Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

RISKI

44 karya publik ditemukan.

2026: 132025: 62024: 42023: 102022: 82021: 22020: 1

PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG GAYA MAGNET DI KELAS IV C SDN 043 TARAKAN

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning pada materi gaya magnet di kelas IV C SDN 043 Tarakan. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV C SDN 043 Tarakan yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar, observasi aktivitas guru dan siswa, serta penilaian ranah afektif dan psikomotorik . Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada ranah kognitif, ketuntasan belajar siswa pada siklus I mencapai 57% atau 16 siswa, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 89% atau 25 siswa. Pada ranah afektif, ketuntasan siswa pada siklus I sebesar 68% atau 19 siswa dan meningkat menjadi 89% atau 25 siswa pada siklus II. Sementara itu, pada ranah psikomotorik ketuntasan siswa pada siklus I sebesar 46% atau 13 siswa, kemudian meningkat menjadi 82% atau 23 siswa pada siklus II. Aktivitas guru juga mengalami peningkatan dari rata-rata 68% pada siklus I menjadi 83% pada siklus II, sedangkan aktivitas siswa pada siklus II mencapai rata-rata 89%. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi gaya magnet di kelas IV C SDN 043 Tarakan. Penelitian dihentikan pada siklus II karena ketuntasan klasikal pada ketiga ranah telah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan.

PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG GAYA MAGNET DI KELAS IV C SDN 043 TARAKAN

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning pada materi gaya magnet di kelas IV C SDN 043 Tarakan. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV C SDN 043 Tarakan yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar, observasi aktivitas guru dan siswa, serta penilaian ranah afektif dan psikomotorik . Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada ranah kognitif, ketuntasan belajar siswa pada siklus I mencapai 57% atau 16 siswa, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 89% atau 25 siswa. Pada ranah afektif, ketuntasan siswa pada siklus I sebesar 68% atau 19 siswa dan meningkat menjadi 89% atau 25 siswa pada siklus II. Sementara itu, pada ranah psikomotorik ketuntasan siswa pada siklus I sebesar 46% atau 13 siswa, kemudian meningkat menjadi 82% atau 23 siswa pada siklus II. Aktivitas guru juga mengalami peningkatan dari rata-rata 68% pada siklus I menjadi 83% pada siklus II, sedangkan aktivitas siswa pada siklus II mencapai rata-rata 89%. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi gaya magnet di kelas IV C SDN 043 Tarakan. Penelitian dihentikan pada siklus II karena ketuntasan klasikal pada ketiga ranah telah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan.

Analisis Rantai Tata Niaga Komoditas Ikan Hasil Tangkapan Nelayan di Wilayah Pesisir Tias Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara

2026 · Book ·

Pulau Tias merupakan wilayah pesisir di Desa Tanjung Buka, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan. Sistem pemasaran hasil tangkapan di wilayah ini melibatkan pengepul yang menyediakan modal operasional, sehingga menciptakan pola ketergantungan yang mempengaruhi posisi tawar nelayan, namun data terdokumentasi mengenai rantai tata niaga di wilayah ini belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saluran tata niaga beserta pelaku yang terlibat, menghitung margin pemasaran dan farmer's share, serta menganalisis tingkat efisiensi pemasaran ikan hasil tangkapan nelayan di Pulau Tias. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025–Maret 2026 menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling terhadap 20 responden yang terdiri atas nelayan, pengepul, penampung, dan pengecer. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua saluran tata niaga, yaitu Saluran I (distribusi lokal: nelayan–pengepul–pengecer–konsumen akhir) dan Saluran II (distribusi ekspor: nelayan–pengepul–penampung–eksportir). Margin pemasaran Saluran I berkisar 24,5%–26,8%, sedangkan Saluran II 19,0%–36,7%. Nilai farmer's share Saluran I relatif seragam (74%–75%), sedangkan Saluran II lebih bervariasi (63%–81%), dengan seluruh nilai berada di atas 60%. Tingkat efisiensi pemasaran Saluran I (5,6%–8,0%) relatif lebih mendekati efisien dibandingkan Saluran II (6,4%–9,9%), meskipun secara umum kedua saluran masih tergolong kurang efisien (Ep > 5%). Penyederhanaan rantai pemasaran dan penguatan akses pasar langsung bagi nelayan disarankan sebagai strategi peningkatan efisiensi dan kesejahteraan nelayan di Pulau Tias.

Analisis Rantai Tata Niaga Komoditas Ikan Hasil Tangkapan Nelayan di Wilayah Pesisir Tias Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pulau Tias merupakan wilayah pesisir di Desa Tanjung Buka, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan. Sistem pemasaran hasil tangkapan di wilayah ini melibatkan pengepul yang menyediakan modal operasional, sehingga menciptakan pola ketergantungan yang mempengaruhi posisi tawar nelayan, namun data terdokumentasi mengenai rantai tata niaga di wilayah ini belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saluran tata niaga beserta pelaku yang terlibat, menghitung margin pemasaran dan farmer's share, serta menganalisis tingkat efisiensi pemasaran ikan hasil tangkapan nelayan di Pulau Tias. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025–Maret 2026 menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling terhadap 20 responden yang terdiri atas nelayan, pengepul, penampung, dan pengecer. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua saluran tata niaga, yaitu Saluran I (distribusi lokal: nelayan–pengepul–pengecer–konsumen akhir) dan Saluran II (distribusi ekspor: nelayan–pengepul–penampung–eksportir). Margin pemasaran Saluran I berkisar 24,5%–26,8%, sedangkan Saluran II 19,0%–36,7%. Nilai farmer's share Saluran I relatif seragam (74%–75%), sedangkan Saluran II lebih bervariasi (63%–81%), dengan seluruh nilai berada di atas 60%. Tingkat efisiensi pemasaran Saluran I (5,6%–8,0%) relatif lebih mendekati efisien dibandingkan Saluran II (6,4%–9,9%), meskipun secara umum kedua saluran masih tergolong kurang efisien (Ep > 5%). Penyederhanaan rantai pemasaran dan penguatan akses pasar langsung bagi nelayan disarankan sebagai strategi peningkatan efisiensi dan kesejahteraan nelayan di Pulau Tias.

Uji Efektivitas Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum) dengan Penambahan Beberapa Jenis Surfaktan terhadap Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera litura F.)

2026 · Book ·

Ulat grayak (Spodoptera litura F.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman hortikultura seperti pakcoy (Brassica rapa L.) yang dapat menurunkan produktivitas sebesar 40-60%. Pengendalian menggunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) menjadi alternatif ramah lingkungan, namun sifatnya yang mudah terurai memerlukan bahan pembantu (adjuvan) seperti surfaktan untuk meningkatkan efektivitas dan daya tahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan beberapa jenis surfaktan terhadap efektivitas ekstrak daun kemangi dan menentukan jenis surfaktan terbaik dalam mengendalikan mortalitas ulat grayak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas: P0 (Air/Kontrol negatif), P+ (Ekstrak kemangi tanpa surfaktan), P1 (Ekstrak kemangi + Tween 80), P2 (Ekstrak kemangi + Alkilaril Poliglikol Eter), dan P3 (Ekstrak kemangi + Lauryl-hydroxyethyl Cellulose-alkoxylate). Uji efektivitas dilakukan pada hari ke-0 dan hari ke-4 setelah aplikasi perlakuan pada daun sawi dengan parameter yang diamati meliputi waktu awal kematian, lethal time 50 (LT₅₀), aktivitas makan larva, dan persentase mortalitas larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan surfaktan mampu meningkatkan efektivitas ekstrak daun kemangi dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan P2 (ekstrak kemangi dengan penambahan surfaktan Alkilaril Poliglikol Eter) merupakan perlakuan terbaik di antara semua perlakuan yang diuji. Pada hari ke-0, perlakuan P2 mampu menghasilkan waktu awal kematian tercepat (31 jam), nilai LT₅₀ tercepat (32 jam), kemampuannya menurukan aktivitas makan larva (7,78%), serta meningkatkan mortalitas sebesar 100%. Pada pengujian hari ke-4, perlakuan P2 konsisten dalam mempertahankan efektivitasnya dengan waktu awal kematian tercepat yaitu 34 jam, LT₅₀ tercepat yaitu 41 jam, persentase menurunnya aktivitas makan 9,39%, dan meningkatkan mortalitas larva mencapai 88,89%.

Analisis Struktur Komunitas Mangrove di Kelurahan Kampung Empat Kota Tarakan

2026 · Book ·

Tarakan merupakan salah satu wilayah kepulauan di Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki hutan mangrove dengan luas sekitar 1.587 hektare. Namun, dalam kurun waktu lima tahun, terjadi penyusutan luas mangrove sebesar 51,73%. Ekosistem hutan mangrove saat ini menghadapi tekanan yang serius akibat degradasi mangrove yang dilakukan dengan adanya aktivitas manusia seperti pembangunan infrastruktur, konversi lahan menjadi tambak, penebangan liar, serta praktik eksploitasi yang cenderung hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi. Pelestarian hutan mangrove menjadi sangat krusial, mengingat fungsi utama mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir serta memberikan manfaat ekologis dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Penelitian untuk mendukung upaya pelestarian tersebut perlu dilakukan. Penelitian tentang struktur komunitas mangrove telah dilaksanakan pada Febuari-Maret 2026, berlokasi di Kelurahan Kampung Empat Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa struktur komunitas mangrove, karena struktur komunitas mangrove memegang peranan penting dalam memahami peran ekologis masing-masing jenis mangrove. Struktur komunitas mangrove dinilai berdasarkan Indeks Keanekaragaman Jenis (H’), Indeks Kekayaan Jenis (R), Indeks Keseragaman Jenis (E), Indeks Dominansi (C) dan Indeks Nilai Penting (INP). Nilai indeks ekologis yang dihasilkan H’ = 0,24; R = 0,43; E = 0,51 dan C = 0,71. INP untuk R. apiculata, S. alba dan A. alba masing-masing berurutan 204.51%; 60.47% dan 35.02%. Lokasi penelitian didominansi oleh R. apiculata. Struktur komunitas mangrove pada area penelitian kurang seimbang, sehingga kondisi lingkungan tidak stabil.

Analisis Struktur Komunitas Mangrove di Kelurahan Kampung Empat Kota Tarakan

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tarakan merupakan salah satu wilayah kepulauan di Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki hutan mangrove dengan luas sekitar 1.587 hektare. Namun, dalam kurun waktu lima tahun, terjadi penyusutan luas mangrove sebesar 51,73%. Ekosistem hutan mangrove saat ini menghadapi tekanan yang serius akibat degradasi mangrove yang dilakukan dengan adanya aktivitas manusia seperti pembangunan infrastruktur, konversi lahan menjadi tambak, penebangan liar, serta praktik eksploitasi yang cenderung hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi. Pelestarian hutan mangrove menjadi sangat krusial, mengingat fungsi utama mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir serta memberikan manfaat ekologis dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Penelitian untuk mendukung upaya pelestarian tersebut perlu dilakukan. Penelitian tentang struktur komunitas mangrove telah dilaksanakan pada Febuari-Maret 2026, berlokasi di Kelurahan Kampung Empat Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa struktur komunitas mangrove, karena struktur komunitas mangrove memegang peranan penting dalam memahami peran ekologis masing-masing jenis mangrove. Struktur komunitas mangrove dinilai berdasarkan Indeks Keanekaragaman Jenis (H’), Indeks Kekayaan Jenis (R), Indeks Keseragaman Jenis (E), Indeks Dominansi (C) dan Indeks Nilai Penting (INP). Nilai indeks ekologis yang dihasilkan H’ = 0,24; R = 0,43; E = 0,51 dan C = 0,71. INP untuk R. apiculata, S. alba dan A. alba masing-masing berurutan 204.51%; 60.47% dan 35.02%. Lokasi penelitian didominansi oleh R. apiculata. Struktur komunitas mangrove pada area penelitian kurang seimbang, sehingga kondisi lingkungan tidak stabil.

