ANALISIS MAKNA RUMAH ADAT TIDUNG DI JALAN TELAGA KERAMAT KOTA TARAKAN (KAJIAN SEMIOTIK PEIRCE)
ANANLISIS MAKNA RUMAH ADAT TIDUNG DI JALAN TELAGA KERAMAT KOTA TARAKAN (KAJIAN SEMIOTIK PEIRCE) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna apa saja yang terdapat pada rumah adat Tidung di kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari masyarakat suku Tidung. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan mengumpulkan data yang telah diperoleh dari hasil wawancara pada saat melakukan penelitian, kemudian data yang telah didapatkan akan diklasifikasi, selanjutnya mendeskripsikan makna yang terdapat pada rumah adat Tidung kota Tarakan dan membuat kesimpulan dari data yang telah diperoleh. Jumlah keseluruhan data yang diperoleh dari penelitian ini sebanyak 50 data. Data penelitian terdiri atas 18 data ikon yaitu antiplemangu dan kekanus, pari-pari, ukiran, motif bunga anggrek, memniyuku, sambulayang, disaw baloy, panji kapi, balou unod, baloy yampu, baloy denandu, baloy rung. baloy delaki, manuk delaki, burung dara, galang tanok. Terdapat 13 data indeks yaitu sungkul, bebungkol, tabur, busak dian, long soy, kuningan, silaw, ijaw, pulak, lia, mitom, dan nasi pengantin. Terdapat 19 data simbol yaitu tanduk galung, tugul, pepanggil, timbang sapor, padaw tuju dulung, ketan, telur, pisang hijau, gayang lingkuda, atap rumah, tembangan, tukad, pelayang, tiang panggaw, antakesuma, penduduk, busak dian, lugay, dan sedulang.