Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

40 hasil
Subjek: Membaca Permulaan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KESULITAN MEMBACA PERMULAAN KELAS II-B DI SDN 013 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa kelas II-B SDN 013 Tarakan yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan, seperti belum mampu mengenal huruf dengan baik, membaca secara terbata-bata, mengalami kesulitan menggabungkan suku kata menjadi kata, serta kurang memahami isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II-B SDN 013 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru kelas II-B dan siswa yang mengalami kesulitan membaca permulaan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes membaca permulaan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca permulaan dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya motivasi belajar, rendahnya minat belajar, dan kurangnya konsentrasi. Siswa dengan motivasi dan minat belajar yang rendah cenderung kurang bersemangat, mudah bosan, jarang berlatih membaca, serta membutuhkan dorongan dan bimbingan guru. Kurangnya konsentrasi juga menyebabkan siswa mudah terdistraksi dan mengalami kesalahan dalam membaca. Faktor eksternal meliputi kurangnya dukungan orang tua dan rendahnya pembiasaan belajar di rumah. Beberapa siswa kurang mendapatkan pendampingan orang tua karena kesibukan bekerja dan belum memiliki kebiasaan membaca secara rutin di rumah. Faktor yang paling berpengaruh berdasarkan hasil penelitian adalah kurangnya dukungan orang tua dan rendahnya kebiasaan membaca di rumah. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara guru, orang tua, dan siswa untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Media Kotak Pintar Membaca terhadap Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Kelas II-A di SDN 029 Tarakan

2026•

Salah satu upaya dalam mengatasi kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas rendah adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah media kotak pintar membaca yaitu kotak yang berisi kartu huruf, kartu suku kata, kartu kata yang dapat disusun menjadi kalimat dan gambar yang dapat membantu siswa memahami bacaan. Penelitian ini bertujuan mengatasi kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II-A dengan menerapkan media kotak pintar membaca. Jenis penelitian yang digunakaan yaitu penelitian dan pengembangan atau research and development dengan menggunakan model ADDIE. Subjek penelitian ini yaitu kelas II-A SDN 029 Tarakan. Uji coba produk dilakukan melalui dua tahap, yaitu uji coba terbatas kepada 2 siswa dan uji coba lapangan kepada 6 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kotak pintar membaca yang dikembangkan memiliki kelayakan yang baik berdasarkan validasi dari ahli media, materi, dan bahasa. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 94% dan ahli materi 80% yang menunjukan bahwa media kotak pintar membaca sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Implementasi media dalam pembelajaran menunjukkan adanya keterampilan membaca permulaan siswa dengan persentase 100% yang menunjukkan kategori sangat baik pada uji coba terbatas dan hasil keterampilan membaca dengan persentase 83,3% yang menunjukkan kategori baik pada uji coba lapangan. Dengan demikian, media kotak pintar membaca dinyatakan layak dan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran terhadap keterampilan membaca permulaan siswa kelas II-A di sekolah dasar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II-A SDN 013 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DESKRIPSI PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II-A SDN 013 TARAKAN Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi guru sebagai mentor dalam meningkatkan kompetensi membaca dasar siswa kelas II-A SDN 013 Tarakan. Kemampuan membaca dasar sangat penting karena berfungsi sebagai fondasi pemahaman siswa di berbagai disiplin ilmu. Penulisan ini menggunakan metodologi kualitatif yang bercirikan penulisan deskriptif. Subjek penulisan adalah guru dan siswa kelas II-A, sedangkan tujuan penulisan berfokus pada fungsi guru sebagai mentor dalam meningkatkan keterampilan membaca awal. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pendekatan Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan perumusan kesimpulan, sedangkan validitas data dinilai menggunakan triangulasi teknis. Temuan penulisan memperlihatkan jika guru telah berperan sebagai mentor dalam meningkatkan keterampilan membaca dasar siswa dengan menggunakan metode pedagogis yang sesuai dengan kemampuan siswa, memanfaatkan sumber daya pendidikan yang tersedia, dan melakukan penilaian untuk melacak perkembangan kemampuan membaca siswa. Pendidik juga memberikan dorongan dan arahan kepada siswa yang kesulitan dalam pemahaman bacaan. Meskipun demikian, pengajaran yang dipersonalisasi belum diterapkan secara seragam di semua kegiatan pendidikan membaca. Maka dari itu, sangat penting untuk meningkatkan peran pendidik, khususnya dalam pengajaran yang dipersonalisasi dan penerapan metodologi pedagogis secara terus-menerus, untuk mengoptimalkan pengembangan keterampilan membaca dasar siswa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS II-B SDN UTAMA 2 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Membaca permulaan merupakan kemampuan dasar yang penting untuk mendukung perkembangan literasi siswa pada jenjang sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II-B SDN Utama 2 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes membaca permulaan dan wawancara. Peneliti memilih 3 siswa sebagai representasi dari masing-masing kategori, yaitu 1 siswa kategori mandiri, 1 siswa kategori berkembang, dan 1 siswa kategori perlu bimbingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kategori mandiri telah mampu membaca huruf, suku kata, kata, dan kalimat dengan lancar. Siswa kategori berkembang cenderung mampu membaca huruf dan suku kata, namun belum konsisten dalam membaca kata dan kalimat, ditunjukkan dengan penghilangan, penambahan, atau perubahan bunyi. Sementara itu, siswa kategori perlu bimbingan belum mampu mengenali seluruh huruf dan belum dapat membaca suku kata maupun kata yang disajikan. Kesimpulannya, kemampuan membaca permulaan siswa kelas II-B masih bervariasi, di mana sebagian siswa telah mandiri, namun sebagian lainnya masih memerlukan bimbingan intensif terutama dalam pengenalan huruf, membaca suku kata, dan membaca kata sederhana.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II-B SDN 031 TARAKAN

2025•

STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II-B SDN 031 TARAKAN ABSTRAK Kemampuan membaca permulaan merupakan kemampuan dasar yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar karena menjadi fondasi untuk memahami pelajaran selanjutnya. Namun, hasil observasi di kelas II-B SDN 031 Tarakan menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan membaca, seperti belum mengenal huruf dengan baik, salah menyebutkan bunyi huruf, kesulitan menggabungkan suku kata, serta kurang berminat membaca. Oleh karena itu, guru perlu menerapkan strategi pembelajaran yang tepat untuk membantu meningkatkan kemampuan membaca siswa sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II-B SDN 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan ultisenso. Keabsahan data diperoleh melalui ultis triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan beberapa strategi, yaitu strategi SAS (Struktural Analitik Sintetik), strategi ultisensory, pendampingan individual, serta program literasi harian 15 menit membaca. Strategi tersebut membantu siswa mengenal huruf dan bunyi dengan lebih baik, menggabungkan huruf menjadi kata, serta meningkatkan kelancaran membaca. Selain itu, guru juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memberikan motivasi kepada siswa. Dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran yang bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan siswa berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II. Kata kunci: strategi guru, membaca permulaan, siswa sekolah dasar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA FLASH CARD SUKU KATA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS II-A SDN 016 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan membaca pada kelas rendah adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah media Flash card yaitu kartu kecil yang berisi gambar/ teks yang mengingatkan siswa kepada suatu materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan pada siswa kelas II-A dengan menerapkan media Flash card suku kata. Jenis penelitian yang digunakaan yaitu penelitian dan pengembangan atau research and development dengan menggunakan model ADDIE. Subjek yang digunakan yaitu kelas II-A(kelas eksperimen) dan II-B (kelas kontrol) yang berjumlah masing- masing 28 siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan penerapan media Flash card dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Flash card yang dikembangkan memiliki kelayakan yang baik berdasarkan validasi dari ahli media, materi, dan bahasa. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 97%, ahli bahasa 80%, dan ahli materi 80% yang menunjukan bahwa media Flash card sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. kepraktisan berdasarkan angket respon guru dan siswa. Hasil yang diperoleh dari angket respon guru sebesar 100% dan angket respon siswa sebesar 96% yang menunjukan bahwa media Flash card sangat praktis digunakan dalam proses pembelajaran. Pada keefektifan diperoleh dalam uji mann whitney memperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar 0,012 yang artinya media Flash card efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan media Flash card, diharapkan siswa dapat lebih aktif dan terlibat dalam pembelajaran, serta lebih mudah memahami materi suku kata. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan media pembelajaran yang inovatif dan efektif, serta meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas II SD.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Media Flash Card Augmented Reality Berbasis Assemblr Edu Untuk Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1A SDIT Ibnu Abbas Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi karena rendahnya keterampilan membaca permulaan peserta didik kelas 1 sekolah dasar. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Flash Card Augmented Reality berbasis Assemblr Edu, mengetahui respon ketertarikan siswa terhadap media tersebut, serta mengukur efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa sekolah dasar. Metode dalam penelitian ini yaitu metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Prosedur pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian ini dilakukan di kelas 1A dengan jumlah 28 siswa di SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 92%, ahli materi 80%, ahli bahasa 80% dan praktisi 93% dan di kategorikan sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil respon siswa pada uji coba terbatas sebesar 99% dan uji coba lapangan sebesar 98%. Hasil angket respon siswa pada uji coba terbatas dan lapangan menunjukkan bahwa siswa sangat tertarik terhadap media Flash Card Augmented Reality berbasis Assemblr Edu. Saran dari penelitian ini adalah agar guru dapat memanfaatkan media Flash Card Augmented Reality yang dikembangkan dalam proses pembelajaran untuk membaca permulaan siswa kelas 1 sekolah dasar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI PERAN GURU TENTANG MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II-A SDN 017 TARAKAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam pembelajaran membaca permulaan pada siswa kelas II-A SDN 017 Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh temuan bahwa sebagian siswa mash mengalami kesulitan dalam membaca permulaan, seperti membaca dengan mengeja, kesulitan membedakan huruf, hingga pelafalan yang tidak tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan utama yakni guru kelas dan tiga siswa kelas II-A. Fokus penelitian diarahkan pada empat peran utama guru, yaitu sebagai motivator, mediator, supervisor, dan evaluator dalam proses pembelajaran membaca permulaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan keempat peran tersebut dengan efektif. Sebagai motivator, guru mendorong siswa dengan strategi dan media yang menarik. Sebagai mediator, guru menghubungkan siswa dengan materi pembelajaran melalui pendekatan visual dan kontekstual. Sebagai supervisor, guru memantau secara individual perkembangan membaca siswa dan memberikan umpan balik. Sedangkan sebagai evaluator, guru melakukan penilaian secara berkelanjutan guna mengetahui kemajuan dan hambatan yang dialami siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru sangat penting dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa, serta dapat menjadi dasar dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan siswa. This study aims to describe the role of teachers in teaching early reading to second-grade students at SDN 017 Tarakan. The background of this study is based on findings that some students still face difficulties in early reading, such as reading by sounding out words, difficulty distinguishing letters, and improper pronunciation. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation, with the primary informants being the class teacher and three second-grade students. The research focused on four leading roles of teachers: motivators, mediators, supervisors, and evaluators in learning to read. The study's results showed that teachers had carried out these four roles effectively. As motivators, teachers encouraged students with interesting strategies and media. As mediators, teachers connected students with learning materials through visual and contextual approaches. As supervisors, teachers monitored students' reading progress individually and provided feedback. Teachers conduct ongoing assessments as evaluators to identify students' progress and obstacles. This study's conclusion indicates that teachers' role is crucial in improving students' early reading skills and can serve as a foundation for designing more effective and responsive learning strategies tailored to students' needs.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MENGGUNAKAN MEDIA KARTU PADA SISWA KELAS 1-B SDN 031 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Membaca merupakan salah satu sarana bagi peserta didik untuk mempelajari suatu hal yang belum diketahui dan dapat memperluas pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa menggunakan media kartu. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas I B SDN 031 Tarakan tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan tes. Berdasarkan hasil observasi guru pada siklus I yaitu 69% berkategori tinggi. Kemudian dilanjutkan pada siklus II menjadi 93% berkategori sangat tinggi. Adapun hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I yaitu sebesar 67% berkategori sedang, kemudian dilanjutkan pada siklus II menjadi 85% berkategori tinggi. Hasil membaca permulaan siswa pada siklus I pada aspek membaca huruf sebesar 47% berkategori rendah dan aspek membaca kata sebesar 43% berkategori rendah. Kemudian dilanjutkan pada siklus II pada aspek membaca huruf menjadi 77% berkategori tinggi dan aspek membaca kata sebesar 73% berkategori tinggi. Hal ini sesuai dengan indikator keberhasilan yaitu ≥ 70% dengan kategori tinggi. Reading is one of the means for students to learn something that is not yet known and can expand knowledge. This study aims to examine the improvement of students' beginning reading skills using card media. The type of research used was Classroom Action Research (PTK) which was conducted in 2 cycles, each cycle consisting of 4 stages, namely: planning, implementation, observation and reflection. The subjects of this study were students of class I B SDN 031 Tarakan in the 2024/2025 academic year, totaling 22 students. The data collection techniques used were observation, documentation and tests. The results of teacher observation in cycle I were categorized as high (69%). Then, in cycle II, the results included a very high category (93%). The results of student activity observations in cycle I were 67% in the medium category, then in cycle II the results reached 85% in the high category. The results of students' beginning reading in cycle I, especially in the aspect of reading letters of 47% in the low category and the aspect of reading words of 43% in the low category. Then, in cycle II, the aspect of reading letters reached 77% in the high category and the aspect of reading words was 73% in the high category. This is in accordance with the success indicator which is > 70% with a high category.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Meningkatkan Kemampuan Membaca Huruf dan kata dalam membaca permulaan melalui metode struktural analitik dan sintetik (SAS) pada siswa kelas II A SDN 032 Tanjung Batu Tarakan

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui metode Struktural Analitik dan Sintetik. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di SDN 032 Tanjung Batu Tarakan. Adapun subjek penelitian ini yang terdiri dari 30 siswa dengan jumlah siswa laki-laki 15 siswa dan siswa perempuan sebanyak 15 siswa. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak II siklus. Prosedur tiap siklus yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Struktural Analitik dan Sintetik (SAS) dapat meningkatkan kemampuan membaca huruf dan kata dalam membaca permulaan siswa kelas II A SDN 032 Tanjung Batu Tarakan. Pada siklus I hasil tes kemampuan membaca permulaan diperoleh data sebesar 70% siswa yang tuntas atau masuk dalam level pembaca berkembang dan mandiri dari jumlah keseluruhan siswa, pada aspek afektif siswa diperoleh data sebesar 57% siswa yang tuntas dan pada aspek psikomotorik siswa diperoleh data sebesar 50% siswa yang tuntas. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan, hasil tes kemampuan membaca permulaan diperoleh data sebesar 80% siswa yang tuntas atau masuk dalam level pembaca mandiri, pada aspek afektif siswa diperoleh data sebesar 83% siswa yang tuntas dan pada aspek psikomotorik siswa diperoleh data sebesar 87% siswa yang tuntas. Hasil penilaian tes kemampuan membaca permulaan siswa telah mencapai indikator keberhasilan sehingga peneliti menghentikan siklus dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Media Flash Card Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1-C di SD Negeri 021 Skip Tarakan

2024•

Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca pada siswa kelas rendah adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah media Flash Card yaitu alat edukasi berbentuk kartu yang berisi gambar dan kata-kata. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa dengan menerapkan media Flash Card. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian tindakan kelas dalam pembelajaran 2024/2025 dengan subjek penelitian kelas 1-C yang berjumlah 27 siswa. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan prosedur siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penerapan media Flash card dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1-C di SD Negeri 021 Skip Tarakan. Pada siklus I hasil tes kemampuan membaca permulaan siswa memperoleh nilai sebesar 74% siswa yang tuntas dari jumlah keseluruhan. Selanjutnya pada siklus II mengalami peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa yang memperoleh nilai sebesar 93% siswa yang tuntas dari hasil tes. Adapun hasil tes kemampuan membaca permulaan siswa telah mencapai indikator keberhasilan sehingga penelitian ini dikatakan berhasil dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1-C di SD Negeri 021 Skip Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MENGGUNAKAN MEDIA KARTU KATA BERGAMBAR PADA SISWA KELAS II C SDN 045 BINALATUNG TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui media kartu kata bergambar . Jenis penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) yang di laksanakan di SDN 045 Binalatung Tarakan. Adapun subjek penelitian ini yaitu siswa kelas II C yang berjumlah 28 orang dengan jumlah siswa laki-laki yaitu 14 orang dan siswa perempuan sebanyak 14 orang . Penelitian ini menggunakan desain Model Kurt Lewin dalam pelaksanaannya terdiri atas beberapa tahapan kegiatan sebagai berikut: 1) perencanaan, 2) aksi atau tindakan, 3) observasi, 4) refleksi. Hasil Penerapan Media Kartu kata bergambar dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan. Pada hasil penerapan media kartu kata bergambar di mana didalamnya siswa menjawab pertayaan yang diberikan oleh guru serta siswa membaca kata tersebut dengan cara meguraikan dari kata kesuku kata, suku kata ke huruf dan merangkai kembali dari huruf ke suku kata dan dari suku kata ke kata tentunya siswa membacanya secara bersamaan dengan bantuan dari guru. Hasil penerapan media kantong ajaib di SDN 045 BinalatungTarakan dapat dilihat dari hasil tes kemampuan membaca permulaan yang telah dilakukan pada siklus I dan siklus II. Penilaian kemampuan membaca permulaan siswa pada siklus I sebesar 79% dari jumlah keseluruhan siswa meningkat menjadi 96% dari jumlah keseluruhan siswa pada siklus II. Terjadinya peningkatan ini dikarenakan telah menerapkan media kartu kata bergambar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Media Pembelajaran Kartu Bergambar Untuk Membaca Permulaan SIswa Kelas II SDN 003 Mentarang

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran kartu bergambar untuk membaca permulaan. Penelitian media pembelajaran kartu bergambar yang digunakan selama proses pembelajaran ditinjau dari validasi ahli media, bahasa, materi, dan praktisi. Selanjutnya penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui respon siswa dan keefektifan terhadap media pembelajaran kartu bergambar dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian adalah Research and Development (R&D) yang mengacu pada model pengembangan ADDIE yang terdiri atas 5 tahapan penelitian yaitu; Analyzs (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implement (Implementasi), dan Evaluate (Evaluasi). Hasil kelayakan media pembelajaran dari hasil validasi ahli media diperoleh persentase sebesar 90%, ahli bahasa sebesar 74,2%, ahli materi sebesar 70%, ahli praktisi sebesar 95%. Hasil uji coba respon siswa terhadap media pembelajaran kartu bergambar memperoleh persentase sebesar 97,4%, pada uji coba lapangan sebesar 98,3%, dan keefektifan media pembelajaran sebesar 90,6%. Disimpulkan bahwa dari hasil validasi ahli media, bahasa, materi, dan praktisi menunjukan bahwa media pembelajaran kartu bergambar untuk membaca permulaan siswa kelas II berada pada kategori sangat layak, dan hasil uji coba terbatas, uji coba lapangan, dan keefektifan media pembelajaran menunjukan bahwa respon siswa dan keefektifan media pembelajaran kartu bergambar berada pada kategori sangat menarik dan efektif untuk digunakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS III-A SDN 007 MAMBURUNGAN KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Membaca permulaan adalah tahap awal pembelajaran untuk kelas 1, 2 dan 3 mencakup keterampilan, lancar dalam membaca huruf, suku kata, serta kalimat sederhana dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca permulaan siswa dari segi membaca huruf, membaca suku kata, membaca kata dan kelancaran membaca teks bacaan melalui tes EGRA (Early Grade Reading Assessment) pada siswa kelas III-A SDN 007 Mamburungan Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca (EGRA), wawancara siswa dan guru serta dokumentasi. Subjek penelitian siswa kelas III-A SDN 007 Mamburungan Kota Tarakan sebanyak 18 siswa terdiri dari 11 perempuan dan 7 laki-laki. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 13 siswa yang kemampuan membaca permulaannya dalam membaca huruf, membaca suku kata, membaca kata dan kelancaran membaca teks bacaan sangat baik, selanjutnya 5 siswa masih kurang kemampuan membaca permulaannya diantaranya siswa kurang dalam membaca huruf 1 orang yaitu AS(L), membaca kata serta membaca teks bacaan 4 orang yaitu APP, MA, FUM dan SNA. Adapun faktor penyebab kesalahan dari ke 5 siswa tersebut dalam tes kemampuan membaca yaitu penghilangan huruf pada kata, penggantian kata, dan membaca masih kurang lancar. Kemudian siswa juga kurang menguasai huruf alfabet secara keseluruhan dan kesulitan membaca kata yang panjang. Masih ada beberapa huruf konsonan yang belum dapat dilafalkan dengan benar dan tepat. Siswa juga kesulitan melafalkan suku kata dan kata yang didalamnya terdapat huruf digraf dan diftong seperti -ny dan -ng, sehingga siswa melakukan kesalahan pada saat membaca. Selanjutnya karena siswa telah melakukan kesalahan lebih dari batas waktu dan jumlah berapa kali melakukan kesalahan pada saat tes membaca suku kata dan kata, sehingga peneliti menyudahi kegiatan tes dan tidak melanjutkan ke bagian kelancaran membaca teks bacaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis kesulitan membaca permulaan siswa kelas III di SDN 001 Tanjung Palas Utara

2024•

ANALYSIS OF THE BEGINNING READING DIFFICULTIES OF THIRD GRADE STUDENT OF SDN 001 TANJUNG PALAS UTARA Abstract This study aimed to determine the beginning reading diffilties of third grade student of SDN 001 Tanjung Palas Utara. Learning difficulties are a common problem that occours in student in their academics, as well as reading difficulties are a common being a major problem among elementary schools. This researcher used a qualitative approach. The research instrument was the researcher herself. The researcher acted as a tool for data collection in qualitative research because the researcher saw, assessed and felt what the research subject experienced and occurred at the research location. The supporting instrument was the test conducted during research at the research location. Regarding the results of research, carried out on 11 third grade students of SDN 001 Tanjung Palas Utara, it is revealed that there were 2 students who had diffulty in syllable recognition and reading, and 1 student who had diffulty in reading senteces. Most student still have difficulty in recognizing some latters, which are similar in shape such as the letters i and l. In sentence assessment, student still had diffulty when getting the syllables sya,syu, and nya. This was caused by several factors, namely family support, lack of student understanding of vocabulary, and student’s lack of focus during assessment. Thus, using a variety of methods during the learning procces are recomdende, so that students do not feel bored. The further findings obtained bye the researcher at the research location were that student reading comprension was the responbility of the techer, and a lack of understanding of parents regarding family support related to their children’s reading skills. Keywords : Beginning Reading Difficulties, Causal Factor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA KARTU MEMBACA SUKU KATA UNTUK MEMBACA PERMULAAN KELAS I DI SD MI DAUD KHOLIFATULLOH TARAKAN

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa media animasi pembelajaran yang ditinjau dari validasi media, materi, dan bahasa serta mengetahui respon siswa pada media animasi pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Penilaian kelayakan media animasi pembelajaran terdiri dari ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 81,67%, ahli materi sebesar 80%, ahli bahasa sebesar 86%, dari uji coba produk 89%, dan uji coba pemakaian sebesar 85%. Hasil validasi media, materi, dan bahasa menunjukkan bahwa media animasi pembelajaran sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran membaca pemahaman siswa. Hasil angket respon siswa pada uji coba produk dan uji coba pemakaian menunjukkan bahwa tingkat ketertarikan siswa pada media animasi pembelajaran mendapat respon sangat positif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI ASESMEN DIAGNOSTIK PADA SISWA KELAS I SDN 014 TARAKAN

2024•

Tes asesmen diagnostik pada awal siswa memasuki sekolah dasar telah dilakukan sebanyak satu kali. Akan tetapi guru hanya melakukan tes diagnostik membaca huruf, dan tidak melakukan tes membaca suku kata, kata, paragraf, dan pemahaman. Sehingga ditemukan masih banyak siswa mengalami permasalahan dalam membaca permulaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan melalui asesmen diagnostik pada siswa kelas I SDN 014 Tarakan yang ditinjau dari lima aspek kemampuan membaca permulaan yaitu membaca huruf, membaca suku kata, membaca kata, membaca paragraf, dan memahami informasi dari bacaan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh informasi yaitu aspek membaca huruf rata-rata dari 55 siswa diketahui 34 siswa lancar dan 21 siswa tidak lancar. Aspek membaca suku kata rata-rata dari 55 siswa diketahui 27 siswa lancar dan 28 siswa tidak lancar. Aspek membaca kata rata-rata dari 55 siswa diketahui 21 siswa membaca lancar dan 34 siswa tidak lancar. Aspek membaca paragraf rata-rata dari 55 siswa diketahui 15 siswa mampu membaca lancar dan 40 siswa tidak lancar. Dan aspek menemukan informasi rata-rata dari 55 siswa diketahui 16 siswa yang dapat memahami isi bacaan dan 39 siswa mengalami kesulitan memahami informasi yang disampaikan. Siswa yang memiliki kesulitan dalam membaca permulaan dikarenakan siswa kurang hafal terhadap bentuk huruf yang dibacakan, sering melakukan kesalahan dengan mengganti huruf, menghilangkan huruf, menyelipkan huruf, kesulitan menghadapi huruf yang terlalu panjang atau kata terlalu panjang dan kesulitan memahami kosakata baru serta kurang konsentrasi pada saat membaca. Diagnostic assessment tests for students entering elementary school were conducted once, focusing solely on letter reading. However, teachers did not assess syllable, word, paragraph, or reading comprehension, leading to ongoing issues in early reading ability among students. This study aimed to describe the early reading ability of the first-grade students at SDN 014 Tarakan through diagnostic assessment in terms of five key aspects: reading letters, reading syllables, reading words, reading paragraphs, and comprehending information from reading. A qualitative descriptive approach was employed in this study. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings revealed that in the letter reading aspect, 34 out of 55 students were fluent, while 21 were not. In the syllable reading aspect, 27 students were fluent, and 28 were not. In the word reading aspect, 21 students read fluently, while 34 did not. In the paragraph reading aspect, 15 students read fluently, and 40 struggled. In the comprehension aspect, 16 students could understand the content, whereas 39 had difficulties with comprehension. The study also identified several challenges faced by students with reading difficulties. These included poor memorization of letter shapes, frequent errors such as changing, omitting, or misplacing letters, difficulty with long words, limited vocabulary, and lack of concentration while reading.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KESULITAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II SDN 002 SEI MENGGARIS

