KAJIAN ETNOBOTANI POTENSI TANAMAN OBAT SUKU TIDUNG DI DESA SEPALA DALUNG KECAMATAN SESAYAP HILIR KABUPATEN TANA TIDUNG
Masyarakat suku Tidung di desa Sepala Dalung mempunyai salah satu tradisi yang sampai saat ini masih dipertahankan dan dilestarikan, salah satu keanekaragaman budaya tersebut adalah penggunaan tanaman sebagai pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tanaman apa saja yang digunakan sebagai obat, untuk mengetahui bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat, serta untuk mengetahui cara pengolahan dan cara penggunaan tana-man obat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi dilakukan melalui wawancara interaktif dengan warga desa yang didukung dengan dokumentasi. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2022 dengan jumlah subjek penelitian 13 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 36 jenis tanaman obat yang be-rasal dari berbagai macam habitus seperti herba, terna, liana, perdu, dan pohon. Bagian tanaman yang paling banyak digunakan sebagai obat oleh masyarakat suku Tidung di desa Sepala Dalung adalah daun dengan jumlah 21 tanaman, rimpang sebanyak 6 tanaman, akar sebanyak 5 tanaman, buah sebanyak 4 tanaman, batang sebanyak 2 tanaman, kulit sebanyak 2 tanaman, dan bunga sebanyak 1 tanaman. Cara mengolah tanaman obat oleh masyarakat suku Tidung di desa Sepala Dalung cukup bervariasi mulai dari yang paling sering dilakukan yaitu cara ditumbuk sebanyak 17 tanaman, direbus 15 tanaman, digoreng 5 tanaman, diremas 2 tana-man, dihaluskan (blender) 2 tanaman, dijemur 2 tanaman, dimakan langsung 2 tanaman, diparut 1 tanaman, dikerik 1 tanaman dan dipanaskan 1 tanaman. Cara penggunaan tanaman obat yang telah diolah yaitu dengan dimakan langsung atau diminum, dioleskan diatas kulit yang sakit, dan ditempelkan pada luka. Masyarakat Suku Tidung di desa Sepala Dalung mempercayai khasiat pengobatan tradisional menggunakan tanaman sebagai obat yang bermanfaat dalam menyem-buhkan penyakit baik penyakit luar maupun penyakit dalam.