ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan akses gawai pada siswa sekolah dasar memicu kekhawatiran mengenai perubahan pola interaksi sosial di lingkungan akademik dan keluarga. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dampak positif dan negatif penggunaan gadget terhadap perilaku sosial siswa kelas IIIB di SDN 029 Juata Sesanip. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian meliputi seluruh siswa kelas IIIB untuk data awal, serta tiga siswa sebagai informan kunci yang dipilih secara purposive berdasarkan variasi intensitas penggunaan (tinggi, sedang, rendah), guru kelas, dan orang tua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 16 dari 25 siswa (64%) menggunakan gadget setiap hari dengan durasi melebihi dua jam, didominasi oleh aktivitas bermain game dan menonton YouTube. Dampak negatif yang teridentifikasi meliputi penurunan rentang fokus saat berkomunikasi dengan teman sebaya, sikap pasif dan takut salah dalam diskusi kelas, serta rendahnya inisiatif empati dan berbagi, khususnya pada pengguna intensitas tinggi. Sebaliknya, dampak positif tetap terpelihara pada aspek sopan santun dan kepatuhan terhadap guru, serta kemampuan adaptasi sosial yang baik pada pengguna moderat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dampak gawai tidak bersifat deterministik, melainkan sangat dipengaruhi oleh intensitas penggunaan dan konsistensi pengawasan orang tua, di mana penggunaan berlebihan tanpa kontrol berkorelasi kuat dengan pembentukan sikap individualistis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
ABSTRAK. Misrawati. 2023. Survei Perilaku Sosial Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 8 Tarakan Tahun Ajaran 2021/2022. Dibimbing oleh Ibu Suriata, M.Pd, selaku pembimbing utama dan Bapak Tri Cahyono, M.Pd selaku pembimbing anggota. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perilaku sosial siswa kelas VIII di SMP Negeri 8 tarakan tahun ajaran 2021/2022. Perilaku Sosial merupakan suatu tindakan individu atau seseorang yang terjadi dalam situasi sosial, seperti cara orang berpikir, merasa, dan bertindak karena kehadiran orang lain. Hal ini dapat juga diartikan sebagai sikap membutuhkan orang lain. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 78 siswa dari 180 siswa sebagai populasi kelas VIII di SMP Negeri 8 Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku sosial siswa kelas VIII di SMP Negeri 8 Tarakan tahun ajaran 2021/2022 termasuk dalam kategori rendah. Hal ini dapat dilihat dari hasil persentase 78 sampel penelitian terdapat 33 siswa berada pada kategori kecenderungan rendah dengan skor persentase 42%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dampak Perilaku Sosial Remaja Dari Keluarga Broken Home di Kota Tarakan oleh Riski Sovayunanto, S.Psi.,M.Si selaku pembimbing utama dan Ni Made Diah Padmi, M.Pd selaku pembimbing anggota. Broken home merupakan kondisi keluarga yang tidak terdapat lagi keharmonisan didalamnya dan tidak seperti layaknya keluarga yang rukun, damai, tentram, mencurahkan kasih sayang serta cinta, yang terjadi karena beberapa faktor salah satunya adalah karena perselingkuhan, dimana hal tersebut akan berdampak pada perilaku sosial remaja yang merupakan korban dari keluarga broken home . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak perilaku sosial remaja dari keluarga broken home di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari tiga orang yaitu informan A, AM dan R yang merupakan remaja dari keluarga broken home karena perselingkuhan orang tua. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa bentuk perilaku sosial remaja dari keluarga broken home karena perselingkuhan orang tua bervariasi diantaranya remaja memiliki sifat mudah memaafkan dan tidak mudah memaafkan orang tua yang telah berselingkuh, remaja suka bergaul dengan teman sebaya dan tidak suka berkumpul dengan orang tua yang telah berselingkuh, memiliki sifat ramah dan rasa simpatik yang tinggi terhadap orang lain, dan cenderung terlibat tawuran antarpelajar dan kebut-kebutan di jalan atau balap liar.