ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
WISLIANTO, 2026* Prosesi ritual adat kematian suku Dayak Agabag di Desa Kalampising Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan (Kajian Folklor). (Dibimbing oleh Muhammad Ilham, S.S.,M.Pd dan Rita Kumala Sari, S.Pd.,M.Pd) Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses ritual kematian tradisional masyarakat Dayak Agabag di Desa Kalampising, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, serta menjelaskan makna dan fungsi ritual tersebut berdasarkan analisis folklor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual pemakaman tradisional masyarakat Dayak Agabag masih dilestarikan dan diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat setempat. Dalam kajian folklor, ritual ini mencakup tiga bentuk folklor: folklor lisan, folklor sebagian lisan, dan folklor bukan lisan. Folklor lisan disampaikan melalui doa, cerita, dan nasihat adat. Unsur folklor sebagian lisan terlihat dalam ritual seperti Antingug Da Agung, Angaju Da Bangkai, Upacara Adat/Lumulu, serta Ampid atau Amakan. Sementara itu, folklor bukan lisan tercermin melalui penggunaan gong, lungun, bangkalan, dan peralatan tradisional lainnya. Ritual kematian ini bermakna sebagai wujud penghormatan kepada mendiang dan leluhur, serta mengandung nilai-nilai seperti gotong royong, saling membantu, dan dukungan terhadap komunitas. Selain itu, ritual ini berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya, pewarisan nilai-nilai adat kepada generasi muda, penguatan identitas masyarakat Dayak Agabag, serta pemeliharaan tatanan sosial dalam kehidupan mereka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Hermina Ene Mukin 2026. Prosesi Pernikahan Suku Koten Larantuka di Tarakan (Kajian Folklor). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Falkultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama, Siti Fathonah, M.Pd. Anggota Pembimbing Rita Kumala Sari, M.Pd. Tujuan dari penelitian ini Adalah untuk menggambarkan tradisi dan rangkaian acara pernikahan adat Suku Koten Larantuka di Tarakan, serta mengungkapkan nilai-nilai folklore yang ada di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dengan masyarakat Suku Koten serta dokumentasi mengenai Prosesi prosesi pernikahan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa upacara prosesi pernikahan adat Suku Koten Larantuka di Tarakan terdiri dari beberapa Langkah, yaitu maso minta (pengajuan lamaran), pertunangan, pemberkatan di gereja, dan upacara adat yang dilengkapi dengan tarian seleng sebagai ungkapan rasa hormat dan kebahagian. Penyajian hasil analisis data yaitu penyambutan pihak laki-laki, lamaran, upacara pemberkatan, tarian seleng, hedung, belis, cincin pertunangan, perhiasan emas, kain tenun, pedang,tombak, arak, sirih pinang dan rokok. Data yang terkumpul terdiri dari 13 data yang dibagi menjadi folklore sebagai lisan dan folklor bukan lisan, di mana terdapat 4 data yang termasuk dalam folklor sebagai lisan dan 9 data dalam folklor bukan lisan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prosesi pernikahan adat Suku Koten Larantuka di Tarakan bukan semata-mata sebuah upacara sakral tetapi juga sebagai sarana untuk melestarikan budaya yang menguatkan nilai kebersamaan, penghormatan, serta identitas kelompok yang menguatkan nilai kebersamaan, penghormatan, serta identitas kelompok masyarakat Flores yang berada di perantauan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk kategori mitos larangan serta fungsinya dalam kehidupan masyarakat Suku Okolod. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan folklor. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan catat, kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh kategori bentuk mitos larangan dalam masyarakat Suku Okolod, yaitu (1) Kategori Bentuk Larangan Cinta, Pacaran, dan Menikah, (2 Kategori Bentuk Larangan Lahir Masa Bayi, Masa Kanak-kanak, (3 Kategori Bentuk Larangan Tubuh Manusia dan Obat-obatan Rakyat, (4) Kategori Bentuk Larangan Rumah dan Pekerjaan Rumah Tangga, (5) Kategori Bentuk Larangan dalam Mata Pecaharian dan Hubungan Sosial, (6) Kategori Bentuk Larangan dalam Perjalanan dan Perhubungan (7) Kategori Bentuk Larangan dalam Kematian dan Adat Pemakaman. Dalam penelitian ini terdapat 5 fungsi mitos larangan yaitu : (1) fungsi mempertebal emosi keagamaan atau kepercayaan, (2) fungsi sistem proyeksi khayalan, (3) fungsi mendidik, (4) fungsi melarang, dan (5) fungsi menyuruh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Prosesi Tradisi Nuwi Ulung Suku Dayak Lundayeh di Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara melalui Kajian Folklor. Metode penelitian ini mengunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber penelitian di peroleh dari ketua adat Kecamatan, ketua adat Kabupaten dan masyarakat Lundayeh yang memiliki pengetahuan tentang prosesi tradisi Nuwi Ulung suku dayak Lundayeh. Data penelitian ini data penggalan kalimat dari hasil wawancara, rekam, catat, dan simak serta observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dalam prosesi tradisi Nuwi Ulung terdapat beberapa hal yang berkaitan dengan bentuk folklor yaitu Memanggil burung mengei, Netek Uwe, Nuwi Ulung, Netek Buaye, dan Fekuab. Fungsi folklor dalam prosesi tradisi Nuwi Ulung yaitu (a) Sebagai sistem proyeksi, yakni sebagai alat pencerminan angan-angan suatu kolektif, (b) Sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga-lembaga kebudayaan, (c) Sebagai alat pendidikan anak artinya sebagai sarana pendidikan, (d) Sebagai alat pemaksa dan pengawas agar norma-norma masyarakat akan selalu di patuhi oleh angggota kolektifnya
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Prosesi Pernikahan Masyarakat Adat Jawa di Desa Panca Agung Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara melalui kajian folklor. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah berupa proses pernikahan, mitos, dan benda-benda yang termasuk kedalam folklor sebagian lisan dan bukan lisan. Penyajian hasil analisis data dengan analisis deskriptif. Data pada penelitian ini terdapat beberapa data yaitu nontoni, asok tukon, srah-srahan, nglamar, peningsetan, gethok dino, pasang tratag dan tarub, paes, midodareni, panggih, sungkeman, kirab, cunduk mentul, kembang mayang, janur, keris, batik, wiji dadi, blangkon, minum degan, tumplek punjen, beras kuning, ulan suro, jilu, siji jejer telu, telur, uang logam, bunga setaman, pohon pisang, cobek, ronce melati, kendi, sinduran, tuwuhan.. Data-data tersebut berjumlah 36 data yang tergolong dalam folklor sebagian lisan, dan bukan lisan, antara lain folklor sebagian lisan 25 data, folklor bukan lisan 11 data. Pernikahan yang ada di Desa Panca Agung sudah mengalami perubahan yang menyebabkan berbedanya budaya yang asli dengan budaya yang ada di Desa Panca Agung. Perubahan ini sebagai bentuk kemajuan dari suatu daerah tertentu yang menjadikan budaya yang ada mengalami perubahan tanpa menghilangkan budaya yang aslinya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UPACARA ADAT SUKU DAYAK KAYAN DALAM MENYAMBUT PESTA PANEN (KAJIAN FOLKLOR) ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Upacara Adat Suku Dayak Kayan melalui kajian folklor. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Laporan penyajian data, di sajikan secara terurai dalam bentuk kata-kata maupun kalimat. Sumber data penelitian ini adalah informan yang memiliki pengetahuan tentang Upacara Adat Pesta Panen Suku Dayak Kayan. Data dalam penelitian ini adalah berupa penggalan kalimat dari hasil wawancara terhadap informan. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, rekam, dan teknik catat serta observasi langsung di lapangan. Penyajian hasil analisis data dengan analisis deskriptif. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan Upacara Adat Pesta Panen Suku Dayak Kayan dengan menggunakan kajian folklor. Hasil yang peneliti dapatkan pada penelitian ini terdapat beberapa data yaitu, peji melo, Ngetalau, makan Hudo, Lundq, Karang Lumaq, Peji Maru, Nyambot, Nufaq, Hudo, Lukoh, Pitoh, Dinoh, Karang Lumaq, Tufung, Agung Tapung sie, Besunung, Kelembet, Malat Bok, Ta;a (Kadan Karang), data-data tersebut berjumlah 20 data yang tergolong dalam folklor lisan, folklor sebagian lisan dan folklor bukan lisan, antara lain folklor lisan 3, Folklor sebagian lisan 5, folklor bukan lisan 12 data. Tradisi Upacara Adat Pesta Panen Suku Dayak Kayan memiliki fungsi dalam kehidupan sehari-hari untuk mengatur kehidupan manusia dengan manusia, manusia dengan alam sekitar, dan manusia dengan Tuhan karena hal tersebut saling berkaitan. Kata Kunci : Upacara Adat, Dayak Kayan, Pesta Panen, Kajian Folklor.