ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar interaktif kosakata Bahasa Tidung Tengara berbasis QR Code dalam pembelajaran kokurikuler bagi siswa kelas VIII di SMPN 2 Tarakan yang layak, praktis, dan efektif digunakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan model ADDIE. Subjek uji coba adalah siswa kelas VIII E SMPN 2 Tarakan. Data dianalisis secara kualitatif dan deskriptif kuantitatif.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar memperoleh persentase sebesar 93,85% dari ahli materi, 90% dari ahli bahasa, dan 92,5% dari ahli media dengan kategori sangat layak. Penilaian praktisi memperoleh persentase sebesar 94% dengan kategori sangat praktis. Hasil pengerjaan LKPD memperoleh persentase sebesar 97,12% dan respons siswa sebesar 85,48%, yang keduanya termasuk kategori sangat efektif. Berdasarkan hasil tersebut, bahan ajar interaktif kosakata Bahasa Tidung Tengara berbasis QR Code dinyatakan sangat layak, sangat praktis, dan sangat efektif digunakan sebagai sumber belajar bagi siswa kelas VIII di SMPN 2 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan temuan terkait persamaan dan perbedaan pola kalimat kausatif analitik di antara bahasa Tidung dialek Tarakan dan Bahasa Indonesia berdasarkan kajian sintaksis. Penelitian ini berfokus pada penanda kausatif yang diungkapkan serta distribusi argumen dalam struktur klausa yang meliputi predikat kausatif. Kausatif analitik dibangun dengan dua kata kerja berbeda yang menggambarkan hubungan sebab-akibat dari sebuah peristiwa. Metode pada penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang diterapkan meliputi simak libat cakap (SLC), perekaman, pencatatan, dan teknik pancing. Fokus penelitian ini adalah untuk menguraikan bentuk dasar klausa dan kausatif analitik dalam bahasa Tidung dialek Tarakan serta Bahasa Indonesia. Proses analisis data dilakukan dengan metode agih menggunakan teknik bagi unsur langsung (BUL). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kedua bahasa memiliki bentuk klausa dasar dalam jenis verbal maupun nonverbal. Kemudian terdapat perbedaan dalam pembentukan kalimat kausatif analitik kedua bahasa tersebut yang terletak pada bentuk verba kausatif dalam konstruksi kausatif analitik masing-masing bahasa. Penelitan ini mengungkapkan bahwa pembentukan kalimat kausatif analitik dalam bahasa Tidung dialek Tarakan ditandai dengan verba kaustif ‘nyusup’ [menyuruh], ‘malok’ [meminta], ‘penebusu’ [membiarkan], ‘ngentugos’ [membuat], dan ‘maksa’ [memaksa]. Sementara pada Bahasa Indonesia ditandai dengan verba ‘mempersilahkan’, ‘membiarkan’, ‘membuat’, ‘memerintahkan’, ‘menyuruh’, dan ‘meminta’. Temuan lain terkait perbedaan sintaksis kedua bahasa tersebut terletak pada pola klausa runtut kedua bahasa. Bahasa Indonesia dalam pembentukan klausa runtut sudah memiliki konstruksi pola yang bersifat paten yaitu Subjek-Predikat (S-P), sedangkan dalam bahasa Tidung dialek Tarakan pola klausa runtut tersebut selalu berubah jika terdapat pronomina ‘taka’ [kita] yang bertemu dengan verba transitif atau kata keterangan (adverbia) yang muncul sebelum subjek maka pola klausa berubah menjadi Predikat-Subjek-Objek (P-S-O).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Big Book berbasis literasi budaya lokal serta mengetahui kelayakan dan keefektifannya dalam meningkatkan minat baca siswa kelas VII SMP Negeri 11 Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca siswa dan terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang menarik serta berbasis budaya lokal dalam pembelajaran muatan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Subjek penelitian terdiri atas ahli media, ahli materi, ahli bahasa, serta siswa kelas VII SMP Negeri 11 Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi, angket respon siswa, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Big Book berbasis literasi budaya lokal memperoleh kategori sangat layak berdasarkan validasi ahli media sebesar 90%, ahli materi sebesar 90%, dan ahli bahasa sebesar 98%, dengan rata-rata persentase kelayakan sebesar 92,67%. Hasil uji coba terbatas memperoleh respon siswa sebesar 83,1% dan uji coba lapangan sebesar 81,61%, yang keduanya termasuk kategori sangat menarik. Selain itu, hasil analisis keefektifan menggunakan N-Gain memperoleh nilai rata-rata sebesar 0,70 yang termasuk kategori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media Big Book berbasis literasi budaya lokal efektif dalam meningkatkan minat baca siswa serta mampu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, aktif, dan bermakna melalui pengenalan budaya lokal Suku Tidung. Kata Kunci: Big Book, literasi budaya lokal, minat baca, media pembelajaran, budaya Tidung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Indah Putri 2026. Konstruksi Aplikatif Bahasa Tidung (Kajian Sintaksis). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S.,M.A dan Pembimbing Anggota Nurul Hanna Fauziyyah, M.A. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan proses konstruksi aplikatif dalam Bahasa Tidung, khususnya konstruksi aplikatif instrumental dan lokatif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga Februari 2026 di Desa Menjelutung, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Data penelitian berupa tuturan lisan yang mengandung konstruksi aplikatif dalam Bahasa Tidung, sedangkan sumber data diperoleh dari penutur asli Bahasa Tidung yang berdomisili di Desa Menjelutung dan memenuhi kriteria sebagai informan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, serta teknik elisitasi untuk memperoleh pasangan kalimat dasar dan kalimat yang mengandung unsur aplikatif. Analisis dilakukan dengan membandingkan struktur sintaktis dan morfologis antara Bahasa Tidung dan Bahasa Indonesia untuk mengidentifikasi perubahan valensi verba serta status argumen dalam konstruksi aplikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Bahasa Indonesia, konstruksi aplikatif instrumental ditandai dengan pelekatan sufiks -kan pada verba transitif, sedangkan konstruksi aplikatif lokatif ditandai dengan pelekatan sufiks -i. Afiksasi tersebut menyebabkan perubahan struktur argumen berupa penaikan unsur oblik menjadi argumen inti. Sebaliknya, dalam Bahasa Tidung tidak ditemukan proses morfologis berupa afiksasi aplikatif yang setara. Unsur instrumental dan lokatif masih ditandai oleh preposisi seperti pakai, dengan, dan de sehingga tetap berstatus sebagai oblik dan tidak mengalami penaikan menjadi objek inti. Dengan demikian, konstruksi aplikatif dalam Bahasa Tidung cenderung mempertahankan pola sintaktis dasar tanpa perubahan valensi verba secara morfologis. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan tipologis antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Tidung dalam merealisasikan konstruksi aplikatif serta memberikan kontribusi terhadap kajian morfosintaksis bahasa daerah, khususnya Bahasa Tidung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGEMBANGAN MEDIA PAPAN PINTAR KOSA KATA BAHASA TIDUNG UNTUK SISWA KELAS IV-B SDN 032 TARAKAN Sopiah latifah 2140605075 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan kemenarikan media pembelajaran dua dimensi berupa Papan Pintar Kosakata Bahasa Tidung untuk siswa kelas IV-B SDN 032 Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kurang efektifnya pembelajaran muatan lokal bahasa daerah karena keterbatasan bahan ajar yang masih terfokus pada buku paket konvensional, serta kendala guru pengajar yang bukan merupakan asli penutur suku Tidung sehingga siswa kesulitan memahami arti materi kosakata yang disampaikan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) dengan menerapkan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek uji coba dalam penelitian ini melibatkan 24 siswa kelas IV-B SDN 032 Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi awal, wawancara, angket validasi ahli, serta angket ketertarikan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kelayakan media Papan Pintar Kosakata dikategorikan sangat layak berdasarkan penilaian dari ahli materi (menggunakan kosakata fokus), ahli bahasa (penyesuaian ejaan istilah warnano dan agung), serta ahli media yang disesuaikan dengan kebutuhan visual dan karakteristik siswa sekolah dasar. (2) Kemenarikan media berdasarkan angket respon siswa dikategorikan sangat menarik, di mana variasi gambar pendukung instrumen musik tradisional daerah dan kosakata warna mampu membuat peserta didik aktif, antusias, serta mudah memahami materi pembelajaran muatan lokal. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media Papan Pintar Kosakata Bahasa Tidung memenuhi kriteria kelayakan dan kemenarikan untuk digunakan sebagai sumber belajar muatan lokal di sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FARRAS AKBAR HARUNURASYID, 2026 Diatesis Medial dalam Bahasa Tidung dialek Tarakan (kajian sintaksis). Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP, Universitas Borneo Tarakan. (dibimbing oleh Rita Kumala Sari dan Dwi Cahyono Aji) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dari diatesis medial yang terdapat dalam bahasa Tidung dialek Tarakan. Diatesis medial merupakan bentuk konstruksi bahasa yang menunjukan bahwa peran subjek berkedudukan sebagai pelaku sekaligus penerima tindakan yang dilakukan oleh subjek. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif serta menggunakan teknik BUL (Bagi Unsur Langsung) untuk menganalisis data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dari tuturan liisan secara langsung dari penyutur masyarakat suku Tidung dengan cara menggunakan teknik SBLC (Simak, Bebas, Libat, Cakap), rekam dan catat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam bahasa Tidung dialek Tararakan terdapat adanya tipe diatesis medial yang terbentuk yaitu diatesis medial tipe perawatan tubuh, diatesis medial tipe perubahan postur tubuh, diatesis medial tipe perubahan gerakan tubuh tanpa diikuti seluruh anggota tubuh, diatesis medial tipe Gerakan langsung, diatesis medial tipe pergerakan perasaan emosi, diatesis medial tipe tak langsung dan diatesis medial tipe kognitif. KATA KUNCI: Bahasa Tidung Dialek Tarakan, Diatesis Medial, Sintaksis
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Bahasa Tidung merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia yang semakin jarang digunakan oleh generasi muda akibat pengaruh globalisasi dan keterbatasan media pembelajaran yang inovatif . Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif menggunakan teknologi Augmented Reality ( AR ) guna meningkatkan minat belajar kosakata Bahasa Tidung pada anak-anak . Aplikasi ini dibangun menggunakan metode Research and Development ( R & D ) dengan memanfaatkan engine Unity dan Vuforia berbasis Android . Penerapan metode marker-based tracking pada aplikasi ini memungkinkan pengguna mengeksplorasi visualisasi objek 3D sebagai representasi dari kosakata yang dipelajari secara interaktif . Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah kuantitatif deskriptif untuk mengolah data yang diperoleh dari instrument penilaian . Untuk menjamin kinerja aplikasi , dilakukan serangkaian pengujian teknis yang mendalam . Pengujian fungsionalitas menggunakan metode Black Box Testing menunjukkan hasil 100 % `` Berhasil '' pada seluruh fitur utama , termasuk fungsi pemindaian kamera , transisi antar menu , dan mekanisme kuis . Pada pengujian teknis AR , sistem mampu mendeteksi marker dengan optimal dan menampilkan objek 3D secara stabil . Validasi kelayakan dilakukan oleh para ahli dimana . Ahli media memberikan skor 90 % , sementara ahli materi memberikan skor 86 % , yang mengategorikan aplikasi ini dalam klasifikasi `` Sangat Layak '' Selanjutnya , hasil analisis Usability Testing yang diukur menggunakan kuesioner berbasis Skala Likert dengan skor 90,4 % `` Sangat layak '' . Secara keseluruhan , aplikasi ini bisa digunakan sebagai media pembelajaran alternatif untuk daya tarik literasi bahasa daerah serta memberikan kontribusi nyata dalam upaya pelestarian budaya lokal di era digital.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bahasa Tidung sebagai salah satu bahasa daerah di Kalimantan Utara menghadapi tantangan serius akibat dominan bahasa Indonesia, terutama dalam ranah rumah tangga yang seharusnya menjadi pusat utama pewarisan bahasa antargenerasi. Kondisi ini menimbulkan kepentingan untuk mengkaji bagaimana bahasa Tidung dipertahankan dalam lingkungan keluarga serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlangsungannya di tengah arus perkembangan zaman dan perubahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemertahanan bahasa Tidung dalam ranah rumah tangga di Desa Sepala Dalung, Kabupaten Tana Tidung, serta menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi proses tersebut. Pertanyaan penelitian difokuskan pada bagaimana pola penggunaan bahasa Tidung dalam keluarga dan faktor apa saja yang mendukung maupun menghambat pemertahanannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif sosiolinguistik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri atas generasi orang tua dan generasi muda. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada teori pemertahanan dan pergeseran bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemertahanan bahasa Tidung masih berlangsung, namun melemah. Generasi orang tua secara konsisten menggunakan bahasa Tidung dalam interaksi keluarga dan kegiatan adat, sedangkan generasi muda lebih dominan menggunakan bahasa Indonesia akibat pengaruh pendidikan, pergaulan, dan media digital. Faktor sikap bahasa dan kebanggaan etnis mendukung pemertahanan, tetapi tekanan eksternal terbukti lebih kuat dalam mendorong pergeseran bahasa. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemertahanan bahasa Tidung dalam ranah rumah tangga bersifat terbatas. Diperlukan dukungan berkelanjutan dari keluarga, lembaga pendidikan, dan pemangku kebijakan untuk memperkuat fungsi bahasa Tidung agar tetap hidup dan berdaguna.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fenomena menurunnya penggunaan bahasa Tidung di kalangan remaja suku Tidung di Strat Buntu, Kota Tarakan, menunjukkan adanya urgensi untuk mengkaji dinamika pergeseran bahasa yang terjadi dalam masyarakat multibahasa. Dominasi bahasa Indonesia dalam ranah pendidikan, pergaulan, dan aktivitas publik memengaruhi pola pemilihan bahasa remaja serta melemahkan posisi bahasa Tidung sebagai bahasa warisan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pergeseran bahasa Tidung pada remaja serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong terjadinya pergeseran tersebut. Pertanyaan utama penelitian mencakup bagaimana pola penggunaan bahasa Tidung di kalangan remaja dan faktor apa saja yang memengaruhi perubahan itu. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara terstruktur, dan teknik simak libat bebas cakap, melibatkan remaja suku Tidung berusia 10–24 tahun sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran bahasa berlangsung melalui pola bilingual setara, bilingual bawahan, hingga monolingual bahasa Indonesia, khususnya dalam ranah sosial dan interaksi sebaya. Faktor penyebab utama mencakup heterogenitas interaksi sosial, dominasi bahasa Indonesia di sekolah, sikap bahasa negatif terhadap bahasa Tidung, serta melemahnya transmisi bahasa dalam keluarga. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa bahasa Tidung berada pada fase melemah dan membutuhkan strategi pemertahanan melalui keluarga, komunitas budaya, dan institusi pendidikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RISKI 2025. Diatesis dalam Bahasa Tidung (Kajian Sintaksis) (dibimbing oleh Siti Fathonah,M.Pd. dan Muhammad Ilham, S.S., M.Pd.). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk klausa dasar dan bentuk diatesis dalam bahasa Tidung dengan menggunakan pendekatan tipologi sintaksis. Bahasa Tidung, sebagai salah satu bahasa daerah di Kalimantan Utara, memiliki struktur sintaksis yang menarik untuk dikaji karena belum banyak penelitian yang mengungkapkan sistem diatesisnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, simak, catat, baca, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari penutur asli bahasa Tidung yang memenuhi kriteria linguistik sebagai sumber data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Tidung memiliki beberapa pola klausa dasar yang meliputi pola Nomina + Verba, Nomina + Nomina, Nomina + Adjektiva, Nomina + Numeralia, dan Nomina + Adverbia. Selain itu, diatesis dalam bahasa Tidung terbagi menjadi dua bentuk utama, yaitu diatesis aktif dan diatesis pasif. Diatesis aktif ditandai dengan verba berafiks seperti ngem-, meng-, dan nge-, sedangkan diatesis pasif ditandai dengan adanya bentuk seperti ne-, te-, ke-an, serta konstruksi tanpa afiks yang menunjukkan makna pasif. Analisis menunjukkan bahwa struktur aktif lebih dominan digunakan dalam tuturan sehari-hari, sementara bentuk pasif muncul pada konstruksi yang menonjolkan objek sebagai fokus. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi dokumentasi dan pelestarian bahasa Tidung, serta menjadi rujukan bagi penelitian linguistik lanjutan, khususnya dalam bidang sintaksis dan tipologi bahasa daerah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran makanan tradisional dalam mempertahankan tradisi dan identitas budaya suku Tidung melalui kajian folklor. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa, wawancara, dokumentasi, dan angket. Sumber data primer berupa wawancara, rekam dan catat dan data sekunder berupa foto makanan. Lokasi penelitian ditetapkan di Desa Buong Baru dan Desa Sepala Dalung, Kabupaten Tana Tidung, dengan melibatkan tokoh adat, ibu rumah tangga, dan pemuda sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan tradisional suku Tidung, seperti nasi subut, nasi wasur, kue kumpol, kubal, dan sayur temberungun, tidak hanya berfungsi sebagai kebutuhan konsumsi, tetapi juga sebagai Peran media pewarisan nilai budaya, simbol identitas kolektif, serta sarana penguat solidaritas sosial. Pada setiap upacara adat seperti irau, maulid nabi, tolak bala dan guting rambut. Makanan tradisional disajiakan pada acara tersebut sebagai untuk mempertahankan makanan tradisional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Suku Tidung yang bermukim di Kelurahan Juata Laut, Kota Tarakan, hingga saat ini masih mempertahankan kearifan lokal dalam pemanfaatan tanaman sebagai obat tradisional. Pengetahuan tersebut diwariskan secara turun-temurun dan dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai jenis penyakit yang umum dialami oleh masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat Suku Tidung berdasarkan kelompok penyakit, mengetahui bagian yang dimanfaatkan, cara pengolahan, serta metode pengaplikasiannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan jumlah responden 6 orang tokoh masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang pengobatan tradisional, serta didukung dengan dokumentasi lapangan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2025 di Kelurahan Juata Laut, Kota Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 jenis tanaman obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Tidung, yang berasal dari berbagai habitus, yaitu pohon, perdu, semak, herba, terna, dan liana. Cara pengolahan tanaman obat yang paling umum dilakukan adalah dengan cara direbus, dimemarkan, dan dihaluskan. Bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun, diikuti oleh rimpang dan batang. Pengaplikasian tanaman obat dilakukan melalui beberapa metode, antara lain dengan cara diminum, ditempelkan, dan dioleskan pada bagian tubuh yang membutuhkan pengobatan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi ilmiah mengenai pemanfaatan tanaman obat berbasis kearifan lokal serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan pendukung pembelajaran Biologi, khususnya pada materi keanekaragaman hayati dan etnobotani.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna dan simbol budaya dalam seni bela diri Kuntau Tidung di Desa Sepala Dalung Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung (kajian semiotika) dari Charles Sanders Pierce. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif menggunakan kajian semiotika dari Charles Sanders Pierce, yaitu teori triadic, di antaranya adalah tanda (representament), objek (object), dan interpretasi (interpretant). Data pada penelitian ini berupa makna dan simbol gerakan seni bela diri kuntau. Sumber data pada penelitian ini seni bela diri Kuntau di Desa Sepala Dalung Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung dan tokoh adat Suku Tidung. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, wawancara, dan mencatat atau menulis. Analisis data yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini mengumpulkan data, identifikasi data, dan menganalisis atau menafsirkan data. Hasil dari penelitian ini terdapat 27 simbol yang digunakan pada seni bela diri Kuntau di Desa Sepala Dalung Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung yang dipercayai membawa hal-hal baik dan bermanfaat untuk menjaga keamanan diri sendiri maupun pada diri seseorang yang sangat membutuhkan, sehingga setiap simbol memiliki makna dan mempunyai tujuan yang sama, yaitu bentuk harapan agar diri dan keluarga memiliki keamanan yang baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis konstruksi verba beruntun dalam bahasa Tidung (kajian tipologi sintaksis). Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam kalimat ini berupa hasil rekaman suara dan wawancara yang dapat menghasilkan data kalimat. Sumber data dari penelitian konstruksi verba beruntun dalam bahasa Tidung ini masyarakat asli Suku Tidung yang berada di kota Tarakan. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah tehnik pancing, tehnik rekam, tehnik catat. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Agih kebalikan dari metode padan yang berdasarkan alat penentunya. Hasil dari penelitian yang dilakukan maka terdapat 25 data Bahasa Tidung dari 8 karakteristik pembeda antara VB dari kontruksi verba biasa atau kontruksi lain. Dari 25 data maka terdapat fungsi dari sintaksis konstruksi verba beruntun dalam bahasa Tidung
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas struktur dan fungsi mantra pengobatan suku Tidung di Desa Buong Baru, Kabupaten Tana Tidung. Mantra, yang dikenal sebagai 'tawar', merupakan bagian integral dari tradisi lisan dan pengobatan tradisional yang diyakini memiliki kekuatan magis dan spiritual untuk mengobati penyakit serta mengatasi masalah kesehatan. Meskipun pengobatan modern telah dikenal, masyarakat Suku Tidung tetap digabungkan dengan mantra tradisional. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur mantra yang meliputi judul, pembuka, niat, tujuan, dan penutup, serta mengeksplorasi fungsi-fungsi mantra tersebut, yaitu fungsi budaya, kepercayaan, pendidikan, dan sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif deskripsi, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan berusia 50-82 tahun yang memahami mantra, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif, termasuk pengurangan data, penyajian data, dan penarikan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra pengobatan suku Tidung memiliki struktur lima komponen, meskipun tidak semua mantra lengkap, dan berfungsi secara budaya, kepercayaan, pendidikan, dan sosial. Mantra-mantra ini berperan penting dalam tradisi pelestarian, keyakinan spiritual, pengajaran nilai-nilai, dan penguatan solidaritas komunitas. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pemahaman dan pelestarian sastra lisan serta praktik pengobatan tradisional suku Tidung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hutan mangrove merupakan ekosistem pesisir yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis tinggi, namun saat ini menghadapi ancaman kerusakan serius. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran masyarakat adat Tidung dalam konservasi serta pemanfaatan berkelanjutan hutan mangrove di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni 2025 dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan etnografi. Subjek penelitian ditentukan secara purposif, meliputi tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga yang terlibat aktif dalam kegiatan konservasi. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara semi-terstruktur, observasi partisipan, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat adat Tidung berperan penting dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove melalui penerapan kearifan lokal. Aturan adat “Maliu” melarang penebangan sembarangan dan tindakan yang merusak lingkungan. Selain itu, masyarakat aktif melakukan penanaman kembali serta pengawasan kolektif terhadap kawasan pesisir. Pemanfaatan sumber daya alam dilakukan secara seimbang dan berkelanjutan, seperti pemanfaatan hasil perikanan untuk pangan dan ekonomi, serta penggunaan kayu, nipah, dan tanaman obat untuk kebutuhan sehari-hari. Praktik ini mencerminkan harmoni antara kepentingan ekonomi, sosial-budaya, dan kelestarian lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia sebagai negara kepulauan sangat bergantung pada transportasi laut untuk menjamin konektivitas antar wilayah. Kalimantan Utara sebagai provinsi baru menghadapi tantangan geografis yang membuat moda laut seperti kapal ferry menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pengguna dan faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan kapal ferry pada rute Tarakan – Kabupaten Tana Tidung (KTT). Dua moda utama yang tersedia adalah speedboat dan kapal ferry, dengan preferensi pengguna yang berbeda tergantung pada beberapa variabel. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei, yaitu penyebaran kuesioner kepada penumpang yang pernah menggunakan kedua moda transportasi. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk melihat hubungan antara variabel bebas (biaya perjalanan, waktu tunggu, dan waktu tempuh) terhadap variabel terikat (keputusan pemilihan moda). Selain itu, digunakan model logit biner selisih untuk menganalisis probabilitas pemilihan moda berdasarkan perbedaan atribut antar moda. Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya perjalanan adalah faktor yang paling dominan memengaruhi keputusan pengguna dalam memilih kapal ferry, disusul oleh waktu tunggu dan waktu tempuh. Mayoritas pengguna kapal ferry berasal dari kalangan dengan pendapatan menengah ke bawah yang memprioritaskan efisiensi biaya dibandingkan kecepatan perjalanan. Temuan ini penting untuk pengembangan kebijakan transportasi laut dan peningkatan pelayanan pelabuhan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tindak pidana persetubuhan terhadap anak oleh ayah kandung merupakan kejahatan berat yang tidak hanya melanggar hukum pidana tetapi juga nilai-nilai moral dan perlindungan anak sebagai hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada anak korban tindak pidana persetubuhan oleh ayah kandung di wilayah hukum Kepolisian Resor Tana Tidung serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya kejahatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap anak dilakukan dalam dua bentuk, yaitu preventif melalui edukasi, sosialisasi, dan kerja sama lintas sektor, serta represif melalui proses hukum dan pendampingan korban. Namun, hambatan dalam pelaksanaan perlindungan masih terjadi, seperti tekanan keluarga terhadap korban dan lemahnya efek jera bagi pelaku. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya tindak pidana ini meliputi lemahnya pengawasan keluarga, rendahnya pendidikan, serta kurangnya kesadaran hukum masyarakat. Diperlukan penguatan sistem perlindungan hukum berbasis komunitas, serta penegakan hukum yang konsisten dan berkeadilan untuk menjamin pemulihan dan keadilan bagi korban. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Anak, Tindak Pidana, Persetubuhan Ayah Kandung, Kepolisian Resor Tana Tidung
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Muatan lokal adalah elemen pendidikan yang penting dalam kurikulum nasional untuk mencerminkan kearifan lokal dan mendukung pembelajaran kontekstual yang relevan dengan daerah setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran Muatan Lokal Budaya dan Bahasa Tidung di kelas II-C SDN 047 Tarakan. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif pendekatan penelitian kualitatif dengan subjek penelitian yaitu guru kelas II-C (Y), guru sejawat (M), siswa suku Tidung (MS) dan siswa suku non-Tidung (MA) dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi yang menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman dengan menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penaikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) Perencanaan pembelajaran, di kelas II-C telah menerapkan kurikulum merdeka namun guru masih menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) K13 karena belum ada silabus resmi dari dinas pendidikan Tarakan, keterbatasan kompetensi linguistik guru non-Tidung dalam mengajarkan muatan lokal budaya dan bahasa Tidung serta keterbatasan sumber belajar belajar yang hanya ada satu buku modul yang kurang sesuai dengan siswa kelas II-C. (2) Pelaksanaan pembelajaran, guru kelas II-C menggunakan metode pembelajaran yaitu ceramah, menirukan ucapan guru, nyanyian dan cerita rakyat tidung yang mendapatkan respon antusias dari siswa khususnya penggunaan metode bernyanyi dan cerita rakyat Tidung, namun pengelolaan kelas kurang efektif dengan siswa sering tidak fokus, sementara media pembelajaran sangat terbatas yaitu papan tulis dan satu buku modul. (3) Evaluasi pembelajaran, guru melakukan penilaian meliputi tes tulis dan lisan sederhana dengan program remedial berupa pengulangan tugas yang sama dengan tingkat keberhasilan pembelajaran kurang memuaskan dibuktikan dengan banyak siswa yang masih kesulitan karena belum lancar membaca. (4) Ketersediaan sarana dan prasarana di kelas II-C sangat terbatas dengan hanya memiliki satu buku modul yang kurang menarik, tidak ada alat peraga, kondisi ruang kelas yang becek ketika hujan yang berdampak signifikan pada efektivitas pembelajaran bahasa Tidung yang membutuhkan pendekatan visual dan manipulatif konkret.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna dan simbol tari Umbak Gesinggau pada Sanggar Budaya Tidung Taka (kajian semiotika) dari Charles Sanders Peirce. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan kajian semiotika dari Charles Sanders Peirce yaitu teori tanda (representament), objek (object) dan interprestasi (interpretant). Data dalam penelitian ini berupa makna dan simbol dari benda dan gerakan tari Umbak Gesinggau. Sumber data dari penelitian tari Umbak Gesinggau ini di Desa Salimbatu Kabupaten Bulungan dan tokoh dari suku Tidung. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian yang dilakukan maka terdapat 25 simbol yang ada dalam tari Umbak Gesinggau. Dari setiap data memiliki makna dan simbol masing-masing dengan tujuan yang berbeda berdasrkan fungsinya.