Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Bahasa Tidung Dialek Tarakan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KONTRASTIF PADA KAUSATIF ANALITIK BAHASA TIDUNG DIALEK TARAKAN DAN BAHASA INDONESIA (KAJIAN SINTAKSIS)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan temuan terkait persamaan dan perbedaan pola kalimat kausatif analitik di antara bahasa Tidung dialek Tarakan dan Bahasa Indonesia berdasarkan kajian sintaksis. Penelitian ini berfokus pada penanda kausatif yang diungkapkan serta distribusi argumen dalam struktur klausa yang meliputi predikat kausatif. Kausatif analitik dibangun dengan dua kata kerja berbeda yang menggambarkan hubungan sebab-akibat dari sebuah peristiwa. Metode pada penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang diterapkan meliputi simak libat cakap (SLC), perekaman, pencatatan, dan teknik pancing. Fokus penelitian ini adalah untuk menguraikan bentuk dasar klausa dan kausatif analitik dalam bahasa Tidung dialek Tarakan serta Bahasa Indonesia. Proses analisis data dilakukan dengan metode agih menggunakan teknik bagi unsur langsung (BUL). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kedua bahasa memiliki bentuk klausa dasar dalam jenis verbal maupun nonverbal. Kemudian terdapat perbedaan dalam pembentukan kalimat kausatif analitik kedua bahasa tersebut yang terletak pada bentuk verba kausatif dalam konstruksi kausatif analitik masing-masing bahasa. Penelitan ini mengungkapkan bahwa pembentukan kalimat kausatif analitik dalam bahasa Tidung dialek Tarakan ditandai dengan verba kaustif ‘nyusup’ [menyuruh], ‘malok’ [meminta], ‘penebusu’ [membiarkan], ‘ngentugos’ [membuat], dan ‘maksa’ [memaksa]. Sementara pada Bahasa Indonesia ditandai dengan verba ‘mempersilahkan’, ‘membiarkan’, ‘membuat’, ‘memerintahkan’, ‘menyuruh’, dan ‘meminta’. Temuan lain terkait perbedaan sintaksis kedua bahasa tersebut terletak pada pola klausa runtut kedua bahasa. Bahasa Indonesia dalam pembentukan klausa runtut sudah memiliki konstruksi pola yang bersifat paten yaitu Subjek-Predikat (S-P), sedangkan dalam bahasa Tidung dialek Tarakan pola klausa runtut tersebut selalu berubah jika terdapat pronomina ‘taka’ [kita] yang bertemu dengan verba transitif atau kata keterangan (adverbia) yang muncul sebelum subjek maka pola klausa berubah menjadi Predikat-Subjek-Objek (P-S-O).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DIATESIS MEDIAL DALAM BAHASA TIDUNG DIALEK TARAKAN (KAJIAN SINTAKSIS)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FARRAS AKBAR HARUNURASYID, 2026 Diatesis Medial dalam Bahasa Tidung dialek Tarakan (kajian sintaksis). Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP, Universitas Borneo Tarakan. (dibimbing oleh Rita Kumala Sari dan Dwi Cahyono Aji) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dari diatesis medial yang terdapat dalam bahasa Tidung dialek Tarakan. Diatesis medial merupakan bentuk konstruksi bahasa yang menunjukan bahwa peran subjek berkedudukan sebagai pelaku sekaligus penerima tindakan yang dilakukan oleh subjek. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif serta menggunakan teknik BUL (Bagi Unsur Langsung) untuk menganalisis data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dari tuturan liisan secara langsung dari penyutur masyarakat suku Tidung dengan cara menggunakan teknik SBLC (Simak, Bebas, Libat, Cakap), rekam dan catat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam bahasa Tidung dialek Tararakan terdapat adanya tipe diatesis medial yang terbentuk yaitu diatesis medial tipe perawatan tubuh, diatesis medial tipe perubahan postur tubuh, diatesis medial tipe perubahan gerakan tubuh tanpa diikuti seluruh anggota tubuh, diatesis medial tipe Gerakan langsung, diatesis medial tipe pergerakan perasaan emosi, diatesis medial tipe tak langsung dan diatesis medial tipe kognitif. KATA KUNCI: Bahasa Tidung Dialek Tarakan, Diatesis Medial, Sintaksis

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail