Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Early Reading
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI PERAN GURU TENTANG MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II-A SDN 017 TARAKAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam pembelajaran membaca permulaan pada siswa kelas II-A SDN 017 Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh temuan bahwa sebagian siswa mash mengalami kesulitan dalam membaca permulaan, seperti membaca dengan mengeja, kesulitan membedakan huruf, hingga pelafalan yang tidak tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan utama yakni guru kelas dan tiga siswa kelas II-A. Fokus penelitian diarahkan pada empat peran utama guru, yaitu sebagai motivator, mediator, supervisor, dan evaluator dalam proses pembelajaran membaca permulaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan keempat peran tersebut dengan efektif. Sebagai motivator, guru mendorong siswa dengan strategi dan media yang menarik. Sebagai mediator, guru menghubungkan siswa dengan materi pembelajaran melalui pendekatan visual dan kontekstual. Sebagai supervisor, guru memantau secara individual perkembangan membaca siswa dan memberikan umpan balik. Sedangkan sebagai evaluator, guru melakukan penilaian secara berkelanjutan guna mengetahui kemajuan dan hambatan yang dialami siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru sangat penting dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa, serta dapat menjadi dasar dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan siswa. This study aims to describe the role of teachers in teaching early reading to second-grade students at SDN 017 Tarakan. The background of this study is based on findings that some students still face difficulties in early reading, such as reading by sounding out words, difficulty distinguishing letters, and improper pronunciation. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation, with the primary informants being the class teacher and three second-grade students. The research focused on four leading roles of teachers: motivators, mediators, supervisors, and evaluators in learning to read. The study's results showed that teachers had carried out these four roles effectively. As motivators, teachers encouraged students with interesting strategies and media. As mediators, teachers connected students with learning materials through visual and contextual approaches. As supervisors, teachers monitored students' reading progress individually and provided feedback. Teachers conduct ongoing assessments as evaluators to identify students' progress and obstacles. This study's conclusion indicates that teachers' role is crucial in improving students' early reading skills and can serve as a foundation for designing more effective and responsive learning strategies tailored to students' needs.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MENGGUNAKAN MEDIA KARTU PADA SISWA KELAS 1-B SDN 031 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Membaca merupakan salah satu sarana bagi peserta didik untuk mempelajari suatu hal yang belum diketahui dan dapat memperluas pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa menggunakan media kartu. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas I B SDN 031 Tarakan tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan tes. Berdasarkan hasil observasi guru pada siklus I yaitu 69% berkategori tinggi. Kemudian dilanjutkan pada siklus II menjadi 93% berkategori sangat tinggi. Adapun hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I yaitu sebesar 67% berkategori sedang, kemudian dilanjutkan pada siklus II menjadi 85% berkategori tinggi. Hasil membaca permulaan siswa pada siklus I pada aspek membaca huruf sebesar 47% berkategori rendah dan aspek membaca kata sebesar 43% berkategori rendah. Kemudian dilanjutkan pada siklus II pada aspek membaca huruf menjadi 77% berkategori tinggi dan aspek membaca kata sebesar 73% berkategori tinggi. Hal ini sesuai dengan indikator keberhasilan yaitu ≥ 70% dengan kategori tinggi. Reading is one of the means for students to learn something that is not yet known and can expand knowledge. This study aims to examine the improvement of students' beginning reading skills using card media. The type of research used was Classroom Action Research (PTK) which was conducted in 2 cycles, each cycle consisting of 4 stages, namely: planning, implementation, observation and reflection. The subjects of this study were students of class I B SDN 031 Tarakan in the 2024/2025 academic year, totaling 22 students. The data collection techniques used were observation, documentation and tests. The results of teacher observation in cycle I were categorized as high (69%). Then, in cycle II, the results included a very high category (93%). The results of student activity observations in cycle I were 67% in the medium category, then in cycle II the results reached 85% in the high category. The results of students' beginning reading in cycle I, especially in the aspect of reading letters of 47% in the low category and the aspect of reading words of 43% in the low category. Then, in cycle II, the aspect of reading letters reached 77% in the high category and the aspect of reading words was 73% in the high category. This is in accordance with the success indicator which is > 70% with a high category.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI ASESMEN DIAGNOSTIK PADA SISWA KELAS I SDN 014 TARAKAN

2024•

Tes asesmen diagnostik pada awal siswa memasuki sekolah dasar telah dilakukan sebanyak satu kali. Akan tetapi guru hanya melakukan tes diagnostik membaca huruf, dan tidak melakukan tes membaca suku kata, kata, paragraf, dan pemahaman. Sehingga ditemukan masih banyak siswa mengalami permasalahan dalam membaca permulaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan melalui asesmen diagnostik pada siswa kelas I SDN 014 Tarakan yang ditinjau dari lima aspek kemampuan membaca permulaan yaitu membaca huruf, membaca suku kata, membaca kata, membaca paragraf, dan memahami informasi dari bacaan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh informasi yaitu aspek membaca huruf rata-rata dari 55 siswa diketahui 34 siswa lancar dan 21 siswa tidak lancar. Aspek membaca suku kata rata-rata dari 55 siswa diketahui 27 siswa lancar dan 28 siswa tidak lancar. Aspek membaca kata rata-rata dari 55 siswa diketahui 21 siswa membaca lancar dan 34 siswa tidak lancar. Aspek membaca paragraf rata-rata dari 55 siswa diketahui 15 siswa mampu membaca lancar dan 40 siswa tidak lancar. Dan aspek menemukan informasi rata-rata dari 55 siswa diketahui 16 siswa yang dapat memahami isi bacaan dan 39 siswa mengalami kesulitan memahami informasi yang disampaikan. Siswa yang memiliki kesulitan dalam membaca permulaan dikarenakan siswa kurang hafal terhadap bentuk huruf yang dibacakan, sering melakukan kesalahan dengan mengganti huruf, menghilangkan huruf, menyelipkan huruf, kesulitan menghadapi huruf yang terlalu panjang atau kata terlalu panjang dan kesulitan memahami kosakata baru serta kurang konsentrasi pada saat membaca. Diagnostic assessment tests for students entering elementary school were conducted once, focusing solely on letter reading. However, teachers did not assess syllable, word, paragraph, or reading comprehension, leading to ongoing issues in early reading ability among students. This study aimed to describe the early reading ability of the first-grade students at SDN 014 Tarakan through diagnostic assessment in terms of five key aspects: reading letters, reading syllables, reading words, reading paragraphs, and comprehending information from reading. A qualitative descriptive approach was employed in this study. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings revealed that in the letter reading aspect, 34 out of 55 students were fluent, while 21 were not. In the syllable reading aspect, 27 students were fluent, and 28 were not. In the word reading aspect, 21 students read fluently, while 34 did not. In the paragraph reading aspect, 15 students read fluently, and 40 struggled. In the comprehension aspect, 16 students could understand the content, whereas 39 had difficulties with comprehension. The study also identified several challenges faced by students with reading difficulties. These included poor memorization of letter shapes, frequent errors such as changing, omitting, or misplacing letters, difficulty with long words, limited vocabulary, and lack of concentration while reading.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail