ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
AN ANALYSIS OF EIGHTH GRADERS' READING SKILL PROBLEMS AT MTS NEGERI TARAKAN THROUGH BROWN'S THEOR Y Abstract This study aims to analyze the reading skill challenges faced by eighth-grade students at MTs Negeri Tarakan using Brown's theory. This study focused on identifying the specific problems students encountered in reading English texts based on Brown's theory and analyzing the factors that contributed to these difficulties. This study employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques consisting of documentation, observation, and semi-structured interviews. The research subjects consisted of six eighth-grade students from Class VIII-D, selected through a purposive sampling technique based on various levels of reading proficiency, and an English teacher. The data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which consisted of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, with source triangulation to ensure data validity. The research findings revealed that the reading difficulties experienced by students stem from limited vocabulary, poor understanding of sentence structure, and problems with fluency and pronunciation. In addition, psychological factors such as anxiety, low motivation, and a lack of self-confidence also play a major role in exacerbating students' reading difficulties. This study further indicates that anxiety about using a foreign language significantly affects reading comprehension, leading students to avoid active reading activities. Therefore, it can be concluded that students' reading difficulties are not only cognitive and linguistic in nature but are also heavily influenced by affective factors that create an "emotional filter" in the English language learning process.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca siswa kelas III di SDN 005 Tinampak 2, di mana sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, membaca dengan lancar, serta memahami isi bacaan. Kurangnya motivasi belajar, minimnya pembiasaan literasi di rumah, serta keterbatasan lingkungan literasi menjadi faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peran guru dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III di SDN 005 Tinampak 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III di SDN 005 Tinampak 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru kelas III dan siswa kelas III. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji kredibilitas data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pendidik, teladan, dan motivator dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa. Sebagai pendidik, guru merencanakan pembelajaran membaca secara bertahap mulai dari pengenalan huruf hingga pemahaman bacaan, serta melaksanakan kegiatan literasi 15 menit sebelum pembelajaran. Sebagai teladan, guru memberikan contoh membaca yang baik dan membiasakan budaya literasi di kelas. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan, semangat, serta penghargaan kepada siswa agar lebih percaya diri dalam membaca. Peran tersebut berdampak pada peningkatan kefasihan membaca, pemahaman bacaan, serta penguasaan kosakata siswa meskipun masih terdapat beberapa siswa yang memerlukan pendampingan khusus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca siswa kelas III di SDN 005 Tinampak 2, di mana sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, membaca dengan lancar, serta memahami isi bacaan. Kurangnya motivasi belajar, minimnya pembiasaan literasi di rumah, serta keterbatasan lingkungan literasi menjadi faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peran guru dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III di SDN 005 Tinampak 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III di SDN 005 Tinampak 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru kelas III dan siswa kelas III. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji kredibilitas data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pendidik, teladan, dan motivator dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa. Sebagai pendidik, guru merencanakan pembelajaran membaca secara bertahap mulai dari pengenalan huruf hingga pemahaman bacaan, serta melaksanakan kegiatan literasi 15 menit sebelum pembelajaran. Sebagai teladan, guru memberikan contoh membaca yang baik dan membiasakan budaya literasi di kelas. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan, semangat, serta penghargaan kepada siswa agar lebih percaya diri dalam membaca. Peran tersebut berdampak pada peningkatan kefasihan membaca, pemahaman bacaan, serta penguasaan kosakata siswa meskipun masih terdapat beberapa siswa yang memerlukan pendampingan khusus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Membaca pemahaman diartikan dalam memahami isi bacaan yang mewakili dari ide, gagasan, pikiran dan pendapat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca pemahaman mahasiswa PGSD Angkatan 2023 Universitas Borneo Tarakan dalam menyelesaikan soal cerita. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa tes soal, wawancara dan dokumentasi. Subjek terdiri dari sepuluh mahasiswa diambil dari lima lokal yang dipilih secara acak berdasarkan hasil nilai tes. Hasil penelitian menunjukkan deskripsi dari kemampuan membaca pemahaman mahasiswa PGSD Angkatan 2023 Universitas Borneo Tarakan pada 4 indikator (literal, interpretatif, kritis, dan kreatif) dengan kategori sangat baik pada skror 58% mahasiswa mampu: 1) memahami informasi tersurat dan tersirat dalam teks secara tepat; 2) mengevaluasi isi bacaan secara kritis dengan alasan yang jelas; 3) menghasilkan gagasan baru secara kreatif berdasarkan isi bacaan. Sedangkan kategori cukup baik pada skor 40% mahasiswa mampu: 1) memahami informasi yang jelas dan mengartikan makna tersirat secara umum; 2) dapat menunjukkan sikap kritis dan merespons bacaan; 3) argumen dan pengembangan ide mereka masih dasar karena penjelasan yang diberikan belum memadai. Sedangkan kategori kurang baik pada skor 2% mahasiswa: 1) belum memahami isi teks secara utuh; 2) penafsiran makna tersirat kurang tepat; 3) kemampuan evaluasi kritis rendah; 4) pengembangan ide masih sangat terbatas. Reading comprehension is defined as grasping the substance of a text that expresses ideas, thoughts, or opinions. The purpose of this study is to describe the reading comprehension abilities of PGSD students from the 2023 class at the University of Borneo Tarakan when completing story problems. The method testing, interviews, and documentation. The subjects were 10 students chosen at random from five different sites based on their test scores. The study’s findings describe the reading comprehension ability of PGSD students from the 2023 class at the University of Borneo Tarakan on four indicators (literal, interpretative, critical, and creative), with a very good category of 58% of students being able to: 1) Correctly comprehend the explicit and implicit information in the text. 2) critically assess the reading’s content with explicit explanations; and 3) produce new creative ideas based on the reading’s content. Meanwhile, in the relatively good category, with a score of 40% students can: 1) comprehend clear material and interpret general implicit meanings; 2) adopt a critical mindset and respond to the reading; and 3) their arguments and concept development remain basic due to insufficient explanations. Meanwhile, in the poor category, 2% of students: 1) did not fully understand the text’s content, 2) misread the implicit meaning, 3) lacked critical assessment abilities, and 4) had very few ideas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar dalam menunjang keberhasilan belajar pada berbagai mata pelajaran. Namun, berdasarkan hasil observasi awal di kelas III SDN 009 Malinau Utara, ditemukan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam membaca kata, menyusun suku kata, membaca kalimat sederhana, serta memahami isi bacaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa melalui penggunaan media PAPICA (Papan Pintar Baca). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas III. Teknik pengumpulan data meliputi observasi aktivitas guru dan siswa, tes kemampuan membaca, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, persentase siswa yang mencapai kategori mandiri sebesar 40%, meningkat menjadi 65% pada siklus II. Sementara itu, siswa yang berada pada kategori perlu bimbingan menurun dari 10% pada siklus I menjadi 0% pada siklus II. II. Sedangkan kategori berkembang dari 50% pada siklus I menurun menjadi 15%. Selain itu, Terjadinya peningkatan karena media PAPICA memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret, menarik, dan interaktif, sehingga siswa lebih mudah memahami materi serta lebih termotivasi dalam mengikuti pembelajaran membaca. Dengan demikian, media PAPICA terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III sekolah dasar serta meningkatkan kualitas proses pembelajaran secara keseluruhan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Membaca permulaan merupakan kemampuan dasar yang penting untuk mendukung perkembangan literasi siswa pada jenjang sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II-B SDN Utama 2 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes membaca permulaan dan wawancara. Peneliti memilih 3 siswa sebagai representasi dari masing-masing kategori, yaitu 1 siswa kategori mandiri, 1 siswa kategori berkembang, dan 1 siswa kategori perlu bimbingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kategori mandiri telah mampu membaca huruf, suku kata, kata, dan kalimat dengan lancar. Siswa kategori berkembang cenderung mampu membaca huruf dan suku kata, namun belum konsisten dalam membaca kata dan kalimat, ditunjukkan dengan penghilangan, penambahan, atau perubahan bunyi. Sementara itu, siswa kategori perlu bimbingan belum mampu mengenali seluruh huruf dan belum dapat membaca suku kata maupun kata yang disajikan. Kesimpulannya, kemampuan membaca permulaan siswa kelas II-B masih bervariasi, di mana sebagian siswa telah mandiri, namun sebagian lainnya masih memerlukan bimbingan intensif terutama dalam pengenalan huruf, membaca suku kata, dan membaca kata sederhana.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan membaca kritis dengan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 349 siswa dan sampel terdiri dari 32 siswa kelas VIII-A yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data kemampuan membaca kritis diperoleh melalui tes esai dan angket sebanyak 20 butir pernyataan, sedangkan data hasil belajar diperoleh melalui dokumentasi nilai rapor. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 30 melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, korelasi, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca kritis siswa secara umum tergolong tinggi, dengan 78,25% siswa berada pada kategori tinggi. Nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,775 menandakan bahwa semakin tinggi kemampuan membaca kritis yang dimiliki siswa, semakin tinggi pula hasil belajar bahasa Indonesia yang mereka capai. dengan signifikansi 0,000 0,05 menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan positif antara kemampuan membaca kritis dan hasil belajar bahasa Indonesia. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa 57,4% variasi hasil belajar dapat dijelaskan oleh kemampuan membaca kritis.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan membaca kritis siswa, semakin baik pula hasil belajar Bahasa Indonesia yang mereka peroleh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan membaca pemahaman sangat penting sebagai dasar bagi peserta didik dalam memperoleh informasi dan meningkatkan kualitas dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan membaca pemahaman pada peserta didik kelas IV-A di SD Negeri 015 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui tes kemampuan membaca pemahaman, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, terdapat empat subjek yang mewakili empat kategori kemampuan membaca pemahaman, yaitu sangat baik (S1), baik (S2), cukup (S3), dan kurang (S4). Indikator yang digunakan dalam menilai kemampuan membaca pemahaman peserta didik meliputi, 1) Kemampuan menangkap arti kata atau ungkapan dalam teks, 2) Kemampuan menangkap makna tersurat maupun tersirat, 3) Kemampuan dalam membuat kesimpulan, 4) Kemampuan dalam menentukan amanat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kemampuan membaca pemahaman tiap peserta didik. Peserta didik dengan kategori sangat baik mampu memenuhi seluruh indikator sehingga mendapatkan nilai tes 90. Kemudian peserta didik kategori baik mampu menjawab sebagian besar indikator dengan benar, namun masih kesulitan dalam menangkap makna tersirat sehingga mendapatkan nilai 86,2. Pada kategori cukup, peserta didik hanya memenuhi beberapa indikator dan menunjukkan kesulitan dalam membuat kesimpulan dan menentukan amanat sehingga mendapatkan nilai 76,2. Sementara peserta didik kategori kurang menunjukkan kesulitan dalam memahami isi bacaan, termasuk dalam menangkap makna kata, menyimpulkan isi, dan menentukan amanat sehingga mendapatkan nilai 31,4.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa papan susun berbantuan flash card membaca yang dirancang untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan membaca di kelas III-A SDN 032 Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca siswa serta kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi lima tahap, yaitu: Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Subjek penelitian adalah siswa kelas III-A SDN 032 Tarakan. Instrumen pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket validasi, angket respons siswa, dan tes kemampuan membaca. Hasil validasi dari ahli media, ahli bahasa, dan ahli materi masing-masing menunjukkan persentase sebesar 96%, 94%, dan 88%, yang dikategorikan sangat layak. Respons siswa pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan juga menunjukkan tingkat kemenarikan yang tinggi, dengan persentase masing-masing sebesar 96% dan 87,8%. Efektivitas media diuji melalui analisis N-Gain berdasarkan tes sebelum pembelajaran (pre-test) dan tes setelah pembelajaran (post-test), yang menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca siswa secara signifikan dengan skor rata-rata sebesar 0,82, yang dikategorikan tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, media papan susun berbantuan flash card membaca dinyatakan layak, menarik, dan efektif digunakan dalam pembelajaran membaca di kelas III sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Membaca merupakan salah satu bentuk dari berkomunikasi, baik itu berkomunikasi intrapersonal (dengan diri sendiri) maupun berkomunikasi interpersonal (dengan orang lain). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan kemampuan membaca siswa dengan menggunakan media pembelajaran flash card. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan pengamatan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III A SDN 032 Tarakan tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi aktivitas mengajar guru pada siklus I sebesar 50% dengan kategori rendah, sehingga dilanjutkan pada siklus II menjadi 75% dengan kategori tinggi. Adapun hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I yaitu sebesar 81,55% dengan kategori tinggi, kemudian dilanjutkan pada siklus II menjadi 89,60% dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil tes membaca yang dilakukan pada siklus I, siswa yang berada pada level membaca mandiri dengan persentase 65,40%, pada level membaca berkembang dengan persentase 15,40%, dan level membaca perlu bimbingan dengan persentase 19,20%. Sedangkan pada siklus II, siswa yang berada pada level membaca mandiri meningkat menjadi 80,80%, di level membaca berkembang mengalami penurunan dengan persentase 11,50%, dan pada level membaca perlu bimbingan juga mengalami penurunan dengan persentase 7,70%. Reading is a method of communication, both intrapersonal and interpersonal. This research aims to improve students' reading skills by using flashcards as a learning tool. Classroom Action Research (CAR) was used, with two cycles of four stages each: planning, implementation, observation, and assessment. The subjects of this study were 26 students from SDN 032 Tarakan's class III A during the 2024/2025 academic year. This study's data collection techniques included observation, testing, and documenting. The observation of the teacher's instructional activities in cycle I resulted in 50% in the low category, which was increased to 75% in cycle II. The results of student activity observations in cycle I were 81.55% in the high category, followed by cycle II at 89.60%. According to the results of the reading exam administered during Cycle I, students at the independent reading level accounted for 65.40%, those at the developing reading level for 15.40%, and those at the guided reading level for 19.20%. Meanwhile, during cycle II, students at the independent reading level reached 80.80%, while those at the developing reading level declined by 11.50%, and those at the guided reading level decreased by 7.70%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui metode Struktural Analitik dan Sintetik. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di SDN 032 Tanjung Batu Tarakan. Adapun subjek penelitian ini yang terdiri dari 30 siswa dengan jumlah siswa laki-laki 15 siswa dan siswa perempuan sebanyak 15 siswa. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak II siklus. Prosedur tiap siklus yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Struktural Analitik dan Sintetik (SAS) dapat meningkatkan kemampuan membaca huruf dan kata dalam membaca permulaan siswa kelas II A SDN 032 Tanjung Batu Tarakan. Pada siklus I hasil tes kemampuan membaca permulaan diperoleh data sebesar 70% siswa yang tuntas atau masuk dalam level pembaca berkembang dan mandiri dari jumlah keseluruhan siswa, pada aspek afektif siswa diperoleh data sebesar 57% siswa yang tuntas dan pada aspek psikomotorik siswa diperoleh data sebesar 50% siswa yang tuntas. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan, hasil tes kemampuan membaca permulaan diperoleh data sebesar 80% siswa yang tuntas atau masuk dalam level pembaca mandiri, pada aspek afektif siswa diperoleh data sebesar 83% siswa yang tuntas dan pada aspek psikomotorik siswa diperoleh data sebesar 87% siswa yang tuntas. Hasil penilaian tes kemampuan membaca permulaan siswa telah mencapai indikator keberhasilan sehingga peneliti menghentikan siklus dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengembangkan situs web baca Bahasa Inggris menggunakan Durable AI untuk siswa kelas VII SMP 4 Negeri Tarakan. Desain penelitian ini mennggunakan penelitian dan pengembangan. Prosedur penelitian dan pengembangan ini mengadaptasi model ADDIE yang dikembangkan oleh Dick dan Carry, meliputi Analyzing, Designing, Developing, Implementing, dan Evaluating. Instrumen penelitian dan pengembangan ini adalah pedoman interview, angket kebutuhan siswa, angket validasi media, angket validasi konten, angket uji kepraktisan produk, angket respon siswa, dan lembar observasi. Validasi dilakukan oleh ahli media dan ahli konten. Uji kepraktisan produk dilakukan oleh guru bahasa Inggris kelas VII SMP Negeri 4 Tarakan. Produk telah diujicobakan dalam dua skala, yakni uji coba skala kecil dan uji coba skala besar. Tingkat kelayakan situs web membaca berbahasa Inggris telah dinilai berdasarkan penilaian dari: 1) Ahli media diperoleh skor 100% dengan kategori "Sangat Layak"; 2) Ahli konten diperoleh skor 75% dengan kategori "Cukup Layak". Hasil implementasi situs web baca Bahasa Inggris telah dinilai berdasarkan penilaian dari: 1) Guru bahasa Inggris kelas VII diperoleh skor 100% dengan kategori "Sangat Baik" pada ujicoba skala kecil dan 100% dengan kategori "Sangat Baik" pada ujicoba skala besar; 2) Siswa kelas VII diperoleh skor 83,8% dengan kategori "Sangat Baik" pada ujicoba skala kecil dan 84,4% dengan kategori "Sangat Baik" pada ujicoba skala besar. Dengan demikian, situs web baca Bahasa Inggris ini dapat menjadi model media pembelajaran bahasa Inggris untuk mengukur kemampuan memahami bacaan siswa
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan membaca pemahaman adalah proses pembelajaran dalam memahami isi teks, melalui kegiatan membaca kita perlu memahami maksud pesan serta makna yang ada pada bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil kemampuan membaca pemahaman melalui asesmen diagnostik pada siswa kelas IV-A SDN 035 Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca pemahaman yang kemudian dilakukan proses wawancara untuk mengetahui minat membaca siswa. Sebanyak 25 siswa kelas IV-A menjadi partisipan dalam penelitian dan mengikuti tes yang diberikan, yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan literasi membaca tinggi, sedang dan rendah. Setelah itu peneliti memilih 3 siswa yang mewakili setiap kategori kemampuan membaca pemahaman untuk diwawancarai mengenai minat membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan kemampuan tinggi mampu menyelesaikan seluruh soal dan memenuhi ketiga kompetensi literasi membaca, meskipun mengalami kesulitan dalam menghubungkan informasi kompleks serta kedalaman evaluasi. Subjek dengan kemampuan sedang dapat menyelesaikan tujuh soal dan memenuhi dua kompetensi literasi membaca, namun mengalami kesulitan dalam menemukan informasi pada soal tertentu serta kurang mampu mengevaluasi dan merefleksi informasi. Sementara itu, subjek dengan kemampuan rendah hanya mampu menyelesaikan enam soal dengan dua kompetensi literasi membaca, tetapi mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi informasi serta memahami dan menilai isi teks secara kritis. Hasil wawancara menunjukkan bahwa tingkat minat membaca berbanding lurus dengan kategori kemampuan membaca pemahaman masing-masing subjek
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca pada siswa kelas rendah adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah media Flash Card yaitu alat edukasi berbentuk kartu yang berisi gambar dan kata-kata. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa dengan menerapkan media Flash Card. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian tindakan kelas dalam pembelajaran 2024/2025 dengan subjek penelitian kelas 1-C yang berjumlah 27 siswa. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan prosedur siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penerapan media Flash card dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1-C di SD Negeri 021 Skip Tarakan. Pada siklus I hasil tes kemampuan membaca permulaan siswa memperoleh nilai sebesar 74% siswa yang tuntas dari jumlah keseluruhan. Selanjutnya pada siklus II mengalami peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa yang memperoleh nilai sebesar 93% siswa yang tuntas dari hasil tes. Adapun hasil tes kemampuan membaca permulaan siswa telah mencapai indikator keberhasilan sehingga penelitian ini dikatakan berhasil dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1-C di SD Negeri 021 Skip Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui media kartu kata bergambar . Jenis penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) yang di laksanakan di SDN 045 Binalatung Tarakan. Adapun subjek penelitian ini yaitu siswa kelas II C yang berjumlah 28 orang dengan jumlah siswa laki-laki yaitu 14 orang dan siswa perempuan sebanyak 14 orang . Penelitian ini menggunakan desain Model Kurt Lewin dalam pelaksanaannya terdiri atas beberapa tahapan kegiatan sebagai berikut: 1) perencanaan, 2) aksi atau tindakan, 3) observasi, 4) refleksi. Hasil Penerapan Media Kartu kata bergambar dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan. Pada hasil penerapan media kartu kata bergambar di mana didalamnya siswa menjawab pertayaan yang diberikan oleh guru serta siswa membaca kata tersebut dengan cara meguraikan dari kata kesuku kata, suku kata ke huruf dan merangkai kembali dari huruf ke suku kata dan dari suku kata ke kata tentunya siswa membacanya secara bersamaan dengan bantuan dari guru. Hasil penerapan media kantong ajaib di SDN 045 BinalatungTarakan dapat dilihat dari hasil tes kemampuan membaca permulaan yang telah dilakukan pada siklus I dan siklus II. Penilaian kemampuan membaca permulaan siswa pada siklus I sebesar 79% dari jumlah keseluruhan siswa meningkat menjadi 96% dari jumlah keseluruhan siswa pada siklus II. Terjadinya peningkatan ini dikarenakan telah menerapkan media kartu kata bergambar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan membaca merupakan salah satu keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh tiap-tiap anak didik. Jika anak didik memiliki keterampilan membaca yang baik, maka mereka akan mudah memahami informasi yang dibaca. Begitu sebaliknya, jika anak didik memiliki kemampuan membaca yang rendah, maka tentunya hal tersebut akan menjadi hambatan dalam proses belajarnya. Sehingga dalam hal ini, terdapat salah satu siswa kelas VII tepatnya di sekolah SMPN 3 Tanjung Palas Utara, yang mengalami kemampuan membaca rendah. Dengan adanya kemampuan membaca rendah tersebut, memberikan dampak yang signifikan dalam aspek kehidupan siswa. Sehingga tujuan penelitian ini yaitu untuk membahas terkait dampak kemampuan membaca yang rendah pada siswa di SMPN 3 Tanjung Palas Utara. Metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus telah digunakan dalam penelitian ini. Dalam hal ini, peneliti melakukan pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan mewawancarai sumber data primer yang terdiri dari siswa berinisial r dan data sekunder yang terdiri dari wali kelas serta orang tua siswa. Penelitian ini menemukan beberapa dampak signifikan pada siswa berinisial r yang memiliki kemampuan membaca rendah, yang meliputi prestasi akademik berupa nilai rendah dan hasil belajar rendah. Kemudian, terdapat komunikasi interpersonal berupa hambatan dalam berkomunikasi siswa dengan teman, orang lain dan guru. Sedangkan pada segi psikologis, siswa memiliki kurangnya kepercayaan diri. Selain itu, terdapat masalah kognitif siswa yang meliputi kesulitan dalam mata pelajaran, masalah memori dan bahasa, kesulitan berkosentrasi, kesulitan mengerjakan tugas, kesulitan berfikir, serta kesulitan dalam memahami materi. Sedangkan pada emosional siswa terdapat rasa cemas, tidak nyaman, merasa terganggu, dan bingung ketika diminta untuk membaca. Kemudian terdapat dampak lain berupa ketinggalan pelajaran, malas membaca, serta tidak naik kelas. Pada akhirnya, penelitian ini memberikan sebuah rekomendasi pada penelitian selanjutnya untuk memberikan pendekatan maupun intervensi yang tepat dalam mengatasi kemampuan membaca rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan minat baca siswa dengan kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas V di SD Negeri 002 Selumit Pantai. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian Kuantitatif Korelasional yang dilaksanakan pada tanggal 26 April s.d 10 Mei tahun ajaran 2023/2024. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 002 Selumit Pantai yang berjumlah 46 siswa. Teknik dalam pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode Non Probability Sampling dengan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan tes. Data hasil penelitian diolah dengan menggunakan bantuan Software SPSS versi 25.0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan minat baca siswa dengan kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas V di SD Negeri 002 Selumit Pantai. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan korelasi Product Moment diperoleh nilai rhitung (0,319) ˃ rtabel (0.291) dengan taraf signifikansi 5% dengan jumlah N=46. Besar korelasi minat baca siswa dengan kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas V di SD Negeri 002 Selumit Pantai berada dikategori rendah. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi diperoleh hasil hubungan sebesar 10,2% sedangkan sisanya sebesar 89,8% ditentukan oleh faktor hubungan lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hal ini memiliki arti bahwa setiap kenaikan variabel minat baca siswa akan mempengaruhi kenaikan variabel kemampuan membaca pemahaman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA MELALUI METODE LITERASI TERBIMBING DI KELAS III-B SDN 005 TARAKAN Abstrak Kemampuan membaca menjadi kunci utama keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Ketidakmampuan dalam membaca dapat memberikan implikasi serius pada siswa dalam kemampuan membaca pemahaman. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) khususnya mengenai kemampuan membaca pemahaman siswa dalam membaca teks bacaan informatif dan teks bacaan fiksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia pada Bab II Kawan Seiring. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu, perencanaan tindakan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi/evaluasi, dan tahap refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III-B SDN 005 Tarakan dengan jumlah siswa sebanyak 27 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode literasi terbimbing dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa, dari hasil belajar siswa secara klasikal diketahui rata-rata nilai dasar yang hanya mencapai 25,9%, meningkat dalam siklus I menjadi 68,15%, dan pada siklus II meningkat menjadi 95,35%. Dari hasil belajar yang dicapai siswa pada siklus II penilaian secara individu telah mencapai ketuntasan terhadap penguasaan yang didapatkan. Kata Kunci : Kemampuan Membaca, Membaca Pemahaman, Hasil Belajar Siswa. Mengetahui, Suyadi, S.S., M.Ed., Ph.D
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Membaca pemahaman suatu bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap proses kegiatan belajar, dengan membaca pemahaman ini kita dapat memahami isi teks atau bacaan yang kita baca sehingga kita dapat mengetahui alur bacaan tersebut. Membaca pemahaman memiliki 5 jenis tingkatan membaca, yaitu membaca literal, inferensial, kritis, dan evaluatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca literal dan inferensial pada siswa kelas IV-B SD Negeri Utama 2 Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas IV-B SD Negeri Utama 2 Tarakan. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dengan guru wali kelas IV-B SD Negeri Utama 2 Tarakan, diketahuiterdapat siswa dengan tingkat pemahaman membaca yang masih kurang pada bagian mata pelajaran Bahasa Indonesia. hal ini tampak dari hasil dokumentasi nilai PTS siswa tahun 2024 pada kelas IV-B. dengan hasil nilai terendah siswa pada mata pelajaran indonesia adalah 31 dan jauh dari nilai KKM Bahasa Indonesia yang bernilai 75. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian in berupa tes tertulis kemampuan membaca literal dan inferensial, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik analisis model Miles and Huberman. Sebanyak 25 siswa kelas IV-B akan menjadi partisipan untukmengikuti tes yang diberikan. Setelah itu peneliti memilih6 siswa secara random sebagai subjek penelitian yangkemudian akan dikelompokkan menjadi 3 kategori berdasarkan hasil kemampuan membaca literal dan inferensial siswa darinilai tinggi, sedang dan rendah. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang belum mampu dalam membaca pemahaman dengan baik. berdasarkan hasil tes yang telah dilakukan kepada siswa, terdapat indikator soal yang dimana siswamasih kurang dalam memahaminya seperti pemahaman pada suatu teks bacaan yang telah dibaca yaitu pada bagian menentukan tokoh dan watak tokoh yang terdapat pada teks bacaan dan menentukan suatu amanat atau pesan yang terkadung dalam suatu teks bacaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca pemahaman yang ada pada siswa kelas 5B SDN 043 Tarakan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis hasil tes. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswa kelas 5B SDN 043 Tarakan yang memiliki tingkat kesulitan membaca pemahaman yang bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa-siswa memiliki kesulitan yang berbeda dalam memahami teks yang mereka baca, seperti kesulitan dalam memahami kosakata, menarik. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pendekatan pembelajaran yang beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan serta tingkat kesulitan membaca pemahaman masing-masing siswa.