Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ANDRY

8 karya publik ditemukan.

2026: 32025: 32023: 2

ANALISIS NORMATIF TERHADAP PERLINDUNGAN HAK ATAS TANAH ADAT DALAM HUKUM AGRARIA NASIONAL

2026 · Book ·

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap hak atas tanah adat dalam kerangka hukum agraria nasional. Permasalahan utama yang dikaji adalah: pertama, bagaimana pengaturan norma hukum dalam Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) terhadap hak atas tanah adat di Indonesia; dan kedua, apa saja kendala hukum yang dihadapi masyarakat adat dalam memperoleh perlindungan hak atas tanahnya berdasarkan ketentuan hukum agraria nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa UUPA pada dasarnya mengakui dan menghormati keberadaan hak ulayat serta hak-hak tradisional masyarakat hukum adat sepanjang masih hidup dan sesuai dengan kepentingan nasional. Namun, dalam praktiknya, terdapat berbagai kendala hukum seperti tumpang tindih regulasi, lemahnya pengakuan formal terhadap keberadaan masyarakat hukum adat, serta konflik antara kepentingan pembangunan nasional dan hak-hak tradisional. Dengan demikian, meskipun secara normatif UUPA memberikan landasan perlindungan terhadap hak atas tanah adat, implementasinya masih menghadapi hambatan struktural dan yuridis yang membutuhkan penegasan regulasi dan penguatan kelembagaan. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya harmonisasi regulasi agraria nasional dengan hukum adat, penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat adat dalam pengelolaan tanah ulayat, serta kebijakan daerah yang lebih responsif terhadap hak-hak masyarakat hukum adat, sehingga keberlanjutan penguasaan dan pemanfaatan tanah ulayat dapat terjamin

Morfometrik dan Meristik Ikan Hiu Cicak (Chiloscyllium plagiosum) Hasil Tangkapan di Perairan Kota Tarakan

2026 · Book ·

MORFOMETRIK DAN MERISTIK IKAN HIU CICAK (Chiloscyllium plagiosum) HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN KOTA TARAKAN Abstrak Ikan hiu cicak (Chiloscyllium plagiosum) merupakan salah satu spesies hiu yang memiliki nilai penting baik secara ekologis maupun ekonomis. Spesies ini termasuk dalam famili Hemiscylliidae dan tersebar luas di perairan tropis, termasuk perairan Indonesia. Di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, aktivitas penangkapan ikan yang cukup intensif menjadikan kawasan ini penting untuk dikaji dalam konteks keanekaragaman dan konservasi hiu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies hiu cicak serta menganalisis karakter morfometrik dan meristiknya di perairan sekitar Pulau Tarakan. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan dengan menggunakan alat tangkap jaring insang dan pancing. Parameter morfometrik yang diukur meliputi panjang total, lebar kepala, dan tinggi tubuh, sedangkan karakter meristik mencakup jumlah sirip, gigi, dan celah insang. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat variasi dan kesesuaian karakter terhadap identifikasi spesies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hiu cicak yang tertangkap memiliki panjang total antara 26,5–62,5 cm dengan bentuk tubuh pipih yang adaptif terhadap kehidupan bentik. Karakter meristik yang ditemukan terdiri atas dua sirip dorsal, dua sirip pektoral, dua sirip pelvik, satu sirip anal, satu sirip kaudal, lima celah insang, serta jumlah gigi 16–34 buah, sesuai dengan ciri khas spesies C. plagiosum. Kesimpulannya, hasil ini menegaskan kesesuaian identifikasi morfometrik dan meristik ikan hiu cicak di perairan Tarakan serta memberikan data dasar penting bagi upaya pengelolaan dan konservasi populasi hiu secara berkelanjutan di wilayah tersebut.

ANALISIS NORMATIF TERHADAP PERLINDUNGAN HAK ATAS TANAH ADAT DALAM HUKUM AGRARIA NASIONAL

2026 · Thesis ·

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap hak atas tanah adat dalam kerangka hukum agraria nasional. Permasalahan utama yang dikaji adalah: pertama, bagaimana pengaturan norma hukum dalam Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) terhadap hak atas tanah adat di Indonesia; dan kedua, apa saja kendala hukum yang dihadapi masyarakat adat dalam memperoleh perlindungan hak atas tanahnya berdasarkan ketentuan hukum agraria nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa UUPA pada dasarnya mengakui dan menghormati keberadaan hak ulayat serta hak-hak tradisional masyarakat hukum adat sepanjang masih hidup dan sesuai dengan kepentingan nasional. Namun, dalam praktiknya, terdapat berbagai kendala hukum seperti tumpang tindih regulasi, lemahnya pengakuan formal terhadap keberadaan masyarakat hukum adat, serta konflik antara kepentingan pembangunan nasional dan hak-hak tradisional. Dengan demikian, meskipun secara normatif UUPA memberikan landasan perlindungan terhadap hak atas tanah adat, implementasinya masih menghadapi hambatan struktural dan yuridis yang membutuhkan penegasan regulasi dan penguatan kelembagaan. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya harmonisasi regulasi agraria nasional dengan hukum adat, penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat adat dalam pengelolaan tanah ulayat, serta kebijakan daerah yang lebih responsif terhadap hak-hak masyarakat hukum adat, sehingga keberlanjutan penguasaan dan pemanfaatan tanah ulayat dapat terjamin

Morfometrik dan Meristik Ikan Hiu Cicak (Chiloscyllium plagiosum) Hasil Tangkapan di Perairan Kota Tarakan

2025 · Thesis ·

MORFOMETRIK DAN MERISTIK IKAN HIU CICAK (Chiloscyllium plagiosum) HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN KOTA TARAKAN Abstrak Ikan hiu cicak (Chiloscyllium plagiosum) merupakan salah satu spesies hiu yang memiliki nilai penting baik secara ekologis maupun ekonomis. Spesies ini termasuk dalam famili Hemiscylliidae dan tersebar luas di perairan tropis, termasuk perairan Indonesia. Di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, aktivitas penangkapan ikan yang cukup intensif menjadikan kawasan ini penting untuk dikaji dalam konteks keanekaragaman dan konservasi hiu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies hiu cicak serta menganalisis karakter morfometrik dan meristiknya di perairan sekitar Pulau Tarakan. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan dengan menggunakan alat tangkap jaring insang dan pancing. Parameter morfometrik yang diukur meliputi panjang total, lebar kepala, dan tinggi tubuh, sedangkan karakter meristik mencakup jumlah sirip, gigi, dan celah insang. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat variasi dan kesesuaian karakter terhadap identifikasi spesies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hiu cicak yang tertangkap memiliki panjang total antara 26,5–62,5 cm dengan bentuk tubuh pipih yang adaptif terhadap kehidupan bentik. Karakter meristik yang ditemukan terdiri atas dua sirip dorsal, dua sirip pektoral, dua sirip pelvik, satu sirip anal, satu sirip kaudal, lima celah insang, serta jumlah gigi 16–34 buah, sesuai dengan ciri khas spesies C. plagiosum. Kesimpulannya, hasil ini menegaskan kesesuaian identifikasi morfometrik dan meristik ikan hiu cicak di perairan Tarakan serta memberikan data dasar penting bagi upaya pengelolaan dan konservasi populasi hiu secara berkelanjutan di wilayah tersebut.

DESKRIPSI KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI ASESMEN DIAGNOSTIK PADA SISWA KELAS IV-A SDN 035 TARAKAN

2025 · Book ·

Kemampuan membaca pemahaman adalah proses pembelajaran dalam memahami isi teks, melalui kegiatan membaca kita perlu memahami maksud pesan serta makna yang ada pada bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil kemampuan membaca pemahaman melalui asesmen diagnostik pada siswa kelas IV-A SDN 035 Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca pemahaman yang kemudian dilakukan proses wawancara untuk mengetahui minat membaca siswa. Sebanyak 25 siswa kelas IV-A menjadi partisipan dalam penelitian dan mengikuti tes yang diberikan, yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan literasi membaca tinggi, sedang dan rendah. Setelah itu peneliti memilih 3 siswa yang mewakili setiap kategori kemampuan membaca pemahaman untuk diwawancarai mengenai minat membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan kemampuan tinggi mampu menyelesaikan seluruh soal dan memenuhi ketiga kompetensi literasi membaca, meskipun mengalami kesulitan dalam menghubungkan informasi kompleks serta kedalaman evaluasi. Subjek dengan kemampuan sedang dapat menyelesaikan tujuh soal dan memenuhi dua kompetensi literasi membaca, namun mengalami kesulitan dalam menemukan informasi pada soal tertentu serta kurang mampu mengevaluasi dan merefleksi informasi. Sementara itu, subjek dengan kemampuan rendah hanya mampu menyelesaikan enam soal dengan dua kompetensi literasi membaca, tetapi mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi informasi serta memahami dan menilai isi teks secara kritis. Hasil wawancara menunjukkan bahwa tingkat minat membaca berbanding lurus dengan kategori kemampuan membaca pemahaman masing-masing subjek

DESKRIPSI KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI ASESMEN DIAGNOSTIK PADA SISWA KELAS IV-A SDN 035 TARAKAN

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan membaca pemahaman adalah proses pembelajaran dalam memahami isi teks, melalui kegiatan membaca kita perlu memahami maksud pesan serta makna yang ada pada bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil kemampuan membaca pemahaman melalui asesmen diagnostik pada siswa kelas IV-A SDN 035 Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca pemahaman yang kemudian dilakukan proses wawancara untuk mengetahui minat membaca siswa. Sebanyak 25 siswa kelas IV-A menjadi partisipan dalam penelitian dan mengikuti tes yang diberikan, yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan literasi membaca tinggi, sedang dan rendah. Setelah itu peneliti memilih 3 siswa yang mewakili setiap kategori kemampuan membaca pemahaman untuk diwawancarai mengenai minat membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan kemampuan tinggi mampu menyelesaikan seluruh soal dan memenuhi ketiga kompetensi literasi membaca, meskipun mengalami kesulitan dalam menghubungkan informasi kompleks serta kedalaman evaluasi. Subjek dengan kemampuan sedang dapat menyelesaikan tujuh soal dan memenuhi dua kompetensi literasi membaca, namun mengalami kesulitan dalam menemukan informasi pada soal tertentu serta kurang mampu mengevaluasi dan merefleksi informasi. Sementara itu, subjek dengan kemampuan rendah hanya mampu menyelesaikan enam soal dengan dua kompetensi literasi membaca, tetapi mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi informasi serta memahami dan menilai isi teks secara kritis. Hasil wawancara menunjukkan bahwa tingkat minat membaca berbanding lurus dengan kategori kemampuan membaca pemahaman masing-masing subjek