Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

CANGKANG KERANG TEMBERUNGUN (Telescopium telescopium) SEBAGAI KATALIS SINTESIS BIODIESEL DENGAN PERBEDAAN WAKTU REAKSI PREKURSOR MINYAK JELANTAH

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Minyak jelantah selain menimbulkan masalah bagi kesehatan manusia juga menimbulkan masalah lingkungan. Cangkang kerang temberungun (Telescopium telescopium) yang keberadaanya cukup banyak di Kota Tarakan dan belum termanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi sebagai katalis biodiesel yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan cangkang kerang temberungun (Telescopium telescopium) sebagai sumber katalis kalsium oksida (CaO) dalam sintesis biodiesel dari minyak jelantah, sintesis perbedaan waktu reaksi (3,4, dan Sjam) untuk menghasilkan CaO, kemudian dilakukan reaksi transesterifikasi minyak jelantah. Biodiesel yang dihasilkan diuji karakteristiknya meliputi rendemen, densitas, viskositas, dan karakteristik nyala. Hasil penelitian menunjukkan rendemen biodiesel tertinggi sebesar 10.29% pada waktu reaksi 4 jam. Densitas meningkat seiring lamanya reaksi, yaitu 0,84 g/cm³ (3 jam), 0,88 g/cm³ (4 jam), dan 0,89 g/cm³ (5 jam), dimana waktu 4 dan 5 jam memenuhi standar SNI. Viskositas biodiesel berada pada rentang 0,82-0,94 mm/s, lebih rendah dari batas minimal SNI (2,3 mm/s). Karakteristik nyala menunjukkan pembakaran cukup efisien dengan warna api kebiruan, namun masih terdapat pembentukan jelaga. Penelitian ini membuktikan bahwa cangkang kerang temberungun berpotensi sebagai katalis ramah lingkungan, meskipun diperlukan optimasi proses untuk memenuhi seluruh parameter mutu biodiesel sesuai SNI.

Kata kunci

Kata kunci: densitas, metil ester, transesterifikasi, viskositas

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1CANGKANG KERANG TEMBERUNGUN (Telescopium telescopium) SEBAGAI KATALIS SINTESIS BIODIESEL DENGAN PERBEDAAN WAKTU REAKSI PREKURSOR MINYAK JELANTAH2025 · oai:ais:skripsi:7549