaitu teori segitiga makna berupa Sign (Tanda), Object (Acuan Tanda), Interpretant (Penggunaan Tanda). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat makna pada simbol dalam setiap prosesi pada puncak acara pernikahan Adat Bugis Bone di Kota Tarakan. Dengan tujuan bahwa dalam pernikahan merupakan ibadah yang paling mulia dan menyatukan dua insan dalam membangun rumah tangga dengan menjalankan perintah yang Maha Kuasa serta menyempurnahkan separuh agama.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail