ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran diorama berbasis kearifan lokal Kalimantan Utara berdasarkan hasil validasi ahli serta mengetahui tingkat kemenarikan media berdasarkan respon siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis (analisis), Design (perancangan), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), dan Evaluation (evaluasi). Produk yang dikembangkan berupa media pembelajaran diorama tiga dimensi tipe terbuka yang menyajikan keragaman budaya Kalimantan Utara, meliputi rumah adat, pakaian adat, tarian tradisional, dan makanan khas dari Suku Tidung, Suku Dayak, dan Suku Bulungan, serta dilengkapi dengan buku pendamping. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, dan angket respon siswa. Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran diorama memperoleh persentase kelayakan sebesar 95,71% dari ahli media, 100% dari ahli materi, dan 100% dari ahli bahasa, yang seluruhnya termasuk dalam kategori sangat layak. Hasil uji coba terbatas memperoleh persentase respon siswa sebesar 87,67%, sedangkan hasil uji coba lapangan memperoleh persentase kemenarikan sebesar 92,21% dengan kategori sangat menarik. Berdasarkan hasil validasi ahli dan uji coba kepada siswa, media pembelajaran diorama berbasis kearifan lokal Kalimantan Utara dinyatakan sangat layak dan sangat menarik untuk digunakan dalam pembelajaran IPAS pada materi Keragaman Budaya Indonesia kelas IV-B SDN 006 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran matematika di sekolah dasar yang masih didominasi oleh penggunaan buku paket dan belum didukung oleh perangkat pembelajaran yang kontekstual serta mengintegrasikan konteks kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan menilai kelayakan perangkat pembelajaran aritmatika sosial berbasis kewirausahaan pada siswa kelas V SD Citra Bangsa Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Produk yang dihasilkan berupa modul ajar, LKPD, dan media konkret berbasis kewirausahaan. Uji coba dilakukan pada 27 siswa kelas V SD Citra Bangsa Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh komponen perangkat pembelajaran memenuhi kategori sangat valid dan sangat praktis. Dari aspek materi, modul ajar memperoleh persentase sebesar 90%, LKPD sebesar 92,50%, dan media konkret sebesar 95%. Sementara itu, dari aspek media, modul ajar memperoleh persentase sebesar 95%, LKPD sebesar 90%, dan media konkret sebesar 97,50%. Hasil penilaian praktisi memperoleh persentase sebesar 90,37%, sedangkan hasil respon siswa pada uji coba terbatas sebesar 86% dan pada uji coba lapangan sebesar 84%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran aritmatika sosial berbasis kewirausahaan dinyatakan sangat valid dan sangat praktis sehingga layak digunakan dalam pembelajaran matematika kelas V SD.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran kartu bergambar untuk membaca permulaan. Penelitian media pembelajaran kartu bergambar yang digunakan selama proses pembelajaran ditinjau dari validasi ahli media, bahasa, materi, dan praktisi. Selanjutnya penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui respon siswa dan keefektifan terhadap media pembelajaran kartu bergambar dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian adalah Research and Development (R&D) yang mengacu pada model pengembangan ADDIE yang terdiri atas 5 tahapan penelitian yaitu; Analyzs (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implement (Implementasi), dan Evaluate (Evaluasi). Hasil kelayakan media pembelajaran dari hasil validasi ahli media diperoleh persentase sebesar 90%, ahli bahasa sebesar 74,2%, ahli materi sebesar 70%, ahli praktisi sebesar 95%. Hasil uji coba respon siswa terhadap media pembelajaran kartu bergambar memperoleh persentase sebesar 97,4%, pada uji coba lapangan sebesar 98,3%, dan keefektifan media pembelajaran sebesar 90,6%. Disimpulkan bahwa dari hasil validasi ahli media, bahasa, materi, dan praktisi menunjukan bahwa media pembelajaran kartu bergambar untuk membaca permulaan siswa kelas II berada pada kategori sangat layak, dan hasil uji coba terbatas, uji coba lapangan, dan keefektifan media pembelajaran menunjukan bahwa respon siswa dan keefektifan media pembelajaran kartu bergambar berada pada kategori sangat menarik dan efektif untuk digunakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media modul ajar matematika materi mengenal pecahan berbasis pendekatan matematika realistik untuk kelas V SD yang ditinjau dari validasi ahli media dan validasi ahli materi, angket respon siswa dan angket respon guru terhadap ketertarikan dan kepraktisan modul ajar, serta untuk mengetahui dampak penggunaan modul ajar ditinjau dari hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Prosedur pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE. Penilaian kelayakan media modul ajar ditinjau dari validasi ahli media dan validasi ahli materi. Validasi ahli media diperoleh skor persentase sebesar 94% dan validasi ahli materi diperoleh skor persentase sebesar 95% sehingga mendapat kategori sangat layak. Hasil angket respon siswa terhadap ketertarikan modul pada saat implementasi di kelas uji coba diperoleh skor persentase sebesar 87% dan 88% di kelas penelitian. Adapun hasil angket respon guru terhadap kepraktisan modul pada saat implementasi di kelas uji coba diperoleh skor persentase sebesar 96% dan 98% di kelas penelitian. Dapat disimpulkan bahwa hasil angket respon siswa dan angket respon guru terhadap ketertarikan dan kepraktisan modul mendapat kategori sangat tertarik dan sangat praktis. Tes hasil belajar siswa mendapat skor rata-rata sebesar 91, sedangkan hasil tes awal siswa mendapat skor rata-rata sebesar 57. Hal tersebut terlihat adanya kenaikan skor rata-rata dari hasil tes awal siswa dengan tes hasil belajar siswa.