Uji Efektivitas Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum) dengan Penambahan Beberapa Jenis Surfaktan terhadap Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera litura F.)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ulat grayak (Spodoptera litura F.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman hortikultura seperti pakcoy (Brassica rapa L.) yang dapat menurunkan produktivitas sebesar 40-60%. Pengendalian menggunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) menjadi alternatif ramah lingkungan, namun sifatnya yang mudah terurai memerlukan bahan pembantu (adjuvan) seperti surfaktan untuk meningkatkan efektivitas dan daya tahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan beberapa jenis surfaktan terhadap efektivitas ekstrak daun kemangi dan menentukan jenis surfaktan terbaik dalam mengendalikan mortalitas ulat grayak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas: P0 (Air/Kontrol negatif), P+ (Ekstrak kemangi tanpa surfaktan), P1 (Ekstrak kemangi + Tween 80), P2 (Ekstrak kemangi + Alkilaril Poliglikol Eter), dan P3 (Ekstrak kemangi + Lauryl-hydroxyethyl Cellulose-alkoxylate). Uji efektivitas dilakukan pada hari ke-0 dan hari ke-4 setelah aplikasi perlakuan pada daun sawi dengan parameter yang diamati meliputi waktu awal kematian, lethal time 50 (LT₅₀), aktivitas makan larva, dan persentase mortalitas larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan surfaktan mampu meningkatkan efektivitas ekstrak daun kemangi dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan P2 (ekstrak kemangi dengan penambahan surfaktan Alkilaril Poliglikol Eter) merupakan perlakuan terbaik di antara semua perlakuan yang diuji. Pada hari ke-0, perlakuan P2 mampu menghasilkan waktu awal kematian tercepat (31 jam), nilai LT₅₀ tercepat (32 jam), kemampuannya menurukan aktivitas makan larva (7,78%), serta meningkatkan mortalitas sebesar 100%. Pada pengujian hari ke-4, perlakuan P2 konsisten dalam mempertahankan efektivitasnya dengan waktu awal kematian tercepat yaitu 34 jam, LT₅₀ tercepat yaitu 41 jam, persentase menurunnya aktivitas makan 9,39%, dan meningkatkan mortalitas larva mencapai 88,89%.

Uji Efektivitas Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum) dengan Penambahan Beberapa Jenis Surfaktan terhadap Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera litura F.)

2026 · Thesis ·

Ulat grayak (Spodoptera litura F.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman hortikultura seperti pakcoy (Brassica rapa L.) yang dapat menurunkan produktivitas sebesar 40-60%. Pengendalian menggunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) menjadi alternatif ramah lingkungan, namun sifatnya yang mudah terurai memerlukan bahan pembantu (adjuvan) seperti surfaktan untuk meningkatkan efektivitas dan daya tahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan beberapa jenis surfaktan terhadap efektivitas ekstrak daun kemangi dan menentukan jenis surfaktan terbaik dalam mengendalikan mortalitas ulat grayak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas: P0 (Air/Kontrol negatif), P+ (Ekstrak kemangi tanpa surfaktan), P1 (Ekstrak kemangi + Tween 80), P2 (Ekstrak kemangi + Alkilaril Poliglikol Eter), dan P3 (Ekstrak kemangi + Lauryl-hydroxyethyl Cellulose-alkoxylate). Uji efektivitas dilakukan pada hari ke-0 dan hari ke-4 setelah aplikasi perlakuan pada daun sawi dengan parameter yang diamati meliputi waktu awal kematian, lethal time 50 (LT₅₀), aktivitas makan larva, dan persentase mortalitas larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan surfaktan mampu meningkatkan efektivitas ekstrak daun kemangi dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan P2 (ekstrak kemangi dengan penambahan surfaktan Alkilaril Poliglikol Eter) merupakan perlakuan terbaik di antara semua perlakuan yang diuji. Pada hari ke-0, perlakuan P2 mampu menghasilkan waktu awal kematian tercepat (31 jam), nilai LT₅₀ tercepat (32 jam), kemampuannya menurukan aktivitas makan larva (7,78%), serta meningkatkan mortalitas sebesar 100%. Pada pengujian hari ke-4, perlakuan P2 konsisten dalam mempertahankan efektivitasnya dengan waktu awal kematian tercepat yaitu 34 jam, LT₅₀ tercepat yaitu 41 jam, persentase menurunnya aktivitas makan 9,39%, dan meningkatkan mortalitas larva mencapai 88,89%.

Diatesis dalam Bahasa Tidung (Kajian Tipologi Sintaksis)

2026 · Book ·

RISKI 2025. Diatesis dalam Bahasa Tidung (Kajian Sintaksis) (dibimbing oleh Siti Fathonah,M.Pd. dan Muhammad Ilham, S.S., M.Pd.). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk klausa dasar dan bentuk diatesis dalam bahasa Tidung dengan menggunakan pendekatan tipologi sintaksis. Bahasa Tidung, sebagai salah satu bahasa daerah di Kalimantan Utara, memiliki struktur sintaksis yang menarik untuk dikaji karena belum banyak penelitian yang mengungkapkan sistem diatesisnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, simak, catat, baca, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari penutur asli bahasa Tidung yang memenuhi kriteria linguistik sebagai sumber data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Tidung memiliki beberapa pola klausa dasar yang meliputi pola Nomina + Verba, Nomina + Nomina, Nomina + Adjektiva, Nomina + Numeralia, dan Nomina + Adverbia. Selain itu, diatesis dalam bahasa Tidung terbagi menjadi dua bentuk utama, yaitu diatesis aktif dan diatesis pasif. Diatesis aktif ditandai dengan verba berafiks seperti ngem-, meng-, dan nge-, sedangkan diatesis pasif ditandai dengan adanya bentuk seperti ne-, te-, ke-an, serta konstruksi tanpa afiks yang menunjukkan makna pasif. Analisis menunjukkan bahwa struktur aktif lebih dominan digunakan dalam tuturan sehari-hari, sementara bentuk pasif muncul pada konstruksi yang menonjolkan objek sebagai fokus. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi dokumentasi dan pelestarian bahasa Tidung, serta menjadi rujukan bagi penelitian linguistik lanjutan, khususnya dalam bidang sintaksis dan tipologi bahasa daerah.

Pengaruh Faktor Kualitas Produk dan Harga Terhadap Minat Beli Konsumen Umkm Amplang Azzahra di Kota Tarakan

2026 · Book ·

PENGARUH FAKTOR KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN UMKM AMPLANG AZZAHRA DI KOTA TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk dan harga terhadap minat beli konsumen UMKM Amplang Azzahra di Kota Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin ketatnya persaingan antar pelaku UMKM produk amplang di Kota Tarakan sehingga diperlukan strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan minat beli konsumen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kualitas produk (X1) dan harga (X2), sedangkan variabel dependen adalah minat beli konsumen (Y). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 50 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²) menggunakan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kualitas produk tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen dengan nilai signifikansi sebesar 0,566 (>0,05). Sebaliknya, harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (0,05). Secara simultan, kualitas produk dan harga berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen dengan nilai signifikansi uji F sebesar 0,000 (0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,787 menunjukkan bahwa 78,7% variasi minat beli konsumen dapat dijelaskan oleh variabel kualitas produk dan harga, sedangkan sisanya sebesar 21,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa harga menjadi faktor dominan yang memengaruhi minat beli konsumen UMKM Amplang Azzahra di Kota Tarakan. Oleh karena itu, pelaku UMKM disarankan untuk menetapkan strategi harga yang kompetitif dengan tetap menjaga kualitas produk agar mampu meningkatkan minat beli konsumen.

Pengaruh Faktor Kualitas Produk dan Harga Terhadap Minat Beli Konsumen Umkm Amplang Azzahra di Kota Tarakan

2026 · Thesis ·

PENGARUH FAKTOR KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN UMKM AMPLANG AZZAHRA DI KOTA TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk dan harga terhadap minat beli konsumen UMKM Amplang Azzahra di Kota Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin ketatnya persaingan antar pelaku UMKM produk amplang di Kota Tarakan sehingga diperlukan strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan minat beli konsumen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kualitas produk (X1) dan harga (X2), sedangkan variabel dependen adalah minat beli konsumen (Y). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 50 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²) menggunakan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kualitas produk tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen dengan nilai signifikansi sebesar 0,566 (>0,05). Sebaliknya, harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (0,05). Secara simultan, kualitas produk dan harga berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen dengan nilai signifikansi uji F sebesar 0,000 (0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,787 menunjukkan bahwa 78,7% variasi minat beli konsumen dapat dijelaskan oleh variabel kualitas produk dan harga, sedangkan sisanya sebesar 21,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa harga menjadi faktor dominan yang memengaruhi minat beli konsumen UMKM Amplang Azzahra di Kota Tarakan. Oleh karena itu, pelaku UMKM disarankan untuk menetapkan strategi harga yang kompetitif dengan tetap menjaga kualitas produk agar mampu meningkatkan minat beli konsumen.

Diatesis dalam Bahasa Tidung (Kajian Tipologi Sintaksis)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RISKI 2025. Diatesis dalam Bahasa Tidung (Kajian Sintaksis) (dibimbing oleh Siti Fathonah,M.Pd. dan Muhammad Ilham, S.S., M.Pd.). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk klausa dasar dan bentuk diatesis dalam bahasa Tidung dengan menggunakan pendekatan tipologi sintaksis. Bahasa Tidung, sebagai salah satu bahasa daerah di Kalimantan Utara, memiliki struktur sintaksis yang menarik untuk dikaji karena belum banyak penelitian yang mengungkapkan sistem diatesisnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, simak, catat, baca, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari penutur asli bahasa Tidung yang memenuhi kriteria linguistik sebagai sumber data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Tidung memiliki beberapa pola klausa dasar yang meliputi pola Nomina + Verba, Nomina + Nomina, Nomina + Adjektiva, Nomina + Numeralia, dan Nomina + Adverbia. Selain itu, diatesis dalam bahasa Tidung terbagi menjadi dua bentuk utama, yaitu diatesis aktif dan diatesis pasif. Diatesis aktif ditandai dengan verba berafiks seperti ngem-, meng-, dan nge-, sedangkan diatesis pasif ditandai dengan adanya bentuk seperti ne-, te-, ke-an, serta konstruksi tanpa afiks yang menunjukkan makna pasif. Analisis menunjukkan bahwa struktur aktif lebih dominan digunakan dalam tuturan sehari-hari, sementara bentuk pasif muncul pada konstruksi yang menonjolkan objek sebagai fokus. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi dokumentasi dan pelestarian bahasa Tidung, serta menjadi rujukan bagi penelitian linguistik lanjutan, khususnya dalam bidang sintaksis dan tipologi bahasa daerah.

Pemodelan Path Loss Menggunakan Pendekatan Polinomial Kuadratik dan Kubik Untuk Jaringan 4G Long Term Evolution (LTE) di Tarakan Barat

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis path loss pada jaringan 4G LTE di wilayah Tarakan Barat menggunakan model Ericsson 9999 dan model polinomial kuadratik serta kubik. Pengukuran dilakukan melalui metode drive test pada dua antena sektor BTS yang menghasilkan data jarak dan parameter sinyal RSRP. Data tersebut digunakan untuk menghitung nilai path loss dan memodelkan hubungan antara jarak dan path loss menggunakan pendekatan regresi polinomial. Model Ericsson 9999 digunakan sebagai pembanding (benchmark) untuk menilai kinerja model polinomial. Hasil analisis menunjukkan bahwa model polinomial memberikan akurasi yang lebih tinggi dibandingkan model Ericsson 9999 pada semua skenario pengukuran. Nilai Root Mean Square Error (RMSE) untuk model polinomial kuadratik adalah 3.58 dB (antena 1), 3.38 dB (antena 2), dan 8.77 dB (gabungan), sedangkan model polinomial kubik menghasilkan RMSE 2.97 dB (antena 1), 3.10 dB (antena 2), dan 8.42 dB (gabungan). Pada data gabungan antena 1 dan antena 2, diperoleh persamaan regresi kuadratik PL=1.2784×10^(-5) x^2-0.0104x+144.3545 dan persamaan regresi kubik PL=1.5387×10^(-7) x^3-2,7106×10^(-4) x^2+0.1431x+120.9511. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa model polinomial, khususnya polinomial kubik, lebih sesuai digunakan untuk memodelkan path loss di wilayah Tarakan Barat. Model Ericsson 9999 tetap memiliki nilai guna sebagai pembanding, namun bukan model utama yang direkomendasikan.

CANGKANG KERANG TEMBERUNGUN (Telescopium telescopium) SEBAGAI KATALIS SINTESIS BIODIESEL DENGAN PERBEDAAN WAKTU REAKSI PREKURSOR MINYAK JELANTAH

2025 · Book ·

Minyak jelantah selain menimbulkan masalah bagi kesehatan manusia juga menimbulkan masalah lingkungan. Cangkang kerang temberungun (Telescopium telescopium) yang keberadaanya cukup banyak di Kota Tarakan dan belum termanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi sebagai katalis biodiesel yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan cangkang kerang temberungun (Telescopium telescopium) sebagai sumber katalis kalsium oksida (CaO) dalam sintesis biodiesel dari minyak jelantah, sintesis perbedaan waktu reaksi (3,4, dan Sjam) untuk menghasilkan CaO, kemudian dilakukan reaksi transesterifikasi minyak jelantah. Biodiesel yang dihasilkan diuji karakteristiknya meliputi rendemen, densitas, viskositas, dan karakteristik nyala. Hasil penelitian menunjukkan rendemen biodiesel tertinggi sebesar 10.29% pada waktu reaksi 4 jam. Densitas meningkat seiring lamanya reaksi, yaitu 0,84 g/cm³ (3 jam), 0,88 g/cm³ (4 jam), dan 0,89 g/cm³ (5 jam), dimana waktu 4 dan 5 jam memenuhi standar SNI. Viskositas biodiesel berada pada rentang 0,82-0,94 mm/s, lebih rendah dari batas minimal SNI (2,3 mm/s). Karakteristik nyala menunjukkan pembakaran cukup efisien dengan warna api kebiruan, namun masih terdapat pembentukan jelaga. Penelitian ini membuktikan bahwa cangkang kerang temberungun berpotensi sebagai katalis ramah lingkungan, meskipun diperlukan optimasi proses untuk memenuhi seluruh parameter mutu biodiesel sesuai SNI.

CANGKANG KERANG TEMBERUNGUN (Telescopium telescopium) SEBAGAI KATALIS SINTESIS BIODIESEL DENGAN PERBEDAAN WAKTU REAKSI PREKURSOR MINYAK JELANTAH

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Minyak jelantah selain menimbulkan masalah bagi kesehatan manusia juga menimbulkan masalah lingkungan. Cangkang kerang temberungun (Telescopium telescopium) yang keberadaanya cukup banyak di Kota Tarakan dan belum termanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi sebagai katalis biodiesel yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan cangkang kerang temberungun (Telescopium telescopium) sebagai sumber katalis kalsium oksida (CaO) dalam sintesis biodiesel dari minyak jelantah, sintesis perbedaan waktu reaksi (3,4, dan Sjam) untuk menghasilkan CaO, kemudian dilakukan reaksi transesterifikasi minyak jelantah. Biodiesel yang dihasilkan diuji karakteristiknya meliputi rendemen, densitas, viskositas, dan karakteristik nyala. Hasil penelitian menunjukkan rendemen biodiesel tertinggi sebesar 10.29% pada waktu reaksi 4 jam. Densitas meningkat seiring lamanya reaksi, yaitu 0,84 g/cm³ (3 jam), 0,88 g/cm³ (4 jam), dan 0,89 g/cm³ (5 jam), dimana waktu 4 dan 5 jam memenuhi standar SNI. Viskositas biodiesel berada pada rentang 0,82-0,94 mm/s, lebih rendah dari batas minimal SNI (2,3 mm/s). Karakteristik nyala menunjukkan pembakaran cukup efisien dengan warna api kebiruan, namun masih terdapat pembentukan jelaga. Penelitian ini membuktikan bahwa cangkang kerang temberungun berpotensi sebagai katalis ramah lingkungan, meskipun diperlukan optimasi proses untuk memenuhi seluruh parameter mutu biodiesel sesuai SNI.

KESELAMATAN PERAWAT TERHADAP ANCAMAN KEKERASAN FISIK DAN VERBAL DENGAN OPTIMALISASI LAYANAN PENGADUAN PASIEN DI RUMAH SAKIT

2025 · Book ·

Kekerasan terhadap perawat, baik secara fisik maupun verbal, masih menjadi masalah serius di fasilitas kesehatan, terutama yang dipicu oleh ketidakpuasan pasien atau keluarga terhadap layanan yang tidak tersalurkan melalui sistem pengaduan resmi. Ketidakefektifan sistem pengaduan pasien kerap menyebabkan keluhan disampaikan secara langsung kepada perawat, sehingga meningkatkan risiko terjadinya konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya optimalisasi layanan pengaduan pasien sebagai strategi preventif dalam meningkatkan keselamatan kerja perawat. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus berbasis praktik klinik di ruang rawat inap dewasa Rumah Sakit Tarakan, dengan metode observasi partisipatif, wawancara, kuesioner, dan Project Based Learning (PBL). Intervensi dilakukan melalui pembuatan media edukatif berupa X-banner dan video edukasi mengenai alur pengaduan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman perawat dan pasien mengenai jalur pengaduan meningkat setelah dilakukan sosialisasi media edukatif. Evaluasi juga menunjukkan adanya penurunan potensi konflik langsung kepada perawat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media edukasi visual terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman jalur pengaduan dan berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan kerja perawat di ruang rawat inap. Rekomendasi ditujukan kepada manajemen rumah sakit untuk memperluas implementasi media informasi serupa di seluruh unit pelayanan.

KESELAMATAN PERAWAT TERHADAP ANCAMAN KEKERASAN FISIK DAN VERBAL DENGAN OPTIMALISASI LAYANAN PENGADUAN PASIEN DI RUMAH SAKIT

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kekerasan terhadap perawat, baik secara fisik maupun verbal, masih menjadi masalah serius di fasilitas kesehatan, terutama yang dipicu oleh ketidakpuasan pasien atau keluarga terhadap layanan yang tidak tersalurkan melalui sistem pengaduan resmi. Ketidakefektifan sistem pengaduan pasien kerap menyebabkan keluhan disampaikan secara langsung kepada perawat, sehingga meningkatkan risiko terjadinya konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya optimalisasi layanan pengaduan pasien sebagai strategi preventif dalam meningkatkan keselamatan kerja perawat. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus berbasis praktik klinik di ruang rawat inap dewasa Rumah Sakit Tarakan, dengan metode observasi partisipatif, wawancara, kuesioner, dan Project Based Learning (PBL). Intervensi dilakukan melalui pembuatan media edukatif berupa X-banner dan video edukasi mengenai alur pengaduan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman perawat dan pasien mengenai jalur pengaduan meningkat setelah dilakukan sosialisasi media edukatif. Evaluasi juga menunjukkan adanya penurunan potensi konflik langsung kepada perawat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media edukasi visual terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman jalur pengaduan dan berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan kerja perawat di ruang rawat inap. Rekomendasi ditujukan kepada manajemen rumah sakit untuk memperluas implementasi media informasi serupa di seluruh unit pelayanan.

Komunikasi interpersonal Mahasiswa Jurusan Bimbingan Dan Konseling Angkatan 2023/2024

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nindi Riski Ananda. 2024. Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Angkatan 2023/2024. Komunikasi interpersonal pada mahasiswa ini menjadi sangat penting karena dalam bergaul dengan teman sebayanya mahasiswa sering dihadapkan dengan hal-hal yang membuatnya harus mampu menyatakan pendapat pribadinya tanpa disertai emosi, marah atau sikap kasar, bahkan mahasiswa harus mencoba menetralisasi keadaan apabila terjadi suatu konflik. Metode penelitianya adalah Survey, populasi dan sampel adalah mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling. Pengumpulan data menggunakan Angket dan analisis data dengan presentase. Berdasarkan hasil, maka diperoleh dari angket yang terdiri dari 42 item pernyataan dengan 4 alternatif jawaban. Dari hasil analisis data, secara keseluruah terdapat pada kategori tinggi, dengan presentase 32,81% yang berada pada interval 179-217. Artinya komunikasi dikalangan mahasiswa merupakan suatu kebutuhan yang kuat. Karena dalam berkomunikasi terdapat keinginan untuk mempunyai banyak teman, membangun hubungan antar teman yang lebih baik, menjadikan seseorang harus memiliki penerimaan diri yang baik agar tercipta suatu hubungan yang baik dan sehat