ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penghambat penyelesaian skripsi pada mahasiswa PGSD angkatan 2021 Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan skripsi. Hasil wawancara menunjukkan bahwa faktor penghambat terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya motivasi, kurangnya manajemen waktu, kesulitan memahami metodologi penelitian, serta tidak adanya target penyelesaian. Faktor eksternal meliputi keterbatasan bimbingan dengan dosen, banyaknya revisi, kesibukan di luar akademik, dan lingkungan yang kurang mendukung. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa keterlambatan penyelesaian skripsi dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal, dengan faktor internal sebagai penyebab yang lebih dominan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Petani sebagai salah satu sumber daya manusia pertanian, selama ini dinilai masih memiliki berbagai keterbatasan yang berujung pada rendahnya kualitas hidup. Sementara pada saat yang sama masyarakat tani menghadapi banyak pemasalahan dalam pemberdayaan hasil pertaniannya kurang dilakukan secara maksimal. Kelompok Tani Embung Bengawan dibentuk atas dasar kesamaan tujuan para pemilik usaha tani, aspek peternakan dan aspek perikanan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tujuan yang ingin dicapai dari pemberdayaan adalah untuk membentuk individu dan masyarakat menjadi mandiri. Kemandirian tersebut meliputi kemandirian berfikir, bertindak dan mengendalikan apa yang mereka lakukan tersebut. Kelompok tani ini memiliki jumlah anggota kelompok sebanyak 70 orang dengan penentuan sampel dengan kuota sampling sebanyak 25 orang di Kelompok Tani Embung Bengawan. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan metode skoring dengan skala likert. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan beberapa Teknik yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan proses pemberdayaan anggota kelompok tani berdasarkan indikator input yaitu dikategorikan sangat setuju dengan rataan skor 13,56. Pada indikator proses dikategorikan setuju dengan rataan skor 8,44. Dan pada indikator output dikategorikan setuju dengan rataan skor 11,68. Faktor pendukung pemberdayaan adalah dukungan dari pemerintah, motivasi, program pelatihan keterampilan dari PPL dan permodalan, untuk faktor penghambat adalah pengetahuan yang minim, kreatifitas yang masih rendah, kurangnya partisipasi anggota saat pemberdayaan, hama/penyakit, perubahan cuaca dan faktor kekuasaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan membaca pemahaman adalah kesanggupan siswa untuk memahami suatu bacaan yang meliputi kesanggupan memahami makna kata, makna kalimat, isi pokok paragraf, dan isi bacaan sehingga dapat tersampaikan dengan baik kepada pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Penghambat Kemampuan Membaca Siswa Kelas Rendah yang dialami siswa kelas 2-A SD Negeri 007 Mamburungan Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian Deskriptif Kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi siswa, lembar wawancara siswa, lembar wawancara guru, dan dokumentasi. Sebanyak 6 siswa kelas 2-A yang menjadi partisipan dalam penelitian dan mengikuti observasi dan wawancara yang diberikan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa memang faktor penghambat membaca siswa yang berupa faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi faktor fisik: kelancaran berbicara (gagap), afasia (kesulitan dalam menggunakan kata-kata serta keterlambatan bicara), alat penglihatan seperti gangguan pada mata atau rabun dekat dan rabun jauh intelektual: daya ingat siswa sangat dibutuhkan untuk menghafal huruf dan beberapa siswa yang memiliki daya ingat rendah seperti ketelitian untuk memahami teks terkadang siswa salah mengucapkan huruf saat mengeja, psikologis: siswa dapat mempengaruhi kemajuan kemampuan membaca seperti motivasi yang merupakan faktor kunci dalam membaca minat siswa dalam untuk rajin membaca. sedangkan faktor eksternal meliputi faktor lingkungan sekolah dan faktor lingkungan rumah. Dimana kesulitan membaca yang dialami siswa antara lain “ siswa sulit membaca karena penglihatan kurang jelas, daya ingat siswa sangat kurang saat menceritakan kembali buku baca yang dipilih, motivasi membaca siswa sangat kurang. Di dalam lingkungan sekolah siswa didukung penuh oleh wali kelas dalam pembelajaran membaca sedangkan di dalam lingkungan rumah siswa tidak di dukung sepenuhnya oleh orang tua dikarenakan ada beberapa orang tua yang buta huruf dan sibuk dalam bekerja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian Ini Bermaksud Menjawab Dua Pertanyaan Terkait Penggunaan Hak Inisiatif DPRD Provinsi Kalimantan Utara dalam Pembentukan Peraturan Daerah. Pertama, Mekanisme Penggunaan Hak Inisiatif DPRD Provinsi Kalimantan Utara dalam Pembentukan Perda Periode 2019-2022? Kedua Faktor Penghambat bagi DPRD Provinsi Kalimantan Utara dalam Penggunaan Hak Inisiatif? Skripsi ini merupakan Penelitian empiris atau penelitian lapangan. Skripsi ini menggunakan Pendekatan Ketentuan Hukum dan Pendekatan Perundang-undangan, Yakni, Peraturan Daerah tentang Tata tertib DPRD Provinsi Kalimantan Utara terutama dalam Mekanisme penggunaan Hak Inisiatif dan Faktor penghambat dalam penggunaan hak inisiatif. Data yang digunakan Dalam Skripsi Ini Terdiri Dari Data Primer dan Sekunder. Data Sekunder Yaitu Data Yang Didapatkan Melalui Interview atau Wawancara dan Dokumentasi. Data Sekunder Diperoleh Dari Buku, Jurnal, Artikel, Data-data Internet. Hasil dari Penelitian ini Menunjukan, Bahwa, Pertama DPRD Provinsi Kalimantan Utara telah berperan dalam pembentukan Peraturan Daerah sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan. Didalam Pembentukan Peraturan Daerah tersebut DPRD menggunakan salah satu haknya yaitu hak inisiatif. Hak inisiatif DPRD merupakan hak yang dimiliki DPRD baik melalui anggota DPRD, komisi, Gabungan komisi, atau Badan pembentukan Peraturan daerah dalam Pembentukan Peraturan Daerah. Mekanisme penggunaan hak inisiatif DPRD dalam pembentukan peraturan daerah periode 2019-2022 menggunakan 3 tahapan yaitu Pengajuan, Pemgkajian, Pembahasan atau Rapat bersama Bapemperda dan membentuk Pansus sedangkan untuk Mekanisme Pembentukan Peraturan Daerah juga dilakukan DPRD baik Perencanan, Penyusunan, Pembahasan, Pengesahan atau Penetapan dan pengundangan. Kedua Faktor Penghambat bagi DPRD Provinsi Kalimantan Utara dalam Penggunaan Hak Inisiatif yang disebabkan karena Faktor Ranperda yang batal akibat tumpang tindih Peraturan Perundang-undangan, Faktor Beberapa Perda tidak memiliki ketentuan lanjutan, serta faktor umumnya yaitu Faktor Waktu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kemampuan berpikir kreatif matematis (KBKM) adalah salah satu kemampuan esensial yang harus dimiliki siswa pada pembelajaran Matematika. Akan tetapi, belum banyak penelitian yang membahas mengenai proses dari berpikir kreatif matematis (BKM) tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses BKM sekaligus faktor yang menghambat BKM siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui pemberian tugas, melakukan pengamatan, dan melakukan wawancara. Tugas yang dikerjakan oleh partisipan merupakan soal open-ended. Temuan pada penelitian ini merupakan tema-tema yang dihasilkan dari analisis data. Berdasarkan temuan yang diperoleh, proses BKM siswa mencakup: membaca, memilih, dan mempelajari soal, mengalami perubahan persepsi, mencari ide awal untuk menyelesaikan soal, mengalami inkubasi, menyelesaikan soal dan memeriksa solusi. Selama mengerjakan tugas, siswa melakukan pengaturan diri. Lebih lanjut, faktor-faktor yang menghambat BKM siswa adalah memiliki persepsi negatif terhadap Matematika dan pembelajarannya, motivasi intrinsik dan perasaan jenuh, pemahaman konsep dasar yang rendah, mengalami learning loss, efikasi diri yang rendah terhadap soal open-ended, pemahaman prosedural yang rendah terhadap soal open-ended, dan pendekatan guru yang tidak sesuai dengan harapan siswa. Dengan demikian, hal-hal yang menjadi perhatian untuk meningkatkan KBKM siswa adalah memberikan kesempatan dan melatih siswa dalam menyelesaikan soal open-ended, mengevaluasi dan meningkatkan kompetensi guru, serta menciptakan lingkungan belajar yang kreatif.