Abstrak
Tarakan merupakan salah satu wilayah kepulauan di Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki hutan mangrove dengan luas sekitar 1.587 hektare. Namun, dalam kurun waktu lima tahun, terjadi penyusutan luas mangrove sebesar 51,73%. Ekosistem hutan mangrove saat ini menghadapi tekanan yang serius akibat degradasi mangrove yang dilakukan dengan adanya aktivitas manusia seperti pembangunan infrastruktur, konversi lahan menjadi tambak, penebangan liar, serta praktik eksploitasi yang cenderung hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi. Pelestarian hutan mangrove menjadi sangat krusial, mengingat fungsi utama mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir serta memberikan manfaat ekologis dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Penelitian untuk mendukung upaya pelestarian tersebut perlu dilakukan. Penelitian tentang struktur komunitas mangrove telah dilaksanakan pada Febuari-Maret 2026, berlokasi di Kelurahan Kampung Empat Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa struktur komunitas mangrove, karena struktur komunitas mangrove memegang peranan penting dalam memahami peran ekologis masing-masing jenis mangrove. Struktur komunitas mangrove dinilai berdasarkan Indeks Keanekaragaman Jenis (H’), Indeks Kekayaan Jenis (R), Indeks Keseragaman Jenis (E), Indeks Dominansi (C) dan Indeks Nilai Penting (INP). Nilai indeks ekologis yang dihasilkan H’ = 0,24; R = 0,43; E = 0,51 dan C = 0,71. INP untuk R. apiculata, S. alba dan A. alba masing-masing berurutan 204.51%; 60.47% dan 35.02%. Lokasi penelitian didominansi oleh R. apiculata. Struktur komunitas mangrove pada area penelitian kurang seimbang, sehingga kondisi lingkungan tidak stabil.