ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Membaca permulaan adalah tahap awal yang diajarkan di sekolah dasar yaitu pada kelas I dan II. Pada tahap ini, siswa diajarkan mengenali huruf, melafalkan huruf, simbol, dan lambang-lambang bahasa. Lalu, siswa akan belajar merangkai huruf menjadi suku kata, kata, kemudian menjadi kalimat. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan dan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan membaca pada siswa kelas II-A SDN 032 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih berdasarkan tingkat akselerasi, yaitu mandiri, berkembang, dan perlu bimbingan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tidak terstruktur dan hasil analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat siswa membaca dengan mengeja dan tersendat-sendat. Siswa banyak melakukan kesalahan seperti, penghilangan huruf pada kata, penggantian kata, siswa teburu-buru sehingga tidak memperhatikan tanda baca yang ditemui dan juga kesulitan membedakan huruf yang mirip seperti “q” dan “p” serta “m” dan “n” dengan “w”. Siswa belum sepenuhnya mengenal bunyi huruf, hanya mengetahui nama huruf alfabet secara keseluruhan. Kemudian ada juga siswa yang kesulitan dalam melafalkan suku kata, dan (2) faktor penyebab kesulitan membaca seperti, faktor fisiologis siswa yang mengalami keterlambatan berbicara. Kemudian faktor intelektual siswa yang mengalami kesulitan dalam melafalkan bunyi huruf, suku kata, kata dan kalimat membuat pembelajaran kurang maksimal. Selanjutnya faktor lingkungan siswa, orang tua perlu mendampingi anak belajar membaca. Serta faktor psikologis, siswa kurang dalam memiliki minat membaca dan siswa lebih suka bermain sehingga siswa mengalami kesulitan dalam membaca permulaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembelajaran pasca Pandemi yaitu pembelajaran tatap muka terbatas. Proses pembelajaran tetap memperhatikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Misalnya menentukan jumlah hari serta jam pembagian rombongan belajar. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran tatap muka pasca pandemi dalam mata pelajaran matematika di kelas IV B SDN 032 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tidak terstruktur, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kesiapan yang dilakukan guru seperti mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh LPMP, melakukan assesmen kognitif dan non-kognitif untuk mengetahui tingkat psikologi siswa dan lingkungan belajar siswa, dan mempersiapkan perangkat pembelajaran, (2) siswa terlihat antusias dalam mengikuti pembelajaran tatap muka dan para siswa telah melakukan persiapan sebelum pembelajaran seperti disiplin mengikuti protokol kesehatan, menyiapkan buku tema, bupena (buku pendamping tema), buku tulis dan alat tulis lainnya, (3) guru mengalami kesulitan karena harus mengulang materi yang belum sempat diajarkan di semester sebelumnya dan pembelajaran yang sulit dipahami oleh siswa, (4) sarana dan prasarana yang ada di kelas IV B sudah cukup memadai. Seperti peralatan kebersihan, peralatan pendidikan, perlengkapan protokol kesehatan, media pembelajaran, buku dan sumber belajar lainnya. Sedangkan prasaranan yang ada pada sekolah tersebut seperti lahan, ruang kelas, perpustakaan, kantin, lapangan, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, dan tempat lainnya yang dapat menunjang proses pembelajaran, dan (5) penilaian yang di lakukan oleh guru juga termasud penting pada pembelajaran tatap muka pasca pandemic, dapat diketahui bahwa penilaian oleh guru yang ada di kelas IV B cukup memadai. Kata Kunci: Proses Pembelajaran, Pasca Pandemi, Kelas IV B SDN 032 Tarakan.