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Membaca permulaan adalah tahapan awal belajar membaca di kelas rendah yang harus dikuasai siswa sebelum memasuki tahap membaca lebih lanjut. Siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca tentu akan berpengaruh pada aktivitas belajarnya. Kesulitan membaca permulaan merupakan kondisi dimana siswa mengalami terhambatannya dalam membaca yang disebabkan oleh beberapa faktor dari dalam maupun luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan membaca yang dialami siswa kelas II SDN 002 Sei Menggaris dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kesulitan membaca tersebut. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca permulaan, wawancara, observasi dan dokumentasi. sebanyak 19 siswa kelas II menjadi calon subjek penelitian untuk mengikuti tes kemampuan membaca permulaan, saat sedang berlangsungnya tes peneliti melakukan pengamatan berdasarkan pada lembar observasi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab siswa mengalami kesulitan membaca permulaan. Selanjutnya peneliti memilih 4 siswa yang dari hasil tes kemampuan membaca permulaan pada kategori perlu bimbingan, lalu dikonfirmasi kembali pada subjek terpilih untuk dilakukan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) siswa tidak lancar membaca banyak melakukan kesalahan seperti: penghilangan huruf, penggantian suku kata/kata, dan siswa tidak memperhatikan tanda baca. Kemudian siswa juga kesulitan membedakan huruf yang mirip seperti "q" dan "p". Lalu siswa juga belum mengenal huruf alfabet secara keseluruhan. Selanjutnya ada juga siswa yang kesulitan membaca kata yang didalamnya terdapat huruf digraf atau diftong, sehingga siswa melakukan kesalahan pada saat membaca. Dikarenakan siswa telah melakukan kesalahan lebih dari batas yang ditentukan pada saat membaca kalimat, peneliti menyudahi tes membaca. 2) adapun faktor-faktor penyebab kesulitan membaca yang dialami siswa karena fokusnya mudah teralihkan, lebih suka bermain, kurang minat membaca, kesukaran dalam membaca serta saat membaca diganggu oleh teman.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deskripsi Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas I-B SD Negeri 006 Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Membaca permulaan merupakan membaca tahap awal yang diajarkan di sekolah dasar yaitu pada kelas I dan II, pada tahap ini siswa diajarkan agar dapat mengenal huruf, atau mampu mengingat dan melafalkan huruf, simbol, dan lambang-lambang bahasa, setelah itu siswa akan belajar merangkai huruf menjadi suku kata, kata, kemudian menjadi kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I-B SD Negeri 006 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih berdasarkan kategori mandiri, berkembang dan perlu bimbingan. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan wawancara dengan hasil analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) subjek dengan kategori mandiri apabila mampu menyelesaikan seluruh tes kemampuan membaca permulaan dan hampir tidak melakukan kesalahan pada tes yang diujikan, pada kelas ini terdapat 3 siswa yang termasuk dalam kategori mandiri dengan presentase 11,5% dari 26 subjek (2) subjek dengan kategori berkembang mampu menyelesaikan seluruh tes kemampuan membaca permulaan namun masih terdapat beberapa kesalahan dalam tes yang diujikan, pada kelas ini terdapat 4 siswa yang termasuk dalam ketegori berkembang dengan presentase 15%, (3) subjek dengan kategori perlu bimbingan apabila tidak mampu menyelesaikan seluruh tes kemampuan membaca permulaan pada kelas ini terdapat 19 siswa yang termasuk dalam kategori perlu bimbingan dengan presentase 73%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FLASH CARD TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS III B DI SDN 021 TARAKAN

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran flash card pada membaca permulaan materi tema 1 pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup subtema 3 perkembangan hewan. Penelitian ini dilatar belakangi dengan keterampilan membaca permulaan siswa kelas III, kurangnya media yang digunakan pada proses pembelajaran membaca permulaan. Penelitian ini menghasilkan media pembelajaran flash card yang layak digunakan untuk membaca permulaan pada saat proses pembelajaran berlangsung, yang ditinjau dari validasi media, bahasa, materi, dan praktisi. Selain itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respon siswa terhadap media pembelajaran flash card. Prosedur penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), Evaluation (Evaluasi). Hasil validasi yang telah dilakukan terhadap ahli media, diperoleh persentase sebesar 92,5%, ahli bahasa sebesar 80%, ahli materi sebesar 94,2%, ahli praktisi sebesar 97,7% . hasil validasi yang dilakukan menunjukkan bahwa media pembelajaran flash card berada pada kategori sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil uji coba respon siswa terhadap media pembelajaran flash card memperoleh persentase 93,6% pada uji coba terbatas, dan 98,5% pada uji coba lapangan. Hasil angket respon siswa mengenai media pembelajaran flash card pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan menunjukkan bahwa respon siswa yang di berikan pada media pembelajaran flash card sangat baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail