Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Upacara Adat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian Etnobotani Pada Rangkaian Upacara Adat Pernikahan Suku Bugis Bone di Nunukan Serta Manfaatnya Bagi Pembelajaran Biologi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KAJIAN ETNOBOTANI PADA RANGKAIAN UPACARA ADAT PERNIKAHAN SUKU BUGIS BONE DI NUNUKAN SERTA MANFAATNYA BAGI PEMBELAJARAN BIOLOGI Abstrak Bagi masyarakat suku Bugis Bone di Nunukan, tumbuhan bukan sekadar pelengkap dalam upacara adat pernikahan, melainkan sebagai makna simbolis yang diwariskan secara turun-temurun. Sayangnya, pengetahuan tersebut sebagian besar masih tersimpan dalam ingatan para tetua dan belum banyak didokumentasikan secara ilmiah. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap jenis tumbuhan, bagian tumbuhan, dan fungsi setiap bagian tumbuhan yang digunakan dalam rangkaian upacara adat pernikahan tersebut, sekaligus menelaah manfaatnya bagi pembelajaran biologi. Penelitian deskriptif kualitatif ini dilaksanakan di Kelurahan Nunukan Barat, Kabupaten Nunukan. Data diperoleh melalui wawancara dengan empat narasumber, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahannya diuji dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menemukan 21 spesies tumbuhan dari 12 famili, dengan Arecaceae dan Musaceae sebagai famili yang paling banyak dimanfaatkan. Buah menjadi bagian yang paling sering digunakan (33%), disusul daun (19%), sedangkan kulit batang paling jarang digunakan (4%). Sebagian besar tumbuhan berfungsi sebagai perlengkapan upacara (14 spesies) dan sajian makanan (12 spesies), selebihnya sebagai hiasan dan pembungkus makanan, dan setiap tumbuhan membawa makna simbolik bagi kedua mempelai. Ketika suatu tumbuhan sulit diperoleh, masyarakat menggantinya dengan tumbuhan sejenis atau menanamnya sendiri di pekarangan. Temuan ini dapat menjadi sumber belajar kontekstual pada materi Keanekaragaman Hayati kelas X sekolah menengah atas, terutama untuk melatih peserta didik mengenali tumbuhan lokal yang dekat dengan kehidupan mereka.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran makanan tradisional dalam mempertahankan tradisi dan identitas budaya suku tidung

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran makanan tradisional dalam mempertahankan tradisi dan identitas budaya suku Tidung melalui kajian folklor. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa, wawancara, dokumentasi, dan angket. Sumber data primer berupa wawancara, rekam dan catat dan data sekunder berupa foto makanan. Lokasi penelitian ditetapkan di Desa Buong Baru dan Desa Sepala Dalung, Kabupaten Tana Tidung, dengan melibatkan tokoh adat, ibu rumah tangga, dan pemuda sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan tradisional suku Tidung, seperti nasi subut, nasi wasur, kue kumpol, kubal, dan sayur temberungun, tidak hanya berfungsi sebagai kebutuhan konsumsi, tetapi juga sebagai Peran media pewarisan nilai budaya, simbol identitas kolektif, serta sarana penguat solidaritas sosial. Pada setiap upacara adat seperti irau, maulid nabi, tolak bala dan guting rambut. Makanan tradisional disajiakan pada acara tersebut sebagai untuk mempertahankan makanan tradisional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian Etnobotani Pada Upacara Adat Suku Tidung Di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah

2024•

Masyarakat Suku Tidung di Desa Salimbatu sampai saat ini masih menjalankan beberapa upacara adat. Dalam upacara adat tersebut memanfaatkan beberapa jenis tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis upacara adat yang masih dilakukan oleh masyarakat Suku Tidung yang menggunakan tumbuhan untuk upacara adat, serta untuk mengetahui jenis tumbuhan yang digunakan pada upacara adat dan bagaimana pemanfaatan tumbuhan pada upacara adat tersebut. Penelitian ini dilakukan di Desa Salimbatu Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian Non probability dengan teknik Snowball sampling dengan 4 responden, terdiri dari informan kunci, informan utama dan informan pendukung. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat Suku Tidung di Desa Salimbatu masih melaksanakan upacara adat pernikahan dan upacara adat kelahiran. Dalam kedua upacara tersebut menggunakan sebanyak 15 jenis tumbuhan. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan pada upacara adat oleh masyarakat Suku Tidung di Desa Salimbatu adalah daun sebanyak 53%, bagian biji sebanyak 20%, bagian buah sebanyak 13%, dan yang paling sedikit digunakan umbi dan getah masing-masing 1%. Cara mengolah tumbuhan yang digunakan pada upacara adat antara lain dengan cara ditumbuk, direbus dan ada tumbuhan yang digunakan tanpa diolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SIMBOL DAN MAKNA DALAM UPACARA ADAT KEMATIAN SUKU DAYAK KENYAH SUB SUKU LEPO' TAU DI DESA TERAS NAWANG KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbol budaya dalam upacara adat kematian Suku Dayak Kenyah sub Suku Lepo’ Tau di desa Teras Nawang, Kalimantan Utara kajian semiotik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Tujuan penelitian ini secara umum yaitu untuk menganalisis, menjelaskan dan mendeskripsikan simbol dan makna yang terdapat dalam upacara adat kematian yang dilakukan oleh suku dayak kenyah lepo’ tau di desa Teras Nawang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik wawancara, rekam, catat, dokumentasi dan membuat kesimpulan berdasarkan data. Jumlah data yang terkumpul dalam penelitian ini adalah 21, data dari penelitian terdiri dari 1 data berupa nyanyian, 4 data berupa warna, 1 data berupa ukiran, 1 data berupa pahatan, 14 data berupa benda. Dari hasil pemaknaan secara semiotik dengan menggunakan teori Pierce yaitu segita makna, maka dapat disimpulkan bahwa data yang berada pada upacara adat kematian memiliki maknanya masing-masing.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA KUKUI DALAM AMAKAN SUKU DAYAK AGABAG DI DESA SAMUNTI KECAMATAN LUMBIS OGONG KABUPATEN NUNUKAN (KAJIAN SEMANTIK) (KAJIAN SEMANTIK)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Makna Kukui Dalam Amakan Suku Dayak Agabag Di Desa Samunti Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan (Kajian Semantik) Abstrak Tujuan penelitian ini merupakan penelitian untuk memperoleh dan mendeskripsikan makna kukui dalam Amakan Suku Dayak Agabag di Desa Samunti Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa Lagu daerah (kukui) yang terdapat dalam Amakan (Upacara Adat Kematian) Suku Dayak Agabag yang bersumber dari informan/narasumber. Sedangkan sumber data pada penelitian ini adalah upacara adat kematian (amakan) dalam suku dayak agabag di Desa Samunti Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, teknik pengamatan, wawancara, teknik rekam dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu data collection (mengumpulkan data), data reduction (reduksi data), dan data display (penyajian data). Amakan (Upacara Adat Kematian) sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sesorang yang meninggal dunia, yang dilaksanakan oleh keluarga yang berduka dengan mengundang seluruh keluarga, masyarakat adat desa terdekat, dan upacara adat amakan ini dilaksanakan dengan upacara adat lumulu, sumaluang, dan tarian gong sebagai tanda penghormatan atau melepas secara ikhlas orang yang sudah meninggal dunia untuk terakhir kalinya bahwa fisiknya sudah tidak lagi hidup bersama dengan keluarga di tengah masyarakat adat desa tersebut. Kukui (lagu daerah) merupakan seni suara yang sifatnya berupa hiasan kata-kata yang memiliki kesan sejarah atau cerita untuk mengenang orang yang telah meninggal sewaktu masih hidup.Hasil penelitian diperoleh sebanyak sembilan lagu daerah Suku Dayak Agabag yaitu: Lumulu, layung, lumbis, pagun suang, manuk solok, bangkudu, yangkawanan, mamantis dan linsugut. Fungsi dari kukui (lagu daerah) yaitu sebagai pengiring dalam amakan (upacara adat kematian), sebagai pelipur hati, sebagai penguat rasa persatuan masyarakat suku Dayak Agabag dan melestarikan budaya Indonesia khususnya budaya suku Dayak Agabag. Kata Kunci: Makna, Kukui, Amakan (upacara adat kematian), Kajian Semantik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upacara Adat Suku Dayak Kayan dalam Menyambut Pesta Panen (Kajian Folklor)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UPACARA ADAT SUKU DAYAK KAYAN DALAM MENYAMBUT PESTA PANEN (KAJIAN FOLKLOR) ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Upacara Adat Suku Dayak Kayan melalui kajian folklor. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Laporan penyajian data, di sajikan secara terurai dalam bentuk kata-kata maupun kalimat. Sumber data penelitian ini adalah informan yang memiliki pengetahuan tentang Upacara Adat Pesta Panen Suku Dayak Kayan. Data dalam penelitian ini adalah berupa penggalan kalimat dari hasil wawancara terhadap informan. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, rekam, dan teknik catat serta observasi langsung di lapangan. Penyajian hasil analisis data dengan analisis deskriptif. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan Upacara Adat Pesta Panen Suku Dayak Kayan dengan menggunakan kajian folklor. Hasil yang peneliti dapatkan pada penelitian ini terdapat beberapa data yaitu, peji melo, Ngetalau, makan Hudo, Lundq, Karang Lumaq, Peji Maru, Nyambot, Nufaq, Hudo, Lukoh, Pitoh, Dinoh, Karang Lumaq, Tufung, Agung Tapung sie, Besunung, Kelembet, Malat Bok, Ta;a (Kadan Karang), data-data tersebut berjumlah 20 data yang tergolong dalam folklor lisan, folklor sebagian lisan dan folklor bukan lisan, antara lain folklor lisan 3, Folklor sebagian lisan 5, folklor bukan lisan 12 data. Tradisi Upacara Adat Pesta Panen Suku Dayak Kayan memiliki fungsi dalam kehidupan sehari-hari untuk mengatur kehidupan manusia dengan manusia, manusia dengan alam sekitar, dan manusia dengan Tuhan karena hal tersebut saling berkaitan. Kata Kunci : Upacara Adat, Dayak Kayan, Pesta Panen, Kajian Folklor.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail