ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa kelas II-B SDN 013 Tarakan yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan, seperti belum mampu mengenal huruf dengan baik, membaca secara terbata-bata, mengalami kesulitan menggabungkan suku kata menjadi kata, serta kurang memahami isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II-B SDN 013 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru kelas II-B dan siswa yang mengalami kesulitan membaca permulaan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes membaca permulaan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca permulaan dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya motivasi belajar, rendahnya minat belajar, dan kurangnya konsentrasi. Siswa dengan motivasi dan minat belajar yang rendah cenderung kurang bersemangat, mudah bosan, jarang berlatih membaca, serta membutuhkan dorongan dan bimbingan guru. Kurangnya konsentrasi juga menyebabkan siswa mudah terdistraksi dan mengalami kesalahan dalam membaca. Faktor eksternal meliputi kurangnya dukungan orang tua dan rendahnya pembiasaan belajar di rumah. Beberapa siswa kurang mendapatkan pendampingan orang tua karena kesibukan bekerja dan belum memiliki kebiasaan membaca secara rutin di rumah. Faktor yang paling berpengaruh berdasarkan hasil penelitian adalah kurangnya dukungan orang tua dan rendahnya kebiasaan membaca di rumah. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara guru, orang tua, dan siswa untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran IPAS dapat dipengaruhi oleh faktor internal dari dalam diri siswa, baik aspek fisiologis maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa dalam belajar IPAS di kelas V-A SDN 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas enam siswa kelas V-A yang ditentukan. Pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Faktor internal yang diteliti meliputi aspek fisiologis dengan sub-indikator kelemahan fisik serta aspek psikologis yang meliputi sikap dalam mengikuti pembelajaran, minat dan bakat, serta motivasi dalam belajar. Aspek kelemahan fisik, ada siswa menunjukkan hambatan penglihatan yang dapat memengaruhi proses pembelajaran, sedangkan siswa lainnya tidak menunjukkan hambatan fisik yang berarti. Aspek sikap dalam mengikuti pembelajaran, siswa menunjukkan sikap baik dan lainnya cukup baik. Aspek minat dan bakat, siswa tergolong baik dan lainnya cukup baik. Aspek motivasi dalam belajar, siswa tergolong baik hanya satu siswa yang tergolong cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa setiap siswa memiliki kondisi faktor internal yang berbeda pada aspek fisiologis dan psikologis yang dapat memengaruhi proses pembelajaran IPAS. Oleh karena itu, guru perlu memperhatikan kondisi dan kebutuhan masing-masing siswa serta menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai untuk membantu mengatasi kesulitan belajar siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor intrinsik dan ekstrinsik yang memengaruhi motivasi belajar siswa di SD Negeri 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 015 Tarakan dengan subjek penelitian siswa kelas V-B. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi mengenai motivasi belajar siswa serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. 1). Faktor intrinsik meliputi aktivitas belajar yang tinggi, ketekunan dalam mengerjakan tugas, dan keuletan dalam menghadapi kesulitan. Sebagian besar siswa telah menunjukkan aktivitas belajar yang cukup baik, seperti memperhatikan penjelasan guru, mengikuti kegiatan pembelajaran, mengerjakan tugas, serta berusaha menyelesaikan kesulitan secara mandiri. Namun, masih terdapat beberapa siswa yang kurang berkonsentrasi, kurang percaya diri dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan, serta masih memerlukan bimbingan dalam menyelesaikan tugas. 2). Faktor ekstrinsik meliputi adanya informasi dari guru, pemberian motivasi dari guru, dan penguatan. Informasi dan arahan yang diberikan guru membantu siswa mengikuti kegiatan pembelajaran, sedangkan pemberian motivasi dan penguatan berupa pujian, penghargaan, serta kata-kata positif dapat meningkatkan semangat, kepercayaan diri, dan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Meskipun demikian, beberapa siswa masih memerlukan motivasi dan penguatan secara berkelanjutan agar motivasi belajar tetap terjaga. Dengan demikian, faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik sama-sama berperan dalam membentuk motivasi belajar siswa di SD Negeri 015 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi siswa selama mengikuti kegiatan di sekolah. Ketepatan waktu pembagian makanan penting diperhatikan karena kondisi fisik siswa dapat berkaitan dengan kemampuan berkonsentrasi selama pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) terkait konsentrasi belajar siswa kelas III-B SD Negeri 048 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian adalah guru kelas III-B dan enam siswa kelas III-B SD Negeri 048 Tarakan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pembagian MBG berkaitan dengan kondisi fisik dan konsentrasi belajar siswa. Sebelum menerima MBG: beberapa siswa menunjukkan kondisi lapar, lemas, sakit perut, kurang berenergi, dan kesulitan memusatkan perhatian selama pembelajaran. Saat pembagian MBG: fokus siswa terbagi antara kegiatan makan dan pembelajaran. Setelah menerima MBG: siswa cenderung merasa kenyang, lebih segar, berenergi, dan bersemangat mengikuti pembelajaran. Namun, pelaksanaan MBG setelah waktu istirahat, menjelang siswa pulang, atau ketika pembelajaran masih berlangsung dapat mengalihkan perhatian dan mengurangi waktu pembelajaran. Dengan demikian, MBG memberikan manfaat terhadap kondisi fisik siswa, tetapi efektivitasnya dalam mendukung konsentrasi belajar berkaitan dengan ketepatan waktu pembagian. Waktu yang lebih sesuai adalah sebelum pembelajaran atau pada awal kegiatan sekolah dengan menyediakan alokasi waktu khusus agar kegiatan makan tidak mengganggu proses pembelajaran. Penempatan waktu tersebut juga dapat membantu menjaga ketertiban dan kesinambungan aktivitas belajar siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perilaku agresif verbal merupakan perilaku berupa ucapan atau perkataan yang dapat menyakiti, menyinggung, atau merugikan orang lain dan perlu mendapat perhatian dalam perkembangan perilaku siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku agresif verbal siswa kelas III di SD Nurul Islam Tarakan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah dua siswa kelas III yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian adalah peneliti sebagai instrumen utama dengan bantuan lembar observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek menunjukkan perilaku agresif verbal dalam bentuk aktif langsung, pasif langsung, aktif tidak langsung, dan pasif tidak langsung. Perilaku tersebut meliputi mengejek, memberikan nama panggilan yang tidak menyenangkan, mengucapkan kata-kata yang menyakiti, berbicara dengan nada tinggi, tidak merespons, membicarakan teman secara negatif, serta menghindari teman tertentu. Kesimpulannya, kedua subjek menunjukkan perilaku agresif verbal dalam berbagai bentuk, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam interaksi dengan teman dan kegiatan di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media flipchart untuk stimulasi daya ingat siswa kelas IV SD Negeri 023 Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari tahap Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dikembangkan berupa media flipchart dengan judul “Literasi dan Numerasi” yang dirancang untuk membantu siswa dalam memahami dan mengingat materi melalui penyajian gambar, teks, contoh, serta latihan yang menarik dan mudah dipahami. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV A dan guru kelas IV A SD Negeri 023 Kota Tarakan. Hasil validasi dari para ahli menunjukkan bahwa media flipchart memperoleh rata-rata persentase sebesar 91% dengan kategori sangat valid. Validasi ahli media memperoleh persentase sebesar 87% dengan kategori sangat valid, sedangkan validasi ahli materi memperoleh persentase sebesar 93% dengan kategori sangat valid. Selanjutnya, hasil uji coba kepada tujuh siswa kelas IV A memperoleh persentase sebesar 96% dengan kategori sangat valid. Respon guru sebagai pengguna produk memperoleh persentase sebesar 100% dengan kategori sangat valid. Berdasarkan hasil tersebut, media flipchart yang dikembangkan dinyatakan sangat valid, praktis, menarik, dan sangat layak digunakan sebagai media yang dapat membantu meningkatkan daya ingat siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini berfokus pada deskripsi perilaku hidup bersih dan sehat siswa kelas IV-C SDN 006 Tarakan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di kelas IV-C SDN 006 Tarakan. Subjek pada penelitian ini ialah 2 siswa sebagai sampel penelitian yang merupakan keterwakilan siswa dalam penelitian deskripsi perilaku hidup bersih dan sehat siswa kelas IV-C SDN 006 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat siswa kelas IV-C SDN 006 Tarakan telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan membuang sampah pada tempatnya menjaga kebersihan diri serta mengikuti kegiatan olahraga secara rutin. Faktor yang mendukung penerapan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) meliputi peran guru fasilitas sekolah yang memadai serta dukungan orang tua. Sementara itu faktor penghambatnya adalah kurangnya kesadaran sebagian siswa dan pengawasan yang belum optimal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat siswa kelas IV-C SDN 006 Tarakan