Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Kata Kunci: Kemampuan Membaca
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

AN ANALYSIS OF EIGHTH GRADERS’ READING SKILL PROBLEMS AT MTS NEGERI TARAKAN THROUGH BROWN’S THEORY

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

AN ANALYSIS OF EIGHTH GRADERS' READING SKILL PROBLEMS AT MTS NEGERI TARAKAN THROUGH BROWN'S THEOR Y Abstract This study aims to analyze the reading skill challenges faced by eighth-grade students at MTs Negeri Tarakan using Brown's theory. This study focused on identifying the specific problems students encountered in reading English texts based on Brown's theory and analyzing the factors that contributed to these difficulties. This study employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques consisting of documentation, observation, and semi-structured interviews. The research subjects consisted of six eighth-grade students from Class VIII-D, selected through a purposive sampling technique based on various levels of reading proficiency, and an English teacher. The data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which consisted of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, with source triangulation to ensure data validity. The research findings revealed that the reading difficulties experienced by students stem from limited vocabulary, poor understanding of sentence structure, and problems with fluency and pronunciation. In addition, psychological factors such as anxiety, low motivation, and a lack of self-confidence also play a major role in exacerbating students' reading difficulties. This study further indicates that anxiety about using a foreign language significantly affects reading comprehension, leading students to avoid active reading activities. Therefore, it can be concluded that students' reading difficulties are not only cognitive and linguistic in nature but are also heavily influenced by affective factors that create an "emotional filter" in the English language learning process.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kemampuan Membaca Kritis dengan hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan membaca kritis dengan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 349 siswa dan sampel terdiri dari 32 siswa kelas VIII-A yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data kemampuan membaca kritis diperoleh melalui tes esai dan angket sebanyak 20 butir pernyataan, sedangkan data hasil belajar diperoleh melalui dokumentasi nilai rapor. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 30 melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, korelasi, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca kritis siswa secara umum tergolong tinggi, dengan 78,25% siswa berada pada kategori tinggi. Nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,775 menandakan bahwa semakin tinggi kemampuan membaca kritis yang dimiliki siswa, semakin tinggi pula hasil belajar bahasa Indonesia yang mereka capai. dengan signifikansi 0,000 0,05 menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan positif antara kemampuan membaca kritis dan hasil belajar bahasa Indonesia. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa 57,4% variasi hasil belajar dapat dijelaskan oleh kemampuan membaca kritis.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan membaca kritis siswa, semakin baik pula hasil belajar Bahasa Indonesia yang mereka peroleh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN FLASH CARD PADA SISWA KELAS III A SDN 032 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Membaca merupakan salah satu bentuk dari berkomunikasi, baik itu berkomunikasi intrapersonal (dengan diri sendiri) maupun berkomunikasi interpersonal (dengan orang lain). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan kemampuan membaca siswa dengan menggunakan media pembelajaran flash card. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan pengamatan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III A SDN 032 Tarakan tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi aktivitas mengajar guru pada siklus I sebesar 50% dengan kategori rendah, sehingga dilanjutkan pada siklus II menjadi 75% dengan kategori tinggi. Adapun hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I yaitu sebesar 81,55% dengan kategori tinggi, kemudian dilanjutkan pada siklus II menjadi 89,60% dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil tes membaca yang dilakukan pada siklus I, siswa yang berada pada level membaca mandiri dengan persentase 65,40%, pada level membaca berkembang dengan persentase 15,40%, dan level membaca perlu bimbingan dengan persentase 19,20%. Sedangkan pada siklus II, siswa yang berada pada level membaca mandiri meningkat menjadi 80,80%, di level membaca berkembang mengalami penurunan dengan persentase 11,50%, dan pada level membaca perlu bimbingan juga mengalami penurunan dengan persentase 7,70%. Reading is a method of communication, both intrapersonal and interpersonal. This research aims to improve students' reading skills by using flashcards as a learning tool. Classroom Action Research (CAR) was used, with two cycles of four stages each: planning, implementation, observation, and assessment. The subjects of this study were 26 students from SDN 032 Tarakan's class III A during the 2024/2025 academic year. This study's data collection techniques included observation, testing, and documenting. The observation of the teacher's instructional activities in cycle I resulted in 50% in the low category, which was increased to 75% in cycle II. The results of student activity observations in cycle I were 81.55% in the high category, followed by cycle II at 89.60%. According to the results of the reading exam administered during Cycle I, students at the independent reading level accounted for 65.40%, those at the developing reading level for 15.40%, and those at the guided reading level for 19.20%. Meanwhile, during cycle II, students at the independent reading level reached 80.80%, while those at the developing reading level declined by 11.50%, and those at the guided reading level decreased by 7.70%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail