Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Semiotik.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Makna dan Simbol dalam Tradisi Uman Jenai suku Dayak Kenyah Lepo' Tau di Desa Long Temuyat Kecamatan Kayan Hulu kabupaten Malinau (Kajian Semiotika)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisiskan makna dan simbol yang terkandung dalam Tradisi Uman Jenai Suku Dayak Kenyah Lepo’tau di Desa Long Temuyat Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau (Kajian Semiotik). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan menggunakan kajian semiotik dari Charles Sanders Pierce yaitu teori segitiga makna, diantaranya tanda (sign), objek (object), interpretasi (interpretant). Data dalam penelitian ini adalah makna dan simbol dalam tradisi uman jenai suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau di Desa Long Temuyat Kecamatan Kayan Hulu. Sumber data pada penelitian ini dari informan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik wawancara, dan dokumentasi serta teknik rekam. Penelitian ini menerapkan beberapa langkah dalam teknik analisis yang meliputi pengumpulan data yang berkaitan dengan tradisi Uman Jenai Suku Dayak Kenyah Lepo’tau di Desa Long Temuyat Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau, data yang telah teridentifikasi diartikan atau diterjemahkan langsung ke dalam Bahasa Indonesia, kemudian data yang telah diartikan ke dalam Bahasa Indonesia tersebut diinterpretasikan dengan cara mengungkapkan makna yang terkandung dalam Tradisi Uman Jenai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 26 data mengenai makna dan simbol dalam tradisi Uman Jenai suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau di Desa Long Temuyat. Kata Kunci : Tradisi Uman Jenai, Suku Dayak Kenyah, Makna Dan Simbol, Kajian Semiotik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA SIMBOL TARIAN HEDUNG SUKU ADONARA DI KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIK)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan makna simbol tarian Hedung suku Adonara di kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara melalui kajian semiotik dari Charles Sander Pierce yaitu teori semiosis triadic, diantaranya adalah tanda (representament), objek (object), dan interpretasi (interpretant). Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini diantaranya observasi, wawancara, dokumentasi atau rekam, dan catat. Analisis data yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini mengumpulkan data, identifikasi data, dan menganalisiskan atau menafsirkan data dalam bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian ini terdapat dua belas simbol yang digunakan pada tarian Hedung suku Adonara di kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara yaitu Kenube Witi Taran, Dopi, Gala, Nowing, Kwatek, Lonceng Kaki, Ikat Kepala, Gelang Gading, Motif sarung Kebukak, Motif sarung Kau Nepi, Motif sarung skematik/bergaris-garis, selendang, gerakan penari berbaris masuk, gerakan penari mengiringi penari laki-laki, gerakan penari saling berhadapan, gerakan penari menyerang dan gerakan membuka barisan. Seluruh data ini dianalisis oleh peneliti dengan menggunakan teori segitiga makna dari Charles Sanders Pierce.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS MAKNA RUMAH ADAT TIDUNG DI JALAN TELAGA KERAMAT KOTA TARAKAN (KAJIAN SEMIOTIK PEIRCE)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANANLISIS MAKNA RUMAH ADAT TIDUNG DI JALAN TELAGA KERAMAT KOTA TARAKAN (KAJIAN SEMIOTIK PEIRCE) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna apa saja yang terdapat pada rumah adat Tidung di kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari masyarakat suku Tidung. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan mengumpulkan data yang telah diperoleh dari hasil wawancara pada saat melakukan penelitian, kemudian data yang telah didapatkan akan diklasifikasi, selanjutnya mendeskripsikan makna yang terdapat pada rumah adat Tidung kota Tarakan dan membuat kesimpulan dari data yang telah diperoleh. Jumlah keseluruhan data yang diperoleh dari penelitian ini sebanyak 50 data. Data penelitian terdiri atas 18 data ikon yaitu antiplemangu dan kekanus, pari-pari, ukiran, motif bunga anggrek, memniyuku, sambulayang, disaw baloy, panji kapi, balou unod, baloy yampu, baloy denandu, baloy rung. baloy delaki, manuk delaki, burung dara, galang tanok. Terdapat 13 data indeks yaitu sungkul, bebungkol, tabur, busak dian, long soy, kuningan, silaw, ijaw, pulak, lia, mitom, dan nasi pengantin. Terdapat 19 data simbol yaitu tanduk galung, tugul, pepanggil, timbang sapor, padaw tuju dulung, ketan, telur, pisang hijau, gayang lingkuda, atap rumah, tembangan, tukad, pelayang, tiang panggaw, antakesuma, penduduk, busak dian, lugay, dan sedulang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Makna simbol Akad Anggulung (Pernikahan) adat suku Dayak Agabag di desa Sedongon Kecamatan lumbis (Kajian Semiotik)

2022•

MAKNA SIMBOL AKAD ANGGULUNG (PERNIKAHAN) ADAT SUKU DAYAK AGABAG DI DESA SEDONGON KECAMATAN LUMBIS (KAJIAN SEMIOTIK) ABSTRAK DAMUS, 2023, Makna simbol akad Anggulung (pernikahan) adat suku Dayak Agabag di Desa Sedongon Kecamatan Lumbis (Kajian semiotik). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan, Dosen pembimbing Utama Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S., M.A Pembimbing anggota Muhammad Ilham, S.S., M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Makna Simbol Akad Anggulung (Pernikahan) Adat Suku Dayak Agabag di Desa Sedongon Kecamatan Lumbis (Kajian Semiotik). Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah makna dari simbol pernikahan Adat Agabag yang bersumber dari informan/narasumber. Sedangkan sumber data adalah pernikahan Adat Suku Agabag di Desa Sedongon Kecamatan Lumbis. Teknik pengumpulan data di antaranya yaitu teknik pengamatan, wawancara, teknik rekam, teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap analisis, yaitu koleksi data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data. Dengan 39 data yang ditemukan dan dianalisis Benda-benda, makanan dan tindakan tersebut pastinya memiliki makna pada setiap simbol. Setelah data disajikan peneliti kemudian melakukan analisis terhadap tiap- tiap data menggunaka teori Charles Sanders pierce segitiga makna. Kata Kunci: Simbol, Anggulung, Dayak Agabag, Semiotik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SIMBOL DAN MAKNA DALAM RITUAL NIVA DURU SUKU DAYAK PUNAN DI DESA RESPEN TUBU KECAMATAN MALINAU UTARA KABUPATEN MALINAU (KAJIAN SEMIOTIK)

2019•

SIMBOL DAN MAKNA DALAM RITUAL NIVA DURU SUKU DAYAK PUNAN DI DESA RESPEN TUBU KECAMATAN MALINAU UTARA KABUPATEN MALINAU (KAJIAN SEMIOTIK) Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh dan mendeskripsikan simbol dan makna yang terkandung dalam setiap simbol budaya pada prosesi ritual Niva Duru Suku Dayak Punan Di Desa Respen Tubu Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau. Metode pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa simbol dan makna yang terdapat dalam setiap prosesi ritual Niva Duru. Sumber data pada penelitian ini adalah ritual Niva Duru di Desa Respen Tubu Kecamatan Malinau Utara. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, teknik pengamatan, wawancara, teknik rekam, teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu data collection (mengumpulkan data), data reduction (reduksi data), dan data display (penyajian data). Hasil penelitian ini berupa data simbol budaya pada ritual Niva Duru yang berjumlah tiga puluh satu data, diantaranya yaitu: 16 data yang berupa benda, 9 data yang berupa makanan dan minuman, 2 data yang berupa hewan , dan 4 data yang berupa tindakan. Data tersebut dikaji menggunakan teori segitiga makna Peirce. Sign merupakan sesuatu yang berbentuk fisik yang dapat ditangkap oleh panca indera manusia dan merupakan sesuatu yang merujuk hal lain diluar tanda itu sendiri. Object merupakan acuan dari tanda (sign) berupa konteks sosial yang menjadi referensi dari tanda (sign) atau sesuatu yang dirujuk tanda. Interpretant (Interpretasi/penggunaan) merupakan konsep pemikiran dari orang yang menggunakan tanda dan menurunkannya pada makna tertentu atau makna yang ada dalam benak seseorang tentang objek yang dirujuk sebuah tanda. Kata Kunci: Simbol, Makna, Niva Duru, Dayak Punan, dan Semiotik.  

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail