ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tradisi tato Dayak Kenyah Lepo’ Ke di Desa Long Tebulo merupakan warisan budaya yang mengandung nilai filosofis, spiritual, dan sosial, tetapi semakin terancam oleh modernisasi, pengaruh agama, dan melemahnya pewarisan budaya sehingga perlu didokumentasikan melalui kajian folklor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kajian folklor melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap dua informan yang dipilih secara purposive dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Temuan penelitian mengidentifikasi lima motif tato tradisional, yaitu Kalung Ilak, Kalung Tebuku, Kalung Besulan, Kalung Kabuk, dan Kalung Se'. Adapun makna yang terkandung didalam jenis-jenis tato yang telah diteliti, dari kelima jenis makna tato yang telah diteliti terdapat dua jenis makna tato yang digunakan oleh para tetua adat dan bangsawan yaitu, tato kalung ilak dan kalung kabuk yang bermakna sebagai kehormatan puncak tertinggi dalam struktur dan memilliki kekuasaan tertinggi pada suku Dayak lepo’ke, sedangkan untuk tiga makna tato yaitu kalung tebuku, kalung besulan dan kalung se’ tato yang bermakna sebagai bagaimana perjalanan hidup seseorang dan digunakan sebaagai bentuk eksistensi kelas mengah kebawah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Masa nifas merupakan periode kritis yang membutuhkan asupan nutrisi optimal untuk mendukung pemulihan ibu, penyembuhan luka, dan produksi ASI. Namun, di berbagai komunitas adat, pemenuhan nutrisi bagi ibu pascapersalinan seringkali dibatasi oleh pantangan makanan yang diwariskan, termasuk di kalangan masyarakat Dayak Lundayeh. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif pantangan makanan bagi ibu pascapersalinan di suku Dayak Lundayeh, termasuk jenis pantangan, metode pengolahan makanan, pola konsumsi yang dibutuhkan, pergeseran praktik antargenerasi, dan perspektif budaya dan kesehatan terhadap fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan informan purposive sampling yang dikombinasikan dengan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur mendalam dan dokumentasi dengan tujuh informan, yang terdiri dari sesepuh desa, ibu nifas, ketua adat, dan bidan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantangan makanan meliputi berbagai jenis sayuran, makanan laut, daging, buah asam, dan makanan pedas, serta pembatasan metode pengolahan makanan yang harus diolah kering. Pola konsumsi wajib bubur panas disertai jahe merah dan kopi juga ditemukan, serta pergeseran pantangan makanan di antara generasi yang tidak lagi tinggal bersama orang tua ataupun mertua. Studi ini menyimpulkan bahwa pantangan makanan pascapersalinan adalah fenomena multidimensional yang membutuhkan pendekatan pendidikan gizi yang peka terhadap budaya lokal.