2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Membaca permulaan merupakan membaca tahap awal yang diajarkan di sekolah dasar yaitu pada kelas I dan II, pada tahap ini siswa diajarkan agar dapat mengenal huruf, atau mampu mengingat dan melafalkan huruf, simbol, dan lambang-lambang bahasa, setelah itu siswa akan belajar merangkai huruf menjadi suku kata, kata, kemudian menjadi kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I-B SD Negeri 006 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih berdasarkan kategori mandiri, berkembang dan perlu bimbingan. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan wawancara dengan hasil analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) subjek dengan kategori mandiri apabila mampu menyelesaikan seluruh tes kemampuan membaca permulaan dan hampir tidak melakukan kesalahan pada tes yang diujikan, pada kelas ini terdapat 3 siswa yang termasuk dalam kategori mandiri dengan presentase 11,5% dari 26 subjek (2) subjek dengan kategori berkembang mampu menyelesaikan seluruh tes kemampuan membaca permulaan namun masih terdapat beberapa kesalahan dalam tes yang diujikan, pada kelas ini terdapat 4 siswa yang termasuk dalam ketegori berkembang dengan presentase 15%, (3) subjek dengan kategori perlu bimbingan apabila tidak mampu menyelesaikan seluruh tes kemampuan membaca permulaan pada kelas ini terdapat 19 siswa yang termasuk dalam kategori perlu bimbingan dengan presentase 73%.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Membaca permulaan merupakan membaca tahap awal yang diajarkan di sekolah dasar yaitu pada kelas I dan II, pada tahap ini siswa diajarkan agar dapat mengenal huruf, atau mampu mengingat dan melafalkan huruf, simbol, dan lambang-lambang bahasa, setelah itu siswa akan belajar merangkai huruf menjadi suku kata, kata, kemudian menjadi kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I-B SD Negeri 006 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih berdasarkan kategori mandiri, berkembang dan perlu bimbingan. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan wawancara dengan hasil analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) subjek dengan kategori mandiri apabila mampu menyelesaikan seluruh tes kemampuan membaca permulaan dan hampir tidak melakukan kesalahan pada tes yang diujikan, pada kelas ini terdapat 3 siswa yang termasuk dalam kategori mandiri dengan presentase 11,5% dari 26 subjek (2) subjek dengan kategori berkembang mampu menyelesaikan seluruh tes kemampuan membaca permulaan namun masih terdapat beberapa kesalahan dalam tes yang diujikan, pada kelas ini terdapat 4 siswa yang termasuk dalam ketegori berkembang dengan presentase 15%, (3) subjek dengan kategori perlu bimbingan apabila tidak mampu menyelesaikan seluruh tes kemampuan membaca permulaan pada kelas ini terdapat 19 siswa yang termasuk dalam kategori perlu bimbingan dengan presentase 73%.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimential design dengan desain penelitian posttest only control desain. Variabel bebas penelitian ini adalah model pembelajaran missouri mathematics project dan variabel terikat penelitian ini adalah kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP N 12 Tarakan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan didapatkan sampel yaitu dari kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-4 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui tes tetulis dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan inferensial untuk menganalisis data awal dan data akhir dengan menggunakan bantuan software SPSS 22.0 for windows. Hasil dari analisis deskriptif diperoleh bahwa rata-rata nilai posttest pada kelas eksperimen sebesar 80,47 sedangkan kelas kontrol sebesar 73,44 dan menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol. Adapun dari hasil uji independent samples t-test dengan taraf signifikan 5 % (𝛼 = 0,05) diperoleh pvalue sebesar 0,020 dan thitung sebesar 2,385. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran missouri mathematics project berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. This quasi-experimental research used a posttest only control design.The Independent variable of this study was the missouri mathematics project learning model and the dependent variable was the students’ ability to understand mathematical concepts.The population of this study were all seventh grade students at SMP N 12 Tarakan.The sampling was done through simple random sampling technique and it was obtained that class VIII-1 was as the exprimental group and class VIII-4 was as the control group.Data collection was done through written tests and documentation.The data was analyzed using descriptive and inferential analyses with the help of SPSS 22.0 for windows software.The results of the descriptive analisys showed that the posttest mean score in the exprimental class was 80.47 while the control class was 73.44 and it showed that the average value of the exprimental class was greater than the control class.As for the results of the independent samples t-test with a significant level of 5%,the p-value was 0.020 and the t-count was 2.385.Thus,H0 was rejected and H1 was accepted.So it was concluded that the missouri mathematics project learning model had an effect on students’ ability to understand mathematical concepts.