Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: tidung.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA BIG BOOK BERBASIS LITERASI BUDAYA LOKAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA KELAS VII 3 SMP NEGERI 11 TARAKAN

2026•

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Big Book berbasis literasi budaya lokal serta mengetahui kelayakan dan keefektifannya dalam meningkatkan minat baca siswa kelas VII SMP Negeri 11 Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca siswa dan terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang menarik serta berbasis budaya lokal dalam pembelajaran muatan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Subjek penelitian terdiri atas ahli media, ahli materi, ahli bahasa, serta siswa kelas VII SMP Negeri 11 Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi, angket respon siswa, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Big Book berbasis literasi budaya lokal memperoleh kategori sangat layak berdasarkan validasi ahli media sebesar 90%, ahli materi sebesar 90%, dan ahli bahasa sebesar 98%, dengan rata-rata persentase kelayakan sebesar 92,67%. Hasil uji coba terbatas memperoleh respon siswa sebesar 83,1% dan uji coba lapangan sebesar 81,61%, yang keduanya termasuk kategori sangat menarik. Selain itu, hasil analisis keefektifan menggunakan N-Gain memperoleh nilai rata-rata sebesar 0,70 yang termasuk kategori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media Big Book berbasis literasi budaya lokal efektif dalam meningkatkan minat baca siswa serta mampu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, aktif, dan bermakna melalui pengenalan budaya lokal Suku Tidung. Kata Kunci: Big Book, literasi budaya lokal, minat baca, media pembelajaran, budaya Tidung.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KONSTRUKSI APLIKATIF BAHASA TIDUNG ( KAJIAN SINTAKSIS)

2026•

Indah Putri 2026. Konstruksi Aplikatif Bahasa Tidung (Kajian Sintaksis). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S.,M.A dan Pembimbing Anggota Nurul Hanna Fauziyyah, M.A. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan proses konstruksi aplikatif dalam Bahasa Tidung, khususnya konstruksi aplikatif instrumental dan lokatif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga Februari 2026 di Desa Menjelutung, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Data penelitian berupa tuturan lisan yang mengandung konstruksi aplikatif dalam Bahasa Tidung, sedangkan sumber data diperoleh dari penutur asli Bahasa Tidung yang berdomisili di Desa Menjelutung dan memenuhi kriteria sebagai informan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, serta teknik elisitasi untuk memperoleh pasangan kalimat dasar dan kalimat yang mengandung unsur aplikatif. Analisis dilakukan dengan membandingkan struktur sintaktis dan morfologis antara Bahasa Tidung dan Bahasa Indonesia untuk mengidentifikasi perubahan valensi verba serta status argumen dalam konstruksi aplikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Bahasa Indonesia, konstruksi aplikatif instrumental ditandai dengan pelekatan sufiks -kan pada verba transitif, sedangkan konstruksi aplikatif lokatif ditandai dengan pelekatan sufiks -i. Afiksasi tersebut menyebabkan perubahan struktur argumen berupa penaikan unsur oblik menjadi argumen inti. Sebaliknya, dalam Bahasa Tidung tidak ditemukan proses morfologis berupa afiksasi aplikatif yang setara. Unsur instrumental dan lokatif masih ditandai oleh preposisi seperti pakai, dengan, dan de sehingga tetap berstatus sebagai oblik dan tidak mengalami penaikan menjadi objek inti. Dengan demikian, konstruksi aplikatif dalam Bahasa Tidung cenderung mempertahankan pola sintaktis dasar tanpa perubahan valensi verba secara morfologis. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan tipologis antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Tidung dalam merealisasikan konstruksi aplikatif serta memberikan kontribusi terhadap kajian morfosintaksis bahasa daerah, khususnya Bahasa Tidung.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Frasa Adjektiva dalam Bahasa Tidung Studi Kasus di Desa Salimbatu

2024•

NURMALA TIANA 2024. Frasa Adjektiva dalam Bahasa Tidung Studi Kasus di Desa Salimbatu. (dibimbing oleh Dwi Cahyono Aji dan Muhmmad Ilham) Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam Frasa adjektiva dalam bahasa Tidung Studi Kasus di Desa Salimbatu dengan menggunakan kajian Sintaksis. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Adapun sumber data dalam penelitian ini di ambil dari beberapa informan, yang ada di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah. Data Penelitian ini berwujud Kalimat Bahasa Tidung yang menggandung frasa adjektiva dalam bahasa Tidung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam penggunaan Frasa Adjektiva dalam bahasa Tidung di Desa Salimbatu dengan menggunakan jenis Frasa Adjektiva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa adjektiva dalam Bahasa Tidung terdapat variasi yang signifikan penggunaan dan strukturnya, yakni Frasa adjektiva modifikatif, Frasa Adjektiva koordinatif, dan Frasa Adjektiva apositif.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Tingkat Produksi Dan Pendapatan Industri Batu Bata Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis tingkat produksi dan pendapatan industri kecil batu bata Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung. Jenis Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah industri kecil batu bata, jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data skunder, teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis penerimaan terdapat (p) harga barang dan (Q) total penjualan paling terendah terdata pada Industri Bata Pak Tono dengan (TR) jumlah penerimaan sebesar Rp.6.600.000, dan untuk (p) harga barang dan (Q) total penjualan paling tertinggi terdata pada Industri Bata Pak Dalle sebesar Rp.14.300.000. pada hasil analisis (FC) biaya tetap dan (VC) biaya variabel paling terendah terdata pada Industri Bata Pak Tono dengan (TC) total biaya sebesar Rp.719.000, dan untuk (FC) biaya tetap dan (VC) biaya variabel paling tertinggi terdata pada Industri Bata Pak Dalle dengan (TC) total biaya sebesar Rp.2.410.000. 0Pada hasil analisis (TR) Total Revenue dan (TC) Total Biaya paling terendah terdata pada Industri Bata Pak Tono dengan (π) Pendapatan sebesar Rp.5.881.000, dan untuk (TR) Total Revenue dan (TC) Total Biaya paling tertinggi terdata pada Industri Bata Pak Dalle dengan (π) Pendapatan sebesar Rp.11.890.000.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengakuan Masyrakat Hukum Adat di Kabupaten Tana Tidung

2023•

Penelitian ini bemaksud menjawab dua pertanyaan terkai pengakuan masyarakat di kabupaten tana tidung. Pertama Bagaiman Bagaimana urgensi pengakuan Masyarakat Hukum Adat di Kabupaten Tana Tidung? Kedua Bagaiman prosedur pengakuan Masyarakat Hukum Adat di Kabupaten Tana Tidung? Pasal 18 B (2) Undang-undang Dasar 1945 menyatakan bahwa hukum adat diakui oleh negara, yaitu negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan masyarakat dan negara kesatuan Republik Indonesia dengan undang-undang. Masyarakat adat adalah bagian dari negara Indonesia dan statusnya berpengaruh dalam pembangunan politik, sosial, ekonomi, hukum dan hak asasi manusia untuk keamanan dan ketahanan nasional. Tipe penelitian ini melakukan penelitian hukum dengan metode penelitian hukum empiris, artinya penelitian hukum dilakukan dengan bekerjanya hukum di masyarakat di Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini mengunakan Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi (Sociological Approach). Dalam penelitian ini, jenis data yang digunakan yaitu. Data primer dan data skunder. Data primer di peroleh dari hasil wawancara, observasi dan pengamatan di lapangan. Data skunder di peroleh dari buku, jurnal, dan artikel. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa belum ada pengakuan masyarakat hukum adat di Kabupaten Tana Tidung, tetapi secara lisan dan turun temurun masyarakat adat, di kabupaten Tana Tidung sudah terbentuk sejak dahulu, itulah yg di lestarikan oleh Pemangu Adat, Ketua Adat Dan Lembaga Adat. Kedua prosedur pengakuan hukum adat harus melalui Masyarakat Adat, pemangku adat dan Lembaga adat. Kesimpulan dalam penelitian ini masyarakat, pemangku adat, ketua adat, dan Lembaga adat di Kabupaten Tana Tidung membutuhkan pengakuan berupa undang-undang hukum adat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TRADISI KIWON TALU LANDOM DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Everyday life in Indonesia is regulatedby law because Indonesia is a country of laws. Because Indonesia is an archipelago, various tribes live there. Indonesia has many different traditions based on its various tribes, one of which is the tradition of marriage. This research was conducted to answer related traditions of Kiwon Talu Landom. How is the tradition of Kiwon Talu Landom according to customary law and how is this tradition seen from the perspective of Islamic law. This study uses a normative descriptive analysis using a statutory approach and a conceptual approach. The sources of this research are divided into two. Primary sources consist of the 1945 Law, the Marriage Law, and applicable Islamic law. Secondary sources come from books and journals that provide information on customary law and Islam. The results of this study are the customs of the Tidung tribe known as Kiwon Talu Landom. In this tradition, the bride and groom cannot unite or perform the first night before the event is held on the third night. This is intended so that the families get to know each other first before actually going through the household in the future. In terms of culture, this aims to be a test for the groom and teaches the groom to be patient in facing life in the future and this is permissible as long as there is an agreement between husband and wife basically not contradicting Islamic law and other Indonesian laws.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN ETNOBOTANI POTENSI TANAMAN OBAT SUKU TIDUNG DI DESA SEPALA DALUNG KECAMATAN SESAYAP HILIR KABUPATEN TANA TIDUNG