secara umum sudah tergolong baik. Namun masih perlu ditingkatkan melalui pembiasaan edukasi kesehatan yang berkelanjutan serta kerja sama antara sekolah dan orang tua agar siswa mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku siswa yang menunjukkan karakter kurang baik, seperti mengejek teman, memotong pembicaraan guru saat pembelajaran, serta terbentuknya kelompok-kelompok tertentu yang menyebabkan kurangnya kebersamaan antar siswa di kelas V SD Negeri 031 Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai pembimbing dalam pembentukan karakter siswa serta mengetahui bentuk-bentuk pembimbingan yang dilakukan guru dalam membentuk karakter siswa kelas V di SD Negeri 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. lokasi penelitian dilaksanakan di SD Negeri 031 Tarakan. Informan penelitian terdiri atas wali kelas V-A dan siswa kelas V-A. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menjalankan perannya dengan baik dalam pembentukan karakter siswa melalui tiga aspek utama, yaitu: (1) menjadi teladan dengan menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, berpakaian rapi, serta mampu mengendalikan emosi dalam berinteraksi dengan siswa; (2) menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan kondusif melalui penerapan aturan kelas, pembiasaan perilaku positif, serta pemberian motivasi kepada siswa; dan (3) melibatkan orang tua dan masyarakat melalui komunikasi yang baik terkait perkembangan perilaku dan karakter siswa. Peran guru tersebut memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter siswa, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, serta kemampuan bekerja sama antar siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kecemasan matematika merupakan fenomena psikologis yang cukup umum dijumpai pada siswa sekolah dasar dan dapat berdampak negatif terhadap proses serta hasil belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kecemasan matematika siswa kelas V SD ditinjau dari aspek kognitif, afektif, dan fisiologis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas V-A SDN 024 Tarakan yang berjumlah 27 siswa. Pemilihan subjek dilakukan melalui teknik purposive sampling, dan selanjutnya dipilih tiga orang siswa sebagai subjek utama yang mewakili masing-masing kategori kecemasan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket kecemasan matematika yang terdiri dari 28 butir pernyataan dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 27 siswa, sebanyak 5 siswa berada pada kategori kecemasan rendah, 21 siswa berada pada kategori kecemasan sedang, dan 1 siswa berada pada kategori kecemasan tinggi. Ditinjau dari aspek kognitif, siswa dengan kecemasan sedang dan tinggi menunjukkan adanya keraguan terhadap kemampuan diri, kesulitan berkonsentrasi, dan rasa takut gagal. Pada aspek afektif, gejala gugup, gelisah, dan kurang senang terhadap matematika muncul terutama ketika siswa menghadapi situasi evaluasi atau materi yang sulit. Pada aspek fisiologis, gejala seperti keringat dingin, jantung berdebar, sakit kepala, dan rasa mual lebih dominan pada siswa dengan kecemasan tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecemasan matematika pada siswa kelas V SDN 024 Tarakan didominasi pada kategori sedang dan memerlukan perhatian serius dari guru melalui penciptaan suasana belajar yang suportif dan tidak mengancam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
PERAN GURU DALAM MEMBINA KARAKTER DISIPLIN PADA SISWA KELAS IV A SD NEGERI 013 TARAKAN Bellasapera 2140605152 ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya penguatan pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar, khususnya nilai kedisiplinan yang menjadi fondasi moral bagi perkembangan perilaku siswa. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam peran guru sebagai teladan dan pembimbing dalam membina karakter disiplin siswa kelas IV A di SD Negeri 013 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan perannya secara optimal melalui dua fungsi utama. Peran sebagai teladan diwujudkan melalui profesionalisme nyata, seperti konsistensi hadir tepat waktu, kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, serta antusiasme tinggi saat mengajar yang memotivasi siswa untuk meniru perilaku positif tersebut secara alami. Sementara itu, peran sebagai pembimbing dilaksanakan melalui pendekatan persuasif, humanis, dan dialogis, di antaranya dengan memberikan arahan disiplin waktu, motivasi belajar di rumah melalui tugas yang menyenangkan, serta melibatkan siswa dalam penyusunan kesepakatan kelas. Keberhasilan pembinaan ini dibuktikan dengan adanya transformasi signifikan pada karakter disiplin siswa, yang semula berada pada kategori "Cukup" di awal observasi meningkat menjadi kategori "Sangat Baik" pada tahap akhir, yang ditandai dengan munculnya kesadaran internal siswa untuk mematuhi aturan secara mandiri. Kesimpulannya, integrasi antara bimbingan yang empatik dan keteladanan profesional guru terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan kelas yang kondusif bagi pembentukan karakter disiplin, kemandirian, dan tanggung jawab siswa secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca siswa kelas III di SDN 005 Tinampak 2, di mana sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, membaca dengan lancar, serta memahami isi bacaan. Kurangnya motivasi belajar, minimnya pembiasaan literasi di rumah, serta keterbatasan lingkungan literasi menjadi faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peran guru dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III di SDN 005 Tinampak 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III di SDN 005 Tinampak 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru kelas III dan siswa kelas III. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji kredibilitas data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pendidik, teladan, dan motivator dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa. Sebagai pendidik, guru merencanakan pembelajaran membaca secara bertahap mulai dari pengenalan huruf hingga pemahaman bacaan, serta melaksanakan kegiatan literasi 15 menit sebelum pembelajaran. Sebagai teladan, guru memberikan contoh membaca yang baik dan membiasakan budaya literasi di kelas. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan, semangat, serta penghargaan kepada siswa agar lebih percaya diri dalam membaca. Peran tersebut berdampak pada peningkatan kefasihan membaca, pemahaman bacaan, serta penguasaan kosakata siswa meskipun masih terdapat beberapa siswa yang memerlukan pendampingan khusus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca siswa kelas III di SDN 005 Tinampak 2, di mana sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, membaca dengan lancar, serta memahami isi bacaan. Kurangnya motivasi belajar, minimnya pembiasaan literasi di rumah, serta keterbatasan lingkungan literasi menjadi faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peran guru dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III di SDN 005 Tinampak 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III di SDN 005 Tinampak 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru kelas III dan siswa kelas III. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji kredibilitas data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pendidik, teladan, dan motivator dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa. Sebagai pendidik, guru merencanakan pembelajaran membaca secara bertahap mulai dari pengenalan huruf hingga pemahaman bacaan, serta melaksanakan kegiatan literasi 15 menit sebelum pembelajaran. Sebagai teladan, guru memberikan contoh membaca yang baik dan membiasakan budaya literasi di kelas. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan, semangat, serta penghargaan kepada siswa agar lebih percaya diri dalam membaca. Peran tersebut berdampak pada peningkatan kefasihan membaca, pemahaman bacaan, serta penguasaan kosakata siswa meskipun masih terdapat beberapa siswa yang memerlukan pendampingan khusus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan akses gawai pada siswa sekolah dasar memicu kekhawatiran mengenai perubahan pola interaksi sosial di lingkungan akademik dan keluarga. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dampak positif dan negatif penggunaan gadget terhadap perilaku sosial siswa kelas IIIB di SDN 029 Juata Sesanip. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian meliputi seluruh siswa kelas IIIB untuk data awal, serta tiga siswa sebagai informan kunci yang dipilih secara purposive berdasarkan variasi intensitas penggunaan (tinggi, sedang, rendah), guru kelas, dan orang tua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 16 dari 25 siswa (64%) menggunakan gadget setiap hari dengan durasi melebihi dua jam, didominasi oleh aktivitas bermain game dan menonton YouTube. Dampak negatif yang teridentifikasi meliputi penurunan rentang fokus saat berkomunikasi dengan teman sebaya, sikap pasif dan takut salah dalam diskusi kelas, serta rendahnya inisiatif empati dan berbagi, khususnya pada pengguna intensitas tinggi. Sebaliknya, dampak positif tetap terpelihara pada aspek sopan santun dan kepatuhan terhadap guru, serta kemampuan adaptasi sosial yang baik pada pengguna moderat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dampak gawai tidak bersifat deterministik, melainkan sangat dipengaruhi oleh intensitas penggunaan dan konsistensi pengawasan orang tua, di mana penggunaan berlebihan tanpa kontrol berkorelasi kuat dengan pembentukan sikap individualistis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II-B SDN 031 TARAKAN