Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: sintaksis.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KONTRASTIF PADA KAUSATIF ANALITIK BAHASA TIDUNG DIALEK TARAKAN DAN BAHASA INDONESIA (KAJIAN SINTAKSIS)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan temuan terkait persamaan dan perbedaan pola kalimat kausatif analitik di antara bahasa Tidung dialek Tarakan dan Bahasa Indonesia berdasarkan kajian sintaksis. Penelitian ini berfokus pada penanda kausatif yang diungkapkan serta distribusi argumen dalam struktur klausa yang meliputi predikat kausatif. Kausatif analitik dibangun dengan dua kata kerja berbeda yang menggambarkan hubungan sebab-akibat dari sebuah peristiwa. Metode pada penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang diterapkan meliputi simak libat cakap (SLC), perekaman, pencatatan, dan teknik pancing. Fokus penelitian ini adalah untuk menguraikan bentuk dasar klausa dan kausatif analitik dalam bahasa Tidung dialek Tarakan serta Bahasa Indonesia. Proses analisis data dilakukan dengan metode agih menggunakan teknik bagi unsur langsung (BUL). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kedua bahasa memiliki bentuk klausa dasar dalam jenis verbal maupun nonverbal. Kemudian terdapat perbedaan dalam pembentukan kalimat kausatif analitik kedua bahasa tersebut yang terletak pada bentuk verba kausatif dalam konstruksi kausatif analitik masing-masing bahasa. Penelitan ini mengungkapkan bahwa pembentukan kalimat kausatif analitik dalam bahasa Tidung dialek Tarakan ditandai dengan verba kaustif ‘nyusup’ [menyuruh], ‘malok’ [meminta], ‘penebusu’ [membiarkan], ‘ngentugos’ [membuat], dan ‘maksa’ [memaksa]. Sementara pada Bahasa Indonesia ditandai dengan verba ‘mempersilahkan’, ‘membiarkan’, ‘membuat’, ‘memerintahkan’, ‘menyuruh’, dan ‘meminta’. Temuan lain terkait perbedaan sintaksis kedua bahasa tersebut terletak pada pola klausa runtut kedua bahasa. Bahasa Indonesia dalam pembentukan klausa runtut sudah memiliki konstruksi pola yang bersifat paten yaitu Subjek-Predikat (S-P), sedangkan dalam bahasa Tidung dialek Tarakan pola klausa runtut tersebut selalu berubah jika terdapat pronomina ‘taka’ [kita] yang bertemu dengan verba transitif atau kata keterangan (adverbia) yang muncul sebelum subjek maka pola klausa berubah menjadi Predikat-Subjek-Objek (P-S-O).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Diatesis dalam Bahasa Tidung (Kajian Tipologi Sintaksis)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RISKI 2025. Diatesis dalam Bahasa Tidung (Kajian Sintaksis) (dibimbing oleh Siti Fathonah,M.Pd. dan Muhammad Ilham, S.S., M.Pd.). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk klausa dasar dan bentuk diatesis dalam bahasa Tidung dengan menggunakan pendekatan tipologi sintaksis. Bahasa Tidung, sebagai salah satu bahasa daerah di Kalimantan Utara, memiliki struktur sintaksis yang menarik untuk dikaji karena belum banyak penelitian yang mengungkapkan sistem diatesisnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, simak, catat, baca, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari penutur asli bahasa Tidung yang memenuhi kriteria linguistik sebagai sumber data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Tidung memiliki beberapa pola klausa dasar yang meliputi pola Nomina + Verba, Nomina + Nomina, Nomina + Adjektiva, Nomina + Numeralia, dan Nomina + Adverbia. Selain itu, diatesis dalam bahasa Tidung terbagi menjadi dua bentuk utama, yaitu diatesis aktif dan diatesis pasif. Diatesis aktif ditandai dengan verba berafiks seperti ngem-, meng-, dan nge-, sedangkan diatesis pasif ditandai dengan adanya bentuk seperti ne-, te-, ke-an, serta konstruksi tanpa afiks yang menunjukkan makna pasif. Analisis menunjukkan bahwa struktur aktif lebih dominan digunakan dalam tuturan sehari-hari, sementara bentuk pasif muncul pada konstruksi yang menonjolkan objek sebagai fokus. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi dokumentasi dan pelestarian bahasa Tidung, serta menjadi rujukan bagi penelitian linguistik lanjutan, khususnya dalam bidang sintaksis dan tipologi bahasa daerah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KONSTRUKSI VERBA BERUNTUN DALAM BAHASA TIDUNG (KAJIAN TIPOLOGI SINTAKSIS)

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis konstruksi verba beruntun dalam bahasa Tidung (kajian tipologi sintaksis). Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam kalimat ini berupa hasil rekaman suara dan wawancara yang dapat menghasilkan data kalimat. Sumber data dari penelitian konstruksi verba beruntun dalam bahasa Tidung ini masyarakat asli Suku Tidung yang berada di kota Tarakan. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah tehnik pancing, tehnik rekam, tehnik catat. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Agih kebalikan dari metode padan yang berdasarkan alat penentunya. Hasil dari penelitian yang dilakukan maka terdapat 25 data Bahasa Tidung dari 8 karakteristik pembeda antara VB dari kontruksi verba biasa atau kontruksi lain. Dari 25 data maka terdapat fungsi dari sintaksis konstruksi verba beruntun dalam bahasa Tidung

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Konstruksi Verba Serial Bahasa Bugis Bone (Kajian Tipologi Sintaksis)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada penelitian ini membahasa mengenai konstruksi verba serial bahasa Bugis Bone dengan menggunakan kajian tipologi sintaksis. Kosntruksi verba serial merupakan sebuah kalimat yang dibangun dengan terdapat dua verba atau lebih. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian yang didapatkan yaitu verba serial dalam bahasa Bugis dan verba serial dalam bahasa Indonesia pada umumnya memiliki kesamaan pada bagian subjek dari kalimat selalu berada didepan, walaupun dari segi bahasa jelas terlihat sangat berbeda antara bahasa Bugis dan Bahasa Indonesia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kontrastif pada Kausatif Analitik Bahasa Massenrempulu Dialek Duri dan Bahasa Indonesia (Kajian Sintaksis)

2024•

Penelitian ini membahas tentang analisis kontrastif kausatif analitik antara bahasa Massenrempulu dialek Duri dan bahasa Indonesia dengan menggunakan kajian sintaksis. Kausatif analitik dibangun oleh dua verba yang berbeda untuk menyatakan sebab-akibat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik simak, teknik rekam, dan teknik catat. Data yang diperoleh bejumlah 85 data melalui metode wawancara kemudian dianalisis menggunakan metode agih. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk klausa dasar dan kausatif analitik dalam bahasa Massenrempulu dialek duri dan bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan perbedaan pembentukan kausatif analitik antara bahasa Massenrempulu dialek Duri dan bahasa Indonesia. penelitan ini mengungkapkan bahwa pembentukan kalimat kausatif analitik dalam bahasa Massenrempulu dialek Duri ditandai dengan verba kausatif mangkabua dan kuanni, sedangkan dalam bahasa Indonesia ditandai dengan verba kausatif membuat, menyuruh dan menyebabkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KONSTRUKSI BAHASA PADA NOVEL "KKN DI DESA PENARI" KARYA SIMPLEMAN (KAJIAN SINTAKSIS)

2023•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk konstruksi sintaksis pada novel KKN Di Desa Penari karya Simpleman. Konstruksi sintaksis merupakan satuan bahasa yang bermakna berupa frasa, klausa dan kalimat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sember data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumen berupa novel KKN Di Desa Penari Karya Simpleman. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan tipe frasa, klausa dan kalimat pada konstruksi sintaksis pada novel KKN Di Desa Penari karya Simpleman. Berdasarkan hasil temuan peneliti dari sumber data kalimat yang ditemukan lebih di dominasi kemunculan kalimat tunggal dibandingkan kalimat majemuk. Data diperoleh dengan menggunakan teknik baca, teknik simak dan teknik catat. Peneliti memfokuskan hasil penelitannya pada tipe kalimat tunggal berkategori S-P, S-P-O, S-P-KET, S-P-O-KET, S-P-PEL, S-P-O-PEL selanjutnya kalimat majemuk dengan tipe yang berbeda-beda. (1) Tipe kalimat Tunggal yang paling banyak muncul adalah tipe S/P/O/Pel sebanyak 26 data yag ditemukan, (2) tipe S/P/Ket sebanyak 25 yang ditemukan, (3) tipe S/P/O sebanyak 24 data yang ditemukan, (4) tipe S/P/O/Ket sebanyak 18 data yang ditemukan, (5) tipe S/P dan S/P/Pel masing-masing ditemukan sebanyak 11 data yang ditemukan peneliti. Selanjutnya peneliti menemukan pada kalimat majemuk setara hubungan makna yang banyak berupa hubungan perjumlahan yaitu konjungsi “dan”, hubungan makna antar klausa yang ditemukan pada konstruksi sintaksis pada Novel KKN Di Desa Penari Karya Simpleman dalam kalimat setara ataupun bertingkat yakni hubungan pemilihan, waktu, akibat, tujan/harapan, pengurutan dan pertentangan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Penggunaan Konjungsi pada Karangan Cerita Fantasi Siswa Kelas VII di SMP Negeri 3 Tarakan

2021•

Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan konjungsi dan kesalahan penggunaan konjungsi pada karangan cerita fantasi siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Tarakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang menggunakan teknik analisis data kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik baca, teknik simak, dan teknik catat. Data yang telah ditemukan kemudian diklasifikasi sesuai dengan fungsi konjungsi. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata dan kalimat yang terdapat dalam karangan cerita fantasi siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Tarakan. Pada analisis data, peneliti mengaitkan kajian teori dengan data yang terkumpul mengenai arti atau maksud penggunaan data tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penggunaan konjungsi dan kesalahan penggunaan konjungsi pada karangan cerita fantasi siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Tarakan. Data penggunaan konjungsi yang diperoleh sebanyak 93 data. Data kesalahan penggunaan konjungsi yang diperoleh sebanyak 124 data.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail