ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan membaca pemahaman adalah proses pembelajaran dalam memahami isi teks, melalui kegiatan membaca kita perlu memahami maksud pesan serta makna yang ada pada bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil kemampuan membaca pemahaman melalui asesmen diagnostik pada siswa kelas IV-A SDN 035 Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca pemahaman yang kemudian dilakukan proses wawancara untuk mengetahui minat membaca siswa. Sebanyak 25 siswa kelas IV-A menjadi partisipan dalam penelitian dan mengikuti tes yang diberikan, yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan literasi membaca tinggi, sedang dan rendah. Setelah itu peneliti memilih 3 siswa yang mewakili setiap kategori kemampuan membaca pemahaman untuk diwawancarai mengenai minat membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan kemampuan tinggi mampu menyelesaikan seluruh soal dan memenuhi ketiga kompetensi literasi membaca, meskipun mengalami kesulitan dalam menghubungkan informasi kompleks serta kedalaman evaluasi. Subjek dengan kemampuan sedang dapat menyelesaikan tujuh soal dan memenuhi dua kompetensi literasi membaca, namun mengalami kesulitan dalam menemukan informasi pada soal tertentu serta kurang mampu mengevaluasi dan merefleksi informasi. Sementara itu, subjek dengan kemampuan rendah hanya mampu menyelesaikan enam soal dengan dua kompetensi literasi membaca, tetapi mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi informasi serta memahami dan menilai isi teks secara kritis. Hasil wawancara menunjukkan bahwa tingkat minat membaca berbanding lurus dengan kategori kemampuan membaca pemahaman masing-masing subjek
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian yang dilakukan membahas mengenai persepsi guru dan siswa terhadap penerapan strategi literasi melalui jurnal membaca pada kurikulum merdeka belajar di SMP Negeri 13 Tarakan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi guru dan siswa terhadap penerapan strategi literasi melalui jurnal membaca. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif untuk memahami fenomena mengenai apa yang dialami oleh subjek yang diteliti dan menghasilkan data deskriptif berupa dokumen tulisan dan juga lisan yang didapatkan oleh peneliti melalui tahapan wawancara, observasi, dan pengisian instrument penelitian. Pada tahapan Teknik analisi data, peneliti menggunakan penyajian data yang bersumber dari guru dan siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap strategi ini, mengakui bahwa jurnal membaca membantu meningkatkan keterampilan literasi siswa dan memotivasi mereka untuk membaca lebih banyak. Namun, beberapa tantangan diidentifikasi, termasuk keterbatasan waktu dan sumber daya bagi guru. Siswa juga menunjukkan minat yang meningkat terhadap membaca dan merasakan bahwa jurnal membaca membantu mereka dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Mereka merasa lebih termotivasi dan terlibat dalam proses pembelajaran. Program ini juga berkontribusi pada peningkatan prestasi akademik siswa, serta mendukung pencapaian tujuan kurikulum.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan literasi membaca adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam melafalkan kata, menemukan informasi serta memahami setiap makna yang ada pada bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil kemampuan literasi membaca siswa kelas V di SD Negeri 004 Lumbis. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan literasi membaca yang kemudian dikonfirmasi dengan proses wawancara. Sebanyak 8 siswa kelas V yang menjadi partisipan dalam penelitian dan mengerjakan tes kemampuan literasi membaca, yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan literasi membaca tinggi, sedang dan rendah. Setelah itu peneliti memilih 3 siswa yang mewakili setiap kategori kemampuan literasi membaca untuk diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) subjek dengan kategori tinggi mampu menemukan informasi, mengidentifikasi perubahan dalam elemen intrinsik, menyimpulkan, membandingkan penokohan, menilai kesesuaian ilustrasi, dan merefleksikan pengetahuan dengan baik. (2) subjek dengan kategori sedang mampu menemukan informasi, mengidentifikasi perubahan dalam elemen intrinsik, membandingkan penokohan, menilai kesesuaian ilustrasi, dan merefleksikan dengan baik, namun subjek kurang memahami isi bacaan, tidak berhati-hati dalam memilih jawaban, dan tidak dapat menentukan gagasan utama dalam bacaan. (3) subjek dengan kategori rendah belum mampu menemukan informasi, mengidentifikasi perubahan dalam elemen intrinsik, menyimpulkan, membandingkan penokohan, menilai kesesuaian ilustrasi, dan merefleksikan pengetahuan. Kesulitan yang dialami subjek dengan kategori rendah adalah kesulitan dalam membaca.