ABSTRAK Kemampuan membaca permulaan merupakan kemampuan dasar yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar karena menjadi fondasi untuk memahami pelajaran selanjutnya. Namun, hasil observasi di kelas II-B SDN 031 Tarakan menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan membaca, seperti belum mengenal huruf dengan baik, salah menyebutkan bunyi huruf, kesulitan menggabungkan suku kata, serta kurang berminat membaca. Oleh karena itu, guru perlu menerapkan strategi pembelajaran yang tepat untuk membantu meningkatkan kemampuan membaca siswa sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II-B SDN 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan ultisenso. Keabsahan data diperoleh melalui ultis triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan beberapa strategi, yaitu strategi SAS (Struktural Analitik Sintetik), strategi ultisensory, pendampingan individual, serta program literasi harian 15 menit membaca. Strategi tersebut membantu siswa mengenal huruf dan bunyi dengan lebih baik, menggabungkan huruf menjadi kata, serta meningkatkan kelancaran membaca. Selain itu, guru juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memberikan motivasi kepada siswa. Dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran yang bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan siswa berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II. Kata kunci: strategi guru, membaca permulaan, siswa sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan mengenai peran pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk karakter sopan santun dan toleransi siswa kelas VB SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah guru mata pelajaran PPKn dan siswa kelas VB. Data dikumpukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter siswa, khususnya nilai sopan santun dan toleransi. Karakter sopan santun terlihat dari kebiasaan berbicara santun kepada guru dan teman, memberi salam, serta menjaga ketertiban kelas. Nilai toleransi tercermin dalam sikap menghargai perbedaan pendapat, tidak membeda-bedakan teman, dan membantu teman yang kesulitan. Faktor yang mendukung pembentukan karakter adalah keteladanan guru, lingkungan sekolah yang religius, dan peran keluarga. Adapun hambatan yang ditemui berupa perilaku siswa yang belum konsisten dalam berinteraksi. Pendidikan kewarganegaraan berperan penting dalam membentuk karakter sopan santun dan toleransi siswa sekolah dasar. Oleh karena itu pendidikan ini harus tetap ada disekolah agar nilai-nilai karakter dapat tertanam secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor kesulitan siswa dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VC SDN 013 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek 6 orang siswa kelas VC. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal meliputi sikap, minat, motivasi, dan kemampuan penginderaan. Pada kategori tinggi, siswa mampu fokus, bersemangat, antusias, dan aktif berpartisipasi. Pada kategori sedang, siswa cukup konsisten mengikuti pembelajaran tetapi masih pasif dan kurang percaya diri. Sedangkan pada kategori rendah, siswa sulit fokus, motivasi rendah, minat kurang, dan terhambat kemampuan penginderaan terutama penglihatan. Faktor eksternal mencakup strategi pembelajaran, peralatan belajar, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat. Pada kategori tinggi, guru menggunakan metode bervariasi (diskusi, demonstrasi, media visual), siswa memanfaatkan peralatan belajar dengan baik, orang tua mendampingi secara aktif, serta siswa mampu menolak pengaruh negatif dari lingkungan. Pada kategori sedang, guru sesekali menggunakan media tambahan, siswa memanfaatkan buku paket namun dengan pemahaman terbatas, orang tua hanya mendampingi sesekali, dan siswa terkadang terpengaruh teman kelas. Sedangkan pada kategori rendah, pembelajaran guru monoton dengan dominasi ceramah, peralatan belajar kurang bervariasi, orang tua jarang mendampingi karena kesibukan, dan siswa mudah terpengaruh lingkungan negatif hingga menganggap perilaku tidak sopan sebagai hal biasa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemahaman nilai gotong royong merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter siswa di sekolah dasar. Nilai ini tidak hanya mencerminkan identitas budaya bangsa, tetapi juga menjadi dasar dalam membangun sikap sosial, kerja sama, dan rasa tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman nilai gotong royong pada peserta didik kelas VA SDN 006 Tarakan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan wawancara. Subjek penelitian berjumlah 28 yang terlebih dahulu diberikan angket pemahaman untuk dianalisis secara mendalam, dari tiap kategori dipilih satu subjek kategori tinggi, sedang rendah, dan rendah berdasarkan hasil skor angket. Siswa kategori tinggi menunjukkan pemahaman baik terhadap seluruh indikator, seperti partisipasi aktif, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial. Siswa kategori sedang memahami makna gotong royong namun belum konsisten dalam penerapannya dan masih memerlukan dorongan dari guru atau teman. Adapun siswa kategori rendah cenderung pasif dan kurang berinisiatif dalam kegiatan gotong royong. Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman nilai gotong royong sebagian besar siswa berada pada tingkat yang perlu ditingkatkan, sehingga diperlukan pembinaan dan penguatan lebih lanjut melalui pembiasaan, keteladanan, kegiatan rutin sekolah, serta dukungan lingkungan sekolah yang kondusif. Upaya ini penting agar nilai gotong royong dapat terinternalisasi secara menyeluruh dalam diri peserta didik dan tercermin dalam kehidupan mereka sehari-hari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan High Order Thinking Skill (HOTS) menjadi penting dalam pembelajaran abad 21 karena melibatkan proses berpikir tingkat tinggi seperti menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta, yang esensial dalam pemecahan masalah kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan High Order Thinking Skill (HOTS) siswa dalam menyelesaikan soal berbasis open ended matematika pada siswa kelas V Sekolah Dasar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dan subjek penelitian dipilih berdasarkan kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan hasil tes HOTS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara semi-terstruktur untuk menggali kemampuan berpikir siswa secara lebih mendalam. Instrumen penelitian terdiri dari tiga soal matematika berbasis open ended yang dirancang berdasarkan indikator HOTS dalam Taksonomi Bloom revisi, yaitu C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mencipta). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kategori tinggi mampu menunjukkan ketiga indikator HOTS secara konsisten, baik dalam menjelaskan informasi, menyusun strategi pemecahan masalah, maupun menyimpulkan jawaban. Siswa kategori sedang mampu menganalisis dan mengevaluasi, namun mengalami kesulitan pada aspek mencipta secara tertulis. Sementara itu, siswa dengan kategori rendah hanya menunjukkan indikator menganalisis dan mengevaluasi pada satu soal sementara indikator mencipta tidak dapat terpenuhi. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan pembelajaran berbasis open ended yang mampu menstimulasi kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam proses pembelajaran matematika terutama materi geometri guru sudah menggunakan model serta metode pembelajaran dengan berbagai model tetapi siswa mengalami kesulitan untuk bisa memahami geometri karena terlalu abstrak. Selain itu, siswa tidak mampu mengikuti apa yang di ajarkan oleh guru, karena adanya perbedaan proses berpikir antara siswa dan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan level berpikir geometri siswa sekolah dasar kelas V bedasarkan teori Van Hiele. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan calon subjek 23 kemudian 1 subjek terpilih untuk dijadikan subjek dalam penelitian. Pemilihan subjek tersebut bedasarkan karakteristik level berpikir geometri Van Hiele. Adapun instrumen penelitian yang digunakan ialah tes soal VHGT berupa 25 soal pilihan ganda dan pedoman wawancara. Hasil penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan model Miles and Huberman. Hasil yang didapatkan dari penelitian yaitu 23 siswa yang diteliti ditemukan bahwa terdapat satu siswa yang berada pada level berpikir geometri Van Hiele level 0 (pengenalan), 21 siswa berada pada level pre-0, dan satu siswa lagi tidak dapat ditentukan level berpikirnya atau berada di kategori nofit. Sehingga dapat dikatakan bahwa level berpikir geometri siswa sekolah dasar kelas V masih rendah dan belum mencapai level yang diharapkan untuk siswa SD kelas V yaitu Level 1 (analisis).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan kedisiplinan dengan hasil belajar siswa kelas V di SDN 032 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yakni kedisiplinan (X) sebagai variabel independen dan hasil belajar (Y) sebagai variabel dependen. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner (angket) dan dokumentasi hasil belajar siswa berdasarkan nilai penilaian tengah semester siswa. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji f diperoleh f_hitung 19,515 > f_tabel 4.05 dengan taraf signifikan 5%. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang berarti bahwa terdapat hubungan kedisiplinan dengan hasil belajar siswa di kelas V SDN 032 Tarakan. Adapun hasil pengujian korelasi product moment diperoleh koefisien korelasi (r) sebesar = 0.59, yang menunjukkan bahwa hubungan kedisiplinan dengan hasil belajar siswa berada pada kategori sedang.