ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesulitan membaca permulaan merupakan bentuk kesulitan siswa dalam mengenal huruf abjad, suku kata, kata, dan kalimat sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kesulitan membaca permulaan yang dialami siswa kelas I-A SDN 023 Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca permulaan siswa yang dikonfirmasi dengan proses wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sebanyak 28 siswa kelas I-A yang menjadi partisipan dalam penelitian dan mengikuti tes yang diberikan. Setelah itu peneliti memilih 7 siswa kelas I-A yang dari hasil tes diketahui mengalami kesulitan dalam membaca permulaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa memang masih adanya terdapat kesulitan membaca permulaan yang dialami siswa. Berdasarkan hasil tes yang diikuti siswa tersebut dimana kesulitan membaca yang dialami siswa antara lain: siswa sulit mengenal huruf, siswa masih ada yang belum dapat membaca suku kata, kata, dan belum mampu membaca kalimat sederhana. Siswa juga kesulitan membedakan huruf yang mirip, melakukan kesalahan dalam membaca seperti menghilangkan kata, menambah kata, dan mengganti kata. Karena kesulitan-kesulitan tersebutlah siswa banyak melakukan kesalahan dalam membaca permulaan. Adapun faktor penyebab kesulitan membaca permulaan siswa terbagi atas dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesulitan membaca permulaan adalah kondisi dimana siswa mengalami keterhambatan dalam membaca yang disebabkan oleh beberapa faktor dari dalam maupun luar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II-d di SDN 033 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca permulaan, observasi, wawancara terhadap siswa serta guru kelas II-d dan dokumentasi. Sebanyak 9 siswa kelas II-d menjadi calon subjek penelitian untuk mengikuti tes awal kemampuan membaca permulaan. Pemberian tes awal kepada calon subjek tersebut dengan berdasarkan hasil tes kemampuan membaca yang berada dalam kategori perlu bimbingan, yang pernah dilakukan guru kelas II-d pada bulan November tahun 2021 di semester genap tahun ajaran 2021/2022. Selanjutnya peneliti memilih 4 siswa yang dari hasil tes awal kemampuan membaca permulaan berada dalam kategori perlu bimbingan untuk dilakukan tes kemampuan membaca permulaan, observasi, dan wawancara. Lalu peneliti juga melakukan wawancara kepada guru kelas II-d untuk mengkonfirmasi kesulitan membaca yang dialami siswa. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tidak lancar dalam membaca, siswa banyak melakukan kesalahan dalam membaca seperti: penghilangan huruf, penggantian kata, dan siswa tidak memperhatikan tanda baca ketika membaca. Kemudian siswa juga kesulitan membedakan huruf yang mirip seperti “p” dengan “q” serta “m” dengan “w”’. Siswa juga belum dapat mengenal huruf alfabet secara keseluruhan. Lalu ada juga siswa yang masih melakukan kesalahan ketika melafalkan gabungan huruf konsonan vokal konsonan. Kemudian ada juga siswa yang kesulitan melafalkan suku kata dan kata yang didalamnya terdapat huruf digraf atau huruf diftong, sehingga siswa melakukan kesalahan pada saat membaca. Selanjutnya dikarenakan siswa telah melakukan kesalahan lebih dari batas yang ditentukan pada saat membaca kalimat, sehingga peneliti menyudahi tes dan tidak melanjutkan ke bagian membaca pemahaman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini membahas tentang kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas I C SDN 006 Tarakan pada tahun ajaran 2021/2022. Dengan metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggambarkan dan menganalisis hasil dari penelitian yang dilakukan. Penelitian ini mendeskripsikan tentang kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas I C SDN 006 Tarakan dengan kesulitan membaca permulaan yang dialami siswa adalah kesulitan siswa dalam mengidentifikasi huruf, belum mengetahui makna kata, membaca kata demi kata, belum lancara dalam membaca dan mengeja terbata-bata. Faktor yang menjadi penghambatan kesulitan membaca pada siswa kelas I C SDN 006 Tarakan dipengaruhi oleh kurangnya minat membaca siswa dan kurang nya motivasi dari lingkungan keluarga. Hasil dari penelitian yang dilakukan melalui observasi, wawancara kepada guru kelas, penyebaran angket dan tes membaca pada siswa keas I C SDN 006 Tarakan menghasilkan bahwa secara umum dari 28 siswa di SDN 006 Tarakan terdapat 15 orang siswa SDN 006 Tarakan yang memiliki kesulitan membaca permulaan sedangkan 13 siswa lainnnya memiliki kemampuan dalam membaca permulaan dengan lancar dan benar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mendeskripsikan mengenai membaca permulaan di kelas I SD kota Tarakan berdasarkan 5 skripsi yang dianalisis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus pada penelitian ini mengacu pada rumusan masalah pada penelitian ini dan dimensi penelitian pada penelitian ini mengacu pada 3 aspek, yaitu 1) Faktor kesulitan membaca permulaan 2) Pemilihan model / metode & media pembelajaran untuk membaca permulaan 3) Kemampuan membaca permulaan. Sumber data pada penelitian ini mencakup sumber data primer berupa skripsi terdahulu dan sumber data sekunder berupa buku dan jurnal yang mengkaji mengenai membaca permulaan. Hasil penelitian ini faktor kesulitan membaca permulaan pada peserta didik di kelas I SD Kota Tarakan sangat beragam, mulai dari faktor kognitif, faktor penguasaan bahasa, faktor psikologis, faktor lingkungan, dan juga faktor mengajar guru. Model/metode dan media pembelajaran yang dapat digunakan dalam membaca permulaan seperti, model pembelajaran scramble, metode global, metode suku kata, media kartu bergambar/media cerita bergambar. Kemampuan membaca permulaan peserta didik di kelas I SD Kota Tarakan memiliki perbedaan, terdapat beberapa peserta didik yang sudah bisa membaca sebelum masuk sekolah, terdapat yang masih mengeja, banyak peserta didik yang sering mengganti/memotong kata, serta masih banyak yang belum dapat mengenal/membedakan huruf . Setelah penelitian dilakukan dengan pengajaran yang tepat, kemampuan membaca permulaan peserta didik mengalami peningkatan yang sangat baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa dengan menggunakan media permbelajaran cerita bergambar. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus, adapun prosedur tiap siklus yaitu perencanaan,pelaksanaan,pengamatan dan refleksi dengan subjek penelitian yang terdiri dari 28 siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan membaca permulaan dengan bantuan media cerita bergambar pada siswa kelas1 Umar Bin Khattab di SDIT Ulul Albab Tarakan Meningkat. Siklus I sebanyak 25% dari jumlah keseluruhan siswa masuk dalam level pembaca mandiri, 36% dari jumlah keseluruhan siswa masuk dalam level pembaca bantuan guru dan 39% dari jumlah keseluruhan siswa masuk dalam level pembaca perlu bimbingan. Siklus II mengalami peningkatan 68% dari jumlah keseluruhan siswa masuk dalam level pembaca mandiri, 14 % dari jumlah keseluruhan siswa masuk dalam level pembaca bantuan guru dan 18% dari jumlah keseluruhan siswa dalam level pembaca perlu bimbingan. Siklus I ketuntasan penilaian afektif sebesar 43% mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 75%. Siklus I ketuntasan penilaian aspek psikomotorik siswa sebesar 61% mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 79%. Hasil penilaian tes kemampuan membaca permulaan siswa, penilaian aspek afektif dan aspek psikomotorik siswa telah mencapai indikator keberhasilan sehingga peneliti menghentikan siklus dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan membaca permulaan siswa dengan penerapan metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) Berbantuan Media Gambar dan Metode Global Berbantuan Media Gambar. Jenis penelitian ialah penelitian semu yang dilakukan pada bulan Agustus 2019. Dengan populasi siswa kelas II SDN 045 Tarakan. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu kelas IIA sebagai kelas eksperimen dan kelas IIB sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil kemampuan membaca permulaan dengan menerapkan SAS (Struktural Analitik Sintetik) Berbantuan Media Gambar dan Metode Global Berbantuan Media Gambar. Hasil uji Independent sampel T-test pada kemampuan membaca permulaan siswa diperoleh thitung = 0,193 Pada taraf signifikasi 0,05 dan df = 56, diperoleh ttabel = 2,00, maka diperoleh thitung ≤ ttabel. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan membaca permulaan siswa dengan menerapkan metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) Berbantuan Media Gambar dan Metode Global Berbantuan Media Gambar kelas II SDN 045 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan membaca permulaan dengan menerapkan Strategi Pembelajaran Know-Want To Know-Learned (KWL) Berbantuan Media Buku Cerita Bergambar Dengan Metode Bunyi. Jenis penelitian ialah eksperimen semu yang dilaksanakan pada semester ganjil TA 2019/2020. Dengan populasi siswa kelas II dan sampel yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas II-B sebagai kelas eksperimen dan kelas II-A sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan membaca permulaan dengan menerapkan Strategi Pembelajaran Know-Want To Know-Learned (KWL) berbantuan Media Buku Cerita Bergambar dengan Metode Bunyi. Hasil uji coba independent sample t-test pada kemampuan membaca permulaan diperoleh thitung = 2,216 pada taraf signifikansi 0,05 dan df = 54, diperoleh ttabel = 2,004 berarti thitung > ttabel. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan membaca permulaan dengan menerapkan strategi pembelajaran Know-Want To Know-Learned (KWL) berbantuan media buku cerita bergambar dengan metode bunyi di kelas II SDN 006 Tarakan.