ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lingkungan perairan tambak tradisonal yang stabil ditandai dengan keragaman plankton yang tinggi, jumlah individu setiap spesies tinggi dan merata serta kualitas air yang sesuai untuk pertumbuhan organisme budidaya, termasuk plankton sebagai pakan alami yang berukuran kecil (mikroskopik) yang jumlahnya sangat banyak dan tidak cukup kuat untuk menahan gerakan air yang begitu besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis – jenis plankton yang tumbuh pada tambak tradisional. Lokasi penelitian yaitu di tambak tradisional di Muara Bulungan. Lokasi tambak berada didekat muara. Sampel di ambil dari 1 tambak tradisional pada 3 stasiun yaitu stasiun 1 (sungai), stasiun 2 (In-let/pintu tambak), dan stasiun 3 (tengah tambak) dengan dua kali pengambilan sampel pada air pasang dan air surut. Data yang dikumpulkan akan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian tersebut ditemukan 14 spesies fitoplankton yaitu Eucampia sp, Coscinodiscus sp, Chaetoceros sp, Pleurosigma sp, Melosira sp, dll, dan 5 spesies zooplankton yaitu Nauplius sp, Ostracoda sp, Lecane luna, Trichocherco, Calanus sp, dengan jumlah spesies yang berbeda-beda pada tiap stasiun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Zooplankton memiliki peran sangat penting dalam rantai makanan di lingkungan perairan. Zooplankton berperan sebagai penghubung antara produsen primer dengan karnivora besar dan kecil dan mempengaruhi kompleksitas rantai makanan dalam ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi struktur komunitas zooplankton di Sungai Sakalawa yang berlokasi di Kelurahan Kampung Empat Kota Tarakan yang dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2021. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan penentuan lokasi menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada perairan Sungai Sakalawa ditemukan zooplankton sebanyak 7 spesies dari 4 filum. Jenis zooplankton yang ditemukan diantaranya Harpacticoid sp, Calanus sp, Cyclops sp, Nauplius sp, Nematoda sp, Bivlave sp, dan Discorbis sp,. Kelimpahan zooplankton pada perairan ini berkisar antara 4,00-26,00 ind/L. Berdasarkan kelimpahan zooplankton yang terjadi menunjukkan kondisi perairan tergolong dalam kategori rendah (oligotrofik). Nilai indeks keanekaragaman zooplankton didapatkan nilai berkisar 0,45-1,59 dan indeks keseragaman zooplankton yang ditemukan berkisar 0,25-1,00. Indeks dominansi didapatkan rata-rata berkisar antara 0,42-0,53. Nilai dominansi yang terjadi pada zooplankton menggambarkan bahwa tidak ada individu atau spesies tertentu yang mendominasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Zooplankton memiliki peranan yang sangat penting di lautan, yaitu sebagai bagian dari rantai makanan dan juga perannya sebagai bioindikator pencemaran di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi jenis zooplankton dan mengetahui indeks keanekargaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi zooplankton. Penelitian dilakukan di kawasan perairan Tanah Merah dan Bebatu Kabupaten Tana Tidung. Penentuan lokasi secara purpossive sampling dengan mengikuti perahu nelayan pada saat menangkap ikan. Indeks keanekaragaman zooplankton yang diperoleh bervariasi dengan nilai rata-rata dari keenam stasiun berkisar antara 0,8856-1,7521 sehingga termasuk dalam kategori keanekaragaman jenis dan kestabilan komunitas sedang. Indeks keseragaman memiliki nilai E mendekati 1, yang menggambarkan bahwa sebaran individu zooplankton antar jenis merata atau jumlah individu masing-masing spesies relatif merata. Indeks dominansi di perairan Tanah Merah dan Bebatu Kabupaten Tana Tidung menunjukkan indikasi tidak terjadinya jenis zooplankton yang mendominasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
Peranan zooplankton sebagai mata rantai makanan antara produsen primer dengan karnivora besar dan kecil dapat mempengaruhi kompleksitas rantai makanan dalam ekosistem perairan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kelimpahan, keanekaragaman, dan dominansi zooplankton pada perairan tambak tradisional Kelurahan Karang Harapan Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 sampai dengan Januari 2020. Penelitian menggunaan metode deskriptif kuantitatif dengan penentuan lokasi menggunakan teknik purpossive sampling. Hasil penelitian ditemukan berjumlah 5 spesies yaitu Brancionus sp, Oithona sp, Nauplius sp, Zoea Kepiting dan Larva Glaycera sp, dengan komposisi zooplankton yang terdiri dari 3 kelas di antaranya Crustacea, Rotifera dan Polychaeta. Kelimpahan zooplankton yaitu berkisar antara 3,80–13,43 ind/L, kelimpahan zooplankton pada pagi hari berkisar antara 5,48-13,43 ind/L, sedangkan kelimpahan pada siang hari berkisar antara 3,80-6,99 ind/L, hal ini menunjukkan bahwa kelimpahan zooplankton tergolong rendah (oligotrofik). Keanekaragaman berkisar antara 0,72-0,86, keanekaragaman pada pagi hari berkisar antara 0,79-0,86 sedangkan keanekaragaman pada siang hari berkisar antara 0,72-0,83, Keanekaragaman termasuk dalam komunitas rendah, dan indeks dominansi yang didapatkan berkisar antara 0,43-0,52 indeks dominansi pada pagi hari berkisar antara 0,43-0,52 sedangkan pada siang hari berkisar antara 0,42-0,51 kondisi komunitas tersebut terdapat jenis yang mendominasi yaitu kelas crustacea jenis Nauplius sp.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perairan mangrove memiliki potensi sumberdaya perairan yang sangat berlimpah. Salah satunya adalah zooplankton sebagai rantai makanan biota perairan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui struktur komunitas zooplankton di kawasan tambak dan hutan mangrove Kelurahan Mamburungan Kota Tarakan serta kondisi kualitas air pada lokasi pengambilan sampel zooplankton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Analisis yang dilakukan dengan menghitung kelimpahan zooplankton, indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi. Hasil penelitian ini didapatkan zooplankton dari filum arthropoda kelas crustacea dengan jumlah 6 spesies. Kondisi zooplankton pada stasiun tambak dengan 4 ulangan diperoleh jumlah kelimpahan pada ulangan I-IV secara berturut-turut sebanyak 33 ind/L, 44 ind/L, 166 ind/L dan 289 ind/L, sedangkan kondisi zooplankton pada stasiun mangrove dengan 4 ulangan didapatkan jumlah total kelimpahan dari ulangan I-IV sebanyak 22 ind/L, 77 ind/L, 199 ind/L, dan 1345 ind/L. 2. Kondisi kualitas perairan yang ada di stasiun tambak dan mangrove dikategorikan baik, untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan zooplankton. Nilai indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi yang berada di stasiun tambak dan mangrove dikategorikan sedang.