2023•

Masyarakat suku Tidung di desa Sepala Dalung mempunyai salah satu tradisi yang sampai saat ini masih dipertahankan dan dilestarikan, salah satu keanekaragaman budaya tersebut adalah penggunaan tanaman sebagai pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tanaman apa saja yang digunakan sebagai obat, untuk mengetahui bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat, serta untuk mengetahui cara pengolahan dan cara penggunaan tana-man obat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi dilakukan melalui wawancara interaktif dengan warga desa yang didukung dengan dokumentasi. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2022 dengan jumlah subjek penelitian 13 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 36 jenis tanaman obat yang be-rasal dari berbagai macam habitus seperti herba, terna, liana, perdu, dan pohon. Bagian tanaman yang paling banyak digunakan sebagai obat oleh masyarakat suku Tidung di desa Sepala Dalung adalah daun dengan jumlah 21 tanaman, rimpang sebanyak 6 tanaman, akar sebanyak 5 tanaman, buah sebanyak 4 tanaman, batang sebanyak 2 tanaman, kulit sebanyak 2 tanaman, dan bunga sebanyak 1 tanaman. Cara mengolah tanaman obat oleh masyarakat suku Tidung di desa Sepala Dalung cukup bervariasi mulai dari yang paling sering dilakukan yaitu cara ditumbuk sebanyak 17 tanaman, direbus 15 tanaman, digoreng 5 tanaman, diremas 2 tana-man, dihaluskan (blender) 2 tanaman, dijemur 2 tanaman, dimakan langsung 2 tanaman, diparut 1 tanaman, dikerik 1 tanaman dan dipanaskan 1 tanaman. Cara penggunaan tanaman obat yang telah diolah yaitu dengan dimakan langsung atau diminum, dioleskan diatas kulit yang sakit, dan ditempelkan pada luka. Masyarakat Suku Tidung di desa Sepala Dalung mempercayai khasiat pengobatan tradisional menggunakan tanaman sebagai obat yang bermanfaat dalam menyem-buhkan penyakit baik penyakit luar maupun penyakit dalam.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

INVENTARISASI TUMBUHAN OBAT SUKU TIDUNG DI DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS SEBAGAI PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA KELAS X

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh Suku Tidung di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kalimantan Utara. (2) Mengetahui pemanfaatan tumbuhan obat Suku Tidung. (3) Mengetahui pemanfaatan tumbuhan obat Suku tidung dalam penyusunan perangkat pembelajaran Biologi di SMA Kelas X. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah masyarakat yang berkompeten dalam pengetahuan tumbuhan obat dengan penentuan sampel menggunakan teknik snowball sampling untuk memperoleh data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan jenis-jenis Tumbuhan Obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Suku tidung di desa mansalong kecamatan lumbis sebanyak 30 jenis yang tergolong kedalam 18 famili. Famili tanaman yang umum digunakan yaitu Famili Zingiberaceae. Bagian organ yang banyak digunakan yaitu daun sebanyak 29%. Hasil penelilitian dianalisis kedalam perangkat pembelajaran kurikulum 2013. Dari hasil analisis yang dilakukan, hasil penelitian dapat dimasukkan dalam penyusunan perangkat pembelajaran mengenai kingdom plantae pada kompetensi dasar 3.7 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan tumbuhan kedalam divisio berdasarkan pengamatan morfologi dan metagenesis tumbuhan serta mengaitkan peranannya dalam kelangsungan kehidupan di bumi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DISRIBUSI ZOOPLANKTON DI PERAIRAN TANAH MERAH DAN BEBATU KABUPATEN TANA TIDUNG

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Zooplankton memiliki peranan yang sangat penting di lautan, yaitu sebagai bagian dari rantai makanan dan juga perannya sebagai bioindikator pencemaran di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi jenis zooplankton dan mengetahui indeks keanekargaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi zooplankton. Penelitian dilakukan di kawasan perairan Tanah Merah dan Bebatu Kabupaten Tana Tidung. Penentuan lokasi secara purpossive sampling dengan mengikuti perahu nelayan pada saat menangkap ikan. Indeks keanekaragaman zooplankton yang diperoleh bervariasi dengan nilai rata-rata dari keenam stasiun berkisar antara 0,8856-1,7521 sehingga termasuk dalam kategori keanekaragaman jenis dan kestabilan komunitas sedang. Indeks keseragaman memiliki nilai E mendekati 1, yang menggambarkan bahwa sebaran individu zooplankton antar jenis merata atau jumlah individu masing-masing spesies relatif merata. Indeks dominansi di perairan Tanah Merah dan Bebatu Kabupaten Tana Tidung menunjukkan indikasi tidak terjadinya jenis zooplankton yang mendominasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail