Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

INDAH PUTRI

10 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 22024: 42021: 2

KONSTRUKSI APLIKATIF BAHASA TIDUNG ( KAJIAN SINTAKSIS)

2026 · Book ·

Indah Putri 2026. Konstruksi Aplikatif Bahasa Tidung (Kajian Sintaksis). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S.,M.A dan Pembimbing Anggota Nurul Hanna Fauziyyah, M.A. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan proses konstruksi aplikatif dalam Bahasa Tidung, khususnya konstruksi aplikatif instrumental dan lokatif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga Februari 2026 di Desa Menjelutung, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Data penelitian berupa tuturan lisan yang mengandung konstruksi aplikatif dalam Bahasa Tidung, sedangkan sumber data diperoleh dari penutur asli Bahasa Tidung yang berdomisili di Desa Menjelutung dan memenuhi kriteria sebagai informan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, serta teknik elisitasi untuk memperoleh pasangan kalimat dasar dan kalimat yang mengandung unsur aplikatif. Analisis dilakukan dengan membandingkan struktur sintaktis dan morfologis antara Bahasa Tidung dan Bahasa Indonesia untuk mengidentifikasi perubahan valensi verba serta status argumen dalam konstruksi aplikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Bahasa Indonesia, konstruksi aplikatif instrumental ditandai dengan pelekatan sufiks -kan pada verba transitif, sedangkan konstruksi aplikatif lokatif ditandai dengan pelekatan sufiks -i. Afiksasi tersebut menyebabkan perubahan struktur argumen berupa penaikan unsur oblik menjadi argumen inti. Sebaliknya, dalam Bahasa Tidung tidak ditemukan proses morfologis berupa afiksasi aplikatif yang setara. Unsur instrumental dan lokatif masih ditandai oleh preposisi seperti pakai, dengan, dan de sehingga tetap berstatus sebagai oblik dan tidak mengalami penaikan menjadi objek inti. Dengan demikian, konstruksi aplikatif dalam Bahasa Tidung cenderung mempertahankan pola sintaktis dasar tanpa perubahan valensi verba secara morfologis. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan tipologis antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Tidung dalam merealisasikan konstruksi aplikatif serta memberikan kontribusi terhadap kajian morfosintaksis bahasa daerah, khususnya Bahasa Tidung.

KONSTRUKSI APLIKATIF BAHASA TIDUNG ( KAJIAN SINTAKSIS)

2026 · Thesis ·

Indah Putri 2026. Konstruksi Aplikatif Bahasa Tidung (Kajian Sintaksis). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S.,M.A dan Pembimbing Anggota Nurul Hanna Fauziyyah, M.A. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan proses konstruksi aplikatif dalam Bahasa Tidung, khususnya konstruksi aplikatif instrumental dan lokatif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga Februari 2026 di Desa Menjelutung, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Data penelitian berupa tuturan lisan yang mengandung konstruksi aplikatif dalam Bahasa Tidung, sedangkan sumber data diperoleh dari penutur asli Bahasa Tidung yang berdomisili di Desa Menjelutung dan memenuhi kriteria sebagai informan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, serta teknik elisitasi untuk memperoleh pasangan kalimat dasar dan kalimat yang mengandung unsur aplikatif. Analisis dilakukan dengan membandingkan struktur sintaktis dan morfologis antara Bahasa Tidung dan Bahasa Indonesia untuk mengidentifikasi perubahan valensi verba serta status argumen dalam konstruksi aplikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Bahasa Indonesia, konstruksi aplikatif instrumental ditandai dengan pelekatan sufiks -kan pada verba transitif, sedangkan konstruksi aplikatif lokatif ditandai dengan pelekatan sufiks -i. Afiksasi tersebut menyebabkan perubahan struktur argumen berupa penaikan unsur oblik menjadi argumen inti. Sebaliknya, dalam Bahasa Tidung tidak ditemukan proses morfologis berupa afiksasi aplikatif yang setara. Unsur instrumental dan lokatif masih ditandai oleh preposisi seperti pakai, dengan, dan de sehingga tetap berstatus sebagai oblik dan tidak mengalami penaikan menjadi objek inti. Dengan demikian, konstruksi aplikatif dalam Bahasa Tidung cenderung mempertahankan pola sintaktis dasar tanpa perubahan valensi verba secara morfologis. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan tipologis antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Tidung dalam merealisasikan konstruksi aplikatif serta memberikan kontribusi terhadap kajian morfosintaksis bahasa daerah, khususnya Bahasa Tidung.

Pengaruh Penggunaan Video Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Teknik Menyusui di Puskesmas Sebengkok.

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Permasalahan utama dalam pemberian ASI pada ibu primipara adalah rendahnya efikasi diri dan kurangnya pengetahuan tentang teknik menyusui yang tepat, yang dapat menyebabkan kegagalan dalam menyusui secara eksklusif. Banyak ibu mengalami kesulitan pada tahap awal menyusui karena tidak memiliki pengalaman sebelumnya. Penelitian ini untuk mengindentifikasi pengaruh penggunaan video terhadap tingkat pengetahuan ibu pada trimester III tentang teknik menyusui di Puskesmas Sebengkok. Penelitian ini menggunakan metode PreExperimental Dengan One Group Pretest-Posttest Design, metode sampling yang digunakan yaitu purposive sampling sebanyak 43 ibu hamil primipara. Intervensi yang dilakukan berupa pemberian media video teknik menyusui yang diberikan sebanyak 2 kali pemutaran video dengan jeda 15 menit. Instrument yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil menujukkan peningkatan signifikan setelah diberikan intervensi video tentang teknik menyusui yang benar dengan p-value = 0.000. Penelitian ini menyimpukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan setelah diberikan edukasi menggunakan video dari kategori pengetahuan cukup menjadi kategori pengetahuan baik.

Pengaruh Penggunaan Video Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Teknik Menyusui di Puskesmas Sebengkok.

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan utama dalam pemberian ASI pada ibu primipara adalah rendahnya efikasi diri dan kurangnya pengetahuan tentang teknik menyusui yang tepat, yang dapat menyebabkan kegagalan dalam menyusui secara eksklusif. Banyak ibu mengalami kesulitan pada tahap awal menyusui karena tidak memiliki pengalaman sebelumnya. Penelitian ini untuk mengindentifikasi pengaruh penggunaan video terhadap tingkat pengetahuan ibu pada trimester III tentang teknik menyusui di Puskesmas Sebengkok. Penelitian ini menggunakan metode PreExperimental Dengan One Group Pretest-Posttest Design, metode sampling yang digunakan yaitu purposive sampling sebanyak 43 ibu hamil primipara. Intervensi yang dilakukan berupa pemberian media video teknik menyusui yang diberikan sebanyak 2 kali pemutaran video dengan jeda 15 menit. Instrument yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil menujukkan peningkatan signifikan setelah diberikan intervensi video tentang teknik menyusui yang benar dengan p-value = 0.000. Penelitian ini menyimpukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan setelah diberikan edukasi menggunakan video dari kategori pengetahuan cukup menjadi kategori pengetahuan baik.

kajian salinitas optomal untuk pertumbuhan benih ikan nila (orechromis niloticus)

2024 · Book ·

Ikan nila merupakan salah satu komoditas penting perikanan budidaya air tawar di Indonesia. Karena ikan nila digemari oleh masyarakat, ikan ini bisa di jadikan peluang usaha budidaya untuk memenuhi kebutuhan pasar. Perubahan salinitas dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh salinitas berbeda terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan nila (Oreochromis niloticus) serta mengetahui salinitas yang terbaik untuk kelulushidupan dan pertumbuhan yang tertinggi pada benih nila (Oreochromis niloticus) sehingga produksi ikan nila (Oreochromis niloticus) dapat dioptimalkan. Penelitian ini dilakukan selama 30 hari, dari bulan Oktober- November 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dimana tiap perlakuan memiliki tiga ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah pemeliharaan ikan dengan salinitas 0 ppt, 4 ppt, 6 ppt dan 10 ppt. Hasil penelitian ini yaitu pemeliharaan ikan nila dengan salinitas berbeda pada perlakuan diperoleh pertumbuhan panjang P0 (0 ppt) 1,17 cm, P1 (4 ppt) 1,21 cm, P2 (6 ppt) 1,27 cm dan P3 (10 ppt) 1,34 cm. Sedangkan untuk pertumbuhan bobot ikan nila yang diperoleh P0 1,37 gr, P1 2,12 gr, P2 2,17 gr, P3 2,24 gr. Untuk kelangsungan hidup ikan nila diperoleh nilai P0 53%, P1 83%, P2 dan P3 sebesar 86 %. Berdasarkan hasil uji ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa variasi tiap perlakuan P0:0 ppt P1:4 ppt, P2:6 ppt, P3:10 ppt berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang dan berat mutlak dan tingkat kelangsungan hidup (SR). Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan ikan nila pada salinitas 10 ppt memberikan nilai hasil pertumbuhan berat dan panjang yang tinggi dengan kelangsungan hidup 86%.

PENGARUH UPAH MINIMUM, BELANJA PEMERINTAH, DAN INVESTASI TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Salah satu penyebab munculnya masalah ketenagakerjaan dikarenakan pesatnya peningkatan jumlah angkatan kerja setiap tahunnya yang tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan atau penyerapan tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya upah minimum, belanja pemerintah, dan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah upah minimum, belanja pemerintah, dan investasi berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja secara parsial dan simultan di Provinsi Kalimantan Utara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan menggunakan data sekunder dari kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2016-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) upah minimum secara parsial berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. 2) belanja pemerintah secara parsial tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. 3) investasi secara parsial berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. 4) secara simultan upah minimum, belanja pemerintah, dan investasi berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Upah minimum, belanja pemerintah, dan investasi mampu menjelaskan pengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja sebesar 98,7%. Sedangkan sisanya sebesar 1,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak masuk model dalam penelitian ini.

kajian salinitas optomal untuk pertumbuhan benih ikan nila (orechromis niloticus)

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan nila merupakan salah satu komoditas penting perikanan budidaya air tawar di Indonesia. Karena ikan nila digemari oleh masyarakat, ikan ini bisa di jadikan peluang usaha budidaya untuk memenuhi kebutuhan pasar. Perubahan salinitas dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh salinitas berbeda terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan nila (Oreochromis niloticus) serta mengetahui salinitas yang terbaik untuk kelulushidupan dan pertumbuhan yang tertinggi pada benih nila (Oreochromis niloticus) sehingga produksi ikan nila (Oreochromis niloticus) dapat dioptimalkan. Penelitian ini dilakukan selama 30 hari, dari bulan Oktober- November 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dimana tiap perlakuan memiliki tiga ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah pemeliharaan ikan dengan salinitas 0 ppt, 4 ppt, 6 ppt dan 10 ppt. Hasil penelitian ini yaitu pemeliharaan ikan nila dengan salinitas berbeda pada perlakuan diperoleh pertumbuhan panjang P0 (0 ppt) 1,17 cm, P1 (4 ppt) 1,21 cm, P2 (6 ppt) 1,27 cm dan P3 (10 ppt) 1,34 cm. Sedangkan untuk pertumbuhan bobot ikan nila yang diperoleh P0 1,37 gr, P1 2,12 gr, P2 2,17 gr, P3 2,24 gr. Untuk kelangsungan hidup ikan nila diperoleh nilai P0 53%, P1 83%, P2 dan P3 sebesar 86 %. Berdasarkan hasil uji ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa variasi tiap perlakuan P0:0 ppt P1:4 ppt, P2:6 ppt, P3:10 ppt berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang dan berat mutlak dan tingkat kelangsungan hidup (SR). Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan ikan nila pada salinitas 10 ppt memberikan nilai hasil pertumbuhan berat dan panjang yang tinggi dengan kelangsungan hidup 86%.

PENGARUH UPAH MINIMUM, BELANJA PEMERINTAH, DAN INVESTASI TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu penyebab munculnya masalah ketenagakerjaan dikarenakan pesatnya peningkatan jumlah angkatan kerja setiap tahunnya yang tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan atau penyerapan tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya upah minimum, belanja pemerintah, dan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah upah minimum, belanja pemerintah, dan investasi berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja secara parsial dan simultan di Provinsi Kalimantan Utara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan menggunakan data sekunder dari kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2016-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) upah minimum secara parsial berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. 2) belanja pemerintah secara parsial tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. 3) investasi secara parsial berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. 4) secara simultan upah minimum, belanja pemerintah, dan investasi berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Upah minimum, belanja pemerintah, dan investasi mampu menjelaskan pengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja sebesar 98,7%. Sedangkan sisanya sebesar 1,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak masuk model dalam penelitian ini.

Analisis Break Event Point (BEP) dan Bauran Pemasaran Usaha Kopi Sangrai (Studi Kasus pada Meranti Roastery Kota Tarakan)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Usaha kopi sangrai saat ini banyak dijumpai, namun pemilik usaha seringkali tidak mengetahui jumlah penjualan minimum yang harus dipertahankan dan jumlah penjualan yang harus dicapai agar tidak mengalami kerugian. Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait analisis break event point (BEP) dan bauran pemasaran kopi sangrai (studi kasus pada Meranti Roastery Kota Tarakan). Pertama, untuk menganalisis break event point (BEP) pada usaha kopi Meranti Roastery. Kedua, Mengetahui bauran pemasaran yang dilakukan oleh Meranti Roastery ditinjau dari segi produk, harga, tempat, promosi, orang, tampilan fisik, dan proses. Penentuan sampel dalam penelitian ini Sampling Jenuh dengan jumlah sampel yang diambil adalah 9 responden. Analisis datanya, yaitu analisis BEP dan Bauran pemasaran. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: pertama, Pertama, BEP harga kopi robusta Rp.66.196, kopi arabika gayo Rp.37.971, kopi arabika toraja sapan Rp.40.684, kopi arabika bali kintamani Rp.34.434, dan arabika solok Rp.37.871. BEP produksi kopi robusta 3 bungkus, kopi arabika gayo 6, kopi arabika toraja sapan 6, kopi bali kintamani 5, dan kopi arabika solok 6. BEP penerimaan kopi robusta Rp.429.027, kopi arabika gayo Rp.459.135, kopi arabika toraja sapan Rp.484.642, kopi arabika bali kintamani Rp.429.027, dan kopi arabika solok Rp.459.135, sehingga Meranti Roastery telah melampaui BEP. Kedua, bauran pemasaran yang dilakukan Meranti roastery dari kemasan terdapat logo dan warna yang menarik. Harga produk lebih murah dari produk serupa. Distribusi yang telah dijalankan menjangkau Se-Kaltara dan Berau. Lokasi Meranti Roastery terjangkau. Promosi yang dilakukan hanya 2 minggu sekali melalui media sosial dan mendatangi langsung ke usaha kedai. Media Sosial yang aktif digunakan adalah Instagram dan Whattsapp. Kebersihan karyawan sangat terjaga dari rambut hingga pakaian, sikap dan pelayanan karyawan selalu sigap dalam melayani pembeli. Kebersihan ruangan terbebas dari bau dan sampah, Proses produksi kopi menggunakan SOP, proses pembayarannya melalui cash atau transfer.

Analisis Break Event Point (BEP) dan Bauran Pemasaran Usaha Kopi Sangrai (Studi Kasus pada Meranti Roastery Kota Tarakan)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Usaha kopi sangrai saat ini banyak dijumpai, namun pemilik usaha seringkali tidak mengetahui jumlah penjualan minimum yang harus dipertahankan dan jumlah penjualan yang harus dicapai agar tidak mengalami kerugian. Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait analisis break event point (BEP) dan bauran pemasaran kopi sangrai (studi kasus pada Meranti Roastery Kota Tarakan). Pertama, untuk menganalisis break event point (BEP) pada usaha kopi Meranti Roastery. Kedua, Mengetahui bauran pemasaran yang dilakukan oleh Meranti Roastery ditinjau dari segi produk, harga, tempat, promosi, orang, tampilan fisik, dan proses. Penentuan sampel dalam penelitian ini Sampling Jenuh dengan jumlah sampel yang diambil adalah 9 responden. Analisis datanya, yaitu analisis BEP dan Bauran pemasaran. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: pertama, Pertama, BEP harga kopi robusta Rp.66.196, kopi arabika gayo Rp.37.971, kopi arabika toraja sapan Rp.40.684, kopi arabika bali kintamani Rp.34.434, dan arabika solok Rp.37.871. BEP produksi kopi robusta 3 bungkus, kopi arabika gayo 6, kopi arabika toraja sapan 6, kopi bali kintamani 5, dan kopi arabika solok 6. BEP penerimaan kopi robusta Rp.429.027, kopi arabika gayo Rp.459.135, kopi arabika toraja sapan Rp.484.642, kopi arabika bali kintamani Rp.429.027, dan kopi arabika solok Rp.459.135, sehingga Meranti Roastery telah melampaui BEP. Kedua, bauran pemasaran yang dilakukan Meranti roastery dari kemasan terdapat logo dan warna yang menarik. Harga produk lebih murah dari produk serupa. Distribusi yang telah dijalankan menjangkau Se-Kaltara dan Berau. Lokasi Meranti Roastery terjangkau. Promosi yang dilakukan hanya 2 minggu sekali melalui media sosial dan mendatangi langsung ke usaha kedai. Media Sosial yang aktif digunakan adalah Instagram dan Whattsapp. Kebersihan karyawan sangat terjaga dari rambut hingga pakaian, sikap dan pelayanan karyawan selalu sigap dalam melayani pembeli. Kebersihan ruangan terbebas dari bau dan sampah, Proses produksi kopi menggunakan SOP, proses pembayarannya melalui cash atau transfer.